
...*** Pemandian Air Panas Wanita ***...
Dinginnya suasana malam, telah menjadi alasan bagi Rei dan keluarga barunya untuk segera mendatangi pemandian air panas, demi menghangatkan tubuh mereka
"Myunaaa, jangan berenang dalam kolam! Myanaaa! jangan meloncat ke arah kolam! Morina? Kenapa masih berdiri disitu? Kemarilah!" tegur Jessica saat melihat tingkah laku para gadis elf yang membuatnya hampir kewalahan.
"Nona Jessica, anda sangat perhatian sekali," kata Maina seraya memuji kepedulian Jessica terhadap mereka.
"Dan kau Maina, kenapa masih memakai dalaman?" tanya Jessica yang menatap pada tubuh Maina.
"J-jangan dilepas! A-aku malu ...." kata Maina. Pipinya jadi merah merona.
"Kakak! Tolong aku!" seru Rebecca pada Jessica dengan raut wajah ketakutan.
"Myuna, Myana ... jangan ganggu Rebecca," tegur Jessica pada kedua gadis elf tersebut, setelah mendapati mereka mencubit kedua pipi Rebecca.
Myuna dan Myana menjadi gemas setelah melihat keimutan wajah Rebecca. Mereka tiada hentinya mengganggu gadis kecil itu. "Rebecca ... kenapa dirimu lucu sekali ...." kata Myuna seraya mencubit pipi Rebecca.
"Iyaa, betul. Kau seperti boneka tidur saja," sambung Myana yang telah kerasukan rasa gemasnya .
Rebecca pun marah dengan aksi kedua gadis elf itu. "Lepaskan aku!" katanya. Namun mereka tidak juga melepaskan cubitannya. Sontak, wajah yang imut itu seketika berubah menjadi berang tak terkontrol. "Lee...paas....kan aaa...kuu!!!"
Rasa emosi telah memaksa bakatnya untuk mengeluarkan reaksi sihir yang luar biasa. Rebecca kemudian mengangkat seluruh air yang ada di kolam, melayang keatas langit.
"Whoaa!!! Ada apa ini?" kata Myuna yang terkejut setelah mendapati seluruh air dalam kolam melayang.
"A-airnya melayang! Whoaaa! Sihir siapa ini?" kata Myana. Ia pun tercengang saat melihat pergerakan dari air tersebut.
"Jaaangan gaaanggu aaaku!!!" ucap Rebecca yang merasa kesal karena terganggu oleh tindakan para gadis elf.
__ADS_1
...*** Pemandian Air Panas Pria ***...
Rei yang tengah merilekskan pikirannya, menjadi terganggu dengan ulah para gadis. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada seluruh air yang melayang diatas langit. Sihir Rebecca kah? batinnya.
Rodney yang turut merendamkan tubuhnya seketika menoleh kearah langit. "A-air itu???" katanya. Ia tercengang dengan keajaiban aneh yang muncul diatas pemandian wanita tersebut.
Demi menjaga ketentraman rumah besar, Rei pun sontak mengarahkan tangannya kearah langit. Ia kemudian menjatuhkan ribuan liter air tersebut dengan sihir telekinetiknya.
"W-w-whoaaa!!!" Rodney seketika heboh saat melihat pergerakan air tersebut. Ia pun tercengang seolah tak percaya, dengan apa yang telah dilihat oleh mata kepalanya sendiri.
(Zwooofff ... Byurrr....!!!)
Air itu kemudian jatuh dengan cepat menimpa para penghuni kolam. Hempasannya mengenai tubuh Zeta dan Kedua saudarinya yang baru saja memasuki pemandian air panas wanita. Jessica dan yang lainnya pun terdiam seribu bahasa setelah mendapati tubuh mereka basah kuyup karena air tersebut.
Selepas kejadian itu, Rodney masih merasakan kengerian dalam hatinya. "R-Rei ... Apakah kepalamu tidak bisa tersambung lagi?" kata Rodney sambil menatap potongan kepala Rei yang mengambang diatas air.
"Hmm ... Aku akan mencari cara untuk menyambungkannya lagi," ucap Rei seraya menutup kedua matanya. Ia kemudian memikirkan bagaimana cara mengembalikan kepalanya seperti semula. Dewi Kesucian pasti tahu mengenai hal ini. Aku akan mengunjunginya selepas berendam. batin Rei.
"M-Maina! Apa yang telah kau lakukan!" tegur Zeta setelah mendapati ulah para gadis elf yang mencoba mencari cara untuk mengintip Rei.
"T-t-tuan! Aku t-t-tidak sengaja melakukanya! Myuna dan Myanalah yang telah membujukku!" kata Maina seraya menggelengkan kepalanya. Ia membela dirinya setelah berusaha mendorong dinding pembatas. Atas bujukan kedua saudarinya, Maina pun berhasil merobohkan dinding tersebut.
"Rodneeeeyyy!!!" Zeta menjadi marah seraya menatap tajam ke arah Rodney yang leluasa melihat mereka telanjang bulat.
"T-tunggu!-Rodney beranjak dari kolam-"Reeiiii!! Lariii!!!" Rodney pun lari terbirit-birit setelah mendapati kemarahan Zeta. Ia takut menerima hukuman dari adiknya tersebut.
"Reeeiii!!! Jangan menatap kesini!" kata Jessica yang turut berang.
Rei sontak menutupi bagian bawah tubuhnya dengan handuk. Ia lalu menenggelamkan kepalanya demi menghindari sasaran emosi para gadis. Namun, yang dilakukannya hanyalah menyulut api emosi Jessica dan para gadis lainnya. Jessica pun menatap tajam pada tubuh Rei yang tetap bergeming di pinggir kolam.
__ADS_1
"Berani-beraninya kau Reeeeii!!!" kata Jessica yang telah termakan rasa amarah. Ia kemudian mengepalkan tangannya seraya menghampiri Rei dengan penuh rasa kesal.
"Kakak!!!" Rebecca dengan girangnya menyalip Jessica yang sedang berjalan menghampiri Rei. Gadis kecil itu berlari menuju tubuh Rei yang tengah mematung seraya menenggelamkan kepalanya kedalam air.
"R-r-Rei, aku s-s-sudah tidak tahan!!!" Iris pun sontak berlari menuju tubuh Rei. Ia melewati Jessica yang menghentikan langkahnya seraya terkejut, saat melihat Rebecca berlari mendahuluinya.
Dalam kondisi terdesak dan demi menghindari amukan para gadis, Rei sontak menggunakan sihir teleportasi guna memindahkan kedua tubuhnya kedalam kamar. "Huufftt ... aku harus lebih berhati-hati lagi" katanya sambil duduk diatas kasur.
...*** Dimensi Iblis ***...
Behemoth yang sempat menyelamatkan Azazel dari marabahaya, menjadi murka setelah mendapati tindakan ceroboh iblis itu, yang hampir saja mati karena ledakan luar biasa, dari sihir api Rei. "Apa yang telah kau lakukan, keparat!" kata Behemoth seraya menggenggam erat leher Azazel dengan tatapan bengis.
"Lepaskan aku!"-Azazel menghindar dari genggaman Behemoth-"Kau tidak layak menanyai itu! Urus saja urusanmu!" ucap Azazel yang menjauhkan diri dari Behemoth, seraya menggenggam sebilah sabitnya.
"Urusanku? Kematianmu hanya akan membuat para Dewa itu, tertawa terbahak-bahak! Apa kau ingin menjatuhkan derajat kami!" Behemoth tak dapat menahan rasa murkanya terhadap Azazel yang telah bertindak dengan ceroboh. "Sudahi perlindunganmu pada para bandit yang melakukan perdagangan budak tersebut! Hal itu tidak akan menguntungkan leluhur kami!" kata Behemoth dengan nada keras.
Azazel turut murka. Ia mengeluarkan aura sihirnya yang luar biasa. Setelah mendengar celotehan Behemoth yang telah merusak telinganya, Azazel pun bergerak dengan cepat menuju iblis tersebut. Ia kemudian melayangkan sabitnya ke arah leher Behemoth. "Kau bahkan layak untuk mati!" kata Azazel, sebelum tebasan sabitnya mengenai leher Behemoth.
Dengan secepat kilat, Behemoth mampu menahan hantaman sabit Azazel dengan sebelah telapak tangannya. "Apa kau bilang? Kematianku? Kematianmu justru menguntungkan bagi leluhurku!" ujar Behemoth. Ia kemudian mematahkan sabit Azazel lalu kembali menggenggam leher iblis tersebut.
Kali ini, Azazel tidak dapat menghindar dari cengkeraman Behemoth yang sangat kuat itu. Ia kemudian menatap pada kedua mata Behemoth, dan mendapati pupilnya berubah menjadi hitam sepenuhnya. M-mata itu! batinnya. "B-baiklah, a-aku mengakui k-kecerobohanku ...." Ia merasakan firasat buruk setelah mendapati perubahan pada mata Behemoth.
Behemoth pun mengendurkan genggamannya pada leher Azazel. Ia kemudian melempar tubuh iblis tersebut ke arah lain. "Dengarlah, Azazel!!! Jika kau ingin membuat para leluhur mengakui keberadaanmu, makan tunduklah pada perintahku!!!" kata Behemoth dengan banyak bentuk suara yang berpadu.
B-Bukankah itu leluhurku, Raja iblis? T-tidak mungkin. batin Azazel saat menatap jauh ke arah Behemoth. Ia seketika merasakan sosok leluhur raja Iblis, saat memandang tajam pada behemoth dari kejauhan.
Azazel pun menjadi tunduk dan sontak bersujud dihadapan Behemoth. Ia menjadi yakin bila dirinya telah melihat kehadiran leluhur raja iblis yang sangat dihormatinya itu. "Wahai penerus leluhur kami, aku akan menuruti segala perintahmu!" katanya seraya bersujud.
"Hahaha! Itulah yang kuharapkan darimu!" ucap Behemoth. Hantaman petir pun turut mengiringi keberadaan iblis tersebut. Behemoth merasa percaya diri, bila dirinya telah menjadi wadah yang terpilih, untuk kebangkitan leluhur raja iblis berikutnya. Namun, ia tetap mewaspadai Lucifer, yang kekuatannya melebihi satu tingkat diatas iblis tersebut.
__ADS_1
~To be continued~