
" Mama kakak sudah pulang? " Tanya Deasy saat menjumpai mama nya di taman belakang.
" Sudah barusan masuk kamar, kenapa sih dari tadi tanya kak Dewa " tanya mama penasaran karena sudah tiga kali Deasy tanya keberadaan kakak nya sejak sepulang dari sekolah dan itu tidak seperti biasa nya.
* Hehehe Deasy minta dibelikan sesuatu ke kakak ma "
" Kenapa tidak minta ke mama atau papa, jangan banyak mengganggu kakak kamu kasihan dia sudah sibuk dengan pekerjaan baru nya "
" Ah nanti kalau Deasy minta ke mama pasti tidak akan dibelikan, sudah ya ma aku mau menemui kak Dewa dulu " sudah berlari tanpa menunggu jawaban dari mama nya.
" Deasy, jangan ganggu kakak kamu, dia baru pulang kasihan pasti capek " dan teriakan mama pun tidak dihiraukan oleh Deasy.
Sebelum masuk kamar Deasy mengetuk pintu dia kali tapi tidak mendengar jawaban dari dalam.
" Kak, kakak, aku boleh masuk? kak Dewa " Deasy memanggil pun masih tidak ada jawaban.
" Ternyata di balkon, pantes tidak dengar saat aku panggil " gumam Deasy lirih sambil masuk ke kamar.
" Kak Dewa " masih belum ada jawaban dari Dewa, hingga langkah Deasy berhenti dan langsung tersenyum saat melihat kakak nya melamun sambil menatap lekat isi dari box warna tosca.
" Ehem, pantesan aku ketuk pintu tidak ada respon aku panggil berulang kali tidak menjawab ternyata lagi mengagumi sesuatu ya, kakak kagum dengan buatan nya atau dengan yang membuat? " Sindir Deasy saat sudah berada di samping Dewa.
" Deasy sejak kapan kamu masuk? " Dewa kaget dengan kehadiran Deasy.
" Segitu nya ya kak, padahal Deasy sudah mengetuk pintu dan memanggil kakak " Dewa langsung menutup kotak lalu menyerahkan kepada Deasy.
" Sudah jangan banyak bicara, itu sudah kakak ambil kan "
" Wah cantik nya sesuai yang aku mau kak, ah bagus aku suka kak, eh ini kok ada cincin dan gelang kak? " Deasy bingung menatap Dewa.
" Kata Violet, itu sudah satu paket karena kakak transfer uang lebih dari harga bros "
" Baik hati sekali sih kak Violet, aku yakin dengan ini semua mama pasti akan senang kak, dan kali ini di luar ekspektasi aku kak " wajah Deasy yang sangat senang membuat Dewa tersenyum tipis.
" Terimakasih ya kak, sudah mau mengabulkan yang Deasy mau, terimakasih sudah bayar kado aku buat mama " Deasy spontan memeluk Dewa dengan kegirangan.
" Hem yang penting jangan bandel, sekolah yang benar "
" Kak Dewa tadi ambil di toko ketemu kak Violet apa tidak? " dan Dewa mengangguk pelan.
" Cieeee kak Dewa, bagaimana kak semakin cantik tidak saat ketemu untuk kedua kali nya? "
" Maksud kamu? " Dewa kali ini yang ganti bingung dengan perkataan Deasy
" Kak, biasa nya aura seseorang itu terlihat mempesona saat pandangan kedua "
" Anak kecil tau apa kamu " Dewa mengelak meskipun apa yang di katakan oleh Deasy benar bahwa dia terpesona dengan Violet saat bertemu di gerai martabak.
" Hahaha ketahuan salah tingkah lho, wajah kakak memerah, kakak jatuh cinta kan dengan kak Violet, kalau tidak jatuh cinta aku yakin kakak tidak akan memandang box ini dengan begitu serius sampai aku panggil pun tidak ada respon, aku tau dan aku yakin karena kakak adalah tipe lelaki yang cuek sama perempuan, tapi dengan kak Violet kakak tidak bisa kan untuk cuek, itu artinya kakak sudah jatuh cinta sama dia " Deasy penyampaian pendapat nya dengan begitu panjang.
__ADS_1
" Kamu itu ya, sudah keluar sana jangan membahas yang tidak perlu, aku mau mandi " Dewa sudah beranjak berdiri dari kursi balkon kamar.
" Aku yakin kakak aku sudah jatuh cinta, perjuangkan kak, dan ingat yang aku sampaikan waktu di mobil kalau karakter kak Violet persis sama mama, dan kakak kan fans berat mama "
" Deasy keluar kamar sekarang " suara Dewa sudah mulai meninggi, entah mengapa dia tidak bisa membantah dengan apa yang dikatakan oleh Deasy.
" Ah iya iya kak, jangan marah begitu, aku keluar tapi aku titip dulu ini di kamar kakak sampai hari ulang tahun mama " Deasy keluar dengan tawa sedikit mengejek ke arah Dewa.
Setelah mandi Dewa langsung merebahkan tubuh nya, kali ini pikiran nya sedang sangat tidak tenang, ada rasa menggelitik dalam hati nya jika teringat dengan Violet. Dewa mengambil HP di atas meja sebelah tempat tidur lalu tanpa ragu dia menggulirkan HP mencari nama seseorang dan menulis pesan.
" Terimakasih ya, Deasy sangat suka dengan yang kamu buat " Dewa sedikit ragu untuk mengirim pesan itu tapi akhir nya dia pun menekan tombol kirim.
Hingga dua puluh menit berlalu masih belum ada jawaban dari Violet, padahal Dewa menginginkan ada jawaban dari Violet.
" Kak Dewa, maaf kak baru balas pesan kakak, aku baru tiba di rumah, sama-sama kak, aku turut senang jika Deasy berkenan " dan sesaat kemudian Dewa langsung kembali membalas.
" Kamu pasti capek, segeralah istirahat jangan lupa makan dan jaga kesehatan kamu " setelah mengirim pesan ini Dewa menepuk kepala nya sendiri karena malu dengan perhatian yang di berikan kepada Violet.
" Terimakasih atas perhatian nya kak, ucapan yang sama buat kak Dewa " Violet bingung harus menjawab apa dengan perhatian dari Dewa yang datang tiba-tiba.
" Sampai bertemu lagi ya Violet "
" Eh iya kak, see you Again "
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah beraktifitas seharian papa, Dewa dan Deasy langsung pulang, mereka sengaja mengosongkan jadwal setelah bekerja dan sekolah. Deasy pun terpaksa harus ijin tidak mengikuti kegiatan ekstra kulikuler dengan alasan ada keperluan keluarga.
" Cantik nya mama ku malam ini " Deasy menggoda mama nya yang sudah berpakaian rapi.
" Perasaan biasa saja, mama kan juga sering pakai baju ini " benar apa yang dikatakan oleh Deasy kalau mama nya itu cantik dan kalem meskipun tidak memakai make up.
" Mama selalu cantik kok, pakai daster rumahan pun mama tetap cantik " Dewa seakan tidak terima dengan ucapan Deasy yang menyebut cantik malam ini.
" Tidak Terima ternyata fans mama " Deasy melengos mengalihkan pandangan dari Dewa.
" Pa, aku cantik kan pa? " Deasy mulai bersikap manja ke papa nya karena dia tau papa nya akan selalu membela nya juga.
" Selalu, tidak ada yang cantik selain kamu sayang " papa menimpali dengan belaian dan kecupan di kepala Deasy.
" Manja " tegur Dewa kepada Deasy yang sudah bergelayut manja di lengan papa nya.
" Sudah ayo kita berangkat, mama sudah lapar "
Tiga puluh menit mereka sampai di restoran yang mereka tuju, semua menu makanan yang sudah di pesan oleh Dewa sudah siap di hidangkan sesuai dengan selera mama.
" Selamat ulang tahun ya ma, semoga di sisa umur ini mama selalu mendapat keberkahan dan sehat selalu " papa mengawali mengucapkan selamat ke mama.
" Maaf ya papa tidak membelikan kado buat mama, nanti papa transfer saja mama bisa beli apapun yang diinginkan " ucap papa saat memeluk tubuh mama.
__ADS_1
" Selamat ulang tahun ma, semoga panjang umur " ganti Dewa yang mengucapkan sambil memeluk mama nya erat kemudian memberikan hadiah berupa kotak warna biru tua berisikan kalung.
" Selamat ulang tahun ya mamaku, tetaplah sehat selalu menjadi mama terhebat buat Deasy, maaf ya ma Deasy tidak bisa memberikan kado istimewa buat mama seperti yang diberikan papa dan kak Dewa, uang tabungan Deasy belum cukup bahkan kado ini pun di sumbang sama kak Dewa hehehe, semoga mama berkenan ya " Deasy memeluk mama nya sambil terisak menangis.
" Eh kenapa menangis sayang " mendengarDeasy terisak mama pun ikut meneteskan air mata.
" Umur mama semakin berkurang, sebenarnya Deasy bukan tambah bahagia tapi Deasy sangat sedih, mama harus sehat selalu ya, temani Deasy sampai Deasy dewasa nanti " masih memeluk mama nya dengan erat.
" Anak mama satu ini memang selalu terbawa perasaan, umur itu rahasia Tuhan nak, berapapun umur mama tapi mama sudah menitipkan anak-anak mama dalam penjagaan Tuhan di setiap doa mama, jadi jangan kuatir kan apapun ya " Mama memeluk Deasy semakin erat mengalirkan kasih sayang nya, yang diikuti oleh belaian tangan papa di rambut Deasy.
" Deasy, sudah jangan menangis " kini papa bersuara karena papa selalu tidak bisa melihat Deasy sedih dan menangis.
" Sudah sayang, mama boleh buka hadiah dari kamu dan kak Dewa? " mama melepas pelukannya kemudian menghapus sisa air mata di pipi Deasy.
" Deasy ini hari bahagia mama kenapa kamu malah buat mama sedih sih? " tegur Dewa.
" Apa sih kak, kakak itu lelaki jadi tidak mungkin merasakan apa yang aku rasakan sebagai perempuan "
" Sudah-sudah kalian kok dari tadi bertengkar, oh ya mama buka ya " mama sudah mengambil kotak perhiasan pemberian Dewa.
" Wah terimakasih kak Dewa, semoga rejeki kak Dewa berlimpah ya, ini cantik sekali kak " wajah mama berbinar senang melihat kalung dengan liontin warna biru muda.
" Sama-sama mama, terimakasih kembali atas doa mama " Dewa langsung antusias menegakkan badan nya saat mama memegang kado yang diberikan Deasy.
" Wah Deasy anak mama, ini cantik sekali sayang, bagus sekali, mama sangat suka, kamu " mama tidak melanjutkan ucapan nya dan kali ini ekspresi wajah mama lebih terlihat senang dari yang pertama, sehingga papa pun mendekat ke arah mama ikut melihat apa yang diberikan Deasy untuk mama nya.
" Ah cantik nya, mama sampai tidak bisa berkata apapun, terimakasih ya nak " memeluk Deasy lagi dengan erat.
" Mama suka kan, maaf ya harga nya tidak seberapa hehehe "
" Bukan masalah harga nya sayang yang penting berkesan buat mama, mama pun juga tidak berharap dapat kado dari papa, kak Dewa sama kamu, karena kalian bertiga ada di depan mama seperti ini mama sudah bahagia " sekali lagi memeluk Deasy dengan erat.
" Ini beli dimana kok bagus sekali? " mama masih menatap hadiah Deasy dengan lekat.
" Nanti deh kalau mama penasaran aku ajak kesana, koleksi nya keren-keren ma, owner nya cantik, kalem, ramah, baik hati lagi, pasti mama nanti juga tertarik sama owner nya, iya kan kak Dewa " Deasy melirik melihat Dewa sambil menjulurkan lidah nya untuk mengejek, dan Dewa hanya melotot ke arah adik nya.
" Oh iya, pasti seumuran mama ya owner nya "
" Masih mudah mama, sudah deh nanti kalau ada waktu luang kita ke sana " ajak Deasy antusias.
" Sudah ayo kita makan dulu, dari tadi kok malah mendengarkan cerita yang di buat Deasy " Dewa sudah benar-benar jengkel melihat tingkah adik nya yang tidak berhenti menggoda dari kemarin.
Akhirnya semua diam sambil menikmati makanan, tapi tidak dengan Deasy, ada saja yang dia ceritakan sambil mengunyah.
Deasy terdiam saat mata nya menangkap sosok yang dia kenal masuk ke dalam restoran. Dia langsung menggeser duduk nya mendekati Dewa.
" Kak, lihat siapa yang baru masuk restoran " Bisik Deasy kepada Dewa.
Dewa menoleh ke arah pintu masuk dan sedikit kaget dengan apa yang di lihat nya. Seorang perempuan berjalan sejajar dengan seorang lelaki sambil tertawa dengan sangat akrab.
__ADS_1