
"Mau ngapain kita kesana?"Tanya Charlotte.
"Mau berenang! Ya, kita mau baca buku lah, Charlotte~"Ucap Zeiya emosi.
"Maksudku, mau mencari buku tentang apa lebih tepatnya"Balas Charlotte.
"Pfftt"Edgar berusaha menahan tawanya.
Seketika, Charlotte menatap sinis Edgar.
"Σ(●д●), Eh?!!"Ucap Edgar kaget.
"Sudahlah! Ayo!"Ajak Zeiya dengan wajah agak berkeringat karena agak takut dengan tatapan Charlotte.
Krieett, Brak!
"Sigh, sudah besar masih saja bertengkar seperti itu~! Mereka membuat keributan di taman, mereka menyebalkan seperti anak kecil saja"Keluh Zeiya di dalam hati.
...Saat di dalam Perpustakaan......
"Oh iya, Charlotte! Apa kamu tahu, bagaimana seseorang bisa mengaktifkan kemampuan unsur sihir yang ada di tubuhnya?"Tanya Zeiya sembari memilih buku.
"Kemungkinan besar adalah bantuan sihir lain, karena bakat sihir itu sangatlah langka.Memangnya ada apa?"Tanya Charlotte.
"Tidak, aku hanya penasaran, apa aku memiliki unsur sihir di dalam diriku atau tidak?"Jelas Zeiya.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu? Unsur sihir itu ada di setiap orang, tapi hanya cara pemakaiannya saja yang ia tidak tahu.Orang yang bisa menyadari dan memakai langsung unsur sihirnya dinamakan 'Bakat Sihir' "Jelas Charlotte kepada Zeiya.
"Lalu orang yang di ketahui memiliki unsur sihir yang kuat akan di bantu oleh sihir lain untuk pembangkitan kedua.Namun, kau memiliki tubuh unsur sihir, yang pastinya kau bisa menggunakannya.Memangnya kau yang tidak pernah diberi tahu atau kau yang tidak tahu mengenai itu?"Jelas Charlotte dengan nada emosi.
"Owh, seperti itu"Jawab Zeiya.
"Pelajaran mendasar saja tidak tahu, lalu buku yang kuberikan kepadamu, diapakan?"Ucap Charlotte emosi.
"Eh?! Itu..Aku lupa"Jawab Zeiya.
"Kau ini!! Sudahlah, kamu cepat memilih buku dan aku akan menunggu di dekat pintu"Ucap Charlotte dengan emosi.
"Eh? Ba-Baiklah"Jawab Zeiya heran.
"Charlotte kenapa sih? Kok tiba-tiba marah?"Batin Zeiya.
...Di sisi Charlotte......
"Aku masih melihatnya sebagai manusia, kalau aku sudah melihatnya seperti serangga..."Batin Charlotte kesal.
SWOOSH, SWOOSH
"Hai, nona Victores"Sapa seorang pemuda.
"!!, anda lagi? Apa tamu saya selalu tak jauh dengan dia atau anda?"Ucap Charlotte dengan nada kesal.
"Eh~? 'Dia'? Siapa itu~?"Tanya Lucifer.
"Lupakan saja, omong-omong anda itu sama seperti semut"Ucap Charlotte.
"Huh? Kenapa... semut?"Tanya Lucifer heran.
"Karena dapat dijumpai dimana saja"Ejek Charlotte.
"Ugh!! baiklah, terserah"Balas Lucifer.
"Ada apa anda menjumpai saya dengan cara seperti ini?"Tanya Charlotte.
"Tidak ada apa-apa, tapi, nona Victores, bisakah kamu bicara jangan terlalu formal jika hanya ada kita berdua?"Tanya Lucifer.
__ADS_1
"Terserah"Jawab Charlotte dengan dingin.
"Astaga, kau ini dingin sekali! Apa tidak bisa memberiku sedikit senyum?"Tanya Lucifer.
"Lebih baik sepertiku daripada sepertimu, yang tertawa ketika membunuh dan datar disaat orang bertanya"Cetus Charlotte.
"Memang nona dari keluarga Victores beda deh, tapi aku hanya begini kepada sedikit orang saja lho~!"Balas Lucifer dengan senyum gembira.
"Terserah padamu"Jawab Charlotte singkat.
"Oh iya, nona Victores, apa kamu yakin tidak ingin pulang ke rumahmu?"Tanya Lucifer.
"Berisik, itu bukan urusanmu!"Ucap Charlotte yang seketika nada bicaranya meninggi.
"!!, apa yang membuatnya menjadi seperti ini?"Batin Lucifer.
"Baiklah, sampai jumpa lain waktu, dan maaf ya!"Ucap Lucifer sembari pergi.
SWOOSH, SWOOSH
Lucifer menghilang, Charlotte masih mengingat kata-kata ang diucapkan oleh Lucifer.
"Pulang ke rumah ya? Entahlah, apakah perjanjian itu masih berlaku atau tidak dan apakah ingatan ayah sudah kembali atau tidak"Batin Charlotte.
"Charlotte, Ayo!! Aku sudah memilih buku!!"Teriak Zeiya sembari berlari menghampiri Charlotte.
"Jangan berlari sembarangan, kamu itu putri, juga termasuk bangsawan"Ucap Charlotte memberi nasihat.
"Humph, iya, baiklah"Balas Zeiya.
"Zeiya, aku akan keluar selama beberapa hari, aku sudah izin pada ayahmu"Ucap Charlotte.
"Huh? Apa-Apakah aku bisa ikut de.."Belum selesai Zeiya berbicara, Charlotte langsung menyela ucapannya.
"Maaf, bukan maksudku untuk memotong ucapanmu, tapi aku tidak bisa mengajakmu. Aku hanya ingin ke rumah dan bertemu dengan yang lain saja"Jelas Charlotte.
"Entah"Jawab Charlotte singkat.
"Omong-omong, kapan kau akan berangkat?"Tanya Zeiya.
"Besok"Jawab Charlotte singkat.
"Memangnya, kau mau ngapain ke sana?"Tanya Zeiya.
"Kenapa kau cerewet sekali, sih? Kau cukup menunggu aku sebentar saja"Cetus Charlotte.
"Karena aku tidak ada teman lagi selain kamu, Aria dan Bella!"Jawab Zeiya dengan nada tinggi.
"Teman? Jadi dia masih menganggapku?"Batin Charlotte.
"Iya, aku tidak akan lama, hanya beberapa hari"Jawab Charlotte dengan nada lembut.
"Berapa harinya itu.. Berapa lama?"Tanya Zeiya.
"10 hari, mungkin?"Ucap Charlotte.
"Baiklah! Jangan lebih lama daripada itu ya!"Jawab Zeiya semangat.
"Mn"Jawab Charlotte singkat.
Charlotte sangat senang, karena Zeiya masih menganggapnya sebagai teman.
Tapi ia masih tidak bisa menunjukkannya pada Zeiya.
...Malamnya......
__ADS_1
Angin malam yang berhembus kencang, Charlotte membuka jendelanya.
Charlotte terpaku dengan lamunannya.
Charlotte sangat ingin pulang dan bertemu ayahnya, bertemu dengan Hannah dan juga Felix.
Tapi tidak tahu, apakah ia akan diperlakukan seperti keluarga atau tamu.
Walaupun dia mengatakan membenci ayahnya, tapi jauh di dalam lubuk hatinya, masih ada sedikit harapan.
Kepercayaan pada ayah yang menghilang dan membangun kepercayaan yang baru.
"Ayah, kapan kamu bisa mengingatku?"Gumam Charlotte.
"Tidak bisakah kau mengingatku sedikit saja? Aku sangat merindukanmu"Gumam Charlotte.
"Ayah, ku harap benalu itu pergi saat aku datang kesana"Batin Charlotte.
TOK, TOK
"Nona, ini aku"Ucap seseorang dari luar.
"Masuk saja, pintunya tidak di kunci"Balas Charlotte.
Krieett, CLACK
"Nona Charlotte, ini sudah malam lho~"Ucap seseorang laki-laki.
Charlotte hanya mendengarnya dan cuek.
Terus menatap keluar dengan tatapan dingin.
SREEK
"Apa ini?!"Tanya Charlotte terkejut.
"Jubah"Jawabnya.
Charlotte menoleh kebelakang dan ternyata ia adalah Edgar.
Dan langsung berbalik lagi.
"Kamu lagi? Kenapa dan ada apa?"Tanya Charlotte.
"Harusnya saya yang bertanya, anda kenapa?"Balas Edgar.
"Tidak kenapa-kenapa"Jawab Charlotte cuek.
Edgar sedikit maju dan sejajar dengan keberadaan Charlotte.
"Sekarang itu sudah malam, angin malam tidak baik jika terkena tubuh"Ucap Edgar menasihati Charlotte.
"Aku mau bertanya, tolong di jawab ya"Ucap Edgar.
"Mungkin, jika mau kujawab"Balas Charlotte.
"Tadi aku dengar dari yang mulia, kamu akan pulang besok, apa benar?"Tanya Edgar.
"Iya, benar"Jawab Zeiya.
"Kenapa sangat tiba-tiba?"Tanya Edgar.
"Kemarin malam, ada seseorang dari kediamanku yang mengirim surat dan memberi tahuku, bahwa ayahku sakit"Jelas Charlotte.
"Kamu masih menyayangi ayahmu?"Tanya Edgar.
__ADS_1
Bersambung...