TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI

TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI
Masa lalu Charlotte Victores #1


__ADS_3

"Hm?Saat perjamuan teh selanjutnya,temanya adalah masalalu mu..dan disaat itu saat kalian menceritakan kehidupan kalian dan aku akan mengatakan masalalu ku.,tapi satu,setelah itu jangan ada yang merasa tak pantas" Dengan senyum dingin.


Lalu seorang pelayan Fraya Voise datang dan bilang "Saatnya tidur siang putri" Kata Fraya.


"Hah?!tidak bisa'kah di undur,Fraya?"Seketika raut wajah putri berubah.


" Maaf tuan putri,tidak bisa"Jawab sang pelayan.


"Saya izin keluar ya tuan putri.Semoga kemakmuran dan kesejahteraan Britania bersama anda"Hormat lalu pergi.


Tuan putri cemberut karena Fraya menyuruhnya tidur, tapi bagaimanapun Fraya adalah pelayan paling baik dan terbaik diantara pelannya.


Sementara itu keadaan Charlotte Victores..


Charlotte yang mengingat-ingat kata-kata tuan putri "Apakah kamu punya masalalu yang menyenangkan?" Tanya putri.


"(Itu adalah pertanyaan yang tak pernah ku inginkan!)"Hati kecil Charlotte yang berbicara dengan nada kesal.


Dia memandangi langit yang cerah namun hatinya sangat mendung.


Lalu ia mendengar suara langkah kaki.


Tap,Tap,Tap.


Yang perlahan suara itu semakin dekat dengan dirinya,Charlotte pun langsung waspada dan memegang pedangnya dengan kuat,lalu..


"Nona Charlotte,anda sedang apa di sini?" Tanya Edgar york sambil menghampiri Charlotte.


"Huh?Ternyata tuan York?Ku kira penyusup"Jawab Charlotte.


"Ya ampun,sebegitu waspadanya 'kah?" Ejek Edgar.


"Semakin lama tuan York semakin menyebalkan ya?" Sindir Charlotte.


"Hik,Kamu ini.." Yang merasa tersindir.


Alasan kenapa Charlotte mudah akrab dengan Edgar York adalah karena Edgar York pernah di tolong oleh ayahnya Charlotte.


"Oh iya,anda di panggil yang mulia dan di suruh langsung ke ruang pertamuan"Ucap Edgar yang menyampaikan ucapan yang mulia.


" Oh"Balik badan dan pergi.


"(Semakin lama kamu juga semakin tak ada perasaaan ya?)"Gumam Edgar.


" HEI AKU DENGAR ITU!"Teriak Charlotte.


"TxT"Kira² beginilah ekspresi Edgar


Saat di ruang pertemuan..


"Salam hormat kepada sang matahari Britania,Semoga kemakmuran dan keselamatan Britania bersama anda"Ucap Charlotte.


" Berdirilah,Charlotte"Ucap Raja William.


Lalu tanpa basa-basi,raja langsung menyampaikan apa yang seharusnya ia sampaikan.


"Charlotte,sudah 1 tahun kau pada sang putri..Apakah kamu tahu sebentar lagi debutante sang putri?" Tanya Raja.


"Jawab yang mulia,hamba tahu..Apa yang anda inginkan,Yang Mulia?"Tanya Charlotte.


" Debutante..aku ingin kamu mengajak putri seminggu sebelum debutante untuk mengenal dunia luar.Apa bisa?"Tanya Sang Raja.


"(Asal yang mulia tahu,sebenarnya putri Zeiya sudah pernah keluar sebelumnya.. -x-)"POV Charlotte.


" Baik,Yang Mulia."Jawab Charlotte.


"Baiklah,kamu boleh keluar"Ucap sang Raja.


"Semoga kemakmuran dan keselamatan Britania pada anda" Hormat Charlotte.


Saat jalan pulang ke kamar tuan putri Zeiya,tiba-tiba...


TAP,TAP,TAP,TAP!


Langkah seseorang yang berlari mendekat ke arah Charlotte.


"Char-Lotte Vic-To-Res!!"Suara tuan putri yang berteriak.


Charlotte pun balik badan dan tuan putri memeluknya,seperti seekor..koala.


"Darimana saja kamu?!" Tanya putri Zeiya.


Charlotte tetap saja berwajah datar dan menjawab.


"Dari ruangan yang mulia."Menjawab dengan jawaban yang singkat.

__ADS_1


2 hari berikutnya adalah perjamuan teh seperti biasa.


Aria,Charlotte dan putri Zeiya berbincang.Tapi Charlotte tetap saja tidak duduk,melainkan berdiri di sebelah tuan putri Zeiya.


Lalu saat itu giliran Charlotte yang bercerita.


"Charlotte,giliran mu..aku ingin mendengar masalalu mu"Ucap Zeiya.


" saya tak ada masa lalu yang menyenangkan,lebih baik tak usah,tuan putri"Jawab Charlotte dengan wajah datarnya itu.


"Tak apa,kami akan tetap mendengarkan kok!" Jawab Aria.


"Iya,benar kata Aria!Ayolah,ceritakan" Bujuk sang putri.


"Huff,Masalalu ya?" Ucap Charlotte.


Lalu Charlotte mulai menceritakannya.


~Masalalu Charlotte Victores~


Dulu saat Charlotte masih kecil,dia memiliki seorang pelayan yang amat baik padanya,namanya Hannah.


Dia bagai seorang ibu.Ayahnya sangat dingin dan membenci Charlotte.Karena ayah Charlotte berfikir bahwa "Jika saja Charlotte tidak lahir dan wanita itu(Ibu charlotte) tidak mengorbankan nyawanya hanya demi Charlotte Dia..". Ya..Istrinya masih hidup.


Lalu saat berumur 5 tahun,ayahnya mulai menyekolahkannya di akademi "Diamond Hope's".Tapi ia tidak pernah memperhatikan putrinya.


Saat Charlotte berumur 7 tahun,di tengah malam ia berjalan ke arah dapur dengan pandangan kosong.


Sebelum ia sampai dapur,Hannah sempat melihat Charlotte berjalan dan segera mengikutinya.


Hannah kaget tiba-tiba melihat Charlotte menggenggam sebilah pisau dapur dan..


{Syungg}


Dan dia menahan tangan Charlotte yang ingin menusukkan pisau ke perutnya.


"Huh?!!!Nona Charlotte,anda kenapa?!" Tanya Hannah khawatir.


"Kenapa?Aku tanya sekarang!Kenapa Ayah tidak suka melihatku?Aku pernah mendengar ayah berkata "Aku ingin selalu membunuhnya!" Kenapa?!Kenapa ayah membenciku?! Dan parahnya,Ayah tidak ingin aku ada di dunia ini lagi kan?!KENAPA?!?!!Kenapa,Hannah?"Sesenggukan.


Perlahan air mata mulai menetes dari wajahnya yg datar itu..


Hannah kaget mendengar ucapan Charlotte.Ia langsung memeluk erat Charlotte sambil berbicara


Lalu saat ulang tahunnya yang ke-8 tahun.


"Selamat ulang tahun,Nona Charlotte!"Ucap para pelayan.


" Nona,saya ada belikan buku beladiri baru untuk nona"Kata salah satu pelayan.


" Terima kasih semua!Aku sangat senang!"Ucap Charlotte sambil senyum bahagia.


Saat siang harinya,ia berjalan ke arah dapur dengan memegang gelas di tangannya.


Tiba-Tiba ia merasakan sakit perut di tambah dengan sakit kepala.


{PRAANG!!}


Gelas yang ada di genggaman Charlotte terjatuh ke lantai dan pecah.


{Tap,Tap,Tap}


Langkah kaki itu mulai dekat dan Charlotte buru-buru membersihkan pecahan beling itu.Tapi tidak keburu.


Ternyata itu ayahnya,ayah Charlotte melihat pecahan beling di lantai dan pelaku utamanya yaitu,anaknya.


Charlotte di hukum untuk berdiri di dekat gerbang mansion dan tetap berdiri sampai jam umum klan bunyi.


Jam umum klan berbunyi saat pagi hari jam 05:00 pagi ,12:00 siang , 18:00 malam dan saat tengah malam jam 12:00.


Lalu Charlotte menerima hukuman itu.


Hari itu sedang hujan,dia tetap melaksanakan hukumannya.


Ayah Charlotte di ruang kerja melihatnya.


"Bahkan masih kuat saat hujan?hmph,coba lihat berapa lama!" Ucap Renald.


Tapi tangan kanan Renald Victores yang bernama Felix De Pollo menasehati sang Marquees.


"Tapi tuan,jika dibiarkan begitu..nona akan.." Ucapan Felix dipotong oleh Renald.


"Biarkan saja" Ucap Renald cuek.


Tapi dalam hati Renald Victores,dia selalu penasaran..

__ADS_1


Kenapa putrinya selalu tersenyum padanya bahkan saat menjalani hukuman darinya.


Dan entah kenapa saat ia melihat Charlotte,ia sangan ingin membunuhnya.Tapi tak bisa membunuhnya dan selalu ingin melihatnya tumbuh bahagia.


Setahun kemudian,saat Charlotte Victores berumur 9 tahun.


"Nona Charlotte!" Sapa Felix.


Charlotte berbalik badan tersenyum dan membalas


"Ada apa,Felix?" Tanya Charlotte.


"Tuan besar meminta nona agar hadir di acara tea time di taman bunga belakang mansion tuan besar" Jawab Felix.


Charlotte terkejut senang karena tiba-tiba ayahnya ingin bertemu dia.


Tapi perasaan Charlotte tercampur aduk.


Diantara senang dan sedih.


Dia senang karena bisa bertemu ayahnya.


Tapi ia juga sedih karena ia mempunyai penyakit,penyakit itu mempengaruhi sihirnya dan selalu membuatnya muntah darah,sakit perut,kepala pusing dan lain-lain.


Dia khawatir ayahnya mengetahui penyakitnya dan semakin menjauhinya.


Tapi jawabannya tetap


"Baiklah,nanti aku akan datang" Sambil tersenyum.


Setelah selang setengah jam..


Marquees Renald sudah tak sabar menunggu lagi dan mencari Charlotte.


{Krusuk Krusuk}


Suara dibalik semak-semak mengagetkannya dan ia menuju ke arah semak itu.


Yang mengejutkan adalah putrinya Charlotte berbaring disitu memegang selembar sapu tangan yang berdarah.


Dia segera mendekati putrinya dengan langkah pelan dan melihat sapu tangan itu. Saat di periksa ternyata itu benar-benar darah.


Dan Marquees Renald itu segera membangunkan putrinya.


Lalu Charlotte terbangun dan ia terkejut bahwa di sampingnya adalah ayahnya dia langsung hormat dan bilang..


"Ha-Halo,ayah.Saya tahu saya salah,saya tertidur karena sedang.." Pembicaraan Charlotte langsung dipotong oleh ayahnya.


"Katakan padaku,apa ini?!Kau sakit apa selama ini?Dan apa kamu tidak memberitahuku?Kamu anggap aku apa,hm?"Tanya Renald.


Charlotte kaget karena yang ditunjukkan ayahnya adalah sapu tangan yang ia gunakan untuk menutupi dahak darahnya.Dan dengan takut ia menjawab pertanyaan ayahnya.


" J-jawab ayah,I-itu sapu tangan yang saya gunakan untuk..Untuk dahak saya dan untuk alasannya,saya takut..ayah akan tambah membenci saya.Dan untuk pertanyaan terakhir..saya selalu menganggap anda sebagai Ayah Terbaik saya"Jawab Charlotte gemetar menahan takut.


Renald terkejut dengan jawaban putrinya lalu..


{BRUKK}


Charlotte jatuh pingsan..


Felix dan Hannah yang melihat dari jauh seketika lari mendekat


"NONA CHARLOTTE!!" Teriak mereka berdua.


"Panggil penyihir kesini,cepat!" Seketika pandangannya berubah seperti seseorang yang kesal namun takut kehilangan putrinya.


28 hari kemudian..


Charlotte membuka matanya dan melihat ada Felix dan ayahnya disampingnya.


Felix menyadari bahwa Charlotte sudah siuman dan langsung menurunkan hujan pertanyaan.


"Nona?!Nona baik-baik saja?Apa anda ingat siapa saya?Apa anda ingat nama anda sendiri?!Dan Bla Bla Bla" Tanya Felix.


"Menyusahkan!" Ucap Renald.


Tapi Charlotte tersenyum bahagia,karena tau mereka menjaganya.


"Felix,berapa lama aku tidur?" Tanya Charlotte.


"Sebulan,tepatnya 28 hari" Jawab Felix.


"°×°" Charlotte terkejut.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2