
...Bab 159...
Setelah melihat Zhang Ermao begitu patuh, Ye Chen mengangguk dengan puas.
Zhang Ermao merupakan orang yang cukuo pintar, otaknya bekerja dengan baik, caranya juga banyak, kedepannya melakukan hal untuk Ye Chen, benar-benar mempunyai manfaat uang baik.
Jadi Ye Chen berkata pada Zhang Ermao: "Kedepannya melakukan hal sengan baik, aku pasti tidak akan memperlakukanmu dengan tidak adil."
Zhang Ermao segera menangkupkan satu tangan di tangan yang lain: "Master Ye tenang saja, Ermao pasti mengikuti petunjuk Anda!"
Setelah melihat penampilan Zhang Ermao yang menyanjung, Ye Chen menggelengkan kepala dan berkata sambil tersenyum: "Penampilanmu yang tidak tahu malu ini benar-benar terlihat seperti ingin ditinju."
Zhang Ermao tersenyum nakal dan berkata: "Master Ye, meski wajahku sedikit jelek, tapi uang tidak jelas!"
Setelah berkata, Zhang Ermao mengeluarkan sebuah kotak hitam dari bawah kursi, kemudian menyerahkannya kepada Ye Chen, dan berkata: "Master Ye, ini adalah uang tunai sebanyak tiga ratus ribu yuan, coba Anda menghitungnya dulu."
Ye Chen melambaikan tangan dan berkata: "Tidak perlu dihitung, aku pulang dulu."
Zhang Ermao bertanya: "Apakah Anda tidak berjalan-jalan di Guwan Street?"
"Tidak." Ye Chen berkata: "Barang sebanyak sepuluh ribu, ada sebanyak sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan merupakan barang palsu, jadi tidak ada yang pantas membuat aku berjalan-jalan, aku pulang dulu."
Zhang Ermao mengangguk dan berkata: "Kalau begitu Anda hati-hati, aku juga akan menutup kios."
__ADS_1
Ye Chen berkata dengan penasaran: "Kemana kamu pergi setelah menutup kios?"
Zhang Ermao berkata: "Aku pergi ke pasar komoditas kecil untuk mengambil sedikit barang, sekarang tidak ada orang yang ingin membeli giok palsu, semuanya suka membeli tembaga koin yang palsu, tembaga koin Kangxi yang palsu di pasar komoditas kecil dijual dengan harga grosir sebesar satu perak, membelinya ke rumah untuk koleksi, satu bisa dijual dengan harga satu atau dua ribu yuan."
Setelah mendengarkan ini, Xiao Churan berkata dengan terkejut: "Barang yang seharga satu perak dijual dengan harga satu atau dua ribu yaun? Ini sepertinya terlalu kejam?"
Zhang Ermao menggaruk-garuk kepala: "Anda tidak tahu, Guwan Street menjualnya seperti ini, jika aku menjual dengan satu perak, rekan di Guwan Street akan membunuhku."
Ye Chen berkata dengan tidak berdaya: "Apakah kamu tidak bisa membuat sedikit bisnis jual beli yang tidak menipu orang?"
Zhang Ermao berkata dengan memasang wajah pahit: "Master Ye, jika tidak menipu orang di Guwan Street, ini benar-benar akan membuat orang mati kelaparan."
Ye Chen berkata dengan tidak berdaya: "Lupakan saja, kamu mengontrol diri sendiri saja. "
Zhang Ermao tidak menyangka bahwa Ye Chen bersedia untuk mengantarnya, Zhang Ermao segera berkata dengan senang: "Master Ye, Anda benar-benar sangat memberi muka kepada murid, terima kasih!"
Ye Chen melambaikan tangan: "Sudahlah, jangan bicara omong kosong lagi, cepat naik ke mobil!"
...
Mobil melaju keluar dari Guwan Street, langit tiba-tiba menjadi mendung, setelah badai petir, langit tiba-tiba hujan deras.
Musim panas memang banyak air hujan, dua hari ini terus hujan tanpa alasan, bahkan kota saja sudah sedikit tergenang oleh air.
__ADS_1
Hujan sangat deras, stasiun lalu lintas di dalam radio mengingatkan pemilik mobil, jembatan layang di beberapa jalan utama sudah ditutup karena genangan air yang parah.
Jadi Ye Chen hanya bisa memilih jalam memutar dari pinggiran kota.
Di sepanjang jalan, Zhang Ermao merasa senang dan juga kahwatir, Zhang Ermao duduk di kursi bagian belakang, diam-diam memotret wajah samping Ye Chen yang sedang menyetir, mengunggahnya ke momen dan bertindak seperti bajingan yang sok, kemudian berkata: "Berkat tiga kehidupan, aku bisa duduk di mobil Master Ye."
Segera ada banyak orang yang berkomentar di bawah, isinya yaitu kamu sangat hebat! Kamu bahkan bisa menjalin hubungan dengan Master Ye, kedepannya sudah menjadi kaya, jangan lupa untuk menarik saudara-saudaramu.
Kesombongan Zhang Ermao seketika meledak.
Ye Chen menyetir mobil dengan kecepatan tidak cepat, saat melewati jalan yang sepi, mata tiba-tiba melihat mobil yang berhenti di tepi jalan.
Mobil ini merupakan Mercedes-Benz hitam yang bermerek tua, berhenti dengan miring di tepi jalan, ada seorang wanita berjalan turun dari mobil dengan tergesa-gesa.
Setelah melihat dua ban depan Mercedes-Benz kempes, mungkin ban bocor sehingga mau tidak mau harus berhenti.
Ye Chen awalnya tidak ingin ikut campur dan langsung menyetir mobil ke sana, tidak menyangka saat ini, Xiao Churan tanpa sadar melihat Mercedes-Benz yang ada di luar, serta wanita yang turun dari Mercedes-Benz, Xiao Churan tiba-tiba tercengang, kemudian memanggil: "Ye Chen, bukankah itu Rualin? Cepat berhenti."
Sekarang Ye Chen baru menghentikan mobil.
......
gabung yuk di channel youtube yulia
__ADS_1
YULIA HISTORY di subscribe ya kak..