TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI

TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI
Bertemu dengan seseorang


__ADS_3

"Hmn!Yang semangat ya, nona Victores!" Dukung Aria.


Charlotte terkejut akan dukungan yang mereka berikan.


"Baiklah!" Senyum Charlotte.


Putri Zeiya dan Aria terkejut melihat Charlotte tersenyum.


Ternyata sangat cantik dengan tambahan senyuman di wajahnya.


Besoknya...


"Hei,Charlotte! Apa kita boleh keluar istana lagi?"Bisik putri Zeiya.


" Tuan putri mau berbuat apa lagi?"Tanya Charlotte dengan nada mengejek.


"Ishh, aku bosan di istana, mungkin di luar sana ada sesuatu yang bisa di beli atau ada seusuatu yang menyenangkan!"Jawab putri dengan semangat.


" Sigh,baiklah..Tapi apa kau yakin? Bukan 'kah hari ini kau juga ada khursus tari?"Tanya Charlotte.


"Tadi sudah!Ku mohon,Charlotte" sambil memasang raut wajah imut.


"Percuma saja, raut wajahmu tak akan merubah niatku" Jawab Charlotte datar.


"Sigh, iya iya, dasar wajah datar" Jawab Zeiya.


"Apa boleh buat, kamu adalah putri dan aku hanya seorang bawahan" Jawab Charlotte lesu.


CTAKK


Dengan teknik yang sama seperti sebelumnya.


Ia mengganti baju putri Zeiya tapi kali ini hanya warna matanya saja yang di ubah.


"Lho, tapi matamu gak berubah?" Tanya putri Zeiya.


"Biarlah, aku lebih suka seperti ini" Jawab Charlotte.


"Ugh, baiklah baiklah!" Jawab Zeiya.


Putri Zeiya mencari barang yang bagus untuk dibawa pulang sementara Charlotte tangannya di tarik kesana kemari.


"(Untung kamu seorang putri dan temanku,kalau bukan..sudah ku potong tanganmu)💢" Oceh Charlotte dalam hati.


"Charlotte, lihat itu!Aksesoris itu bagus sekali, ayo kita lihat dulu!" Ajak Zeiya.


"Tidak tidak! Aku disini saja, disini sudah ramai apalagi di dalam toko itu!" Oceh Charlotte.


"Iya,iya, Humph!" Lalu putri Zeiya ke sana sendiri.


Tiba - tiba dari kejauhan terdengar suara teriakan kuda dan tentu saja orang yang mengendarai kuda tersebut.


"MAAF! PERMISI,KUDANYA SEDANG HILANG KENDALI!!" Teriak pemuda yang berada di kuda tersebut.


Kuda itu berlari ke arah putri Zeiya dan dengan sigap, Charlotte melindungi putri Zeiya dengan sihirnya dan menenangkan kuda itu dengan sihir.


"Tuan putri, kamu tak apa - apa?" Tanya Charlotte.


"I-iya,aku tidak apa - apa,tapi..tolong jangan panggil aku 'Tuan Putri' ketika sedang diluar!" Tegas Zeiya.


"Lalu?Aku memanggilmu dengan sebutan apa?" Bisik Charlotte.


"Panggil namaku sajalah!" Bisik putri Zeiya.

__ADS_1


"Ugh, jangan berbisik sambil bernada tinggi dong" Jawab Charlotte.


Lalu pemuda itu menghampiri mereka dan bertanya.


"Apakah dua nona ini tidak apa-apa?" Sambil menghampiri mereka ber-2.


"Eh,Tunggu! Bukan'kah ini nona Charlotte dari keluarga Victores?" Tanya pemuda itu.


Lalu Charlotte heran,kenapa pemuda itu bisa mengenali dirinya.


"Maaf, saya tidak tahu siapa anda" Jawab Charlotte dingin.


"Eh, baru dua setengah tahun kita tak bertemu, nona Charlotte langsung melupakanku ya?" Tanya pemuda itu.


"Coba amati lagi dengan orang yang mirip sepertiku dulu" Pinta pemuda itu.


Lalu Charlotte mencoba mengingat ingat lagi.


"(Berambut biru,mata biru dan suka berbicara sembarangan..?)"Pikir Charlotte.


Charlotte terfikir akan seseorang tapi ia ragu dan bertanya.


"Anda..Pangeran Daemond Carl De Louis?" Tanya Charlotte.


"Ya!Tepat sekali!" Senyum Daemond.


"Oh,jadi ini anda yang sekarang.Kalau begitu saya pamit pergi bersama teman saya" Jawab Charlotte singkat.


"!! , Nona Charlotte, kamu tak berubah ya, selalu saja dingin kecuali pada orang yang kamu anggap spesial" Ejek Daemond.


"Heh, anda juga tidak berubah, pangeran.Tetap menyebalkan seperti dulu" Jawab Charlotte.


(O-O!)Kira - kira seperti ini reaksi Daemond.


"Hm!Sudah" Jawab putri Zeiya.


"Tunggu disini sebentar, aku ke dalam dulu, mana bendanya?Aku mau bayar" Jawab Charlotte.


Daemond terkejut, bisa bisanya dia banyak bicara pada seorang teman perempuannya itu.


Karena Penasaran, Daemond mulai mendekati Zeiya, Dan bertanya..


"Maaf nona, Tadi ku dengar nama anda adalah 'Zeiya'.Tapi nona sepertinya bukan orang biasa, anda adalah Tuan putri Zeiya, benar 'kan? Jangan berbohong"Tanya Daemond.


" Uhh,bagaimana anda tahu,Tuan Carl?"Tanya Zeiya berbisik.


"Mudah, aku merasakan aura sihir pada matamu.Lalu pada pandanganku, aku menggunakan sihir untuk melihat sihir pemalsu itu" Jawab Daemond berbisik.


Seketika putri Zeiya frustasi dengan ilmu sihirnya.


"Iya baiklah, terserah anda" Jawab putri yang frustasi.


"Tolong jaga Charlotte juga ya,Tuan putri" Senyum Daemond.


"Tentu saja, dia itu temanku!" Jawab Zeiya tegas.


"Pada saat debutante anda, disana juga ada debutante bangsawan lain.Pada saat itu, ada saya dan teman saya, tolong bantuannya." Senyum Daemond.


Kling kling


Bell pintu toko berbunyi.


Charlotte keluar dari toko itu.

__ADS_1


Lalu langsung menghampiri putri Zeiya.


"Ada apa ini? Sepertinya 'Sang pembuat masalah' beraksi lagi"Sambil menatap Daemond.


"Baiklah pangeran Carl, kami pergi dulu. Semoga bertemu lagi!"Senyum Zeiya.


Ctakk


Seketika mereka kembali ke taman belakang istana.


Dan tuan putri Zeiya segera pergi ke kamarnya, Charlotte hanya mengikuti putri yang ia jaga.


Tuan putri mengingat kata 'Debutante' ini, jadi teringat dengan debut-nya.


Dan ia ingat,.


"(Apakah Charlotte bisa menari atau tidak?)" Tanya hati putri Zeiya.


"Charlotte" Panggil Zeiya.


"Hm?Ada apa?" Tanya Charlotte.


"Apa kamu bisa menari atau berdansa?"Tanya Zeiya.


" Aku bisa melakukannya,ada apa memangnya?"Tanya Charlotte.


"Ah, tidak.Aku hanya kepikiran tentang debutante" Jawab Zeiya.


"Apakah 'Orang aneh' itu berbicara yang tidak tidak padamu?!" Tanya Charlotte.


"!!, Siapa yang kamu panggil 'Orang Aneh'?!!" Tanya Zeiya terkejut.


"Siapa lagi kalau bukan tuan Carl, dia 'kan memang orang aneh"Jawab Charlotte.


"(Hei, tahu tidak? walau begitu juga dia anak dari kasta Raja!!Apalagi sudah mau debutante, dia sudah bisa terbilang Prince, tahu?!!!)Lalu raut wajah putri berubah menjadi sebal.


" Kenapa?Kamu suka dengan 'Orang aneh' itu?"Tanya Charlotte.


"Dasar bodoh, mana mungkin." Jawab Zeiya sebal.


"Sudahlah, mumpung sedang tidak ada Fraya, aku mau keluar tanpa ucapan formal.Lagipula sebentar lagi adalah waktu tidur siangmu.Sampai nanti lagi" Ucap Charlotte.


"(Jadi selalu keluar sebelum Fraya masuk memang itu keinginanmu dari dulu! Dasar menyebalkan!")Sambil tiduran.


Tok, Tok, Tok


"Tuan putri, saya masuk ya" Suara Fraya dari balik pintu.


"Iya, Fraya!Masuk saja" Jawab Zeiya.


"Tuan putri, waktunya tidur siang" Ucap Fraya.


"Baiklah.." Jawab Charlotte lesu.


Sementara dengan Charlotte..


Dia sedang latihan ilmu sihir dari buku pinjaman perpustakaan.


Dia mencoba menggunakan sihir untuk memperkuat ilmu pedang, seperti waktu ia membuat jurus pertama yang menggabungkan sihir dan pedang..


'Formasi seribu pedang surga'.Inilah hasil pertama yang ia buat waktu ia kecil.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2