
Dia sedang latihan ilmu sihir dari buku pinjaman perpustakaan.
Dia mencoba menggunakan sihir untuk memperkuat ilmu pedang, seperti waktu ia membuat jurus pertama yang menggabungkan sihir dan pedang..
'Formasi seribu pedang surga'.Inilah hasil pertama yang ia buat waktu ia kecil.
Duarr!
"Uhuk, Uhuk!!Ugh, gagal lagi!" Ucap Charlotte dengan sebal.
TAP, TAP, TAP
Mendengar suara langkah kaki, Charlotte waspada dan yang muncul malah kembali orang yang menyebalkan.
"Tuan Edgar?Kau kenapa?" Tanya Charlotte yang membatalkan menarik pedangnya.
"Tadi saya mendengar suara ledakan dari arah sini, sepertinya itu berasal darimu, Nona Charlotte" Jawab Edgar.
"Langsung ke poin pentingnya saja, ada apa?" Tanya Charlotte.
"Itu..Apa kamu bisa berdansa?" Tanya Edgar.
"Mhm, memangnya kenapa?" Tanya Charlotte.
"Tidak, lalu siapa partnermu?" Tanya Edgar.
"Entahlah, aku belum menentukannya" Jawab Charlotte singkat.
"Baiklah, daripada kamu menggangguku, lebih baik kamu pergi.Hush!Hush!" Ucap Charlotte.
"Kamu kejam,Nona Charlotte.T-T" Jawab Edgar.
"Aku bisa lebih kejam dari itu, hanya saja aku tak mau menjadi seperti itu" Jawab Charlotte.
"Iya, baiklah.Saya pergi" Ucap Edgar.
Mulai dari Edgar pergi, Charlotte makin fokus berlatih.
Walaupun selalu gagal, tapi ia tak menyerah.
Menggunakan 2 kekuatan sekaligus memang menguras mana-nya, tapi hasilnya itu sudah ia perhitungkan.
Walaupun jurus baru, harusnya bisa menjangkau sampai pasar Britania.
Saat sore..
"Charlotte, aku dat-" Tiba tiba putri Zeiya terkejut.
"Uhuk, Uhuk!!Akh, gagal lagi!!" Ucap Charlotte kesal.
Saking kesalnya dan saking seriusnya, ia tak sadar ada putri Zeiya di sampingnya.
"Astaga, Charlotte!!Banyak sekali darah disini!" Ucap putri Zeiya terkejut.
Charlotte yang sedang terbaring menutup mata di rerumputan itu seketika membuka matanya.
"!!, Kamu tak perlu teriak juga" Bisik Charlotte.
__ADS_1
"Iya!Maaf, habisnya banyak sekali darah.Ini darahmu?!" Tanya Zeiya serius.
Charlotte hanya mengangguk dan langsung membereskan semua dengan sihirnya.
"Baiklah, kamu pulang saja dulu ke kamarmu.Aku tidak bisa menemanimu jalan-jalan sore.Aku sangat lelah" Jawab Charlotte sambil berdiri.
"Hei, kamu ini kenapa sih?Sudah banyak darah begitu!" Jawab Zeiya tegas.
Edgar yang lewat secara tidak sengaja, ia mendengar pembicaraan Charlotte dengan tuan putri Zeiya.
"Sudah, sekarang aku akan mengantarmu kembali ke kamarmu" Jawab Charlotte sambil berjalan.
Tiba-tiba pandangan Charlotte menjadi buram dan..
Bruuk
"Charlotte!!" Teriak Zeiya
Saat Charlotte sadar..
"Charlotte?!Kau sudah siuman?" Tanya putri Zeiya.
"Iya, aku baik-baik saja, tapi kenapa paman menyebalkan itu ada disini?" Ejek Charlotte sambil berusaha duduk.
"Memang tak pernah ada kata-kata baik yang keluar dari mulutmu ya,Nona Charlotte" Jawab Edgar.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik?" Tanya Zeiya.
"Mhm, 2 kali lebih baik dari sebelumnya" Jawab Charlotte.
"Oh iya, aku juga mau menyampaikan perintah yang mulia.1 minggu lagi akan ada acara 'Pesta bunga' " Ucap Edgar.
"Pesta bunga adalah sebuah acara kerajaan yang di ikuti oleh para bangsawan, dimana para para ksatria/laki-laki bangsawan mendapatkan bunga langka yang di kompetisikan dari dalam labirin.Kemudian diberikan ke wanita bangsawan yang ia pilih"Jelas Edgar.
" Ouh, aku benar-benar tidak tertarik"Jawab Charlotte datar.
"Tapi, nona Charlotte..Ini wajib di ikuti oleh kalian berdua.Karena bagaimanapun kalian 'kan wanita" Jelas Edgar.
"Lebih baik aku meningkatkan kemampuan berpedangku atau sihirku" Jawab Charlotte.
"Ayolah, Charlotte.Kamu ikut ya, bagaimanapun juga kamu adalah- " Bujukan Zeiya tiba-tiba di potong oleh Charlotte.
"Baik, baik!Aku ikut, tapi kedepannya jangan memasang wajah imut itu" Jawab Charlotte.
"Hihi, itu artinya kamu mengakui kalau aku itu imut'kan?"Tanya Zeiya.
" Tidak"Jawab Charlotte singkat.
...1 minggu kemudian.....
"Putri Zeiya, bisa tidak saya tidak memakai dress seperti ini?membuat saya sangat tidak nyaman" Ucap Charlotte.
"Menurutku ini bagus, lebih panjang di belakang dan di depannya tidak menutupi gerakan kakimu.Apa yang membuatmu tidak nyaman?" Tanya Zeiya.
"Saya tidak terbiasa memakai dress seperti ini, bisa'kah saya memakai baju biasa yang saya pakai untuk menemani anda?" Tanya Charlotte.
"Hei!Bagaimanapun juga, kamu ini seorang bangsawan!seorang putri Marquees tahu?!Berpenampilanlah layaknya wanita bangsawan untuk hari ini, Tidak-Ada-Negoisasi!" Jawab putri tegas.
__ADS_1
"(Ugh, ingin ku menangis)" Ucap hati kecil Charlotte.
Saat di tempat perjamuan..
"Wahh!Banyak sekali orang yang hadir!" Ucap putri dengan nada semangat.
"Huh?Charlotte, kenapa kamu diam?" Tanya Zeiya sambil melihat arah pandangan Charlotte.
Seketika, putri Zeiya merasakan aura membenci dan ingin membunuh yang kuat dari pandangan Charlotte.
Charlotte sangat hafal raut wajah Rachel Laviona dari kecil.
Itu karena ia merasa kesal akan kejadian yang membuat ayahnya lupa ingatan.
Menghancurkan kebahagiaan yang baru ia temukan dan hilang begitu saja.
Charlotte hampir saja termakan emosi dan maju ke arah Rachel Laviona.
Namun, tiba-tiba Zeiya menggenggam tangan Charlotte.
"Charlotte, kamu kenapa?" Tanya Zeiya.
"Tidak apa-apa, ayo lanjut saja" Jawab Charlotte dengan wajah dinginnya.
"(Charlotte selalu menjawab dengan kata 'Aku & kamu ', tapi ketika ada ayah atau orang lain, dia memakai kata 'Saya & anda'!Menyebalkan kalau mendengarnya berbicara dengan ucapan yang formal!)" Keluh putri Zeiya dalam hati.
"Anda mau duduk di bawah pohon ini atau di dalam tenda sana?" Tanya Charlotte.
"Disini saja, lagipula pohon ini rindang, jadi sejuk" Jawab Zeiya.
"Baiklah, Charlotte.Duduklah disini" Ucap Zeiya.
"Baiklah" Jawab Charlotte sembari menarik kursi.
"Hei, Charlotte!Lihat, bukan'kah itu nona Flytherin dan nona Tuvnia yang waktu itu?" Tanya Zeiya.
"Iya, saya melihatnya.Tuan putri mau saya ajak mereka mereka untuk duduk bersama disini?" Tanya Charlotte.
"Wah!! Iya, lebih banyak orang, lebih seru'kan!Tolong ya, Charlotte"Ucap Zeiya.
Lalu Charlotte pun berjalan ke arah Aria dan Bella.
" Eh, bukan'kah itu nona Victores?"Tanya Aria pada Bella.
"Maksudmu orang yang menyelamatkan adikku?" Tanya Bella.
"Maaf menggangu, nona Flytherin dan nona Tuvnia.Tuan putri mengajak kalian untuk duduk bersama disana.Apakah anda mau?" Tanya Charlotte.
"Baiklah" Jawab Aria dan Bella bersamaan.
"Tunggu,bukannya ini nona Victores?" Dengan nada ejek dari belakang Charlotte.
"Maaf, saya tidak ada waktu untuk mengurus lalat"Jawab Charlotte dingin sambil berbalik ke hadapan orang itu.
"Kamu!" Gertak orang itu.
"Oh, ternyata nona dari keluarga Laviona.Sepertinya kita memiliki dendam secara kekeluargaan, tapi untuk kali ini, saya lepaskan anda.Bagaimanapun ini dalam kerajaan, jika berdebat disini tentu saja akan mencoreng nama baik keluarga Laviona.Iya 'kan?"Senyum dingin Charlotte.
__ADS_1
Bersambung..