
Charlotte berbalik badan kemudian kaget karena seseorang muncul dari jendela.
Setelah diamati sekilas, Charlotte sadar bahwa itu Lucifer.
"Tuan Xaphan? Anda masih hidup ternyata.."Ucap Charlotte.
"Hehe, kalau aku tidak hidup, mana mungkin aku ada disini dan datang secara khusus hanya untuk menemui mu?"Ucap Lucifer.
"Terserah, ada apa anda kesini?"Tanya Charlotte dengan muka cuek.
"Begini, aku hanya ingin mengatakan, tunggu aku di debutante nanti, aku akan mengajakmu berdansa lho~"Ucap Lucifer.
"Heh, kamu fikir aku peduli? Tidak, bahkan aku lebih suka disini, hanya karena debutante saja..Ya sudah sana, pergi!"Ucap Charlotte.
"Eh~? Aku tidak benar-benar yakin masalah dia tidak akan mengikuti debutante"Gumam Lucifer.
"Debutante..Aku membenci acara ini, tapi ini harus ku lewati, karena bagaimanapun aku seorang bangsawan.. tapi ayah, apakah ayah akan ikut juga?"Gumam Charlotte.
"Menyebalkan, besok Minggu! Sial, hmph, baiklah"Ucap Charlotte sambil menenangkan diri.
Besoknya saat acara tea time...
"Terima kasih,Tuan putri.Karena sudah mengundang kami lagi untuk acara tea time"Ucap 2 nona itu dengan sopan.
Seperti biasa, Zeiya mengundang Aria, Bella dan juga Charlotte.
Mereka membahas apa saja.
Sementara Lucifer...
"Kamu menarik, akan ku ingat kamu, Charlotte"Ucap Lucifer secara pelan.
"Tuan muda, sampai kapan anda akan disini? Sang paus sudah mengirimkan banyak surat untuk anda baca"Ucap salah seorang pelayan.
"Entahlah, lagipula ada hal yang ingin aku kerjakan disini"Ucap Lucifer dingin.
...2 Minggu sebelum debutante......
"Tidak mau, aku mau sekarang, Charlotte! Kumohon!"Ucap Zeiya.
"Tidak, pergi resminya satu Minggu lagi Zeiya"Ucap Charlotte tegas.
"Hmph!Jika Charlotte tidak membawaku keluar jalan-jalan ke pasar hari ini, aku akan menyuruh orang untuk menyebarkan rumor palsu!Bahwa seorang nona dari keluarga Victores ternyata benar-benar menyukai prince Daemond!"Ucap Zeiya marah-marah.
"Ada rumor apapun aku tidak peduli, terkecuali rumor itu mengancam nyawa"Ucap Charlotte cuek.
"Ayolah, Charlotte~ Kumohon!"Ucap Zeiya sambil memasang wajah imut.
"Tuan putri, kenapa tidak menunggu saja? Tinggal 1 minggu lagi lho~"Bujuk Edgar.
"Tidak mau! Aku maunya sekarang! Edgar bukannya membelaku.Hmph, ayolah Charlotte~"Bujuk Zeiya.
"Ugh, kamu merepotkan sekali.Beruntung kamu karena kamu adalah sahabatku, jika bukan, aku sudah menebas kepala mu"Ucap Charlotte.
"Bukannya kamu menyayangi tuan put-"Seketika di potong Charlotte.
Bukk
"Ugh!Kenapa pukulanmu tidak di batasi sih?"Ucap Edgar.
"Aku tidak terlalu mengerti apa itu batasan"Ucap Charlotte sambil senyum ejek.
__ADS_1
"Haish, Charlotte ini.."Gumam Edgar
"Baiklah, ayo!"Ucap Charlotte berjalan.
"Yey! Ayo!"Jawab Zeiya bersemangat.
Di pasar kota...
"Zeiya, seperti sebelum-sebelumnya ya.."Ucap Charlotte.
"Mhm, dadah"Ucap Zeiya sambil berjalan mendekati suatu toko.
"Haish, kenapa aku malah merindukan ayah sekarang?"Gumam Charlotte sembari berjalan.
Bukk
"Tch, Maaf"Ucap Charlotte.
"Kau.."Ucap seorang lelaki.
"(!!), Ayah?!"Teriak Charlotte kaget.
"(Siapa gadis di sampingnya?)"Tanya Charlotte dalam hati.
"Ayah, ayo kita membeli gaun untuk pesta debut ku nanti"Ucap gadis itu.
"(Rambut perak, mata merah jambu..?Keluarga Norman? Tapi kenapa dia memanggil ayah dengan sebutan 'Ayah'?)"Tanya Charlotte dalam hati.
"Mencari seorang anak adopsi dari keluarga yang akan memanfaatkanmu? Sebenarnya anda yang bodoh atau anda takut akan suatu hal?"Ucap Charlotte dengan wajah ejek.
"Kamu..!!"Ucap Renald
"Tch, percuma, mau kamu memancingku dengan cara apapun juga tidak akan terpengaruh.Oh iya nona Victores baru, anda tidak layak akan margamu.Karena dalam karakteristik sifat dan nalurimu, tidak ada darah yang mengalir dari Victores, Nona Norman"Sindir Charlotte.
"Kamu..!Ayah, lihat..!"Adu nona Norman itu.
"Maaf Kepala keluarga, tapi anda tidak mengajari untuk selalu mengadu padamu.Harusnya dia juga, bukan?~"Sindir Charlotte.
"Haish, yasudah lah, Aku tak punya waktu untuk menemani lalat yang menempel padamu, ayah"Ucap Charlotte dengan wajah datar.
"Nona, Nona Charlotte..."Ucap seseorang dari jauh.
Charlotte berbalik dan terkejut karena yang dilihat adalah Hannah dan Felix.
"Nona Charlotte!!!"Teriak hannah sambil berla,menuju arah Charlotte.
Hannah memeluk Charlotte dengan perasaan yang senang.
Kasih sayangnya seperti seorang ibu.
Dan itu masih tak berubah, walau hanya berpisah dalam jangka waktu yang tidak lama, tapi rasanya seperti sudah bertahun-tahun tidak berjumpa.
Felix juga memeluk Charlotte.
Charlotte hanya bisa berdiri dan sedikit bersandar di pelukan Hannah.
Karena ia sangat berharap ada yang memeluknya lagi seperti itu dan Charlotte tidak pernah mengharapkan agar Hannah pergi.
"Hannah.."Ucap Charlotte.
...~Charlotte~...
__ADS_1
"Sampai jumpa"Ucap Charlotte sambil tersenyum hangat kepada Hannah.
Lalu Charlotte meneleport dirinya ke sisi Zeiya.
Karena mungkin saja akan jadi bahaya jika membawa Zeiya ke sisinya.
...Swushh,Swushh~...
"Aku datang"Ucap Charlotte.
"Eh?Bukannya aku memintamu untuk mengirimku ke sisi mu?"Tanya Zeiya.
"Ada sesuatu yang berbahaya, jadi aku pergi ke sisi mu"Ucap Charlotte.
"Apa yang kau beli?"Tanya Charlotte.
"Aksesoris"Ucap Zeiya sambil tersenyum.
"Kamu sudah banyak aksesoris di kamar riasmu dan masih kurang?"Tanya Charlotte.
"Eits, bukan untukku, tapi untukmu"Ucap Charlotte.
"Jangan aneh-aneh kamu, aku tidak memakai aksesoris yang merepotkan"Jawab Charlotte.
"Hmph!Yasudah, satu saja ya?Ku mohon!"Bujuk Zeiya.
"Iya, iya"Jawab Charlotte sigap.
"Oh iya! Aku juga membeli penutup mata untuk mu, karena aku lihat sulamannya sudah agak kendur punyamu"Ucap Zeiya.
"Mn, mengapa kamu membeli barang itu kalau bisa menyulam ulang?"Tanya Charlotte.
"Tidak apa-apa, hanya saja, sepertinya ini pas untukmu! Lihat ini!"Sambil menunjukkan barangnya.
"Warnanya hitam dan hiasan tengahnya adalah mawar merah.Ini indah, dan kamu..Sama seperti mawar tapi yang berduri, indah, tapi menyakitkan"Ucap Zeiya.
"Memang kenyataannya, tapi aku berfikir bahwa aku lebih mirip seekor harimau atau pembunuh lebih tepatnya"Ucap Charlotte.
"Dasar Charlotte"Ucap Zeiya.
"Yasudah!Ayo Kembali!! >w< "Ucap Zeiya bersemangat.
Ctakk
Mereka sampai di istana dengan cepat dan yang paling parah adalah, disana sedang ada Daemond dan Edgar.
Daemond terus mengikuti Charlotte sampai ke depan kamarnya.
"Ayolah,Nona Charlotte"Bujuk Daemond.
"Tidak, gaun darimu pasti sangat ribet!Aku tidak mau! Pergi sana, Pangeran!"Ucap Charlotte.
"Aku akan pergi ketika kamu bilang kamu akan memakainya ketika debut nanti"Ucap Daemond.
"Ugh!!Baiklah, baiklah! Aku janji akan memakainya saat debutante nanti! Puas?!"Ucap Charlotte kesal.
"Baiklah, jangan melanggar janji mu ya~"Ucap Daemond.
"Iya, iya, dadah"Sambil menutup pintu.
Bersambung...
__ADS_1