The Story Of Ye Chen

The Story Of Ye Chen
bab 128


__ADS_3

...Bab 128...


Usai berbicara, Ye Chen buru-buru keluar dari pintu, masih terdengar suara kelahi kedua orang di belakang.


Urusan keluarga sulit untuk dinilai, lebih baik ia tidak ikut campur.


Ye Chen mencari sebuah restoran kecil, memesan beberapa hidangan, berencana tinggal hingga malam, baru kembali.


Ini adalah pasar makanan khas Kota Jing Ling, sangat ramai.


Ye Chen sedang makan, tiba-tiba matanya tertuju pada dua bayangan, seketika ia tertegun.


Bukankah itu istrinya, Xiao Churan?


Diseberang ada sebuah restoran mewah, dibalik jendela kaca lantai dua, Ye Chen melihat Churan sedang duduk di dekat jendela, diseberangnya terduduk seorang pria paruh baya yang mengenakan jas, sepatu kulit, dan juga kacamata.


Xiao Churan mengambil dokumennya, tidak berhenti menjelaskannya kepada pria itu, sepertinya sedang memperkenalkan studio desainnya, sepertinya ingin meminta ia untuk menginvestasikan modal.


Namun pria itu tampak tidak serius, tatapannya tertuju pada lehernya, kerah bajunya dan juga dadanya.

__ADS_1


Bahkan, menggunakan kesempatan mengambil dokumen, untuk memegang tangan Xiao Churan.


Untung saja Xiao Churan sangat gesit, seketika langsung menjauh.


Ye Chen sangat marah melihat ini!


Sialan, berani sekali menyentuh istriku!


Pelayan baru saja mengantarkan semangkuk mi pangsit, belum sempat meletakkannya, Ye Chen langsung berdiri, mengeluarkan selembar kertas berwarna merah, menepuknya keatas meja.


"Tidak perlu kembalian."


...


Xiao Churan menelan rasa jijik dalam hatinya, memaksakan diri untuk tersenyum, berkata pada pria di depannya: "Presiden Mei, aku sudah mencantumkan rencana usaha kedepannya didalam dokumen, kelak pasti akan ada perkembangan, jika kamu bersedia bekerja sama denganku, aku pasti akan memberikan perencanaan proyek terbaik padamu."


"Nona Xiao, aku mengetahui kemampuanmu." Pria paruh baya itu mengekspresikan raut wajah yang sulit: "Namun perusahaan kami sedang mengivestasi beberapa proyek dalam waktu bersamaan, sehingga pendanaan kami sangat ketat."


Xiao Churan sedikit kecewa, dirinya sudah menghabiskan banyak waktu, menjelaskan kepadanya, namun dia masih begitu labil.

__ADS_1


Melihat tatapan Xiao Churan, pria paruh baya itu sengaja mengusap tangannya, berkata: "Juga bukan tidak ada cara, aku akan menjelaskannya kepada manajamen senior perusahaan. Sejujurnya, aku sangat yakin dengan perusahaanmu, bagaimana jika kita diskusikan lagi pada malam ini jam delapan. "


"Presiden Mei, ini tampaknya tidak begitu baik ... "


Xiao Churan merasa ragu.


Jam delapan malam sudah sangat malam, jika terus didiskusikan, sepertinya akan sampai tengah malam, dirinya sudah menikah, jika disebarluaskan akan tidak baik.


Pria paruh baya itu tersenyum dan berkata: "Belum terlambat, investasi bukanlah masalah kecil, jika kita tidak mendalaminya lebih jauh, bagaimana caranya untuk memercayai satu sama lain? Malam ini aku mentraktirmu makan malam, setelah itu baru kita diskusikan. Presiden Xiao, mari berjabat tangan demi kerja sama kita di masa depan."


Usai berbicara, pria paruh baya itu mengulurkan tangannya, mengarah kearah tangan kecil Xiao Churan, terlintas sinar yang jahat ditatapannya.


Pria paruh baya ini bernama Mei Ping, sejak awal sudah mendambakan Xiao Churan "Wanita tercantik no.1 di Jin Ling".


Karena kurangnya kesempatan, sehingga belum ada kesempatan baginya untuk memainkan wanita cantik ini.


Saat ini Xiao Churan datang sendiri mencarinya, mengatakan bahwa dirinya sudah memutuskan hubungan dengan Keluarga Xiao, ingin memintanya untuk berinvestasi di studio desain barunya, ini membuat hatinya sangat senang, berencana ingin menghabiskan Xiao Churan dan memainkannya!


......

__ADS_1


__ADS_2