Those Tears Made Me Reincarnated As A God Of Destruction!

Those Tears Made Me Reincarnated As A God Of Destruction!
Bab 28. Dicintai Dua Putri Raja


__ADS_3

Selepas Rei memasuki pintu istana yang megah, semua mata pun memandang kagum terhadap kedatangan dirinya. Para bangsawan yang menghadiri acara penyambutan itu pun dengan segera menghampiri Rei demi mengungkapkan rasa terima kasih yang memendam terlalu dalam di hati mereka.


"Tuan Pahlawan, aku akan memberikan segalanya untukmu! Mintalah sesuatu padaku!" seru salah seorang bangsawan kepada Rei yang terus berjalan melewati kerumunan itu.


"Semuanya! Jangan menghalangi jalan Tuan Rei! Kita akan merayakan kedatangannya selepas pertemuan dengan Raja terlebih dahulu!" sorak Kapten Edward seraya menghalau para kerumunan yang menghalangi jalan Rei.


Rei pun berhasil melewati kerumunan bangsawan yang penuh sesak itu. Ia kemudian dituntun oleh Kapten Edward menurut ruang pribadi Sang Raja. Dengan penuh percaya diri, Rei memasuki ruang tersebut setelah mendapati sang Kapten membukakan pintu alih-alih mempersilakan dirinya bertemu dengan Raja Reinhard II.


"Selamat datang Wahai Pahlawanku," sapa Sang Raja seraya menyambut kedatangan Rei.


"Aku memenuhi panggilanmu Wahai Raja," ucap Rei seraya membungkukkan badannya.


Raja Reinhard II kemudian mengajak Rei untuk duduk guna melakukan perbincangan yang sangat penting diantara keduanya. Mereka pun sangat antusias dalam menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi di kota Raven. Hingga tiba saatnya bagi pria itu untuk menanyakan maksud Raja yang mengundangnya datang ke istana.


"Jadi, apa gunanya diriku datang kesini?" tanya Rei dengan penuh keseriusan.


"Berdasarkan penuturan dari para cenayang kerajaan, kami memutuskan untuk mengundang anda datang kemari," kata Sang Raja menjelaskan.


"Lalu, apa yang dikatakan oleh para cenayang itu?" tanya Rei yang masih belum yakin dengan pernyataan Raja.


Rei yang menanti jawaban dari Sang Raja pun dikejutkan dengan kehadiran seorang kakek tua yang bertumpu pada sebuah tongkat. Ia kemudian menghampiri Rei seraya mengucapkan sesuatu.


"Wahai Dewa! Wahai Dewa!! Terima kasih telah mendatangkan sosok pahlawan di kota ini!" sorak kakek tersebut dihadapan Rei.


"Tuan Rei, beliau adalah cenayang sesepuh kepercayaan kami," ujar Raja Reinhard II sambil memperkenalkan kakek itu.

__ADS_1


"Wahai anak muda, pahlawan kami. Aku telah menyaksikan pertarunganmu melawan kedua iblis itu dengan sihir penerawanganku. Lalu..., berkat anugerah darimu, kami mendapatkan kesempatan untuk menikmati hidup kami kembali," Kakek cenayang itu menjelaskan secara panjang lebar atas apa yang telah dilihatnya dengan sihir penerawangan.


Cenayang tersebut sontak memeluk Rei dengan erat seraya melampiaskan rasa syukurnya. Ia begitu gembira dengan kehadiran seorang pahlawan seperti Rei yang telah mengorbankan segalanya demi menyelamatkan nyawa seluruh penduduk kota Raven.


"Reinhard..., Jangan biarkan anak muda ini hidup sendirian! Berilah ia tempat tinggal serta harta yang layak sebagai ungkapan rasa terima kasih kita. Kalau perlu..., berikan ia jabatan kerajaan serta nikahkan lah pemuda ini dengan salah satu putrimu. Bahkan yang perlu kau tau..., semua itu takkan cukup untuk membalas kebaikannya!" tutur Kakek tua itu kepada Sang Raja.


"Baiklah! Tapi, jika ada hal lain yang ingin anda minta kepadaku, maka dengan senang hati akan ku wujudkan," kata Sang Raja.


Rei pun tak bisa berkata apa-apa setelah mendengar perkataan kedua orang tersebut. Ia ingin sekali menolak tawaran itu dan segera berlalu meninggalkan istana. Namun, setelah memikirkan dengan keras tentang keadaan yang sedang dialaminya sekarang, terlebih dengan bertambahnya jumlah orang yang harus dilindunginya, pria itu pun memutuskan untuk menerima hadiah dari Sang Raja.


"Aku hanya akan menerima sebuah rumah dua lantai dan beberapa uang yang cukup untuk menghidupi tujuh orang. Selain itu, aku menolak!" tegas Rei alih-alih menanggapi penawaran Sang Raja.


"Tuan Rei ... selain sebagai raja, aku juga merupakan seorang ayah. Sudah kewajiban bagiku untuk membahagiakan kedua putriku. Apabila anda berkenan, sudikah anda untuk memilih salah satu diantara mereka lalu menikahinya?" Raja Reinhard II melayangkan permohonannya pada Rei.


Raja pun dengan berat hati menerima pernyataan tegas dari pria tersebut. Ia kemudian mengundang Rei dalam sebuah jamuan makan malam bersama dengan anggota keluarga kerajaan lainnya. Sang Raja pun turut membawa kedua putrinya dalam jamuan tersebut.


"Tuan Rei, silahkan duduk," kata seorang gadis pelayan kerajaan sambil mempersiapkan sebuah kursi yang akan diduduki oleh Rei.


Rei bersama sang Raja dengan tenang menunggu kedatangan anggota kerajaan lainnya. Ia kemudian mendapati beberapa pelayan yang membawakan banyak makanan seraya meletakkannya di atas meja jamuan.


...****************...


Annabelle dan Charlotte tengah sibuk merias wajah mereka secantik mungkin guna merebut perhatian dari Rei. Kedua gadis tersebut telah mengetahui bila pria yang diundang oleh ayahnya adalah seorang pahlawan yang telah menyelamatkan seluruh warga kota itu.


Dengan penuh percaya diri, mereka bergegas menuju ruang jamuan makan kerajaan. Kehadiran pria itu telah membuat persaingan yang ketat diantara kedua gadis tersebut. Mereka berlomba-lomba dalam menunjukkan keanggunan dan kecantikan serta kelayakan diri untuk memenuhi harapan Sang Raja.

__ADS_1


Annabelle dan Charlotte telah tiba dibalik pintu ruang jamuan. Mereka tak dapat menahan rasa gugup saat akan membuka pintu besar tersebut. Namun, membuat seorang pahlawan menunggu terlalu lama bukanlah tradisi bagi mereka. Kedua gadis itu pun dengan segera membukakan pintu seraya memperkenalkan diri masing-masing.


"Tuan Pahlawan, Aku adalah Charlotte Van Reinhard, putri kedua dari Raja Reinhard II," ucap Charlotte sambil membungkukkan badan lalu memperkenalkan dirinya.


"Tuan Pahlawan yang aku hormati, Aku adalah Annabelle Van Reinhard, putri bungsu dari Raja Reinhard II," Annabelle pun turut memperkenalkan dirinya seraya membungkukkan badan.


Mereka pun tak sanggup menatap ke arah wajah pria tersebut saat melangkahkan kaki menuju tempat duduk masing-masing. Kedua gadis itu tetap menundukkan wajah mereka alih-alih dihantui rasa gugup yang telah menjalar di sekujur tubuh.


"Tuan Pahlawan, izinkan aku menuangkan air untukmu," Charlotte seketika berdiri dari tempat duduknya lalu bergegas memutari meja seraya membawakan cawan minuman khas kerajaan.


Ia lalu menuangkan air yang beraroma anggur tersebut kedalam gelas Rei yang sama sekali belum terisi. Mendapati tindakan cepat dari Charlotte, Annabelle tak ingin kalah darinya. Ia kemudian mengambil sebuah kain celemek dari pelayan lalu bergegas menghampiri Rei.


"Tuan Pahlawan, biarkan aku memasangkan celemek ke tubuhmu," Annabelle kemudian mengarahkan kain itu ke tubuh Rei lalu mengikatnya dengan pelan.


Rei pun terkejut saat menoleh kearah samping dan mendapati kedua gadis itu tetap berdiri disebelahnya seraya memandang wajahnya dengan penuh takjub. Hal itu membuatnya terdiam seribu bahasa. Sang Raja kemudian menyeru kepada kedua gadis tersebut untuk segera berpindah menuju tempat duduknya masing-masing.


"Charlotte, Annabelle, tolong jaga sikap kalian dihadapan Tuan Rei." tegur Sang Raja kepada kedua putrinya.


Selepas tindakan yang dilakukan oleh kedua gadis tersebut, Rei pun dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang pernah ditemuinya. Rupanya, orang itu adalah Phillip, seorang petualang yang diketahui telah mengalami berbagai ancaman dari para bandit kota. Ia pun dengan segera memperkenalkan diri.


"Tuan Rei, pahlawan yang ku hormati..., Aku adalah Phillip Van Reinhard, putra sulung dari Raja Reinhard II..., meminta maaf bila telah menutupi identitas diriku yang sebenarnya," ucap Phillip seraya memperkenalkan dirinya.


Rei hanya terdiam setelah mendengar pengakuan itu. Sebab, ia telah merasakan keanehan yang tersembunyi di balik sosok pria tersebut. Setelah mengusut lebih dalam, Rei kemudian mengetahui penyamarannya. Phillip merupakan putra tertua dari Raja Reinhard II. Dan itulah satu-satunya alasan mengapa Rei berusaha melindungi phillip dari gangguan para bandit beberapa waktu yang lalu.


~To be continued~

__ADS_1


__ADS_2