The Story Of Ye Chen

The Story Of Ye Chen
bab 107


__ADS_3

...Bab 107...


Selagi Ye Chen menyetir mobil pergi dari rumah Keluarga Xiao, Xiao Changkun berkata dengan marah. "Jika aku tahu Ibu dan Kakakku begitu kejam, aku tidak akan membantu mereka sebanyak itu."


Xiao Churan, yang duduk di kursi penumpang depan, menghela napas dan berkata. "Dilihat dari gaya mereka, meskipun Keluarga Xiao memiliki fondasi yang kuat, sudah pasti akan dihancurkan oleh mereka berdua."


Xiao Changkun berkata dengan marah. "Intinya, kita telah banyak membantu mereka! Bukankah kontrak Grup Di Hao telah dimenangkan oleh Churan? Sekarang semuanya jauh lebih mudah bagi mereka."


Ye Chen berkata dengan santai. "Ayah, mereka yang banyak melakukan kejahatan akan mendapatkan dosa mereka sendiri, mereka tidak akan mendapatkan hasil yang baik."


Penyokong utama Keluarga Xiao saat ini tidak lebih dari kerja sama dengan Grup Di Hao, tapi yang mereka tidak tahu adalah, Grup Di Hao adalah milik Ye Chen sendiri.


Setelah menyinggung Ye Chen, mereka masih ingin menghasilkan uang dari kerja sama dengan Grup Di Hao?


Mimpi saja!


Sekali Ye Chen menelepon Wang Dongxue, maka hancurlah Keluarga Xiao.


Xiao Changkun menyentuh darah setengah kering di kepalanya lalu bergumam. "Siapa sangka ternyata Keluarga Xiao benar-benar keterlaluan, keluarga kita saja belum sempat menikmati vila pemberian Keluarga Wang, tapi mereka sudah ingin mengambilnya, jelas sekali bahwa mereka melihat kita sebagai pihak yang mudah ditindas!"


Selesai mengatakan hal itu, mata Xiao Changkun tiba-tiba berkilat, dia cepat-cepat berkata pada Ye Chen. "Menantuku, mari kita kunjungi Vila Tomson Kelas Atas untuk memeriksa keadaan, dari tadi aku terus memikirkan vila itu dan ingin melihatnya."


Xiao Churan berkata. "Ayah, ini sudah hampir sampai rumah, kenapa kita harus ke vila? Bukankah vila itu masih belum selesai didekorasi? Lagi pula ada Paman Li yang menjaganya."


Xiao Changkun berkata. "Ya Tuhan, aku hanya ingin melihatnya sekali lagi, jika tidak, aku tidak bisa tidur malam ini!"


Ye Chen paham kenapa Xiao Changkun bersikap demikian, hal itu mirip seperti seseorang yang tidak bisa membeli mobil, tapi tiba-tiba mendapatkan sebuah mobil mewah. Meskipun dia tidak bisa mengendarainya, namun dia selalu melihat ke tempat parkir untuk memeriksa mobil tersebut.


Ye Chen pun berkata pada Xiao Churan. "Karena Ayah ingin melihatnya, maka kita akan pergi ke sana, sekalian nanti kalian bisa memberitahu Paman Li dekorasi seperti apa yang kalian inginkan."


Xiao Changkun tertawa senang. "Ye Chen memang paling memahami jalan pikiranku!"


Xiao Churan menghela napas tak berdaya. "Baiklah, kita kesana untuk melihat vila."


Ye Chen memutar mobilnya di lampu merah dan bergegas menyetir ke arah Vila Tomson Kelas Atas.


...


Ye Chen menghentikan mobilnya di depan Vila Tomson Kelas Atas, tidak lama setelah turun dari mobil, alis pria itu berkerut.


Gerbang luar vila terlihat sedikit terbuka, dan dari dalam terdengar suara gaduh.

__ADS_1


Xiao Churan, yang mendapati Ye Chen tidak bergerak, bertanya dengan bingung. "Ada apa?"


Ye Chen berkata. "Sepertinya ada yang tidak beres, ayo kita masuk ke dalam!"


Dengan itu, Ye Chen pun memimpin langkah dengan berjalan maju memasuki halaman depan.


Begitu memasuki halaman, Ye Chen mendapati ada beberapa pengawal berbaju hitam terlihat sedang melempari perabotan keluar vila.


Xiao Changkun berseru. "Mereka dari Keluarga Xiao!"


Ekspresi Ye Chen seketika berubah suram, orang-orang dari Keluarga Xiao memang suka menempel dan tidak mau pergi! Padahal Ye Chen belum melakukan apa pun pada mereka, tapi mereka sudah datang ke vila dan membuat keributan.


"Siapa yang mengizinkan kalian masuk!"


Ye Chen berteriak dengan nada dingin dan kemudian bergegas masuk ke dalam.


Ketika melihat Ye Chen, wajah beberapa pengawal yang ada di sana langsung memucat karena panik.


Tidak lama kemudian, suara Xiao Hailong yang mirip seperti bebek terdengar dari aula utama.


"Aku yang mengizinkan mereka masuk!"


Xiao Hailong memegang linggis di tangan kirinya, tangan kanannya dibalut perban tebal, pria itu berjalan pelan dengan lagak sok dan angkuh.


Xiao Churan menggertakkan giginya sambil berkata. "Kalian keterlaluan sekali, karena tidak bisa membuat Ye Chen menyerahkan vila ini, sekarang kalian ingin mencurinya dari Ye Chen?"


Xiao Changkun juga berteriak marah. "Xiao Hailong, ini adalah vila menantuku, siapa pun tidak akan bisa mengambilnya!"


Xiao Hailong meludah dan memaki. "Persetan! Xiao Churan, kamu kira kamu siapa? Kamu sekarang adalah anjing tak bertuan yang telah diusir dari rumah, punya hak apa kamu berbicara padaku?"


Setelah mengatakan hal tersebut, Xiao Hailong kembali mengangkat linggis dan mengacungkannya ke arah Xiao Changkun sambil terus memaki. "Dan kamu Pak Tua, kamu kira kamu masih Pamanku? Cepat pergi dari sini, jika tidak, aku akan mematahkan kakimu!"


Ye Chen benar-benar emosi, pria itu berkata dengan dingin. "Mana Paman Li?"


Xiao Hailong berjalan maju dan tertawa. "Bukankah ada seorang pria tua yang menjaga vila ini? Astaga, padahal dia sudah kusuruh pergi tapi tidak pergi, akhirnya kupukuli saja dia sampai tidak bisa bangun, aku ingin dia tahu siapa pemilik asli dari vila ini mulai sekarang."


"Kalian memukuli Paman Li?" Ye Chen menatap sinis.


MeskipunPaman Li sebelumnya bekerja untuk Keluarga Wang, tapi karena dia sudah ditugaskan di vila ini, maka kedepannya Paman Li adalah bawahan Ye Chen.


Di samping itu, Paman Li sangat jujur, setia, dan sopan terhadap Ye Chen.

__ADS_1


Yang terpenting adalah, Paman Li sudah berusia lebih dari enam puluh tahun, beliau sudah memasuki masa-masa tuanya, Xiao Hailong bahkan tidak bersedia melepaskan orang tua sepertiPaman Li, itu keterlaluan sekali!


Xiao Hailong tertawa mengejek. "Kenapa? Seekor anjing yang tidak tahu siapa tuannya, jika tidak dipukuli, dia tidak akan pernah tahu siapa tuannya! Ada sebuah pepatah, jika ingin memukul anjing, harus lihat dulu siapa pemiliknya. Sekarang aku memukul anjing itu supaya pemiliknya tahu, siapa di sini yang paling berkuasa..."


Usai mengatakan hal tersebut, Xiao Hailong tertawa angkuh, di wajahnya tersirat rasa senang karena bisa balas dendam.


Kemarahan Ye Chen sudah sampai di ubun-ubun, tanpa pikir panjang lagi dia langsung melayangkan tinju ke arah Xiao Hailong.


"Buk!"


Xiao Hailong tidak sempat menghindar dan hidungnya terkena tinju besi milik Ye Chen, darah dari hidung Xiao Hailong tiba-tiba menyembur liar, dan pria itu pun berteriak kesakitan.


"Tunggu apa lagi? Cepat hajar si manusia sampah itu!"


Xiao Hailong mundur dengan panik layaknya seekor anjing selagi berteriak kepada para pengawalnya.


Satu per satu dari para pengawal mengeluarkan pisau panjang dari pinggang dan segera menyerbu ke arah Ye Chen.


"Ye Chen, aku tahu kamu bisa berkelahi, tapi jika memang begitu, lalu kenapa? Aku ingin lihat mana yang lebih tangguh, pisau itu atau kulitmu!"


Melihat hal ini membuat wajah Xiao Churan dan Xiao Changkun menjadi pucat.


Ye Chen memang bisa berkelahi, tapi tubuhnya hanya terbuat dari darah dan daging, sementara lawannya adalah para pengawal Keluarga Xiao yang sedang memegang pisau, bisakah Ye Chen menang?


Ye Chen terlihat tidak peduli, ekspresi wajahnya tetap sama tanpa perubahan sedikit pun.


"Hanya dengan mengandalkan pengawal-pengawal payah ini, kamu menginginkan nyawaku?!"


Setelah berkata demikian, Ye Chen bergerak secepat hantu, dia dengan gesit menyelip di antara para pengawal.


Meskipun para pengawal Keluarga Xiao memegang pisau panjang, tapi mereka sama sekali tidak bisa menyentuh Ye Chen.


Sebaliknya, Ye Chen bagaikan kupu-kupu yang terbang di antara bunga-bunga, dia menghindar sambil menyerang.


Hanya dengan sebuah tinju biasa, Ye Chen bisa membuat suara retakan bergema di udara, setiap gerakannya tepat sasaran!


Meskipun para pengawal itu adalah pensiunan dari pasukan khusus, dan meskipun mereka juga memiliki pisau panjang, mereka sama sekali bukan tandingan Ye Chen!


Dalam waktu singkat, semua pengawal itu sudah dihajar habis oleh Ye Chen!


Tidak ada yang tahu persis bagaimana Ye Chen melakukannya, sebab mereka sama sekali tidak bisa melihat gerakan Ye Chen, tahu-tahu para pengawal itu sudah tersungkur di tanah satu per satu!

__ADS_1


Ditambah lagi, Ye Chen terbakar api amarah ketika menyerang tadi, jadi dia sama sekali tidak punya belas kasihan terhadap para pengawal. Ye Chen langsung menyerang dengan kejam, dan para pengawal itu jika bukan patah tangannya, maka patah kakinya, mereka semua berguling di halaman depan vila sambil berteriak tanpa henti!


__ADS_2