TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI

TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI
Orang yang cuek juga bisa menggemaskan dan cemburu!


__ADS_3

"Baiklah, jangan melanggar janji mu ya~"Ucap Daemond.


"Iya, iya, dadah!"Sambil menutup pintu.


"Pfft, lucu ya jika Charlotte sambil marah-marah seperti itu.Seperti seekor bayi serigala yang sedang menghadapi mangsa kecil"Ucap Daemond.


"A-Apa? Lucu? (•-•)" Tanya Edgar terkejut.


Sementara Charlotte...


"Dasar orang aneh! aku sedang dalam suasana hati yang buruk karena ayah, dia malah mementingkan debut!"Gumam Charlotte.


Tok, Tok


"Siapa?'Tanya Charlotte.


"Nona Charlotte, ini saya, Edgar"Ucap Edgar.


Krieet


"Ada apa, tuan Edgar?"Tanya Charlotte.


"Hm? Wajahmu memerah, apa kamu demam?"Tanya Edgar terkejut.


"H-Huh? Jangan bicara yang aneh-aneh, aku tidak sakit"Jawab Charlotte.


"Hm? Baiklah, itu..bicarakan di dalam saja ya?"Bujuk Edgar.


"Baiklah, silahkan masuk dulu"Ucap Charlotte.


"Itu, Apakah kau punya lebih banyak buku yang seperti itu?"Tanya Edgar.


"Mhm, banyak. Oh iya, aku ingin melapor pada yang mulia tentang suatu hal"Ucap Charlotte.


"Hari ini yang mulia sedang tidur cepat, lebih baik besok pagi saja"Ucap Edgar.


"Baiklah, ini bukunya"Sambil memberikan buku.


"Terima kasih, Nona Charlotte"Ucap Edgar.


"Mn~"Jawab Charlotte singkat.


Tidak lama setelah Edgar meninggalkan kamarnya, Charlotte bersiap untuk berkunjung ke kediaman Victores.


Ia teleport ke mansionnya yang di tempatkan oleh nya dulu.


Dan ia melihat-lihat keadaan mansion itu.


Hiks, Hiks..


Charlotte terkejut karena suara tangisan seseorang, ia mencari dan menghampiri suara tersebut.


Jika di dengarkan dan di perjelas, itu adalah suara Hannah.


Yang membuat Charlotte heran adalah..Mengapa Hannah menangis terisak seperti itu?


Suara itu berasal dari ruangannya yang ditempati saat ia tinggal dulu.


Ruangannya tidak terkunci, jadi Charlotte langsung masuk.


Charlotte terkejut karena Hannah menangis sambil menggenggam baju yang ia pakai dahulu.

__ADS_1


"Hannah, aku kembali~"Ucap Charlotte.


Hannah seketika merasa kehangatan suara Charlotte.


Dia memanggil namanya dengan sangat lembut.


"Nona..Nona Charlotte!!Itu benar anda?"Tanya Hannah sambil berlari ke arah Charlotte.


Dekapan Hannah sangat hangat bagi Charlotte.


Dia yang selalu memperhatikan Charlotte dan yang paling menyayangi Charlotte dari kecil.


"Syukurlah, Nona~"Ucap Hannah.


"Aku hanya kesini sebentar untuk melihat mu, Hannah"Ucap Charlotte dengan suara lembut.


"Melihat saya? Aku merasa sangat terhormat, nona Charlotte"Ucap Hannah terharu.


"Omong-omong, aku mau bertanya padamu"Ucap Charlotte sambil pelan-pelan melepaskan pelukan.


"Pertanyaan apa, nona?"Tanya Hannah.


"Siapa seorang anak yang seumuran denganku itu dan terus memanggil ayah dengan sebutan 'Ayah' itu?Apa betul itu dari keluarga Norman?"Tanya Charlotte.


"Itu..Begini, ayo nona duduk dulu, akan saya ceritakan"Ucap Hannah.


Setelah duduk, Hannah mulai menceritakan.


Dia memang dari keluarga Norman.


Dia mengikuti terus mendekati Renald.


Dia mengikuti Renald dengan tujuan menjadi seorang Victores, agar dapat menguasai tanah yang dimiliki keluarga Victores.


Karena apa yang dirasakan Renald adalah lebih baik ketika ada Rosena.


Sifat Rosena yang seperti itu, mudah dibaca oleh Charlotte.


Dia adalah anak kedua dari keluarga Norman.


Dia memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Roy Norman.


Dan dia memiliki seorang adik perempuan yang bernama Rosenia Norman.


Rosenia Norman adalah kembaran Rosena Norman.


Tapi entah kenapa, Rosena nyaman dengan Renald.


Dan Rosena juga menganggap Renald adalah ayah kandungnya.


Jadi, ia tak terlalu memikirkan tentang keinginannya itu, tapi memikirkan bagaimana caranya agar mendapat kasih sayang Renald.


"Gadis itu..! Benar-benar membuatku muak..! Benar-benar seperti sebuah benalu, merepotkan! Benar-benar membuatku ingin memenggal kepalanya"Ucap Charlotte dengan pandangan membunuh.


"Nona, nona tenang dulu.Mari fikirkan bagaimana caranya agar anda bisa berhubungan lagi dengan tuan besar"Ucap Hannah dengan lembut.


"Mhm, aku tahu itu Hannah.Tapi aku benar-benar tidak habis fikir, kenapa anak itu bisa mendapatkan kasih sayang ayah secara tulus?"Ucap Charlotte murung.


"Nona harus berusaha, agar nona bisa mendapatkan kasih sayang tuan besar"Ucap Hannah sambil membelai Charlotte.


"Iya, setidaknya aku harus menjauhkan lalat itu"Ucap Charlotte.

__ADS_1


"Baiklah, Hannah. Aku kembali dulu ya, jika ada waktu lagi, aku akan menghabiskan waktuku untukmu"Ucap Charlotte dengan senyum.


"Iya, nona Charlotte"Ucap Hannah terharu.


Ctakk


Charlotte teleport seperti sebelumnya, tapi Charlotte merasa aneh, karena itu sangat gelap.Dia berjalan secara perlahan dan mulai menoleh kebelakang.


"(Kyaa!! A-Ayah?!)"Charlotte terkejut.


"Ayah.. Percaya atau tidak kalau aku cemburu? Percaya atau tidak?"Gumam Charlotte sambil menatap wajah Renald.


"Ugh!!"Tiba-tiba Renald membuka mata.


Charlotte terkejut melihat Renald yang tiba-tiba terbangun.


"Ah, itu kamu..Kenapa kamu hadir lagi, aku tidak mengingat dirimu, sebenarnya siapa kamu?"Tanya Renald.


"Ayah, apa yang kamu mimpikan? Apa itu mimpi buruk?"Tanya Charlotte dengan suara lembut.


"Iya, memimpikan mu dalam sebuah mimpi. Sangat aneh, rasanya seperti aku mau mencabik-cabik mu hingga mati"Ucap Renald.


"Mimpi? Hmph, ayah, jika kamu merasa ini mimpi..Maka tamparlah pipimu seperti dulu kamu menampar pipiku"Jawab Charlotte.


"Aku hanya ingin memberi tahu, jika kamu datang ke debut kerajaan, jangan membawa bedebah itu,ya? Tadinya aku ingin melihatmu secara tenang, tapi malah begini..Betapa naifnya aku"Ucap Charlotte.


"Tunggu, ini bukan mimpi?!"Seketika Renald sadar.


"Bukan 'kah tadi aku sudah bilang? Jujur saja, aku kecewa padamu.Membagi kasih sayang yang dulunya adalah milikku, sekarang malah menjadi milik orang lain, terlebih lagi, dia bukan dari keluarga Victores.Dulu saat aku menginginkan kasih sayangmu saja~ sampai harus di hukum di tengah hujan.Tapi dia?"Ucap Charlotte dengan wajah tanpa ekspresi.


"Lain kali, fikirkanlah apa yang terjadi di masa lalu,Tuan besar"Sambil hilang perlahan karena teleport.


"Sampai jumpa saat debutante kerajaan, Marquees Victores"Ucap Charlotte.


"Tunggu..!!"Teriak Renald.


"Ukh!!Dia itu..!!"Gumam Renald kesal.


...Keadaan Charlotte......


"Ukh, apa yang aku katakan?!"Ucap Charlotte.


...1 Minggu kemudian saat di pasar......


"Lihat itu, Charlotte!"Ucap Zeiya.


"Ini sangat pas untukmu yang suka bertarung juga!! Bagian depan yang pendek dan bagian belakangnya panjang! Bagus bukan?"Bisik Zeiya.


"Tuan putri, sebaiknya anda membeli barang yang anda butuhkankan saja, tidak usah memikirkan aku.Seseorang akan meminjamkan gaun untukku.."Ucap Charlotte.


"Siapa itu?Apakah itu pangeran Deamond?"Ejek Zeiya.


"Mn"Ucap Charlotte singkat.


"Ya ampun, Ya sudah, bagaimana jika aksesoris yang lebih menarik?! Ayo keluar!"Ucap Zeiya.


Zeiya menarik tangan Charlotte dan berlari ke arah toko lain.


"Lihat~! Bagus 'kan? Ayo pilih, Charlotte! Bagaimana jika ini? atau ini? atau yang ini saja?"Zeiya yang menurunkan hujan pertanyaan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2