TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI

TIDAK ADA PERBEDAAN KASTA DIANTARA KAMI
Tamu yang Tidak Di Undang pun Datang#2


__ADS_3

"Baiklah, para nona bangsawan yang terhormat!Para ksatria dan pangeran kalian disini untuk memberikan bunga yang mereka dapat!" Teriak pembawa acara.


"Tolong di perlihatkan bunga yang kalian dapat dari labirin, tuan-tuan" Ucap pembawa acara.


"Mustahil! Pangeran Daemond, anda mendapatkan warna merah?!Kapan?!" Tanya Kevin berbisik.


"Tentu saja, saat pertama kita melihat Lucifer itu" Jawab Rey sambil berbisik.


"Eh?aku fikir, kalian tidak ada yang menyadari, ternyata ada ya?"Tanya Daemond berbisik sambil tertawa kecil.


"Baiklah, kita akan mengabulkan permintaan dari 2 orang pasangan jika ada yang seseorang mendapatkan mawar hitam & merah!Apakah ada dari kalian yang mendapat warna hitam?"Ucap pembawa acara.


Tidak ada yang mengangkat tangan atau menunjukkan bunganya.


"Baiklah sepertinya tidak ad-"Ucapan pembawa acara dipotong.


"Aku, mendapat warna hitam"Jawab Lucifer.


"Baiklah!Pangeran Daemond kita mendapatkan bunga mawar merah!Tuan Castillo mendapatkan bunga mawar biru!Tuan Reynald mendapatkan bunga mawar merah muda!Tuan Hodgson mendapatkan bunga mawar putih!Dan..Anu, maaf saya harus memanggil nama hormat anda apa?"Tanya pembawa acara.


"Tuan juga tidak apa-apa, terserah.Aku tidak peduli" Jawab Lucifer dengan dingin.


"U-Uhh,baiklah.Dan tuan Xaphan mendapatkan mawar hitam! Selamat tuan dan pangeran"Ucap pembawa acara.


"Ini aneh, tuan putri-"Tiba tiba ucapan Charlotte disela.


"Iya, aku tahu itu.Tapi, apa tujuannya kemari?" Tanya Zeiya.


"Memangnya apa yang terjadi, nona Charlotte?"Tanya Aria.


"Begini, dua hari yang lalu.."Cerita pertemuan antara mereka berdua.


Dua hari yang lalu, Zeiya dan Charlotte keluar istana atas izin sang Kaisar.


Mereka berniat untuk membeli apa yang mereka butuhkan sekaligus jalan-jalan.


"Charlotte, aku ke toko itu dulu ya!Tunggu disini baik-baik"Ucap Zeiya.


"Enak saja, aku juga ada yang ingin ku cari, tahu?"Jawab Charlotte.


"Lalu, bagaimana aku ingin mencarimu nanti?pasar ini sangat luas!"Ucap Zeiya dengan nada sedikit kesal.


"Ini, panggil namaku dan aku akan usahakan untuk segera datang.Atau boleh saja kamu bilang ke giok itu agar kamu di dekatku, karena suara dari giok itu langsung terdengar ke telingaku "Jawab Charlotte sambil memberi sebuah giok.


"Sigh, baiklah"Jawab Zeiya.


Charlotte pun berjalan-jalan sendiri di pasar itu.


Tapi ia kaget, tiba-tiba ada seseorang yang terluka di lorong yang gelap.

__ADS_1


"H-huh?!,Seseorang?Rambutnya panjang..Tunggu, apa?!Seorang pria?!!" Gumam Charlotte.


Karena takut pemuda itu kenapa-kenapa, ia menghampiri pemuda itu.


"(Rambut hitam yang indah dan panjang)"Ucap Charlotte kagum dalam hati.


"Hei, tuan.Anda bisa mendengar saya?" Tanya Charlotte sambil sedikit menepuk pipi pemuda itu.


Lalu Charlotte melihat luka goresan ujung pedang di perutnya.


Namun jika melihat dari pakaiannya, Charlotte berfikir, "Orang ini pasti bukan orang biasa".


Charlotte menyembuhkan orang itu dengan sihir.


Lalu tidak lama kemudian, orang itu sadar.


"Ughh" Pemuda itu membuka matanya perlahan.


"(Mata silver yang indah~, ternyata zaman sekarang masih ada pria cantik?)" Tanya hati kecil Charlotte.


"Huh, siapa kamu?"Tanya pemuda itu.


"Penyelamat hidup anda"Jawab Charlotte singkat.


"Omong kosong!Apa yang kau mau dariku?"Tanya serius pemuda itu.


"Cih, aku bukan orang yang kekurangan uang.Tuan, jika anda terluka, seharusnya anda ke tabib atau penyihir.Bukannya ke arah lorong gelap ini!Masih untung kamu hidup-"Ucapan Charlotte di sela oleh pemuda itu.


"Asal yang kamu bunuh bukan orang-orang yang di dekatku, aku tidak peduli itu"Ucap Charlotte yang seketika pandangannya menyorot tajam.


"!!, kenapa memangnya?"Tanya pemuda itu karena terkejut akan keberanian Charlotte.


"Karena semua orang sebenarnya memiliki hak untuk hidup, tidak peduli dia jahat atau baik.Karena itu adalah hak, sesuatu yang pasti."Ucap Charlotte.


"!!, heh, semua orang hanya bisa berkata seperti itu"Jawab pemuda itu.


"Terserah, aku tidak peduli.Tapi sayangnya, aku bukan orang yang berwelas asih.Jika ia berani menyentuh keluargaku atau sahabatku sedikit saja, maka pedangku lah yang berbicara"Ucap Charlotte dengan wajah yang dingin.


{Charlotte, kirim aku ke sisimu}


Ucapan sang putri tersampaikan ke telinga Charlotte dan langsung meneleport Zeiya ke dekat dirinya.


"Charlotte, ini diman..EEEEEEEKK' " Zeiya kaget karena di depannya ada orang.


"(Mata silver, rambut hitam indah, seorang pria, liontin berlian ungu, pakaian hitam yang istimewa..?!)" Zeiya mencoba mengingat seseorang.


"Eh?Ini..Anak kesayangan paus di Roma?!Tuan Lucifer Smith Xaphan!!Astaga, bagaimana anda bisa disini?Roma itu kan jauh sekali dari Britania!"Seru Zeiya.


"Heh, ternyata sangat cepat ya berita menyebar!"Ucap Lucifer.

__ADS_1


"Omong-omong, maaf ya tuan Xaphan, kami tidak bisa menyambut anda.Kami juga waktu yang terbatas untuk keluar!Jadi kami tinggalkan anda ya"Ucap Zeiya sambil berbalik badan kemudian berjalan.


"Ini, anggap saja kamu berhutang dalam hal kecil padaku.Ingat, jika tidak terlalu penting, jangan mencoba-coba mencari kami!"Ucap Charlotte.


"Siapa namamu,nona?"Tanya Lucifer.


"Victores, Charlotte Victores"Ucap Charlotte.


"Baiklah, terimakasih.Sebenarnya aku kesini bersama yang lain, lalu terpisah dan aku di kejar bandit"Jelas Lucifer.


"Pangeran pencabut nyawa hampir saja kehilangan nyawanya, dasar aneh!Pakai untuk berobat, makan dan menyewa penginapan!" Jelas Charlotte sambil sedikit senyum.


"Charlotte!!" Panggil Zeiya dari luar.


"Sampai jumpa!" Sambil berlari pergi.


Lucifer hanya bisa melihatnya.


Dia mengingat ingat apa yang di katakan oleh Charlotte..


"Terserah, aku tidak peduli.Tapi sayangnya, aku bukan orang yang berwelas asih.Jika ia berani menyentuh keluargaku atau sahabatku sedikit saja, maka pedangku lah yang berbicara".


Walau di luarnya ia tak berekspresi, dia benar-benar melindungi apa yang mau ia lindungi.


Walau di luarnya ia tak pernah mengeluarkan kata-kata yang enak di dengar, tapi ia selalu mengakui bahwa mereka ada.


Kejam, dingin, cuek dan lainnya.


Tapi dibalik raut wajah itu, tersimpan raut senyum yang sangat indah.


"Menarik, gadis yang menarik.Ku dengar ia juga pernah membunuh beberapa master pedang dua setengah tahun yang lalu!"Gumam Lucifer.


"Begitu ceritanya.."Ucap Charlotte.(Tanpa memberitahukan apa yang di bicarakan Lucifer saat berdua.)


"Baiklah, tuan Xaphan, pangeran Daemond, tuan Castillo, tuan Reynald dan tuan Hodgson.Silahkan memilih wanita yang kalian inginkan"Seru pembawa acara.


Mereka berempat langsung memilih tanpa ragu.


"Nona Tuvnia, aku memilihmu."Ucap Castillo.


Rey memberi bunganya kepada Zeiya.


Reynald memberikan bunganya kepada Aria.


Dan, Daemond bergegas menghampiri Charlotte.


Tap, Tap, Tap


"Nona Charlotte..?"Ucap Daemond.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2