
Empat tahun silam.
Saat itu Violet masih berstatus sebagai mahasiswi semester tiga, perilaku nya yang supel, ceria dan cantik membuat dia menjadi perhatian khusus di antara teman-teman nya. Begitupun Candra kakak tingkat nya sangat kagum dengan sosok Violet, beribu cara dia lakukan agar bisa mendekati dan bersama Violet.
Ternyata gayung pun bersambut, sikap Candra yang sangat lembut perhatian di tambah dengan paras Candra yang begitu tampan telah membuat Violet terpikat. Hubungan mereka sangat dekat, Candra yang memperlakukan Violet seperti seorang ratu membuat banyak perempuan di kampus menjadi iri, bahkan semua mengira bahwa Violet dan Candra adalah sepasang kekasih. Setelah beberapa bulan mereka begitu sangat dekat akhir nya Candra pun mengungkapkan perasaan nya ke Violet, dia menyatakan cinta nya tepat di acara kampus di depan banyak orang.
Saat itu Violet tidak langsung menjawab pernyataan cinta dari Candra, meskipun dia pun suka dengan Candra tapi dia masih berpikir panjang untuk menjalin hubungan lebih dari pertemanan. Violet seperti masih ragu jika harus menjalin hubungan dengan seorang lelaki karena dia tau kak Hafis akan sangat murka jika tau semua nya. Jangan pacaran Vio, kakak tidak suka kamu dekat dengan lelaki manapun sebelum kamu benar-benar telah dewasa, begitulah pesan yang berkali-kali kak Hafis ucapkan sebagai bentuk posesif nya kepada Violet.
Berselang tidak lama dari pernyataan cinta Candra terjadi lah kejadian yang membuat hubungan antara Violet dan Candra menjadi hancur.
" Sayang, sepulang dari kampus kita jalan ya, kita cari makan " meskipun cinta Candra belum di sambut sepenuh nya oleh Violet tapi Candra sudah membiasakan diri memanggil sayang kepada Violet.
" Makan dimana mas? "
" Nanti aku pikirkan dulu kita makan kemana, sekarang aku antar masuk ke kelas ya ini sudah waktu nya kamu masuk " membelai lembut rambut Violet.
" Tidak perlu, aku ke kelas sendiri saja "
" Ayolah sayang, aku tidak mau kamu berjalan sendirian, aku tidak rela jika kamu bertemu Bian "
" Hahaha, Bian itu hanya bercanda mas jadi jangan di ambil hati ya "
" Bercanda bagaimana, jelas-jelas tatapan dia sangat mengagumi dan menginginkan kamu Violet " ada penekanan suara menunjukkan bahwa Candra sedang cemburu, karena beberapa hari yang lalu Bian pun menyatakan cinta ke Violet.
" Baiklah terserah kamu mas, ayo kita ke kelas sekarang saja " Violet bangkit dari tempat duduk nya, tidak ingin lagi berdebat dengan Candra masalah Bian karena justru akan semakin menyulut emosi Candra.
" Ayo " Candra menggapai tangan Violet lalu menggenggam nya, berjalan beriringan mengantar Violet ke dalam kelas.
" Masuk lah, belajar yang baik, nanti aku jemput kesini jadi tunggu aku " satu tangan nya masih menggenggam tangan Violet dan yang satu nya lagi membelai pipi Violet.
" Ehem duh kalian tuh ya " ada salah satu teman Violet yang menegur saat melintasi mereka berdua.
" Hehehe, aku masuk ya " Candra mengangguk dan setelah memastikan Violet masuk kelas dia pun pergi menuju kelas nya.
" Sebegitu bucin nya ya Candra sama kamu " sapa Johan yang berdiri di balik pintu, sejak dari tadi Johan sudah memperhatikan apa yang dilakukan Candra dengan sahabat nya itu.
" Eh, kaget aku Jo " spontan Violet memukul bahu Johan.
Mereka berjalan bersama ke tempat duduk.
" Mana Sandra Jo? " Violet mengedarkan pandangan ke seluruh kelas mencari keberadaan Sandra.
" Aku tidak tau, belum masuk kelas juga "
" Kemana dia, sudah tau pak Budi orang nya on time malah belum datang "
" Vio kamu sudah jadian sama Candra? " Johan mengabaikan apa yang di tanyakan Violet tentang Sandra.
Vio menggeleng pelan dan Johan melotot ke arah Violet.
" Terus kenapa kalian sangat dekat? "
" Sebenar nya aku masih takut berkomitmen dengan hubungan pacaran Jo, tapi aku suka sama mas Candra, aku bingung "
" Jangan berjalan di atas hubungan yang menggantung, kalau kamu memang suka sama Candra ya balas perasaan nya, jangan memberi harapan palsu kepada Candra dengan sikap kamu yang seakan-akan sudah menjadi kekasih nya "
" Terimakasih Jo sudah di ingatkan, aku akan pikirkan kembali dan aku akan memberi keputusan ke mas Candra "
" Ya sudah, nanti kita makan siang bersama ya, aku yang traktir "
__ADS_1
" Ya maaf Jo aku sudah terlanjur di ajak mas Candra makan siang juga, next time ya Jo "
" Oooo ya sudah tidak masalah "
" Eh itu Sandra, San sini " teriak Violet melambaikan tangan ke arah Sandra menunjukkan kursi di samping nya yang masih kosong.
" Aduh hampir saja telat " nafas Sandra terdengar tidak beraturan.
" Kamu itu, sudah tau jadwal mata kuliah pak Budi kok bisa sih tidak datang lebih awal "
" Macet Vio, ah capek nya tadi dari tempat parkir sampai ke sini aku lari kencang sekali " Sandra berbicara sambil mengatur nafas nya
" Hahaha " Violet dan Johan tertawa bersamaan melihat wajah Sandra yang panik dan rambut nya yang sedikit acak-acakan.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
" Kita langsung berangkat ya " Candra kembali menggandeng tangan Violet dengan cepat.
" Kita mau makan kemana mas? "
" Ke Carlos ya "
" Eh kenapa ke Carlos mas, rumah makan di sekitar kampus kan banyak "
" Aku ingin yang spesial buat kamu sayang "
" Tapi kan jauh perjalanan nya, aku tidak bisa kalau harus pulang terlalu malam "
Violet sudah membayangkan bagaimana nanti wajah kak Hafis berdiri di depan pintu saat diri nya datang sudah menjelang malam.
" Maka nya kita berangkat sekarang biar tidak terlalu malam pulang nya, ayolah Vio aku sudah terlanjur reservasi tempat nya, lagian ini masih jam 12 kan? " Candra melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.
" Baiklah tapi nanti jangan terlalu lama ya di sana " Violet berusaha menghitung waktu yang akan dihabiskan untuk perjalanan dan untuk makan.
" Iya betul sekali, kamu tau kan mas kalau kakak aku itu posesif banget sama aku"
" Aku janji, sebelum jam 5 sore kamu sudah aku antar pulang " Candra pun ikut menghitung waktu yang dibutuhkan dalam hati nya.
" Terimakasih atas pengertian nya mas " Tersenyum lega ke arah Candra.
" Manis nya kalau senyum, kamu begitu cantik sekali " Candra menatap Violet penuh dengan rasa cinta sambil berjalan beriringan.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhir nya mereka sampai juga di restoran Carlos, saat itu tidak terlihat banyak pengunjung yang sedang makan siang di sana. Biasa nya restoran ini ramai saat weekend karena banyak nya tamu hotel yang sedang menginap.
" Selamat siang kak " sapa petugas restoran saat mereka sudah masuk ke pintu.
" Selamat siang, reservasi atas nama Candra "
" Baik, private room atas nama Candra, silahkan ikuti saya kak "
Violet langsung menoleh ke arah Candra, dia mempererat telapak tangan nya yang sedang di genggam oleh Candra, meminta penjelasan tentang private room yang disebutkan oleh pegawai restoran. Candra yang tau kegelisahan Violet hanya tersenyum tenang.
" Silahkan masuk, kalau butuh sesuatu silahkan hubungi kami dengan telepon yang ada di dalam ruangan "
" Baik terimakasih atas bantuan nya " Candra langsung menarik Violet untuk masuk ke dalam ruangan.
Sesaat Violet mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan itu, di tengah ruangan ada meja makan, sofa terletak di samping kaca besar dengan sajian taman yang indah, dan kaca tersebut tidak bisa terlihat dari luar ruangan tapi dari dalam bisa melihat semua pemandangan yang ada di taman. Di sisi lain ada wastafel dan kamar mandi sehingga pengunjung yang memilih fasilitas private room tidak perlu keluar jika ingin ke toilet.
" Kenapa harus private room sih mas? " ucap Violet yang hati nya sudah merasa tidak enak.
__ADS_1
" Karena aku ingin quality time sama kamu, tidak terganggu dengan orang lain " tersenyum dan menatap lekat ke arah Violet lalu mengandeng nya ke arah sofa.
" Aku sudah pesan makanan jadi kita tunggu dulu ya " Violet hanya tersenyum lalu mengangguk.
" Bagus ya taman nya, burung nya cantik-cantik " Violet berdiri berusaha menjauh dari sisi Candra, dia memandang ke arah taman yang ternyata atas dari taman itu tertutup berupa sangkar agar burung-burung yang ada di taman tidak lepas.
" Sama seperti kamu cantik " Candra menghampiri Violet yang sudah berdiri lalu dia langsung memeluk pinggang Violet dari arah belakang, wajah nya dia taruh di bahu Violet.
Deg hati Violet seakan mau copot, dia tidak pernah berada di posisi se intim ini dengan lelaki, kata-kata kak Hafis langsung terngiang di telinga nya, jaga diri kamu selalu dari lelaki yang tidak bisa mengendalikan diri.
" Mas, jangan seperti ini " Violet berusaha menggoyang-goyangkan tubuh nya agar Candra melepaskan pelukan nya.
" Sebentar saja sayang, aku mencintai kamu Violet " cup, satu kecupan mendarat di pipi kanan Violet dan itu membuat diri nya semakin panik karena ini adalah ciuman pertama untuk Violet dari seorang lelaki.
" Ih lepas mas, nanti ada yang masuk mengantar makanan bagaimana? " masih berusaha mencari alasan agar Candra melepaskan diri nya.
" Mereka tidak akan masuk jika aku tidak membukakan pintu, karena ini adalah private room " satu kecupan lagi mendarat di pipi kiri dan Violet hanya memejamkan mata saja.
" Kamu belum menjawab pernyataan cinta aku, tapi aku akan menganggap bahwa hubungan kita sudah lebih dari seorang teman, aku mencintai kamu sayang, aku ingin selama nya bersama kamu " mendengar ucapan Candra hati Violet semakin terasa tidak karuan.
Melihat Violet yang hanya diam saja tidak menanggapi membuat Candra gemas dengan sendiri nya. Candra menarik dan membalikkan tubuh Violet menjadi menghadap ke diri nya, Violet yang kaget hanya membulatkan mata nya lalu saat itu juga langsung menunduk menghindari bertatap muka dengan Candra.
" Hei kenapa, lihat aku sayang " satu tangan Candra masih merengkuh pinggang Violet dan satu nya meraih dagu agar Violet mau menatap nya.
" Mas jangan begini "
" Kenapa, baru pertama kali ya sedekat ini dengan lelaki, lucu nya kamu tambah cantik menggemaskan kalau sedang panik " ya Candra sangat tau kalau Violet sedang panik dan takut dengan perlakuan nya.
Candra tersenyum saat menatap Violet, dia sedang mengagumi keindahan wajah wanita di hadapan nya. Dan Candra mendekat kan wajah nya ke arah Violet ingin mencium bibir mungil dan merah yang kini sudah bergetar karena takut.
" Jangan mas " Violet langsung menunduk agar Candra tidak bisa mencium nya.
" Sayang please, kenapa? "
" Jangan seperti ini, aku tidak mau hubungan kita berlebihan mas " Violet menggerakkan tubuh nya lagi, berontak ingin lepas dari Candra.
" Diam sayang aku hanya ingin mencium kamu sebentar " bukannya melepaskan Candra malah mengungkung tubuh Violet, dia masih terus berusaha mencium Violet bahkan ciuman nya pun sudah mengenai leher Violet, dia mengarahkan tubuh nya ke arah sofa tapi meskipun begitu Candra kesulitan menguasai karena Violet terus saja tidak berhenti bergerak.
" Kurang ajar kamu Candra " teriakan Violet begitu keras saat diri nya sudah terkurung di atas sofa dengan posisi dia ada di bawah Candra. Sesaat mendengar teriakan Violet, Candra langsung berhenti dan mengendurkan tubuh nya yang sudah menindih Violet.
" Dasar gila kamu, kamu pikir aku perempuan yang mudah saja meladeni nafsu kamu, asal kamu tau aku sebagai perempuan punya akhlak dan prinsip " Menyadari pelukan Candra yang mengendur, Violet langsung mendorong tubuh Candra lalu dia berdiri.
" Sayang, maafkan aku, bukan maksud aku memaksa kamu, maaf maaf aku khilaf "
" Bukan memaksa bagaimana, terus yang kamu lakukan itu tadi apa mas " suara Violet bergetar menahan tangis, dia merapikan baju dan rambut nya yang acak-acakan.
" Okeh aku minta maaf " mendekat ke arah Violet yang terlihat sangat kacau.
" Cukup jangan mendekat " Violet berjalan ke arah sofa lalu mengambil tas nya yang tergeletak.
" Sayang mau kemana? " kini giliran Candra yang panik melihat Violet seperti akan pergi.
" Aku mohon biarkan aku sendiri jangan ikuti aku "
" Oke, maaf akan aku antar kamu jadi jangan pergi sendirian "
" Aku bilang jangan ikuti aku, aku akan pergi sendiri, aku tidak mau dekat sama kamu mas " menetes juga air mata Violet tapi segera dia hapus karena tidak mau terlihat kacau di mata orang lain.
" Aku yang mengajak kamu Vio, jadi aku akan bertanggung jawab atas diri kamu "
__ADS_1
" Tolong ya tolong hargai privasi aku mas " Violet langsung pergi keluar ruangan.
" Violet tunggu " dan Candra mengejar Violet tidak memperdulikan banyak mata yang melihat aksi kejar-kejaran mereka.