TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI

TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI
Aku tidak suka keramaian


__ADS_3

"Nona Charlotte..?"Ucap Daemond.


"Aku mau kamu menerimanya"Ucap Daemond sambil tersenyum.


"(Apa maksudmu sambil tersenyum begitu huh?!)"Oceh Charlotte dalam hati.


"Baiklah, aku mau memberimu sedikit muka di masyarakat.Jika lain kali kamu begini lagi, aku benar benar akan memenggal kepalamu lho~"Ancam Charlotte sambil berbisik.


"Ada beberapa acara ke depannya, jadi aku mau nona Charlotte menerimaku dengan senang hati"Bisik Daemond.


"Terima kasih, pangeran Dae-"Ucapan Charlotte tiba-tiba di sela seseorang.


"Nona Victores, saya mohon anda juga menerima niat dan bunga saya dengan senang hati"Ucap Lucifer sambil memberi hormat.


"A-Apa?!kalian bisa cari wanita lain"Jawab Charlotte sedikit terkejut.


"Kamu..pergi!"Bisik Daemond pada Lucifer.


"Hmph, pangeran, ini sebuah kehormatan untukku, tapi ini perebutan dan tidak ingin yang lain"Jawab Lucifer.


"Baik, akan saya ambil dua-duanya, lalu"Ucap Charlotte.


"Kalian berdua bisa pergi atau salah satu dari kalian, pergi!" Bisik Charlotte sambil mengarahkan tatapan membunuh.


"Maaf, tapi saya tidak mau"Bisik kedua orang itu sambil tersenyum.


Besoknya saat Charlotte sedang dalam kamar Zeiya...


Zeiya terus memperhatikan mata Charlotte yang mengantuk dengan alis yang agak mengerut, yang berarti ia sedang marah.


"Charlotte, sepertinya kamu tidak tidur dengan baik tadi malam"Ucap Zeiya sambil tertawa kecil.


"Iya, karena disuruh seseorang untuk mengikuti acara yang super merepotkan itu, terlebih lagi banyak manusia disana"Jawab Charlotte dengan nada mengejek.


"😅, M-maaf, hehe"Jawab Zeiya merasa bersalah.


"(Kamu mengatakan itu seolah kamu bukan manusia)"Ucap Zeiya dalam hati.


"Baiklah, apa yang kamu mau lakukan hari ini?"Tanya Charlotte.


"Itu..kamu mau jadi teman latihan berdansaku tidak?"Tanya Zeiya.


"Huh?Tidak, aku sibuk"Jawab Charlotte singkat.


"Kamu tiduran di sana dari tadi, apa yang membuatmu sibuk sih?!"Tanya Zeiya kesal.


"Eh?Aku sibuk.Sibuk bernafas"Jawab Charlotte singkat.


"Rasanya benar-benar ingin mengembalikanmu!💢"Ucap Zeiya kesal.

__ADS_1


"Silahkan, kamu fikir, aku tidak ada kerjaan lain selain menjagamu?"Tanya Charlotte.


"Eh?Memang pekerjaan apalagi yang kamu kerjakan?"Tanya Zeiya yang teralihkan dengan topik.


"Aku berlatih beladiri dan sihir, juga berlatih ilmu pedang.Disaat senggangku, aku ke ruangan Edgar untuk membantu sesuatu, sorenya mengantarmu jalan-jalan keliling istana atau lain-lain.


Dan disaat pagi di hari minggu, aku menemani acara teh kerajaanmu"Keluh Charlotte.


"Apa ada selain itu?"Tanya Zeiya.


"Aku meningkatkan kemampuanku dalam 1 bulan, lalu aku juga membantu yang mulia untuk mengisi semua gudang, entah itu minuman anggur, arak, tinta kerajaan, tinta stample dan lain lain"Keluh Charlotte.


"Oh iya, Charlotte!Aku ingin menceritakan mimpiku tadi malam"Ucap Zeiya.


"Hm?Ceritakanlah~"Jawab Charlotte.


"Begini, aku bermimpi, bahwa kerajaan kita di serang oleh makhluk-makhluk aneh.Makhluk aneh itu di pimpin oleh seseorang, tapi aku tidak melihatnya secara jelas.Makhluk aneh itu menyerang Britania.Lalu kamu dan yang lainnya, menyerang makhluk itu bersamaan, sayangnya tidak berhasil.Hingga kamu menggunakan kekuatan terakhirmu"Ucap Zeiya.


"Selanjutnya, apa yang terjadi?"Tanya Charlotte.


"Itu..Aku tidak tahu juga, karena tiba-tiba aku di bangunkan Fraya, hehe"Jawab Zeiya.


"Dasar aneh, mimpi kok separuh-separuh?"Oceh Charlotte.


"Oh iya, omong-omong..Aku ingin bertanya, kamu 'kan penyihir juga, apakah aku memiliki bakat sihir juga?"Tanya Zeiya.


"Hm?Iya, sihirmu besar.Bahkan mungkin saja kamu lebih kuat sedikit daripada ayahmu"Jawab Charlotte.


"Sebagus itu'kah kualitasnya?!Keren!"Ucap Zeiya semangat.


"Kalau tidak terlalu terlatih, ya buat apa?Hanya akan jadi hal yang merepotkan"Ucap Charlotte.


"Kamu 'kan mahir juga dalam bidang sihir, aku minta diajarkan olehmu saja ya?!!"Pinta Zeiya.


"Aku tidak menerima murid seperti-"Seketika terpotong karena melihat wajah imut Zeiya.


"Ugh, baik-baik! Puas?!💢"Jawab Charlotte.


"Yey!!"Zeiya.


"Omong omong, makhluknya seperti apa?"Tanya Charlotte serius.


"Hmm?Seperti pasukan iblis tapi jika mereka menjadi satu, seperti sebuah golem.Mereka mempunyai 4 elemen alam, kuat, menjijikan.Pada kulit mereka, mereka memiliki warna kulit yang beraneka ragam.Ada kuning keemasan, abu-abu kehitaman, merah kehitaman dan merah pekat"Jelas Zeiya.


"(Suku iblis darah besi!Dan yang mengendalikannya..?Harusnya pangeran iblis darah besi mereka 'kan?)"Fikir Charlotte.


"Oh iya Charlotte, apa kita bisa bertemu dengan Lucifer?"Tanya Zeiya.


"Hm?Maksudmu pria setengah malaikat dan setengah iblis itu?"Tanya Charlotte.

__ADS_1


"Huh?Kamu, menyebutnya apa?Kamu menyebutnya seperti nama anak tetangga mu saja!!"Jawab Zeiya.


"Sigh, lagipula, kita tidak tahu dimana dia tinggal.Lebih baik tidak usah kesana"Ucap Charlotte serius.


"Kamu kenapa sih, Charlotte? Sangat membenci orang itu? Lagipula ia juga sama sepertimu, sama-sama pernah membunuh orang"Ucap Zeiya.


"Aku, berbeda"Ucap Charlotte sambil berdiri.


Malamnya...


"Apa sebaiknya aku bilang pada raja itu ya? Tapi..Ah, biarkanlah!Penyihir berbakat seperti itu langka, jangan biarkan siapa pun mengetahuinya itu lebih baik.Daripada nanti aku sendiri yang repot"Gumam Charlotte.


Tok, Tok, Tok


"Siapa?!"Tanya Charlotte sambil menghampiri pintu.


Krieger


"Hm? Tuan Edgar? Ada apa?"Tanya Charlotte.


"Biarkan aku masuk dulu, disini agak dingin"Ucap Edgar.


"Heh?Ada apa kamu malam-malam seperti ini datang ke kamarku?"Tanya Charlotte.


"Nona, apa kamu yakin bisa menari?"Tanya Edgar.


"Hm,aku bisa"Tanya Charlotte dengan wajah bosan.


"Sekarang pergi jika ti-"Ucapan Charlotte disela oleh Edgar.


"Apa kamu mempunyai buku sihir 5 unsur alam"Tanya Edgar ragu.


"Kamu fikir aku ini penyihir?Dasar bodoh, pinjam saja ke perpustakaan buku sihir"Ucap Charlotte tajam.


"Tidak ada disana, jadi, kufikir nona Charlotte punya"Ucap Edgar lesu.


"Sigh, merepotkan saja.Tunggu sini"Ucap Charlotte sambil menuju meja belajarnya.


"(Buku ini merupakan asas ilmu sihirku, tapi..)"Sambil berjalan menuju Edgar.


"Ini, ku pinjami kamu catatan sihirku. Catatan sihirku ini merangkum semua hal penting yang ada di dalam buku tidak berguna itu, jadi jaga punyaku ini dengan baik dan jangan dihilangkan, mengerti?"Ucap Charlotte tegas.


"Baiklah~, sampai jumpa, nona Charlotte"Ucap Edgar sambil keluar dari kamar Charlotte.


"Lainkali taruh saja di kotak dekat pintuku dan jangan pernah datang lagi!"Ucap Charlotte.


"(Dia ini, sadis sekali, padahal masih berumur 13 tahunan)"Tangis hati kecil Edgar.


Tok, Tok, Tok

__ADS_1


Charlotte berbalik badan kemudian kaget karena seseorang muncul dari jendela.


Setelah diamati sekilas, Charlotte sadar bahwa itu Lucifer.


__ADS_2