
"Lihat~! Bagus 'kan? Ayo pilih, Charlotte! Bagaimana jika ini? atau ini? atau yang ini saja?"Zeiya yang menurunkan hujan pertanyaan.
"Aku memilih yang ini saja, Tuan putri"Jawab Charlotte.
"Apa itu? Apa itu bagus?"Tanya Zeiya.
"Aku hanya tertarik pada aksesoris ini, terdapat permata yang berwarna biru berlian yang dipasangkan dengan tali hitam ini, tapi aku hanya merasa seperti pernah lihat saja"Jawab Charlotte.
"Hm? Baiklah~ Habis ini punyaku!Ayo!!"Ucap Zeiya semangat.
...Pagi hari ketika hari Debut.....
"Beruntung tidak seperti yang ku fikirkan, aku bisa mandi secara tenang walau hari debutante"Ucap Charlotte.
Tok, Tok, Tok
"Siapa?"Tanya Charlotte.
"Saya orang yang dikirim oleh tuan putri, nona Charlotte"Ucap pelayan itu.
Seketika menjadi kacau, Charlotte sebal dengan Zeiya.
Karena mengirimkan pelayan tidak kira-kira sama sekali.
Terlebih lagi, mereka sangat berisik.
...Ketika sudah selesai......
"Woah! Nona Charlotte menjadi lebih cantik daripada sebelumnya!!"Seru semua pelayan.
"Emm, baiklah semuanya..Terima kasih atas kerjasama kalian"Ucap Chaelotte sambil menahan amarahnya.
"Sama-sama, nona Charlotte! Kami pergi dulu ya! Jangan lupa untuk menghadiri debutnya!"Seru salah satu seorang pelayan.
"Baiklah, sekarang masalahnya adalah bagaimana aku bisa lari dengan sepatu ini"Gumam Charlotte.
Charlotte menjemput Zeiya dengan cepat.
Karena merasa kurang nyaman dengan sepatu ber-hills tinggi, Charlotte menggantinya dengan sihirnya ke sepatu yang lebih nyaman.
Saat menuju ke istana Emerald, dijalan Charlotte bertemu dengan Edgar.
Karena satu tujuan, Charlotte dan Edgar berangkat bersama.
Tapi saat ingin berpisah jalan, Charlotte dan Edgar bertemu dengan Kaisar William dan Zeiya.
Charlotte dan Edgar mengawal kaisar William dan putrinya, Zeiya sampai ke tempat dimana orang berkumpul.
"Kaisar William Philip De Britya, Masuk!!"Ucap seorang lelaki.
"Putri Zeiya Philip De Britya, Masuk"Ucap laki-laki itu.
"Ayo, sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan.Jangan ragu dan gugup"Ucap William kepada Zeiya.
"I-Iya, ayah"Ucap Zeiya.
"Terima kasih atas kehadiran para tamu untuk datang ke debut-ku.Untuk malam ini, silahkan bersenang-senang!"Ucap Zeiya gugup.
"(Duh!!Kok bersenang-senang sih?! Apa yang aku katakan?!)"Ucap Zeiya di dalam hatinya.
"Terima kasih, Tuan putri!"Jawab para tamu serentak.
"Tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihat gaun ini"Ucap Edgar.
"Gaun seperti ini seharusnya memang ada dimana-mana, Tuan Edgar"Jawab Charlotte.
"Tidak, saya hanya melihatnya saat mau menemui ratu disaat sedang di suruh oleh yang mulia mengantar sesuatu yang penting"Ucap Edgar.
"Apa ini dari pangeran Deamond?"Ejek Edgar.
"Ku dengar kau mengatakan itu sekali lagi, akan ku jahit mulutmu"Ancam Charlotte.
__ADS_1
"Astaga, kamu memang seorang psikopat, nona Charlotte"Ucap Edgar.
"Tuan putri berdansa untuk pertama kalinya bersama sang kaisar!"Seru seseorang.
Charlotte hanya cuek dan diam.
Tapi tiba-tiba Charlotte melihat seseorang.
"Ayah?!"Ucap Charlotte dengan pelan.
"(Apakah benalu itu tidak bersama ayah saat ini? Aku ingin menghampirinya..)"Ucap Charlotte.
Karena Charlotte sangat merindukan Renald, ia pun menghampiri Renald.
Tapi saat sudah agak dekat, Charlotte terkejut.
Karena Rosena juga ada disana, tapi sepertinya ia tidak melihat Renald.
"Ayah, apa kamu mengingat hari ini?"Tanya Charlotte pelan.
"Aku hanya di paksa oleh Felix untuk menghadiri pesta debut ini"Ucap Renald.
"Felix memang yang terbaik"Ucap Charlotte sambil tersenyum hangat.
Tapi entah mengapa dalam hati Renald, ia tidak suka mendengar yang di sebut Charlotte itu adalah Felix.
"Ayah, kamu mau berdansa de-"Tiba-tiba Renald menyela.
"Tidak, akan"Ucap Renald singkat.
Di dalam hati Charlotte sebenarnya sangat kaget, namun wajahnya tidak menunjukkannya.
Dan juga sebenarnya sangat sedih.
"Lalu, dimana Felix?"Tanya Charlotte pada Renald.
"Di belakang sana, untuk apa kamu mencarinya?"Tanya Renald.
"Tidak boleh!"Larang Renald.
"Lho, kenapa?"Tanya Charlotte.
"Kamu anakku 'kan? Berdansa saja denganku"Ucap Renald.
"Eh? Bukannya tadi ayah bilang ayah tidak mau?"Tanya Charlotte.
Walaupun Renald mengatakan "Tidak" tapi Renald tidak suka kalau Charlotte berdansa dengan yang lain, itulah yang ada di hati Renald.
Entah apa yang terjadi, tapi perasaan Charlotte tercampur aduk.
Dia terkejut dan senang karena ayahnya mau berdansa dengannya.
Ia bahkan berfikir "Apa yang dimakan ayah sebelum acara debut?!"
Tapi ia juga sedih karena ada Rosena.
...Selesai satu lagu......
"Terima kasih, ayah"Ucap Charlotte pelan.
"Selamat" Ucap Renald.
"(!!, Ayah sebelum kesini memakan apa sih? Akalnya lurus)"Oceh Charlotte.
Namun Charlotte hanya membalasnya dengan senyuman.
"Baiklah, aku pergi dulu..Sampai jumpa, ayah"Ucap Charlotte sambil berjalan menjauh.
Tap!
Charlotte terkejut dan langsung menepis dengan cepat.
__ADS_1
"Siapa!?"Tanya Charlotte.
"Eh~, ternyata nona Victores"Ucap Daemond.
"Pangeran, terima kasih karena sudah mengenal saya"Ucap Charlotte.
"Hari ini, Apakah nona Victores ingin menjadi partner berdansa saya?"Tanya Daemond.
"(Hmph, apa-apaan kata-katanya itu? Dan wajah itu? Menyebalkan.Tapi karena aku masih sedikit baik, aku akan memberimu sedikit muka dihadapan masyarakat)"Keluh Charlotte dalam hati.
"Baiklah, suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi partner dansa pangeran"Ucap Charlotte.
"Tolong putar satu lagu"Perintah pangeran.
...Saat mereka menari......
"Hei, nona Victores, sepertinya ayahmu masih memperhatikan ku"Bisik Daemond sembari senyum.
"Ah? Masa sih?"Bisik Charlotte.
Saat berputar arah, Charlotte terkejut dengan tatapan ayahnya.
"Benar, bukan?"Bisik Daemond.
Charlotte hanya diam sambil tersenyum kecil.
"Bagaimana dengan gaunnya? Apa nyaman saat dipakai?"Bisik Daemond.
"Lumayan"Bisik Charlotte.
"Eh? kok lumayan? Apa ada yang membuatmu tidak nyaman?"Bisik Daemond.
"Hm, di bagian dada sedikit kecil ukurannya.Jadi pas-pasan"Jelas Charlotte.
"Nona Victores, sepertinya ayahmu semakin marah, di leherku terasa udara dingin yang sangat berat"Bisik Daemond sambil senyum.
"Siapa suruh kamu mengajakku menjadi partner dansamu, pangeran?"Ejek Charlotte.
...Sesudah berdansa......
"Terima kasih atas waktumu, nona Victores"Ucap Daemond.
"Menjadi partner berdansa pangeran adalah suatu kehormatan bagi saya"Ucap Charlotte sambil memberi hormat.
Charlotte berbalik dan berjalan menjauh dari keramaian.
Charlotte berjalan menuju Zeiya yang sedang mengobrol dengan seorang gadis.
Gadis itu berasal dari keluarga count Taylor.
Gadis itu bernama Alicia De Lautner Taylor.
Tapi saat Charlotte pertama melihat Alicia, Charlotte sudah mencurigainya.
Alicia terlihat sedang merencanakan sesuatu yang buruk.
Karena semua kesalahannya berniat untuk menyalahkan Zeiya.
"Tuan putri"Sapa Charlotte.
"Huh? Oh, Charlotte? Ada apa?"Tanya Zeiya.
"Berhati-hatilah dengan gadis pirang mata merah itu"Bisik Charlotte.
"Huh? Kenapa?"Tanya Zeiya.
"Intinya hati-hati saja, aku akan sedikit jauh darimu hari ini"Bisik Charlotte.
"Baiklah, Charlotte"Jawab Zeiya sembari senyum.
Bersambung...
__ADS_1