
Tapi Charlotte tersenyum bahagia,karena tau mereka menjaganya.
"Felix,berapa lama aku tidur?" Tanya Charlotte.
"Sebulan,tepatnya 28 hari" Jawab Felix.
"°×°" Charlotte terkejut.
"Apa?Selama itu?" Sambil bangun dari posisi tidurnya.
"Iya,nona Charlotte tahu tidak?Tuan besar selalu menunggu nona lho dan tampak kha-" Ucapan Felix di potong oleh Renald.
"Makin kesini kamu makin sembarangan bicara ya?" Sambil memandang sinis Felix.
"Terima kasih"Ucap Charlotte sembari tersenyum.
Marquees Renald dan Felix heran dan bertanya-tanya.
" Terima kasih sudah mau menjagaku"Jelas Charlotte.
Siang harinya...
"Tuan,keluarga Rovein datang berkunjung.Apa kita perlu berjaga-jaga?" Ucap Felix.
"Oh?Biarkan mereka menunggu di ruang tamu.Panggil sedikit pasukan bayangan dan panggil Charlotte ke ruang tamu,aku menunggunya disana" Ucap Renald
"Baik,saya izin undur diri" Felix balik berbalik badan lalu pergi.
Sementara Charlotte di taman belakang..
"Nona,ayo sudahi belajar pedang dan beladiri mu.Kita masuk kedalam dan mak-" Ucapan Hannah belum selesai dan tiba-tiba pelayan 'Seth' datang sambil berteriak..
"Nona Charlotte!Keluarga Rovein sudah datang dan tuan besar meminta nona segera datang ke ruang tamu" Sambil terengah-engah.
Hannah dan Charlotte terkejut,karena tak biasanya mereka begini.
Karena ketika keluarga Rovein akan berkunjung,ia menjatuhkan selembar surat dari atas menggunakan seekor burung.
Lalu Hannah dan Charlotte segera ke kamar dan membantu Charlotte menyiapkan baju.
Saat dikamar..
"Humph!Kenapa sih harus keluarga Rovein lagi?!Menyebalkan!"Oceh Charlotte.
Lalu Hannah yang mendengar ocehan Charlotte itu,ia berusaha menenangkan Charlotte dan mengatakan..
" Nona jangan begitu,bagaimanapun juga..mereka pernah baik pada nona"Bujuk Hannah.
"Hannah tahu tidak?Aku membenci keluarga Rovein itu sebesar ini!Tidak,lebih besar lagi!" Sambil mengangkat tangan setinggi mungkin.
Hannah yang memperhatikan Charlotte yang tadinya penuh senyum jadi seperti gunung es.
Hannah agak khawatir tapi Charlotte menghibur Hannah dengan berkata "Aku tidak apa-apa kok,Hannah" Sembari tersenyum.
Di ruang tamu..
"Aku harap tuan Renald tidak apa-apa" Sambil menyindir.
Marquees Renald tak merespon dan hanya menjawab "hmm".
TOK,TOK,TOK!
__ADS_1
"Tuan,nona Charlotte sudah datang" Ucap Hannah sambil hormat.
Renald menengok ke arah putrinya pelan-pelan karena khawatir putrinya itu takut pada orang yang memandangnya (keluarga Rovein).
Renald terkejut,dan lagi..yang membuatnya terkejut adalah pandangan dingin dan kosong putrinya pada keluarga Rovein.
"Duduklah,disini"Ucap Renald.
Lalu Charlotte berjalan menuju ayahnya.
" Jadi,ini putri Marquees Renald itu?Kalau tak salah ingat,namamu Charlotte Vistores.Hei,apa kamu mau berteman dengan anakku?"Tanya Nathan Rovein.
"Hm?Tidak" Jawab Charlotte.
"!!,Jangan buru-buru menolak dong nona kecil" Bujuk Nathan.
"Paman putih,maaf aku tidak mau.Karena aku tidak mau berteman dengan orang yang lebih bodoh dariku" Jawab Charlotte singkat.
Felix,Nathan Rovein dan Renald Victores kaget terlebih Felix dan Renald berusaha menahan tawa.
"Ma-maaf,nona,tadi anda memanggil saya apa?" Tanya Nathan.
Lalu Charlotte hanya menjawab
"Paman putih,memangnya kenapa?Apakah paman putih mau marah?Tapi paman putih sendiri memanggilku dengan sebutan 'Nona Kecil' kan?"sambil bertanya.
" Tidak,tidak apa-apa"Jawab Nathan sambil menahan emosi.
"Tenang saja,dia itu pintar dan terlebih lagi dia tampan..seperti aku" Bujuk Nathan.
Seketika Charlotte menaikkan alisnya yang menunjukkan ia penasaran.Lalu Charlotte bertanya..
"Benarkah?Sepintar apa?!Apakah dia sudah menyelesaikan buku filosofi bab 7?Kalau aku berhenti di bab 6!Kalau Fisika?Kalau sejarah kerajaan?sihir?beladiri?ilmu pedang?!Ah!Kalau bahasa?"Seketika Charlotte menumpahkan pertanyaan².
Sesudah pertemuan..
"Kapan kamu belajar itu semua,Charlotte Victores?!" Tanya Renald.
"Dari perpustakaan dan dari apa yang ayah ajarkan"Senyum Charlotte.
" Se-semudah itu,nona?!?!"Tanya Felix yang sedang kaget.
Charlotte hanya mengangguk pelan.
"Aku izin kembali ke kamar ya ayah,selamat tinggal" Hormat,tersenyum dan berbalik lalu pergi.
Bagi Charlotte itu biasa saja,tapi bagi Renald Vistores itu meninggalkan ingatan masa lalu.
Dimana ada seseorang yang pergi di untuk selamanya dari dunia.Ia teringat ibu Charlotte,walaupun dia seorang pembantu tapi sangatlah cantik.
Ibunya bernama Willona Swiss.Seorang wanita cantik dari keluarga Viscount.Yang memiliki multi talent.
Rumor mengatakan bahwa Willona Swiss memiliki cinta yang tulus pada Marqees Renald.
Tetapi,ia sadar akan derajat yang berbeda.
Akan tetapi,siapa yang tahu bahwa ia berhasil memikat Marquees Renald sejak pertama kali bertemu?
Saat malamnya...
Dibawah sinar bulan yang terang,rambut biru tua yang menyala dan mata biru yang jernih.
__ADS_1
Charlotte bertanya pada Hannah.
"Hannah,kira-kira rupa ibu seperti apa?" Tanya Charlotte.
Hannah kaget mendengar pertanyaan Charlotte.
"Rupa nona Willona ya?Ia sangat cantik dan pintar di segala bidang" Jawab Hannah yang memiliki raut wajah khawatir.
"Seperti siapa?Apakah seperti aku?" Tanya Charlotte penasaran.
"Ah?Iya,cantik seperti nona Charlotte" Sembari senyum pahit.
"Aku jadi penasaran dengan ibu" Ucap Charlotte.
Esok harinya..
Renald datang ke mansion putrinya dan saat masuk kedalam..
"Apa-apaan ini?!Ini mansion atau kandang anjing?!" Bentak Renald.
Dia kaget karena melihat mansion putrinya yang sudah agak retak-retak itu.
"Pindahkan Charlotte ke mansion Emerald!" Bentakan Renald yang semakin kencang.
Semenjak Charlotte koma selama 28 hari,Renald sudah bisa mengendalikan dirinya sedikit demi sedikit.
2 tahun kemudian..
Malam hari..
"Tuan,kali ini konflik anda dan keluarga Laviona semakin besar,apakah tuan tidak takut bahwa nona Charlotte akan kenapa-kenapa?" Tanya Felix.
"Melibatkan Charlotte ya?Mereka yang melibatkan Charlotte akan mati" Tatapan membunuh yang tajam.
Tapi Charlotte yang tak sengaja ingin ke ruangan ayahnya malah mendengar masalah itu.
Charlotte menjadi semakin khawatir.
Masalah keluarga Laviona berawal dari..
Saat Charlotte datang ke acara 'Teh Bunga'.
Pada saat Charlotte datang,ia menjadi sorot mata semua orang.
Karena ia tak kalah cantik dari putri kerajaan.
Dan seorang anak perempuan bernama Rachel Laviona melihat Charlotte dengan mata tajam dan penuh kebencian.Rachel Laviona dan Charlotte adalah pemegang ke kuasaan Marquees.
Karena Rachel melihat,seseorang yang ia cinta melihat Charlotte dengan mata yang berbinar.
Seseorang yang ia sukai adalah keluarga berkasta raja yang bernama Daemond bermarga Carl de Louis.
Seorang anak yang tampan dan berbakat di bidang perang.
Lalu saat di pertengahan pesta Rachel Laviona menuduh Charlotte yang dari tadi duduk di samping ayahnya dengan tuduhan bahwa ia di dorong oleh Charlotte saat beberapa menit yang lalu sampai jatuh ke lumpur.
Karena tak terima anaknya di tuduh seperti itu,Renald hampir melakukan kekerasan pada Rachel Laviona.
Tapi untungnya,Charlotte bertindak cepat untuk menenangkan ayahnya.
Karena keluarga Laviona tidak terima putrinya di perlakukan seperti itu,masalah ini menjadi panjang dan mengancam keduanya.
__ADS_1
Bersambung...