The Story Of Ye Chen

The Story Of Ye Chen
bab 127


__ADS_3

...Bab 127...


Karena Ye Chen mendesak Xiao Churan untuk memulai bisnis, Xiao Churan terus memikirkannya sepanjang malam. Hingga keesokan paginya, wajahnya tampak kelelahan.


Setelah bangun, Xiao Churan buru-buru mandi. Melihat itu, Ye Chen bertanya dengan iba: "Istriku, kenapa kamu tidak tidur lebih lama. Untuk apa kamu bangun begitu pagi?"


Xiao Churan berkata: "Aku mau pergi ke Perusahaan Qian Cheng, tidak boleh terlambat."


Ye Chen bertanya: "Perusahaan Qian Cheng? Untuk wawancara lagi?"


"Tidak." Xiao Churan menggelengkan kepala, ragu sejenak, kemudian berkata: "Aku mau mencoba untuk pergi menarik beberapa proyek."


"Baiklah." Ye Chen tersenyum dan berkata: "Kalau kamu memang mau buka perusahaan konstruksi, aku akan menjadi karyawanmu."


"Membuka perusahaan konstruksi sangat tidak mudah. Modal dan jaringan, kedua itu merupakan masalah besar." Xiao Churan berkata lagi : "Aku berencana membuka sebuah studio desain. Aku akan mulai dari sebuah studio kecil, membantu perusahaan konstruksi menggambar desain. Setelah jaringan kita lebih luas dan dana kita mencukupi, baru kita buka perusahaan."


Ye Chen tersenyum: "Uang dan jaringan bukan masalah. Kalau kamu benar-benar mau buka perusahaan, aku akan membantumu."


"Tidak perlu." Xiao Churan menolak tanpa berpikir, berkata dengan serius: "Aku mau mencobanya sendiri. Lagipula, dari mana kamu mendatangkan modal. Membuka perusahaan konstruksi tidak semudah itu."

__ADS_1


Ye Chen berkata: "Aku punya uang untuk buka perusahaan. Mengenai jaringan yang kamu mau, aku juga punya."


Saat ini investasi Grup Di Hao telah mencapai 70% industri di Kota Jin Ling. Mendapatkan kontrak kerja sama desain dari beberapa perusahaan konstruksi sangat mudah.


Xiao Churan malah mengira Ye Chen sedang bercanda, melambaikan tangan: "Kamu tidak mengerti dunia konstruksi. Mengenai persoalan investor, aku akan mencarinya sendiri. Kamu tidak perlu mengawatirkannya."


Membuka perusahaan konstruksi membutuhkan modal awal setidaknya sepuluh juta, serta modal berjalan lainnya. Bagaimana mungkin Ye Chen punya uang sebanyak itu.


Sekalipun punya uang, dia juga tidak mungkin punya koneksi dan jaringan di industri kontruksi.


Ye Chen terdiam. Istrinya tidak mau menggunakan sumber dayanya yang sudah ada, sebaliknya malah mau memulainya sendiri dari nol. Dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa.


Walau Xiao Churan sudah putus hubungan dengan Keluarga Xiao, namun Ma Lan terus memikirkan cara untuk berdamai.


"Ke mana Churan?"


"Sepertinya pergi menarik proyek kerja sama."


"Cari proyek apaan! Apakah kalian benar-benar mau keluar dari Grup Xiao?" Kata Ma Lan dengan marah: "Bukankah itu hanya sekadar kesalahpahaman kecil, membuat keributan seperti ini, hingga memutuskan hubungan dengan Keluarga Xiao, jika disebarluaskan akan menjadi seperti apa?"

__ADS_1


Xiao Changkun tertegun sejenak, melihat Ma Lan dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Istriku, kamu hanya pergi ke Keluarga Xiao sekali, otakmu sudah pikun dimarahi Nyonya Besar Xiao?"


"Pikun apa, aku tidak pikun sedikitpun." Ma Lan dengan marah duduk diatas sofa: "Besok kamu menemaniku ke Keluarga Xiao, minta maaf kepada Nyonya Besar Xiao, Nyonya Besar adalah ibumu, Changgan adalah kakak kandungmu, bagaimana mungkin hubungan darah bisa diputuskan."


Raut wajah Xiao Changkun sangat jelek, berkata dengan marah: "Mereka ingin menjual rumahku, dan ingin merebut villa Ye Chen, sejak awal mereka tidak menganggapku bagian dari Keluarga Xiao! Jika mau minta maaf, kamu pergi sendiri saja, aku tidak akan menginjak rumah Keluarga Xiao lagi."


Melihat Xiao Changkun yang biasanya begitu polos, kali ini sikapnya begitu keras, membuat Ma Lan sangat marah, menolehkan kepala berkata pada Ye Chen.


"Ye Chen, ayahmu sangat keras kepala, kamu datang dan nilai siapa yang benar! Mana ada kebencian yang berlarut-larut antara ibu dan saudara kandung, hingga memutuskan hubungan darah, ini terlalu kanak-kanak! Lagipula aku masih mengharapkan uang pensiunku dari Grup Xiao!"


"Dia pikun? Ingin menyita hartaku, merebut villa Ye Chen, dan ingin menyuruh Churan bercerai dan menikah dengan orang lain, ini pikun?"


Xiao Changkun emosi, berdiri, melanjutkan : "Kamu hanya pergi sekali ke Keluarga Xiao. Disogok sedikit saja kamu memercayai mereka!"


Melihat ayah dan ibu mertua berkelahi, hingga menarik dirinya untuk menila. Ia sangat bingung.


Dia buru-buru mencari alasan: "Churan menyuruhku untuk menjemputnya, aku pergi dulu."

__ADS_1


......


__ADS_2