Toko Violet

Toko Violet
Bros limited edition


__ADS_3

" Ayo kak "


" Iya sebentar jangan tarik kakak seperti ini " ucap lelaki yang wajah nya terlihat sangat kesal karena perlakuan adik nya.


" Eh kok tidak ada ya, kemarin disini kak letak nya " gadis itu menunjuk etalase kemudian melihat satu per satu koleksi yang ada di etalase itu dan diikuti oleh kakak nya.


" Bagus sekali bros-bros ini " gumam Dewa dalam hati.


" Ah iya kak kemarin disini letak nya, tuh kan kakak sih tidak mau aku ajak kesini kemarin jadi nya bros itu sudah laku " sambil menunjuk letak di etalase wajah gadis itu sudah berubah jadi cemberut "


" Tapi kan memang kemarin kakak masih sibuk " wajah kakak nya pun terlihat sedih melihat kekecewaan adik nya.


" Ini kan masih banyak pilihan Deasy, kamu bisa beli yang lainnya kan, atau kamu bisa beli lebih dari satu deh " seorang kakak berusaha bernegosiasi dengan adik nya agar adik nya tidak kecewa.


" Tapi kemarin bagus sekali kak warna nya sesuai dengan selera mama " kembali Deasy cemberut sambil terus menatap etalase di depan nya.


Violet yang melihat interaksi antara kakak laki-laki dan adik perempuannya menjadi tersenyum, dia teringat bagaimana jika dia lagi manja ke kak Hafis. Dan saat melihat wajah gadis cantik yang terlihat kecewa itu Violet langsung mendekat ke arah kedua nya.


" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu? " Violet mendekat ke Deasy dan sekilas melirik kakak laki-laki nya yang masih fokus melihat etalase.


" Ah siang kak, kak aku boleh tanya kemarin di sini ada bros dengan warna biru apa masih ada atau sudah laku ya? kok sudah tidak ada lagi di etalase ini " tanya Deasy yang masih antusias tapi terlihat kecewa.


" Ehm, sebentar ya saya tanyakan sama karyawan saya dulu "


" Oh iya waktu aku kesini memang bukan dengan kakak " jawab Deasy dengan wajah yang datar.


" Rina mbak ini tanya bros yang dia mau, apa kamu masih ingat? "


" Hai kak " sapa Deasy kepada Rina berharap dia masih ingat dengan kedatangannya lusa kemarin ke toko ini.


" Hai, ini yang kemarin aku ceritakan mbak Vi, maaf ya bros yang akan kamu beli kemarin sudah laku "


" Tuh kan sudah laku kak, kakak sih kelamaan padahal aku sudah bilang kalau bros nya bagus dan aku takut ada yang beli " Deasy memukul lengan Dewa karena kecewa.


" Ya bagaimana lagi, ini kan masih banyak pilihan, kenapa tidak memilih yang ready stok saja biar tidak ribet " jawab Dewa santai sambil melirik ke arah Violet dan Rina.


" Kakak tidak tau sih warna sama desain nya, pasti mama suka " masih tidak terima kalau bros yang diincarnya sudah laku.


" Coba dulu deh cermati satu per satu stok bros yang ada di etalase ini, mungkin ada yang menarik lagi buat kamu " Violet berusaha ikut menenangkan Deasy.


" Sudah kak sudah aku lihat satu per satu tapi aku tetap suka yang kemarin "


" Jangan memaksakan kehendak yang kamu mau, kalau kamu tidak ada yang suka ya sudah, jangan merengek seperti anak kecil " Dewa berkata dengan nada yang sedikit di tekan karena dia pun malu melihat Deasy merengek di depan orang lain.


" Kakak " Deasy sudah seperti mau menangis mendengar penekanan ucapan kakak nya.


" Oh atau begini saja, bagaimana kalau buat pre order, kebetulan semua bros dan aksesoris yang di etalase ini saya sendiri yang merangkai jadi bisa kok pesan seperti yang kemarin atau sesuai selera baik dari segi model atau warna nya " Violet berusaha menengahi pertikaian kecil antara kakak dan adik yang ada di hadapan nya.


" Benar kah ini kakak sendiri yang buat " Deasy menunjuk etalase dengan wajah yang kembali antusias, sedangkan Dewa kembali melirik sekilas ke arah Violet.


" Iya semua ini hasil karya hand made saya "


" Waw kakak hebat sekali, boleh kah aku tau bagaimana caranya aku bisa memesan bros cantik sesuai warna dan model mama aku kak? "


" Oh jadi bros nya buat mama nya ya "

__ADS_1


" Iya kak mama aku akan ulang tahun "


" Baiklah silahkan duduk di sofa itu ya saya ambilkan contoh katalog nya dan beberapa contoh batu-batuannya "


" Apa itu tidak berlebihan dan merepotkan? " tanya Dewa karena sedikit malu karena kelakuan Deasy.


" Tidak sama sekali, kebetulan banyak juga kok customer yang sering pesan sesuai dengan selera mereka " Violet menjawab dengan ramah dan penuh senyuman.


" Baiklah dan sebelumnya saya minta maaf atas kelakuan adik saya " menoleh dan mengintimidasi Deasy.


" Apa sih kak, ini kan juga untuk mama, kakak tidak suka ya kalau mama senang " dengan cerewet Deasy membela diri agar tetap dituruti kemauannya.


" Hehehe silahkan di tunggu di sofa ya saya ambilkan barang nya dulu " Violet berlalu mengambil semua batu yang ada di gudang dan kembali ke sofa dengan Rina yang sudah membawa 3 box yang berisi batu, sedangkan Violet membawa beberapa contoh katalog.


" Aku tinggal ya mbak Vio, ada orang beli "


" Iya Rin terimakasih " Violet kemudian duduk di sofa dan membuka box yang berisi Batu yang ada di meja.


" Nah ini katalog nya di dalam situ ada beberapa contoh model bros yang sudah pernah saya buat, dan ini ada beberapa pilihan batu dengan berbagai warna, bentuk dan ukuran "


" Serius ini semua kakak yang buat " mata Deasy langsung berbinar melihat isi dari katalog.


" Hehehe iya, ehm_ " Violet ragu mau memanggil nama Deasy yang sudah di sebut oleh kakak nya tadi.


" Deasy, panggil aku Deasy kak " Deasy tau kalau Violet sedang bingung untuk memanggil nya.


" Ayo jangan terlalu lama kalau lihat, segera pilih salah satu, kakak juga masih ada pekerjaan dan mbak nya juga tidak mungkin melayani kemauan kamu saja " Sekali lagi Dewa melirik ke arah Violet, dan lirikan Dewa di tangkap oleh Deasy yang kebetulan dia juga melirik kakak nya kesal.


" Mbak nya punya nama kak, nama nya Violet, iya kan kak Vio " Deasy tersenyum memandang ke arah Violet.


" Wah ternyata sudah tau ya nama aku "


" Ah cerdas sekali sih kamu Deasy hehehe "


" Aku mau lihat pilihan batu nya ya kak Vio " Deasy menunjuk box yang ada di meja dengan sok akrab.


" Boleh, pilih saja mungkin ada yang sesuai dengan selera mama kamu " Violet membantu Deasy membuka box, sedangkan Dewa mengambil katalog yang sudah diletakkan Deasy di meja.


Beberapa saat kemudian Deasy menemukan batu berwarna biru dengan gradasi tosca dan hijau, dan saat itu juga ada sebuah kelegaan di hati nya.


" Kak Vio aku mau yang ini, ini batu cantik sekali kak, untuk model perpaduan manik-manik nya aku ngikut saja dengan kak Vio, aku yakin kakak pasti lebih pandai memilihkan paduan warna nya "


" Kak Dewa aku pilih ini ya, bagus kan buat mama? " Deasy memberikan batu druzy itu ke Dewa yang sedang senyum-senyum melihat katalog yang lagi dipegangnya.


" Bagus, terserah kamu saja yang lebih tau selera mama " Dewa menerima batu itu dan memperhatikan dengan seksama.


" Oke kalau kak Dewa setuju, ini saja ya kak Vio tolong buat kan bros yang limited edition buat mama aku "


" Saya usahakan ya Deasy, tapi kalau boleh tau bagaimana karakter dari mama nya ya? " setiap membuat pesanan bros Vio selalu menilai karakter dari orang yang dibuatkan bros jadi nanti muncul kesan bahagia saat bros digunakan oleh pemakai nya.


" Mama orang nya cantik, kalem, ceria dan ramah, mama orang nya sangat baik,suka warna biru dan tosca " kali ini Dewa yang menjawab dengan memandang lekat wajah Violet.


" Ehem, katanya aku yang tau selera mama tapi kok jawab pertanyaan kak Vio lancar banget " goda Deasy saat tau kakak nya sebenarnya bukan hanya menggambarkan karakter mama tapi juga menggambarkan karakter wanita yang ada di depan nya.


" Aku pun juga tau Deasy, dia kan mama aku juga " Dewa tergagap kikuk menjawab pernyataan Deasy.

__ADS_1


" hahaha " Violet tertawa saat mendengar lagi kakak beradik yang kembali berdebat.


" Harga nya berapa kak Vio biar dilunasi kak Dewa sekarang juga hehehe "


" Karena ukuran batu nya yang agak besar seperti yang kamu inginkan kemarin jadi harga nya sama ya 250 ribu "


" Kak bayar ke kak Vio " dan Dewa kaget mendengar harga nya karena bros dengan nilai seni yang sangat indah hanya di hargai 250 ribu saja.


" Aku transfer bisa? " tanya Dewa.


" Bisa kak, sebentar ya saya ambilkan buku pre order dulu, karena nanti pesanan akan dicatat di buku terlebih dahulu biar tidak ada yang terlewat " mendengar itu Rina pun tanggap dan langsung mengambil buku dan memberikan ke Violet.


" Atas nama siapa ini, Deasy ya? " Violet mulai menulis di buku pesanan dan mengisi format yang sudah disiapkan di buku itu.


" Kenapa kak Vio keren sekali sih, tangan kak Vio istimewa ya bisa membuat aksesoris secantik ini, aku kagum kak " Deasy terlihat kagum melihat buku pesanan yang ternyata banyak juga yang memesan hasil karya dari Violet.


" Hanya hobi yang harus dikembangkan Deasy " jawab Violet sambil tersenyum malu mendapat pujian.


" Nanti bisa ditransfer ke nomer rekening yang sudah saya kirim ke nomer HP Deasy ya "


" Oh, ini kak transfer sekarang saja ya nanti lupa lagi kalau kakak sibuk " Deasy menyerahkan HP nya ke Dewa setelah melihat notifkasi pesan dari nomer toko Violet.


" Sudah ya, silahkan di cek notifikasi nya " Dewa memasukkan kembali HP ke saku nya.


" Eh kak kok ini di transfer banyak ya? " Violet kaget dengan jumlah yang tertera di notifikasi m-banking HP nya.


" Buatkan mama yang terbaik dari yang terbaik " Dewa menekan kan ucapan nya dengan tersenyum.


" Wah kakak, terimakasih ya " Deasy tanpa segan langsung memeluk Dewa.


" Sudah lepaskan jangan manja begini " tegur Dewa karena malu di lihat oleh Violet.


" Terimakasih atas kepercayaannya, akan saya buatkan sesuai budget yang di transfer, nanti akan saya usahakan jadi sebelum tanggal pengambilan, jadi tunggu kabar dari toko kami ya "


" Kalau begitu kami pergi dulu, maafkan adik saya yang tiba-tiba datang dan merepotkan " Dewa langsung berdiri dan menarik tangan Deasy karena pasti tidak ada habis nya kalau harus meladeni Deasy.


" Tidak merasa direpotkan, malah saya senang sudah mendapat kepercayaan untuk membuat kado spesial buat mama " Violet ikut berdiri dan berjabat tangan dengan Dewa dan Deasy.


" Sampai jumpa lagi kak Vio " Deasy melambaikan tangan nya saat sudah berada di depan pintu dan di balas dengan lambaian dan tawa dari Violet.


Mobil melaju dengan pelan meninggalkan toko, ada rasa menggelitik di hati Deasy untuk menggoda Dewa.


" Kak Violet orang nya cantik, kalem, ceria dan ramah ya kak, hati nya juga baik sekali " Deasy berbicara sambil memalingkan muka ke arah kaca agar ekspresi mengejeknya tidak di ketahui oleh Dewa.


" Hem " jawab Dewa pendek.


" Karakter nya sama persis dengan mama ya kak " Deasy menahan senyum.


" Apa maksud kamu " nada tinggi sudah keluar dari mulut Dewa.


" Maksud apa sih kak, aku kan hanya bilang dan menggambarkan kak Vio, suka sekali berdekatan dengan kak Vio, sepertinya dia juga sangat cerdas, cantik lagi "


" Terserah kamu lah Deasy "


" Nanti yang ambil pesanan aku apa kakak? " rasa ingin menggoda masih menyelimuti pikiran Deasy.

__ADS_1


" Terserah kamu " jawab Dewa dengan acuh.


" Terserah-terserah saja jawaban nya dari tadi " kali ini Deasy tak bisa menahan untuk menoleh ke arah lalu tertawa tanpa suara.


__ADS_2