
Toko Violet, begitulah toko itu didirikan dan dinamai sesuai dengan nama pemilik nya. Toko kecil yang ber cat dengan warna ungu itu pun masih berstatus kontrak selama 5 tahun. Violet membuka toko itu dengan modal tabungan nya sendiri, hasil mengumpulkan uang saku dan laba dari produk unggulannya yaitu membuat bros dan aksesoris lainnya yang selama ini dia jual melalui toko online. Sebenar nya tidak ada keinginan dia mendirikan toko offline tapi karena banyak nya pertanyaan tentang dimana letak toko nya dari customer yang sudah berlangganan maka dia berkeinginan untuk buka toko offline.
Berdirinya toko itupun tidak luput dari pertentangan dari papa nya. " Tidak usah buat toko, saat ini kewajiban kamu kuliah dengan baik dan papa hanya ingin kamu fokus belajar dan lulus kuliah dengan predikat terbaik " begitulah jawaban dari papa saat Violet mengungkapkan keinginannya untuk membuat toko di depan keluarga nya. Menurut papa harus nya hobi dilakukan di saat waktu luang jadi jika hobi itu akan ditekuni konsekuensi nya adalah pasti akan mengorbankan tujuan utama dalam hidup. Tapi setelah meyakinkan papa dengan segala perdebatan akhir nya papa membolehkan Violet membuat toko dengan catatan Violet harus tetap mengutamakan kuliah nya daripada urusan toko nya. Sedikitpun papa juga tidak menawarkan modal tambahan meskipun mama merengek kepada papa untuk memberikan uang kepada Violet sebagai biaya sewa bangunan toko, jadi Violet membangun toko itu benar-benar dari modal nya sendiri.
Pertama kali toko berdiri dan masih belum banyak pembeli, Violet mendongkrak pendapatan dengan tetap berjualan online. Saat toko mulai buka Violet hanya merekrut satu karyawan saja yaitu Rina putri dari bibi Muna yang bekerja sebagai ART di rumah nya. Rina mendapat shift pagi sedangkan Violet jaga toko mulai sore sampai malam, saat menjaga toko yang belum ramai Violet menyambinya dengan memproduksi bros, gelang dan kalung lalu dia posting di sosial media, di market place dan jika ada yang beli pagi nya Rina bisa packing dan kirim ke ekspedisi. Hingga satu tahun toko berjalan dan mulai ramai pembeli baik online maupun offline Violet mulai kewalahan, tugas-tugas kuliah Violet yang biasa nya bisa dia kerjakan sambil menjaga toko kini dikerjakan saat malam pulang dari toko dan itu membuat Violet sering tidur hampir dini hari. Papa yang mengetahui kebiasaan Violet yang berubah drastis dan menurut pandangan papa itu sangat merugikan kesehatan dan fokus belajar, maka papa saat itu menegur Violet dan menyuruh nya untuk menutup toko. Disaat papa sudah sering marah-marah dan kondisi toko yang tidak bisa di tinggal begitu saja, terbesit juga di hati Violet untuk menyerah dan menutup toko nya, tapi tiba-tiba ada dukungan dari mama dan kedua kakak nya yang memberi solusi dan itu membuat Violet semangat kembali. Akhir nya Violet mencari tambahan karyawan satu lagi agar dia juga bisa fokus dalam belajar dan toko tetap bisa buka seperti biasa.
Sudah hampir 3 tahun toko Violet berdiri, kini toko itu semakin ramai baik secara online dan offline. Meskipun sudah berjalan selama 3 tahun restu dari papa belum dia dapat sepenuh nya, papa masih punya ambisi agar nanti nya Violet bekerja sesuai profesi yang dia tempuh saat kuliah.
Papa selalu berkeinginan setelah Violet lulus kuliah sebagai seorang apoteker, dia bisa mengembangkan dan mensuport klinik yang sudah di bangun oleh papa nya supaya lebih besar. Kini klinik itu sudah ada praktek beberapa dokter spesialis termasuk juga kak Hafis kakak pertama Violet yang berprofesi sebagai dokter spesialis Ortopedi, kak Rania istri kak Hafis sebagai dokter spesialis anak dan juga kak Elisa yang berprofesi sebagai psikolog. Papa berharap setelah lulus kuliah Violet bisa membuat klinik itu semakin lengkap yang rencana nya akan dibuatkan papa sebuah apotek.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
" Kok santai dek, hari ini libur? " tanya mama saat melihat Violet turun untuk makan pagi dengan masih menggunakan baju rumahan.
" Iya ma Vio libur, besuk baru ke kampus menemui dosen pembimbing lagi " bibir Vio tersenyum melihat ada sambal teri terhidang di atas meja makan, dia langsung mengambil nasi.
" Alhamdulillah bisa santai dong hari ini, bantu mama ya buat bolu kukus untuk arisan RT nanti sore di rumah bu Riza.
" Ehm boleh ma, tapi nantui jam 1 siang Vio ke toko ya, mau mengerjakan pesanan bros nya budhe sekalian mau interview karyawan baru, kata Rina kemarin waktu kita pulang dari toko ada yang masukkan lamaran 2 orang sekaligus " tiba-tiba mama menangkap ada senyum tipis dari bibir papa.
" Oh iya kamu dapat pesanan banyak ya dari budhe kamu "
" Iya ma, kamis kan sudah di ambil sama budhe jadi hari ini aku usahakan bisa jadi dan beres semua " kembali mengambil sambal teri tanpa menambah lauk yang lain.
" Jangan makan sambal terlalu banyak Vio, lauk nya yang ditambah bukan sambal nya " tegur papa melihat Vio mengambil sambal teri yang kedua lebih banyak dari yang pertama.
" Hehehe salahkan mama deh pa, kenapa sambal teri nya enak banget kan jadi nya aku pingin nambah terus " Vio menyengir melirik mama nya.
" Oh ya pa ma, Vio mohon do'a nya ya agar tugas pembuatan skripsi tidak ada kendala, dan mohon do'anya juga nanti jika yang melamar ke toko sesuai kriteria Vio rencana nya mau Vio Terima semua " hanya dengan menggabungkan urusan kuliah saat membahas toko yang bisa membuat papa tidak menegur apapun.
" Pasti papa do'akan yang terbaik untuk kuliah kamu " papa tetap egois tidak mau membahas tentang toko, meskipun di hati nya yang paling dalam tetap mendo'akan juga apa yang diminta Violet untuk toko nya.
" Terimakasih papa " Violet memberikan senyum terbaik nya walaupun papa hanya mendo'akan kuliah nya saja.
" Kenapa mau diterima kedua nya dek? uang operasional toko apa cukup untuk menggaji 3 karyawan? " ada segurat rasa kuatir dari mama karena benahi plafon saja masih menunggu ada omset dari penjualan toko kok malah mau menambah karyawan.
" Beda ya, kalau mama pasti lebih antusias ke toko meskipun tetap mengingatkan untuk belajar dan belajar " batin Violet sambil mengunyah makanan.
" Do'ain ya ma, rejeki sudah ada yang mengatur siapa tau dengan ada nya 3 karyawan rejeki dari toko pun semakin bertambah juga, Vio yakin untuk di mampukan menggaji 3 karyawan sekaligus "
" Aamiin do'a mama selalu menyertai kamu dek "
" Karena rencana Vio, hari minggu toko tidak libur ma, jadi senin, selasa dan rabu nanti mereka bertiga gantian libur selanjut nya yang 4 hari mereka masuk ma, nanti ada yang masuk doble di salah satu shift karena Vio lihat omset toko itu meningkat saat di akhir pekan. Pertimbangan lainnya, jika saat judul skripsi disetujui nanti nya Vio mau fokus mengerjakan bab demi bab biar cepat selesai skripsi nya tanpa terbebani dengan urusan toko, jadi Vio ke toko itu hanya untuk mengecek kondisi toko saja " panjang lebar Vio menjelaskan dan kali ini Vio yang menangkap senyum tipis di bibir papa, Vio sengaja melirik papa nya karena ingin tau tanggapan dari papa.
__ADS_1
Meskipun tanpa tanggapan sekalipun Vio sudah lega karena ada senyum di bibir papa.
" Kamu memang hebat dek " mama pun ikut melirik ke papa.
" Papa berangkat dulu ya, mama tidak perlu mengantar ke depan lanjutkan saja makan nya sama Vio " papa berdiri kemudian mendekati Violet lalu mengelus pucuk kepala anak bungsu nya itu,
" Papa cium tangan dulu dong, hati hati ya papa ku sayang " Violet mencium tangan papa nya lalu dikejutkan dengan satu kecupan di pipi kiri Violet, papa kemudian memutari meja menuju mama dan mengecup pipi mama.
" Hati-hati pa " ucap mama sambil tersenyum lebar.
" Oh ya papa nanti pulang agak malam ma, hari ini ada meeting dengan para dokter "
" Iya pa, semangat "
Papa adalah seorang dokter spesialis bedah umum,saat masih usia produktif papa bekerja di salah satu rumah sakit pemerintah, papa juga buka praktik pribadi tapi sejak papa pensiun papa sudah tidak lagi membuka praktik pribadi. Dan satu tahun setelah pensiun papa mendapat tawaran dari sahabat nya yang punya rumah sakit swasta untuk menjadi direktur di rumah sakit tersebut, sejak itu papa kembali sibuk dengan dunia kesehatan lagi.
" Ada seutas senyum di bibir papa kamu tadi dek, sepertinya semakin kesini kamu semakin pintar mengambil hati papa kamu " mama berkata sambil tertawa.
" Harus ma biar dunia tetap berputar pada Poros nya, jadi harus membuat hati tuan besar baik-baik saja hehehe " Violet cekikikan sendiri dengan ucapan nya.
" hahaha, kalau papa kamu dengar itu toko kamu detik ini juga pasti akan di suruh nutup " ejek mama ke Violet.
Pagi ini kak Elisa tidak ikut sarapan pagi, jam 7 dia sudah harus tiba di klinik terlebih dahulu karena ada janji dengan pasien sebelum berangkat mengajar ke kampus.
" selamat siang " sapa Violet saat masuk ke dalam toko.
" Selamat siang mbak Vio " Violet langsung masuk ke gudang untuk membaca sebentar CV dari calon karyawan nya.
" Sudah aku baca Rin " ucap Violet pelan.
" Itu mereka mbak, tapi dari tadi kok mereka berbincang seperti sudah saling kenal dan akrab gitu ya mbak " Rina dan Violet langsung mengarahkan pandangan kepada dua orang yang duduk berdampingan sambil bergurau.
" Oh ya, mungkin mereka berusaha mengakrabkan diri Rin, ya sudah aku menemui mereka dulu " Violet berjalan menuju sofa yang ada di pojok toko, disana adalah tempat untuk menerima tamu, jika ada customer yang mau konsultasi perihal pesanannya ataupun sales yang biasa nya menitipkan barang dagangan ke toko.
" Selamat siang mbak-mbak " Violet menyapa dengan ramah dan membuat dua perempuan di hadapan nya langsung terdiam, berdiri bersamaan dan langsung menyalami Violet.
" Hai kenalkan nama aku Violet, pemilik toko ini " masih menebar senyum terbaik nya.
" Oh iya ibu Violet " ucap salah satu dari mereka.
" Wah sepertinya sudah tau nama aku sebelum nya ya, ayo silahkan duduk "
" Hehehe iya bu tau dari mbak Rina "
__ADS_1
" Oke, tadi saya sudah baca CV kalian, ehm mana ini yang nama nya Dini dan Meta? " Violet memandang bergantian dua gadis di depan nya.
" Saya Dini bu " jawab gadis yang memakai baju blouse warna biru.
" Dan saya Meta bu " jawab gadis berambut lurus sebahu.
" Oh iya-iya, tidak banyak yang harus saya tanyakan ya, apa kalian sanggup bekerja dengan waktu shift bergantian? "
" Iya bu saya sanggup " jawab Meta " saya juga sanggup bu " Dini ikut menjawab.
" Bekerja disini saya hanya menuntut kejujuran, disiplin, sopan dan bisa bekerja sama jadi tolong di ingat itu ya,teknis pekerjaan nanti menyusul karena saya juga masih harus koordinasi dulu dengan Rina selaku penanggung jawab operasional toko, untuk gaji saya akan memberi gaji sesuai UMR kota nanti juga ada tambahan uang makan dan pasti nya ada bonus tersendiri jika omset dari toko meningkat "
" Bagaimana apa kalian setuju dengan tawaran saya? "
" Ehm maksud nya bagaimana ya bu? saya sih setuju bu tapi tawaran itu kan berlaku jika salah satu dari kami di terima bekerja di toko ini " kembali Meta menjawab pertanyaan Violet dengan wajah bingung.
" Hehehe, berhubung toko ini membutuhkan karyawan jadi saya menerima kalian berdua, jadi bagaimana setuju dengan tawaran dari saya tadi? " Violet mengulangi ucapannya.
" Wah Alhamdulillah terimakasih bu, tapi apa kami tidak ada masa percobaan terlebih dahulu " tanya Dini dengan antusias.
" Pasti ada dong, mulai besuk apa kalian sudah siap masuk kerja? "
" Siap bu " jawab Dini dan Meta bersamaan.
" Bagus kalau begitu, untuk satu minggu ini saya hitung masa percobaan ya jadi kalian bekerja keraslah untuk membuktikan bahwa kalian bisa sanggup memenuhi 4 syarat yang saya ajukan tadi, belajarlah dengan baik dalam mengelola toko ke mbak Rina dia adalah senior kalian di toko ini yang sudah berpengalaman, satu minggu ini kalian hanya mendapatkan uang makan saja, jika dalam satu minggu ini kalian saya nyatakan layak bekerja di toko ini maka minggu depan gaji kalian sudah bisa di hitung "
" Terimakasih bu, anda sangat baik sekali, saya Dini akan berusaha bekerja sebaik mungkin di toko ini, sekali lagi terimakasih "
" Saya juga terimakasih bu, saya pun akan berusaha bekerja dengan baik " Meta menimpali dengan wajah berbinar senang.
" Baiklah, kalau ada apa-apa jangan segan untuk bilang dan menghubungi saya ya, nanti minta nomer HP saya ke mbak Rina, dan kalau kalian sudah mulai resmi bekerja minggu depan nanti akan saya buatkan grup chat untuk toko ini agar memudahkan kita berkomunikasi, ada yang perlu ditanyakan lagi? "
" Tidak bu kami anggap cukup, tapi jika nanti ada yang kelupaan untuk kami tanyakan apa boleh pertanyaan nya menyusul hehehe "
" hahaha, boleh sekali, flexible ya Dini jadi jangan takut untuk bertanya dan mengungkapkan apa yang ingin dikatakan "
" Baik bu, kalau begitu saya pamit dulu, semoga pekerjaan saya nanti sesuai dengan yang diharapkan oleh ibu "
" Saya juga pamit bu, terimakasih Meta sudah di terima bekerja di toko ini "
" Ah terimakasih kembali semoga kita akan menjadi kelurga toko Violet yang menyenangkan ya " Violet berdiri untuk menyalami dua gadis itu dan mereka pergi meninggalkan toko setelah berpamitan kepada Rina dengan senyum yang mengembang.
" Selamat datang " sapa Rina kepada customer yang masuk bersamaan dengan keluar nya Dini dan Meta.
__ADS_1
" Kak ayo, disana kak bros nya " seorang gadis menyeret tangan kakak nya menuju ke etalase bros.