
"Intinya hati-hati saja, aku akan sedikit jauh darimu hari ini"Bisik Charlotte.
"Baiklah, Charlotte"Jawab Zeiya sembari senyum.
"Maaf nona, saya ingin berbicara sesuatu dengan tuan putri Zeiya, maaf saya mengganggu anda sebentar"Ucap Charlotte.
"Ah? Iya tidak apa, tidak apa-apa, kok"Ucap Alicia.
Mereka berdua sedikit menjauh dari Alicia.
"Zeiya, kau tahu siapa laki-laki yang bernama Rey Hodgson itu 'kan?"Bisik Charlotte serius.
"Ah? I-Iya, aku ingat"Jawab Zeiya.
"Owh ayolah~ , bukan saatnya untuk tersipu sekarang!"Oceh Charlotte.
"Para Marquees itu punya hubungan, walaupun mereka tidak mempunyai hubungan yang baik, tapi mereka memiliki asosiasi perkumpulan para Marquees.Dan beberapa terhubung dengan beberapa bangsawan lain. Kamu tahu? Alicia De Lautner Taylor dan Rey Hodgson itu adalah sahabat kecil, tapi Alicia berfikir secara berlebihan! Dan sifatnya, kecemburuan yang sangat tinggi itu, membuat para wanita lain sengsara! Kamu harus berhati-hati!"Jelas Charlotte.
"Baiklah, baik~.Aku kembali dulu ya"Ucap Zeiya.
Perlahan Zeiya menjauh dari Charlotte.
Zeiya kembali menuju Alicia.
"Walau seperti itu juga, aku tetap tidak bisa tenang! Dasar merepotkan!"Keluh batin Charlotte.
...Semetara itu disisi Zeiya......
"Maaf membuatmu menunggu, nona Taylor!"
"Iya, tidak apa-apa, tuan putri"Balas Alicia.
"Tuan putri, karena hari ini adalah debutante anda, saya berniat untuk memberi tuan putri beberapa hadiah"Jelas Alicia.
"Oh? Apa itu jika boleh tahu?"Tanya Zeiya.
"Karena namanya hadiah, bukan 'kah sebaiknya dirahasiakan?"Ucap Alicia sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Yang ini, yang pertama dari saya"Ucap Alicia sembari memberikan hadiah yang ada di tangannya.
Hadiah yang di berikan Alicia memang cukup indah.
Dan yang lebih tak habis fikir lagi adalah, hadiahnya merupakan Kalung angsa permata.
Kalung angsa permata adalah sebuah kalung yang diberikan sebuah batu permata langka.
"Wah, terima kasih ya, nona Taylor"Ucap Zeiya sembari tersenyum.
"Ini tidak seberapa, tuan putri.Yang kedua, kita keluar dulu dari aula ini ya, tuan putri"Ucap Alicia.
"Baiklah"Ucap Zeiya.
...Di luar aula......
"Nona Taylor, ini sudah cukup jauh dari aula, apakah anda yakin?"Tanya Zeiya.
"Iya, sebaiknya kita disini saja"Balas Alicia.
"Tuan putri, apakah bagimu, Tuan Hodgson adalah pria yang tampan dan menarik?"Tanya Alicia.
__ADS_1
"Tampan ya? Menurutku lumayan tampan dan kalau menarik, mungkin saja"Ucap Zeiya.
"Apa tuan putri merasa kalau anda cantik?"Tanya Alicia.
"Entahlah, tapi semua orang mengatakan itu padaku"Jawab Zeiya yang kecurigaan makin menjadi.
"Saya iri dengan tuan putri, karena waktu di acara itu, saya melihat kalau tuan Hodgson memberikan langsung bunganya pada anda.Dan juga, ia mencium tangan anda"Jelas Alicia.
"Kalau saja anda tidak disana dan tidak terlalu menarik perhatian, pasti yang dipilih adalah saya, tuan putri"Jelas Alicia.
"Nona Taylor, terima kasih atas hadiahnya dan jika ada masalah, lebih baik selesaikan dengan cara baik-baik"Ucap Zeiya yang mengerutkan alis.
"Tapi saya tidak suka dengan cara itu, saya hanya ingin.."Ucap Alicia sambil mengambil sesuatu dari belakang.
"Merusak wajah anda, Tuan putri!!"Teriak Alicia sembari melemparkan suatu bubuk.
NGUNG!!NGUNG!!
"Apa?! Sihir pelindung?!"Ucap Alicia terkejut.
Sringg!!
Charlotte muncul entah darimana lalu langsung mengarahkan pedangnya ke leher Alicia.
Dengan tatapannya, Alicia terduduk lemas dan kakinya tak bisa digerakkan.
"Nona Taylor, saya memberi anda kesempatan, tapi anda sia siakan"Ucap Charlotte sambil mengarahkan pedangnya.
"Apa anda tahu dengan istilah 'Perbedaan Status sosial' dan 'Perbedaan kasta' ?"Ucap Charlotte.
"Jika saja tuan putri tidak melarangku, aku sudah membunuhmu dari tadi! Apa anda tahu siapa yang sudah anda sakiti?"Tanya Charlotte tegas.
"Apa anda juga tahu? Apa konsekuensi karena sudah menyakiti putri mahkota? Apa anda tahu apa yang sudah anda perbuat?"Tanya Charlotte dengan aura membunuh yang kuat.
Melihat kejadian itu, Zeiya segera menenangkan Charlotte.
Walaupun berkurang sedikit, setidaknya bisa menghilangkan nafsu membunuh Charlotte.
Lalu Zeiya menyampingkan masalah itu dan segera pergi meninggalkannya.
...Saat sedang menuju aula......
"Tuan putri Zeiya Philip De Britya! Apa sekarang kamu tak meragukan ku lagi?"Tanya Charlotte dengan nada tegas.
"Iya, aku tahu aku salah"Balas Zeiya.
"Lain kali itu tidak akan terjadi lagi"Ucap Zeiya.
"Kamu masih mau itu terjadi lagi?"Tanya Charlotte dengan tatapan sinis.
"Tidak mau lah!~"Jawab Zeiya.
"Jika saja aku tidak menaruh sihir pertahanan pada dirimu, kulitmu sudah terbakar, tahu?!"Jelas Charlotte.
"Iya, Nona Charlotte Victores"Jawab Zeiya.
Setelah sampai di dalam aula, mereka berpisah lagi sampai acara benar-benar selesai.
...Sesudah pesta debut......
__ADS_1
"Charlotte!"Teriak Zeiya berlari menghampiri Charlotte.
"Hm? Oh, tuan putri?"Jawab Charlotte sambil berbalik ke arahnya.
"Bagaimana dengan pestanya? Apakah menyenangkan menurutmu?"Tanya Zeiya dengan nada gembira.
"Menurut mu? Lain kali aku tidak akan ikut acara apapun, para hama itu sangat berisik"Keluh Charlotte kepada Zeiya.
"Para hama? Mereka adalah manusia, jika mereka hama, lalu kamu apa?"Batin Zeiya kesal.
"Yang lebih mengesalkan adalah benalu ayahku, kamu dan Lucifer"Ucap Charlotte kesal.
"Huh? Charlotte, kamu bertemu dengan Lucifer?"Tanya Zeiya terkejut.
"Iya, sangat menyebalkan"Jawab Charlotte.
"Aku akan ke kamar, kamu tidurlah, masih ada hari esok"Ucap Charlotte.
"Baiklah~, kamu juga ya, Charlotte"Jawab Zeiya.
"Mn, sampai jumpa"Ucap Charlotte memberi hormat.
Charlotte berbalik dan pergi.
Mungkin di mata orang lain, Charlotte adalah seseorang yang menyebalkan..
Tapi, yang Zeiya rasakan berbeda, dia bisa menjadi seperti sahabat dan saudara.
Dia terkadang bahkan bisa seperti Fraya.
Zeiya merasakan, walaupun Charlotte menyebalkan. Dia memiliki banyak bayangan, dia punya banyak masa lalu yang kelam.
Di setiap tindakannya, di setiap tindakan keluarganya, selalu di awasi oleh bangsawan lain.
...Besoknya......
"Charlotte sedang apa ya?"Batin Zeiya.
"Charl-"Belum selesai Zeiya berbicara, Zeiya sudah dibuat kaget.
"Charlotte!? Edgar?! Ada apa ini?!"Tanya Zeiya.
Siapa yang tidak terkejut kalau tiba-tiba saja melihat seseorang mengarahkan ujung pedangnya ke arah orang lain yang masih hidup?
Terlebih lagi mereka adalah orang yang dekat.
"Hehe, tidak apa-apa, tuan putri"Ucap Edgar sambil menjauhkan pedang Charlotte secara perlahan.
"Charlotte, ada apa ini?"Tanya Zeiya.
"Anda tanya saja pada lalat ini, tuan putri"Jawab Charlotte sambil menutup pedangnya.
"Kalian ini sudah besar, masa iya selalu bertengkar? Terutama Edgar"Ucap Zeiya.
"Iya, tuan putri"Jawab Edgar.
"Oh iya, Charlotte! Temani aku ke perpustakaan kerajaan yuk!"Ajak Zeiya.
"Mau ngapain kita kesana?"Tanya Charlotte.
__ADS_1
"Mau berenang! Ya, kita mau baca buku lah, Charlotte~"Ucap Zeiya emosi.
Bersambung...