
Bab 99
Melihat sales wanita begitu gugup dan takut kehilangan pekerjaannya, Ye Chen pun melambaikan tangan dengan santai. "Itu persoalan kecil, aku tidak akan mempermasalahkannya."
Setelah mengatakan itu, Ye Chen menambahkan. "Oh iya, cepat jelaskan kepada orang-orang berpandangan sempit itu mengenai vila A05."
Sales wanita, dengan perasaan bangga, segera menjelaskan kepada semua orang. "Vila Tomson Kelas Atas dibedakan menjadi empat tipe, yaitu tipe ABCD, yang paling langka dan yang paling luas adalah tipe A. Tipe A memiliki tiga lantai di atas tanah, dan dua lantai di bawah tanah, dengan elevator pribadi di dalamnya. Total area dari tipe ini bisa mencapai 1.000 meter persegi, ditambah dengan halaman depan dan belakang yang luasnya bisa mencapai 100 meter persegi. Harga vila tipe A adalah 100 juta yuan, vila ini adalah Vila Tomson Kelas Atas yang paling mahal di seluruh Jin Ling!"
Usai mendengar penjelasan tersebut, semua orang membuka mulut mereka dengan terkaget-kaget!
Sebuah vila dengan harga lebih dari 100 juta, vila tiga kamar dengan banyak sekali kelebihan, hunian semewah itu ternyata bisa dibeli oleh seorang Ye Chen yang hanya berpakaian biasa?
Xiao Hailong memasang ekspresi tidak suka, baik adik dan orang tuanya juga terbakar oleh rasa iri dan dengki!
Xiao Weiwei bertanya dengan tidak percaya. "Ye Chen! Bagaimana bisa kamu punya vila di sini?!"
Ye Chen tersenyum samar. "Seseorang mengirimkannya padaku, apa tidak boleh?"
"Atas dasar apa kamu mendapatkannya!" Xiao Weiwei marahnya bukan main, dirinya yang selama ini begitu ambisius saja tidak punya kesempatan tinggal di vila seperti itu, kenapa Ye Chen bisa?
Ye Chen tidak menanggapi Xiao Weiwei, melainkan menatap Xiao Hailong sambil tersenyum. "Hailong, tadi kamu bilang ingin meloncat dari gedung? Kapan loncatnya?"
Wajah Xiao Hailong memucat dan berubah masam, dia mengepalkan tinju sembari mengatakan. "Ye Chen, tidak perlu mengatakan hal tidak berguna itu kepadaku, aku masih menolak fakta bahwa kamu bisa membeli vila ini! Aku juga tidak percaya ada orang yang mengirimkan vila itu kepadamu! Kecuali kamu memberitahuku bagaimana kamu bisa mendapatkannya, baru aku akan percaya!"
Ye Chen menggelengkan kepala sambil berkata kepada semua orang. "Lihat? Inilah yang namanya kekalahan."
Usai mengatakan hal tersebut, Ye Chen kembali berbicara kepada Xiao Hailong. "Xiao Hailong, dengan kemampuanmu, kamu hanya bisa membeli apartemen tingkat biasa dan menjadi tameng bagi kami para milik vila. Kamu tidak pantas hidup di vila dan tidak berhak tahu bagaimana aku bisa mendapatkan vila ini, kamu hanya perlu tahu bahwa kamu tidak akan bisa hidup di vila seumur hidupmu!"
"Kamu..."
__ADS_1
Emosi terpancar jelas dalam ekspresi Xiao Hailong.
Ini baru pertama kalinya Xiao Hailong dicaci-maki oleh Ye Chen, tapi bagian terburuknya adalah dia bahkan tidak bisa membalas! Bagaimana bisa membalas? Membeli apartemen 240 meter persegi saja tekanannya sudah cukup berat, keluarganya juga ragu-ragu di sini, tapi Ye Chen telah memiliki vila yang paling besar, perbedaannya jauh sekali! Bisa dibilang Xiao Hailong sudah disindir habis-habisan oleh Ye Chen! Hal ini benar-benar membuat Xiao Hailong marah! Dia menggertakkan gigi sambil memasang wajah suram. "Ye Chen, kamu bisa membeli vila sebesar ini, tapi kamu tidak pernah bilang pada keluargamu, apa kamu masih memandang penting Keluarga Xiao?"
Ye Chen hanya bisa tertawa. "Bukankah kamu selalu bilang bahwa aku bukan bagian dari Keluarga Xiao? Jadi, buat apa aku bilang padamu?"
Dengan ini, Ye Chen pun berkata pada Xiao Churan. "Istriku, semuanya sudah ada di sini, bagaimana kalau kita melihat-lihat vila baru kita?"
Xiao Churan tergagap. "Ini...sebenarnya apa yang terjadi?"
Ye Chen berkata lembut. "Nanti akan kujelaskan pelan-pelan."
Baru saja Ye Chen selesai berkata demikian, dia tiba-tiba mendengar sebuah suara yang familiar.
"Astaga, Kakak dan Kakak Ipar, kalian ke sini ingin membeli apartemen Tomson Kelas Atas? Itu hebat sekali!"
Ada satu orang lagi yang datang bersama Ma Lan, tidak lain tidak bukan adalah ayah mertua Ye Chen, yaitu Xiao Changkun!
Ye Chen dan Xiao Churan agak terkejut, kenapa mereka berdua bisa ada di sini?
Xiao Churan segera melangkah maju dan bertanya. "Ayah, Ibu, kenapa kalian bisa ada di sini?"
Ma Lan berkata. "Paman dan Bibimu menelepon kami, mereka bilang ingin membeli apartemen Tomson Kelas Atas, mereka minta tolong pada kami untuk membantu membeli rumah."
Ketika Ma Lan mengatakan ini, dia melirik sekilas ke arah Ye Chen, hati Ma Lan menjadi agak dongkol dibuatnya.
Sebenarnya Ma Lan tidak ingin datang, sebab dia dan putrinya baru bertengkar kemarin perihal Ma Lan yang ingin pindah dari rumah tua mereka. Tidak disangka, Ma Lan mendapatkan telepon dari keluarga Xiao Changgan yang menyuruh Ma Lan beserta sang suami datang untuk membantu mereka membeli rumah.
Membantu apanya? Mereka memanggil Ma Lan karena ingin pamer bahwa mereka bisa membeli apartemen Tomson Kelas Atas, bukan? Ma Lan benar-benar kesal, tapi dia tetap harus menghormati Ketua Keluarga Xiao, jadi mau tidak mau Ma Lan harus tetap datang bersama suaminya.
__ADS_1
Itulah kenapa Ma Lan kesal terhadap Ye Chen setiap hari, andai saja Ma Lan punya menantu yang lebih hebat, dia mungkin bisa hidup di apartemen Tomson Kelas Atas juga!
Tepat pada saat ini, Ma Lan menatap wajah kakak iparnya dengan pandangan menjilat, dia berkata memelas. "Kakak Ipar, kamu benar-benar hebat! Dalam sekejap mata kalian sudah bisa membeli apartemen Tomson Kelas Atas! Aku benar-benar iri padamu! Entah kapan keluarga kami bisa membeli rumah semewah di sini! Kamu membeli yang 240 meter persegi, ya? Keluarga kami tidak akan punya uang sebanyak itu meski sudah menabung lima tahun!"
Meskipun Ma Lan tidak suka pada Ketua Keluarga Xiao, tapi Ma Lan tahu bahwa dia harus menjilat mereka, dan sekalinya Ma Lan datang, dia tidak akan berhenti menjilat.
Ibu Xiao Hailong, yaitu Qian Hongyan, memasang wajah masam sambil melotot pada Ma Lan, dia berkata sinis. "Ma Lan, apa maksudmu dengan berkata begitu? Kamu sedang menghina kami, ya?"
Hati Qian Hongyan hampir meledak rasanya!
Awalnya, mereka memanggil Xiao Changkun dan Ma Lan untuk menjadi saksi pembelian atas rumah baru mereka, sekalian ingin menyatakan dominasi dan menyindir Ma Lan.
Tapi siapa yang menyangka bahwa menantu Ma Lan begitu hebat! Dia bahkan bisa membeli vila di Tomson Kelas Atas!
Hal ini benar-benar membuat Qian Hongyan marah, kecemburuan dalam hatinya mengamuk tak karuan.
Sekarang Ma Lan datang dan sengaja memuji Qian Hongyan telah membeli apartemen dengan luas 240 meter persegi, bukankah Ma Lan jelas-jelas sedang menyindir? Keluarga Ma Lan memiliki vila dengan harga di atas 100 juta, tapi Ma Lan masih bilang iri pada Qian Hongyan? Sudah begitu pakai bilang bahwa dirinya tidak akan pernah bisa membeli hunian mewah, bukankah Ma Lan sedang mengutuk Qian Hongyan?
Ma Lan, yang belum tahu tentang kejadian sebenarnya, sekali datang langsung menjilat mereka, tapi hasilnya Qian Hongyan berkata bahwa Ma Lan telah menghina mereka, padahal sejak tadi Ma Lan tidak henti-hentinya memuji Qian Hongyan, begitu masih dibilang menghina? Haruskah Ma Lan membungkuk untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada Qian Hongyan?
Alhasil, Ma Lan terus melanjutkan aksi menjilatnya. "Astaga, Kakak Ipar! Jika membandingkan aku denganmu, sama saja membandingkan lilin dengan matahari, jauh sekali, mana mungkin aku berani merendahkan dirimu! Coba lihat hidupmu, kamu bisa hidup di apartemen Tomson Kelas Atas, dan sekarang coba lihat aku, aku masih hidup di rumah kecil nan bobrok. Rumah kami yang reyot itu mana bisa dibandingkan dengan apartemen Tomson Kelas Atas! Tentu saja aku iri padamu!"
Mendengar ini, Qian Hongyan menjadi lebih marah lagi, saking marahnya dia sampai tidak bisa berkata-kata.
Sang suami, Xiao Changgan, menggertakkan gigi sambil berkata. "Ma Lan, apakah kamu benar-benar suka menyindir kami? Itu hanya sebuah vila, buat apa kamu sombong?"
Setelah berkata demikian, Xiao Changgan ganti memandang adiknya, yaitu Xiao Changkun, sembari berucap sinis. "Changkun, apakah kamu dan istrimu masih menganggapku sebagai kakak? Masihkah kamu memikirkan Ibu? Padahal keluargamu baru saja membeli vila, tapi kenapa kamu tidak bilang pada kami?"
Xiao Changkun tercengang. "Vila? Vila apa? Kakak, kamu ingin membeli vila? Kamu kaya sekali!"
__ADS_1