
" Selamat pagi mama " Violet menghampiri mama nya yang ada di dapur sambil memeluk nya dari belakang.
" Pagi dek, tidak kuliah hari ini kok masih pakai baju santai? " tanya mama saat melihat Violet masih memakai piyama tidur.
" Hari ini Vio tidak ke kampus, karena judul belum juga di setujui jadi nanti hari senin sekalian saja Vio ke kampus menemui dosen lagi ma "
" Semangat ya sayang, semoga minggu depan semua urusan kamu dilancarkan dan semua masalah yang kamu hadapi mendapat solusi dan segera selesai "
Begitulah seorang ibu, dengan tidak sengaja melantunkan doa untuk anak nya, meskipun tidak mengetahui anak nya sedang ada masalah tapi seperti nya hati nya merasakan apa yang anak nya sedang rasakan, semacam ikatan batin yang tidak bisa terlepas.
" Mama kok bisa tau kalau Vio ada masalah? " Violet kaget sendiri dengan ucapan dan doa dari mama nya.
" Dek, kamu ada masalah? " tanya mama membalikkan tubuh nya ke arah Violet.
" Hahaha, ada ma itu judul skripsi yang belum mendapat persetujuan " Violet melepaskan pelukan nya dari mama lalu duduk di kursi dapur.
" Ah kamu dek bikin mama kaget saja, hari ini ada acara ke toko? " mama ikut duduk di sebelah Violet lalu menyuapi Violet dengan buah anggur.
" Entah lah ma, tapi seperti nya tidak, weekend ini Vio hanya ingin di rumah kumpul keluarga, lagian toko kan juga sudah ada tiga orang yang jaga kalau weekend seperti ini jadi aku ingin santai saja di rumah "
" Syukurlah, semoga toko kamu semakin ramai ya dek, dan nanti nya kamu bisa beli sendiri sebuah ruko yang lebih besar untuk toko kamu " deg Violet menoleh langsung ke mama nya, begitu doa mama mengalir lagi untuk diri nya.
" Aamiin, doain Vio selalu ya ma " Violet tersenyum seperti ada kelegaan tersendiri saat dia mendengar ketulusan doa dari mama, meskipun dia belum juga menemukan solusi untuk permasalahan di toko tapi dia yakin doa mama akan membantu segala urusan nya.
" Pasti sayang, bantu mama yuk menyiapkan makanan di meja makan "
" Sebentar ma, mama sudah tidak pusing " Violet meraih tangan mama yang sudah berdiri dari kursi.
" Tadi malam mama tidur nyenyak jadi mama tidak pusing pagi ini, kata papa dokter Banu bilang mama harus cukup tidur jadi kemarin di kasih resep penenang " mama kembali duduk.
" Mama jangan selalu sering minum obat itu ya, di minum kalau merasa tidak bisa tidur saja, tidak baik kalau minum obat itu setiap hari nanti bisa kecanduan "
" Iya dek mama juga tau "
" Tolong ya mama mulai sekarang harus lebih tenang, jangan terlalu banyak mikir, aku kemarin juga sudah bicara dengan kak Elisa dan kakak bilang ke aku kalau dia akan bicara dari hati ke hati dengan kak Radit, jadi mulai sekarang tugas mama hanya mendoakan kak Elis bukan malah memikirkannya terus "
" Terimakasih dek, sebenarnya mama kemarin sudah akan bicara sendiri dengan kakak kamu, tapi saat melihat dia mama malah langsung menangis dan memeluk nya, hati mama ini seperti tidak tega melihat pengorbanan kakak kamu dan bisa bertahan sampai detik ini "
" Mama jangan terbawa perasaan seperti itu, berpikir sewajar nya ya ma jangan over thinking dan yakin pasti di balik semua ini pasti ada hikmah terbaik buat kak Elisa dan keluarga kita, mulai sekarang mama harus sehat ya demi kami semua "
" Iya dek, sudah ayo kita siapkan makanan di meja, sebentar lagi papa sama kakak kamu pasti akan turun " mama berdiri dan diikuti oleh Violet.
" Lho tidak ke kampus Vio, kok bantu mama? " benar saja saat Violet mendekati meja makan papa sudah ada di anak tangga.
" Tidak pa, masih menunggu kabar dari dosen pa jadi ke kampus minggu depan sekalian saja "
" Oh begitu, ada acara apa kamu hari ini? " sebenar nya papa ingin menanyakan apa akan pergi ke toko tapi papa selalu enggan menyebut toko terlalu sering.
__ADS_1
" Di rumah saja pa, aku tadi sudah bilang ke mama kalau weekend ini aku hanya ingin di rumah kumpul sama keluarga, papa tidak ada rencana ingin ngajak kami semua kemana gitu hehehe " Violet benar-benar ingin refreshing kali ini bersama keluarga.
" Kamu mau kemana? mau ke villa? atau yang lain? tapi mama kamu masih sakit, bagaimana ma? " tiba-tiba papa langsung menanggapi dengan serius ucapan Violet.
" Mama kan juga butuh refreshing pa, siapa tau kalau kita pergi bersama nanti mama pulang nya sehat kembali " kak Elisa yang tiba-tiba datang pun langsung ikut berkomentar.
" Wah anak-anak mama lagi butuh refreshing semua ya, kalau papa oke mama ikut saja, tapi jangan lupa ajak kak Hafis juga ya " mama menimpali sambil mengambilkan papa nasi dan lauk.
" Yakin mama tidak apa-apa? jangan dipaksakan kalau masih merasa sakit, nanti bisa kita jadwalkan pergi lain waktu " papa masih sangat mengkuatirkan mama.
" Mama sudah lebih baik pa, jangan di tunda kalau ada niat baik untuk keluarga, lagian belum tentu anak-anak pas punya waktu free begini, nanti mama telepon Hafis ya, semoga dia tidak ada acara " mama ternyata terlihat sangat antusias dan tersenyum dengan riang.
" Baiklah kalian siapkan saja, kita berangkat nanti sore ya " seperti nya papa ikut semangat setelah melihat senyuman mama.
" Wah, terimakasih papa " Violet langsung memeluk lengan papa nya sambil mendaratkan satu kecupan di pipi kiri papa dan papa hanya membalas dengan belaian di rambut Violet.
" Mulai manja " tegur kak Elisa yang heran sekali melihat Violet yang bisa berubah karakter menyesuaikan kondisi.
Akhirnya makan pagi ini di selimuti dengan suasana yang nyaman dan bahagia meskipun di hati masing-masing telah menyimpan beban yang belum ada solusi nya.
" Ma ini Hafis kirim pesan ke papa kalau besuk ada undangan makan malam dari pak Ibrahim, bagaimana ini? kalau menolak papa tidak enak hati " ucap papa sambil menatap HP nya.
" Ya gagal dong kita bepergian nya, papa kan selalu tidak bisa menolak permintaan pak Ibrahim " suara kecewa keluar dari mulut Violet, nafsu makan nya tiba-tiba menghilang.
" Sebentar " papa terlihat melakukan panggilan telepon.
" Halo mas " ternyata papa langsung menelepon pak Ibrahim setelah melihat wajah kecewa Violet.
" Begini mas, Hafis barusan kirim pesan ke saya kalau besuk ada undangan makan malam dari mas Ibrahim, mohon maaf sebenar nya ada acara apa ya? "
" Oh itu, saya memang belum menghubungi mas Ilham, rencana nya nanti lah saya temui di rumah sakit, cuma tadi memang anakku katanya sudah menghubungi dokter Hafis untuk acara yang dia buat, sebenar nya tidak ada acara khusus juga, hanya ingin makan bersama sebagai rasa terimakasih dari kami sekeluarga khusus nya saya pribadi karena sudah memberikan tempat praktek untuk anak saya di klinik mas Ilham "
" Oh begitu, kenapa harus repot pakai mengundang kami makan malam sih mas, kita sudah bersahabat lama jadi tidak perlu kan hal seperti itu, saya juga malah senang karena sekarang klinik punya dokter spesialis neurologi "
" Ayolah mas jangan tolak undangan kami "
" Mana mungkin saya menolak, tapi sebenar nya saya juga ada acara keluarga, anak-anak minta kumpul bersama di villa sekalian refreshing kata nya mereka butuh healing istilah jaman sekarang hahaha "
" Wah kenapa kebetulan sekali begini ya, sepertinya memang salah anak saya yang belum jelas free nya kapan jadi terlalu mepet dengan weekend undangan nya "
" Atau apa begini saja, kita gabung di Villa bagaimana mas? jadi kita tidak perlu membatalkan rencana kita masing-masing, tapi itu pun kalau mas Ibrahim berkenan "
" Wah ide bagus itu, tapi jadi nya mas Ilham dong yang mengundang saya hahaha "
" Tidak perlu di bahas itu, bagi saya yang penting kita bisa kumpul bersama, bagaimana? kalau berkenan nanti akan saya siapkan segala nya, saya sekeluarga berangkat nanti sore dan pulang minggu siang jadi silahkan mas Ilham ikut berangkat nanti sore atau terserah kapan longgar nya "
" Baik lah akan saya kabari saya ikut berangkat kapan, terimakasih lho mas Ilham atas undangan refreshing nya hahaha "
__ADS_1
" Sama-sama mas, kalau begitu saya tutup ya ini sudah akan berangkat ke rumah sakit, saya tunggu kabar baik nya " papa menutup telepon lalu kembali ke meja makan.
" Beres kan, jangan kecewa lagi papa tetap bisa menyenangkan kalian sekaligus tidak menolak undangan pak Ibrahim " papa tersenyum ke arah Violet yang dari tadi sudah cemberut.
" Terimakasih papa, kita bawa tenda yuk kak, kan personil nya banyak tuh jadi nanti tema nya camping ground gitu hehehe "
" Smart idea Violet, kamu siapkan ya, kakak nanti habis dari kampus ke klinik dulu ada janji dengan pasien "
" Beres kak, serahkan sama aku dan mama, iya kan ma hahaha " mama langsung melotot merasa dikerjai oleh Violet dengan kesanggupannya.
" Mama akan telepon kak Hafis dulu ya "
Seharian Violet dan mama sibuk menyiapkan perlengkapan dan keperluan saat dua hari di Villa, hingga tidak terasa hari menjelang sore pun tiba. Kak Elisa datang dengan istri dan putri nya kak Hafis. Kak Hafis baru berangkat malam nya bersama keluarga pak Ibrahim karena masih praktek di klinik terlebih dahulu.
Karena berangkat sudah sangat sore di tambah dengan arus lalu lintas yang padat Violet dan keluarga nya tiba sekitar jam delapan malam, sedangkan kak Hafis dengan keluarga pak Ibrahim tiba sekitar jam sebelas malam. malam ini tidak ada acara khusus di villa saat datang mereka langsung membersihkan diri lalu istirahat.
Pagi menjelang, semua sudah bangun tapi tidak berlaku untuk Violet, semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena bayangan masalah apotek telah memenuhi pikirannya, dan saat selesai melaksanakan sholat Subuh dia kembali tidur karena mengantuk. Kak Elisa pun tidak berhasil membangunkan Violet saat dia akan mengajak jalan pagi di sekitaran Villa.
" Adik kamu belum bangun kak? " tanya mama
" Belum ma, kata nya semalam tidak bisa tidur karena kedinginan " alasan yang diberikan Violet ke kak Elisa saat kakak nya mendapati dia masih terjaga.
" Dia memang tidak tahan dengan hawa dingin " papa menimpali.
" Pa tolong panggil keluarga pak Ibrahim, makan pagi sudah siap "
" Iya ma "
Meja makan kali ini sangat ramai, menikmati makan pagi dengan santai sambil bercerita, dan suasana menjadi berubah saat langkah Violet semakin mendekat.
" Wah sudah bangun dek, anak gadis mama satu ini bangun nya siang sekali, mama kan jadi malu sama pak Ibrahim " celetuk mama saat melihat Violet mendekat.
" Hehehe maaf ma, semalam tidak bisa tidur kedinginan "
Deasy langsung menoleh mendengar suara Violet, sedangkan Dewa membeku sambil meletakkan sendok nya ke atas piring, mereka berdua kaget dengan kehadiran Violet.
" Kak Violet "
" Lho Deasy "
Dan Deasy sudah berdiri meninggalkan meja makan, berjalan ke arah Violet dengan senyum lebar lalu memeluk nya.
" Kakak putri nya om Ilham? " Violet yang masih kaget hanya mengangguk sambil memeluk kembali Deasy.
" Eh sebentar, Deasy kalian kok bisa saling kenal "
" Mama, kak Violet ini yang buatkan bros untuk hadiah ulang tahun mama, dia yang aku ceritakan dan akan Deasy kenalkan ke mama, tapi tidak di duga malah bertemu di sini kita ma " Deasy menceritakan tentang Violet dengan sangat antusias sambil menarik pergelangan tangan Violet ke arah meja makan.
__ADS_1
" Oooo begitu "
Saat semua sedang fokus dengan apa yang di ceritakan oleh Deasy, Dewa bingung harus berkata apa, dia tidak menyangka kalau Violet adalah salah satu anak dari pemilik klinik Mitra Medika. Semakin dia berpikir semakin tidak bisa berfungsi otak nya, mengapa dia tidak bisa mengenali Ny Ilham yang sebelum nya sudah pernah bertemu dengan dirinya, begitupun beliau mengapa tidak bisa mengenali Dewa sebagai lelaki yang pernah di perkenalkan oleh putri nya waktu itu.