
Selama hampir satu jam Violet berada di dalam ruangan bu Rania, beberapa pertanyaan yang di ajukan bu Rania tentang judul skripsi yang di ambil oleh Violet telah di jawab dengan lancar, masih ada beberapa draft kerangka penulisan yang harus di pelajari bu Rania lagi tentang ajuan judul dari Violet dan itu mengharuskan Violet harus menghadap bu Rania dua hari lagi.
" Lega semoga tidak banyak revisi dari bu Rania jadi aku bisa langsung mengerjakan penulisan bab 1,aku yakin jika aku bisa melalui skripsi ini dengan nilai baik maka papa tidak akan pernah menyinggung lagi untuk menutup toko " Violet bergumam dalam hati sambil berjalan menuju ke parkiran, urusan hari ini selesai lebih cepat dan semua itu di luar apa yang sudah dipikirkan nya sejak pagi kalau dia akan berada di kampus sampai siang.
" Ah masih banyak waktu, sekarang aku ke toko dulu menemani Rina menjaga toko dan hari ini aku juga bisa pulang lebih awal agar tidak dapat teguran dari papa lagi " memegang handle pintu mobil tapi sebelum sempat membuka Violet menoleh karena ada yang memanggil nya.
" Vio tunggu " teriak Cia sambil berlari ke arah Violet.
" Hei Cia "
" Ah aku tadi cari kamu di kelas tidak ada dan saat aku ketemu Jihan kata nya kamu sudah keluar ke arah parkiran setelah menemui bu Rania " napas Cia terdengar tidak beraturan karena langsung lari mengejar Violet setelah dapat info dari Jihan.
" Eh ada apa, tenang rileks dulu atur nafas baru bicara lagi "
" Ah iya aku tadi lari nya kencang banget takut kamu sudah keburu pergi "
" Memang nya ada apa Cia? kita duduk dulu yuk disana " Violet menunjuk salah satu kursi di dekat parkiran.
Setelah duduk dan bisa mengatur nafas nya Cia mulai bicara ke Violet.
" Vio kakak sepupu aku mau nikah 3 bulan lagi kamu bisa buatkan souvenir bros dari batu druzy? "
" Ah aku kira ada apa Cia, ternyata mau pesan souvenir, gitu saja kamu nya sampai lari-lari mengejar aku, harus nya kamu cukup kirim pesan ke aku pasti aku juga akan balas "
" Aku orang nya kalau ada perlu suka langsung ketemu orang nya biar jelas dan cepat tersampaikan hehehe, bagaimana bisa? "
" Pasti aku usahakan Cia, minta model yang bagaimana? budget berapa? total berapa bros? dan dipakai tanggal dan bulan berapa? " Violet langsung mencerca Cia dengan berbagai pertanyaan yang membuat Cia langsung membulatkan mata nya bingung menjawab.
" Banyak sekali pertanyaan kamu Vi, dan ternyata aku bingung menjawab karena yang punya acara bukan aku hehehe "
" Ehm kalau begitu bawa kakak sepupu kamu datang ke toko untuk menemui aku,jadi nanti disana kita bisa ngobrol tentang keinginan kakak kamu, di toko nanti kan juga ada katalog contoh bros yang selama ini sudah aku buat jadi bisa buat acuan untuk memilih model "
" Begitu ya, baiklah nanti aku coba kasih kabar ke kakak dulu dan tanya kapan bisa ke toko kamu "
" Iya yang terpenting waktu nya jangan terlalu mepet ya apalagi kalau pesanan nya banyak, harap maklum Cia kan ini hand made jadi proses nya juga lama "
" Iya Vi aku paham, secepat nya aku akan kabari kamu "
" Oke aku tunggu kabar baik nya "
" Ya sudah Vio kalau kamu mau lanjut pulang silahkan, maaf ya aku menyita sedikit waktu kamu "
" Santai Cia, aku free kok dan ini mau ke toko, kalau begitu aku pergi dulu ya, terimakasih sebelum nya sudah tertarik dengan souvenir buatan aku "
__ADS_1
" Selalu takjub Vio, karena hasil dari keterampilan tangan kamu itu luar biasa " Cia mengacungkan jempol nya ke arah Violet sebagai tanda kagum nya.
" Hehehe terimakasih sekali lagi, bye Cia see you again " Violet beranjak berdiri sambil melambaikan tangan nya ke Cia.
" See you Violet " sambil membalas lambaian tangan.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
" Selamat datang " Rina menyapa saat mendengar suara pintu toko terbuka, dia sedang sibuk di kasir dengan antrian 3 orang pembeli.
" Eh mbak Vio, aku kira konsumen hehehe, kok sudah datang mbak kata nya hari ini sibuk di kampus "
" Iya alhamdulillah urusan di kampus lancar jadi aku bisa segera ke toko " Vio langsung masuk ke dalam ruangan yang di pakai sebagai tempat istirahat, gudang dan sekaligus sebagai tempat produksi.
Di tatap nya lagi atap plafon yang hampir runtuh, dalam hati nya dia ingin segera membenahi plafon itu tapi uang untuk operasional masih kurang karena dia sudah khilaf belanja bahan manik-manik dan batu-batuan sehingga menguras juga saldo pendapatan toko.
" Bismillah semoga banyak pesanan dan batu-batuan segera terjual semua, Aamiin " Violet bergumam lirih.
Violet mendekat ke arah lemari kayu yang berisi stok bahan produksi nya, senyum nya mengembang di saat melihat begitu banyak batu-batuan alam baik batu druzy, cabochon, agate dan juga beberapa manik-manik yang berjejer di dalam toples plastik. Saat bergeser ke lemari yang di samping nya terlihat juga stok barang-barang aksesoris lain yang tertata rapi dan itu membuat kelegaan tersendiri di hati Violet meskipun saat ini kondisi keuangan toko sedang menipis.
" Mbak " sapa Rina yang badan nya sedikit masuk di depan pintu.
" Kamu istirahat saja dulu Rin biar aku yang jaga toko, kan nanti kamu sampai sore, maaf ya meskipun urusan aku sudah selesai tapi aku tidak bisa menunggu toko sampai malam, papa sudah mulai menegur aku Rin " terdengar suara kecewa dari Violet saat mengatakan itu ke Rina.
" Semoga nanti pengganti Sinta orang nya sama seperti kamu, loyalitas dan tulus untuk kemajuan toko ini "
" Aamiin, sebentar mbak aku tinggal ada yang beli " dan Violet menjawab hanya dengan mengangguk.
" Stok bros yang di etalase depan aman kan Rin? " Violet melihat etalase khusus bros buatannya yang selalu membuat dia bahagia jika memandang nya karena di etalase itu selalu menjadi daya tarik tersendiri saat pengunjung datang ke toko, dimana pengunjung selalu berdecak kagum saat melihat batu berwarna warni yang sudah di sulap Violet menjadi bros, gelang dan kalung yang elegant.
" Aman mbak, oh ya kemarin itu ada anak perempuan pakai seragam SMA berdiri di depan etalase itu lama sekali dan saat aku tanya kenapa dia jawab sangat suka dengan semua produk yang ada di dalam etalase, sepertinya dia ingin membelikan mama nya bros tapi kata nya uang nya belum cukup "
" Lain kali kalau ada kasus yang seperti itu tanya saja Rin berapa uang yang di miliki nya dan tanyakan model yang bagaimana yang dia mau, lalu tawari dia apa mau dibuatkan produk yang diinginkan atau sesuai budget yang dia punya, nanti catat di buku pre order dan bilang ke dia kapan bisa diambil barang nya " begitulah Violet dia begitu mencintai hobi nya sehingga sering sekali membuatkan customer pesanan sesuai keinginan customer meskipun nanti nya laba yang dia peroleh sedikit, tapi saat melihat kepuasan customer dia terlihat sangat bahagia juga.
" Iya mbak, Rina akan ingat pesan mbak Vio " berjalan menuju Violet sambil membawa buku pre order.
" Mbak ada tiga pesanan hias hantaran untuk tunangan dan empat hantaran untuk pernikahan " Rina menunjukkan buku dimana sudah ditulis dengan rapi oleh Rina konsep yang di minta oleh customer.
" Sudah menghubungi bunda Maya untuk keperluan isi nya " Violet menerima buku dari Rina dengan wajah berbinar.
" Sudah mbak, kata bunda Maya lusa akan di kirim semua "
" Alhamdulillah nanti langsung kita kerjakan ya biar cepat beres semua "
__ADS_1
" Iya dong mbak hehehe "
Selain menjual aksesoris di toko Violet juga menerima jasa menghias hantaran untuk tunangan maupun lamaran dan tidak jarang juga ada konsumen yang minta menghias bingkisan dan kado untuk di berikan ke orang spesial.
" Hari ini alhamdulillah toko ramai dari pagi mbak, coba deh mbak Vio lihat di komputer transaksi kita sampai jam segini sudah dapat banyak "
" Oh ya, wah alhamdulillah Rin bisa buat benerin atap yang lubang ya " Wajah Violet kembali terlihat senang dengan pencapaian hari ini meskipun tadi pagi hati nya sudah kacau karena perkataan papa nya.
" Selamat siang, apa disini jual bros dengan batu druzy warna Violet yang besar? " Saat Violet menatap layar komputer sambil senyum-senyum ada suara ibu-ibu yang masuk ke toko dan langsung mengalihkan pandangan Violet.
" Mama, budhe " kali ini Violet langsung tertawa dan berdiri menghampiri mama dan budhe nya.
" Kok mama sama budhe kesini tidak kasih kabar dulu " Violet mencium tangan mama dan budhe nya bergantian lalu menyeret tangan mama untuk masuk ke dalam gudang.
" Tidak sengaja ini tadi mama sama budhe lewat sini dan ternyata ada mobil kamu jadi budhe kamu minta putar balik menemui kamu dek "
" Wah senang nya dapat tamu istimewah, budhe yang the best buat Vio " Violet langsung bergelayut manja di lengan budhe nya.
" Jam segini kok sudah di toko, kamu tidak kuliah nak " tanya budhe.
" Kuliah tadi budhe, Vio hanya mengajukan judul skripsi ke dosen pembimbing dan alhamdulillah tadi proses nya cepat jadi setelah urusan di kampus selesai langsung ke toko "
" Alhamdulillah semoga skripsi kamu segera tuntas ya "
" Dek atap nya lubang kok tidak dibenahi? awas lho kalau jatuh dan ada orang di bawah nya kan bisa terluka "
" Iya ma belum, ini masih nunggu tambahan omset dari toko, modal toko keluar banyak karena ada pembelian batu yang tidak terkendali dari aku "
" Pakai uang mama dulu, nanti dikembalikan jika omset dari toko sudah ada " terlihat wajah kuatir dari mama.
" Tidak perlu mama, dua atau tiga hari lagi nanti Vio akan cari tukang karena laporan Rina hari ini penjualan ramai "
" Kamu itu ya dek kalau butuh bantuan bilang mama jangan diam saja seperti ini, mama kan juga bisa pilah mana yang harus disampaikan ke papa dan mana yang tidak "
" Ilham masih belum mendukung keberadaan toko ini? padahal toko ini terlihat berkembang pesat dan ramai pengunjung, apa dia tidak punya keinginan untuk bangga kepada anak bungsu nya " nada budhe terlihat tidak suka dengan kelakuan adik nya kepada anak nya.
" Belum mbak " Violet dan mama sama-sama tertunduk mendengar ucapan budhe karena yang dikatakan budhe ada benar nya.
" Jangan patah semangat Vio, kamu harus bisa lagi tunjukkan ke papa kamu kalau toko ini adalah awal dari kesuksesan kamu, yang sabar ya nak "
" Iya budhe terimakasih atas dukungan budhe, sudah ah jangan bahas yang sedih, budhe mau pilih bros atau dibuatkan bros sesuai keinginan budhe? "
" Oh iya budhe baru ingat kalau memang budhe mau pesan bros ke kamu, budhe kan akan ada acara reuni pensiunan hari Kamis besuk nah tiap orang disuruh bawa cindera mata yang nanti nya akan dibagikan, tolong ya buatkan budhe bros sebanyak 25 biji, jangan terlalu besar ukurannya dan untuk warna nya sesuaikan dengan kami para pensiunan "
__ADS_1
" Alhamdulillah siap budhe, terimakasih banyak budhe " inilah ekspresi senang yang selalu terpancar dari wajah Violet saat menerima pesanan bros.