
Besoknya..
TAP,TAP,TAP,TAP
Langkah cepat seseorang terdengar dari balik pintu dan membuka pintu dengan lembut.
"Ayah?" sambil mengintip kemudian masuk.
"Ayah!!Ayah!!!Aku kangen sama ayah!!" Charlotte berlari ke arah Renald.
"Sekarang kamu sudah menganggap mansion-ku seperti milikmu sendiri ya?Pagi-pagi sudah berteriak dan lari,berisik" Ucap Renald.
"Humph,aku kemari kan karena merindukan ayah, Ayah tahu tidak sebesar apa aku merindukanmu?!Sebesar ini!!" Sambil mengangkat tangan setinggi mungkin.
"Katakan,kenapa kamu kemari?" Tanya Renald yang sambil menulis.
"Ayah,lepaskan dulu benda yang ada di tangan mu" Jawab Charlotte.
"Hm?Sigh,baiklah" Sambil berjalan menuju kursi di dekat Charlotte.
"Ayah,aku ingin meminta sesuatu dari mu,apa boleh?" Tanya Charlotte.
"Selama aku bisa,aku akan usahakan" Jawab Renald.
"Begini,aku minta ayah membuatkan ku potret bersama ayah.Itu juga jika ayah tidak keberatan" Pinta Charlotte.
"Hanya seperti itu?Baiklah kalau begitu-" Ucapan Renald langsung di sela oleh Charlotte.
"Maaf ayah aku menyela,tapi ayah sepertinya mengantuk.Ayah tidur saja dulu" Pinta Charlotte.
"Hm?Baiklah"Ucap Renald sambil berdiri.
Lalu ia mendekati Charlotte dan menggandeng tangan Charlotte menuju ranjangnya.
" Apa kamu tahu tentang lagu pengusir mimpi buruk,yah?"Tanya Charlotte.
"Hm?Tidak,lagu apa itu?" Jawab Renald.
"Katanya kalau di nyanyikan lagu itu akan sedikit lebih tenang,ayah mau ku nyanyikan?Hannah selalu menyanyikan lagu itu ketika aku tak bisa tidur" Jawab Charlotte.
"Hm?Boleh.." Jawab Renald singkat.
Selamat tidur
****Selamat tidur,anakku
Esok akan datang,hari yang lebih cerah.
Tidurlah tidur,anakku sayang~
Peri 'kan datang membawa mimpi indah
Selamat tidur dan selamat malam****~
Tak selang waktu lama Charlotte pun tertidur.
Renald yang pura-pura tidurpun akhirnya bangun.
Tak menyangka anaknya punya suara yang begitu merdu.
Pada saat sore hari..
"Hoaahm!" Charlotte yang baru saja bangun tidur.
"Eh?!Tadikan aku.." Mengingat kejadian sebelum tidur.
"Sudah bangun?Pulas juga ya tidur mu" Senyum ejekan dari sang ayah pun keluar.
"(KYAAAAAA!!MATI AKU!!BISA-BISANYA TIDUR DI RANJANG AYAH!!)" Hati Charlotte yang panik.
"Hehe,maaf ayah" Senyum Charlotte yang merasa tersindir.
__ADS_1
Saat Charlotte mendekati ayahnya,tiba-tiba mata Charlotte terasa sakit.
Melihat kejadian itu,Renald langsung terkejut dan mengambil tindakan.
Saat Charlotte sadar..
"Ayah,aku kenapa?" Tanya Charlotte.
Renald terkejut melihat mata putrinya yang menjadi merah sebelah.
"Kenapa matanya bisa merah sebelah?!" Bentak Renald kepada penyihir.
"I-Ini karena sihir nona Charlotte lebih mengalir ke arah matanya dan matanya sudah lama memendam kekuatan yang-yang misterius,tuan" Jelas penyihir itu.
"Apa kamu yakin kamu tak apa-apa?" Tanya Renald.
"Aku tak apa-apa tapi kenapa mataku yang ini berasa lebih ringan?" Tanya Charlotte yang menunjuk matanya yang berwarna merah.
"Apa kau bermasalah dengan itu?" Tanya Renald serius.
"Tidak,tapi aku hanya sedikit heran,ayah." Tanya Charlotte.
Setelah Menjelaskan pada Charlotte..
"Hihi,tidak apa-apa!Yang penting aku masih bisa melihat ayah!" Ucapnya.
Besoknya saat Charlotte sedang tea time bersama ayahnya..
"Tuan,Gawat!!Keluarga Laviona mengirim orang ahli pedang dan berniat untuk membunuh kita!" Ucap Felix.
"Apa?!!!" Charlotte kaget oleh apa yang disampaikan Felix.
Charlotte,Renald dan Felix keluar.
Felix sudah betarung tapi karena banyaknya ahli pedang yang di kirim oleh keluarga Laviona,akhirnya Renald turun tangan sendiri.
Pada akhirnya saat tersisa beberapa master pedang,Renald kewalahan dan akhirnya ia terluka di dekat perutnya.
"Ayah!!!!!!Di belakangmu!!" Karena Charlotte yang takut ayahnya terluka parah,ia mengambil salah satu pedang bekas master pedang yang mati.
Bunyi pedang yang sangat kencang.
Dengan satu serangan tebasan pedang,Charlotte berhasil membuat mundur salah satu master pedang tersebut.
Renald terkejut melihat putrinya yang bisa berpedang.
"Ayah,pegang giok teratai hijau ini!Jangan sampai lepas ya" Senyum Charlotte.
Charlotte sudah menyiapkan jimat pengaman untuk ayahnya dan juga sempat memberikannya pada Felix.
Jimat sihir buatannya sendiri.
"Ayo,mohon bantuannya paman dan kakak sekalian" Senyum dan tatapan dingin Charlotte.
Charlotte mengalahkan mereka semua tanpa ampun dan tanpa ekspresi.
Karena Charlotte tau fikiran gerak mereka.
Saat yang terakhir,master pedang itu memanggil bala bantuan.
Charlotte langsung membunuh yang terakhir.
Karena tak kuat lagi,Charlotte menggunakan jurus mematikannya.
{Jurus Formasi Seribu Pedang Surga}
Saat itu Charlotte sudah di ujung batas dan hampir mau tertimpa bangunan yang rubuh.
Karena Renald khawatir putrinya itu kenapa-kenapa,ia langsung melindunginya dan tak membawa batu giok itu.
Namun Renald menghalangi runtuhan bangunan itu dan mengenai kepalanya.
__ADS_1
Besoknya saat Renald Victores tersadar..
"Dimana ini?" Tanya Renald.
Felix yang melihat Renald tersadar ia langsung bertanya.
"Ini saya Felix,Tuan Renald.Apa tuan ingat saya?Tuan ingat diri tuan?!" Tanya Felix.
Pada saat itu kebetulan sekali Charlotte ingin membesuk ayahnya.
Saat ia masuk,ia kaget karena ayahnya sudah sadar..
"Hah?!Ayah!!" Tangis senang Charlotte melihat ayahnya sudah sadar.
Tapi tiba-tiba,Renald bilang..
"Felix,Siapa dia?!" Tanya Renald.
Seketika tangis harunya terhenti karena pertanyaan itu.
Hannah,Charlotte dan Felix yang sedang bersama Renald ikut terkaget oleh perkataan itu.
"Ayah,ini-ini aku,Charlotte" Jelas Charlotte.
"Aku ingat,aku tak pernah mempunyai anak sepertimu!Tapi kalau kau dilihat lebih baik lagi,kamu mirip dengan wanita itu!Wanita sialan itu!!"Bentak Renald.
Semua kaget oleh pengakuan Renald.
"(Apa..?!Ayah..apakah ayah..Amnesia?!)"Charlotte bertanya-tanya dalam hatinya.
Lalu pada saat itu,ia dan Felix berkeliling untuk menyembuhkan ingatannya.
Anehnya,ia hanya tak mengingat anaknya.
Pada akhirnya,ia terfikirkan akan suatu rencana untuk membuatnya tak betah di sisinya.
2 hari kemudian..
"Nona,Tuan besar memintamu hadir diacara perjamuan malam"Ucap Hannah.
" Apakah ingatan ayah sudah membaik tentangku?"Tanya Charlotte lesu.
"Mungkin tuan besar sengaja mengadakan perjamuan malam agar dia bisa mengingat nona sedikit demi sedikit" Hannah mencoba menenangkan fikiran Charlotte.
"Mhmm!Baiklah"Senyum Charlotte.
Malamnya..
Semuanya di luar dugaan,ternyata Charlotte di suruh hadir hanya untuk dipermalukan.
"Aku tak pernah ingat bahwa aku punya anak sepertimu" Ucap Renald.
Ucapan itu begitu menusuk bagi Charlotte.
"Seharusnya kau ku kurung saja atau mungkin bisa ku keluarkan dari keluarga" Ucap Renald.
Menyakitkan,lebih dari di tusuk pedang oleh seseorang.
Kata-kata yang membuat Charlotte hampir tak kuat menahan bendungan air matanya.
"Penjaga,bawa dia keluar"Ucap perintah Renald.
" Berhenti"Ucap Charlotte secara pelan.
"Maaf,nona.Tapi anda harus keluar"Ucap salah satu penjaga.
" Ku bilang 'Berhenti ' !!Apa aku bilang kalian boleh menyentuhku?!!?!"Seketika Aura sihir Charlotte di keluarkan.
"Aku,bisa keluar tanpa harus di suruh!!!Aku mohon pergi" Tatapan dingin dan kosong.
Charlotte memberi hormat dan pergi.
__ADS_1
Tatapan Charlotte seketika membuat Renald terkejut.
Bersambung..