
Awal pekan yang sangat sibuk, karena dosen pembimbing sedang ada kegiatan lain maka Violet juga tidak jadi pergi ke kampus. Sebelum ke toko dia menyempatkan ke toko buku mencari bahan literasi untuk tugas skripsi nya. Setelah itu dia langsung menuju ke toko karena hari ini dia harus menyelesaikan beberapa pesanan yang list nya sudah panjang sekali di buku pre order. Dia juga akan mengevaluasi kinerja dua karyawan baru nya, membuatkan kontrak perjanjian kerja jika memang mereka mau melanjutkan bekerja di toko Violet.
" Rin, untuk pesanan hantaran apa sudah beres? " untuk pesanan menghias mahar dan hantaran Violet tidak perlu turun tangan sendiri, dulu memang awal nya Violet yang mengerjakan tapi seiring berjalan nya waktu bakat seni menghias dari Rina pun sangat dia kagumi jadi untuk pesanan hantaran Violet pasrahkan sepenuh nya ke Rina.
" Beres dong mbak, silahkan di cek mbak, kalau ada yang tidak sesuai kita bisa revisi, masih ada waktu karena jadwal pengambilan baru besuk " Violet berdiri menuju pojok gudang melihat hasil kerja dari Rina.
" Ah kamu semakin kesini semakin berbakat ya, ini lucu bentuk nya, good job Rina, aku suka semua, tapi ini sudah sesuai keinginan customer kan? " dalam pelayanan Violet selalu mengedepankan prinsip harus sesuai dengan keinginan customer agar mereka tidak kecewa.
" Sudah mbak, bisa mbak Vio cek di buku pesanan, aku paham kok nanti kalau tidak sesuai dan ada yang komplain aku sendiri yang repot karena akan kena dua teguran, dari mbak Vio dan dari customer " Rina tidak akan pernah melanggar prinsip yang selalu di ajarkan oleh Violet bahwa kepuasan pelanggan adalah kebahagiaan kita.
" Hahaha, aku percaya sama kamu Rin, kamu memang selalu bekerja sempurna agar aku tidak bisa ngomel ke kamu kan? " Violet tertawa ingat wajah Rina yang selalu menunduk jika dia sedang menegur nya karena masalah pekerjaan.
" Iya betul karena kalau mbak Vio sudah mulai marah omset toko biasanya akan menurun drastis hehehe "
" Oh ya, kamu bisa saja Rin, kok bisa begitu? memang kamu memantau ya kondisi omset toko jika aku lagi marah sama aku lagi senang " Violet mengernyitkan alis nya penasaran.
" Sudah aku teliti dengan seksama mbak, kalau tidak percaya coba deh, eh tapi ya lebih baik jangan "
" Ah aku jadi penasaran Rin " ucap Violet menggoda Rina tapi sebenarnya dia juga penasaran.
" Jangan mbak, deadline pekerjaaan banyak lho nanti malah tidak jadi semua itu list pesanan yang di buku "
" Hahaha, kalau begitu nanti ya kapan-kapan kita coba Rin hahaha " Violet sudah duduk di meja produksi.
" Rina bagaimana dengan meta dan Dini? " mulai menyiapkan baru dan manik-manik, hari ini dia akan banyak mengerjakan pesanan gelang dan kalung sesuai urutan pesanan yang sudah tertulis di buku.
" Kalau aku sih yes mbak, mereka cekatan dalam bekerja, punya tanggung jawab tinggi jadi hanya sekali aku mengajari dan memberitahu mereka tentang protap dalam bekerja di toko dan keesokan hari nya mereka sudah melakukan tugas tanpa aku suruh mbak, mereka juga ramah dalam berkomunikasi dengan customer "
" Begitu ya, oke aku ikut dengan penilaian kamu karena yang setiap hari bersama mereka adalah kamu, kamu siapkan draft perjanjian kontrak untuk karyawan ya, nanti aku akan panggil mereka satu per satu untuk tanda tangan kontrak setelah aku menyelesaikan ini "
" Iya mbak akan aku siapkan setelah ini "
" Untuk pengaturan shift masuk kerja kamu yang atur ya, sesuai yang aku katakan kemarin libur nya bergantian senin, selasa, rabu selanjutnya masuk tanpa libur, hari apa dan shift yang mana yang sekiranya ramai pengunjung itu yang ada dua orang jadi kamu atur ya "
" Iya mbak itu sudah aku buatkan sekedar coret-coretan buat rencana saja, nanti kalau mereka sudah tanda tangan kontrak kerja akan aku coba bicara dengan Meta dan Dini bagaimana enak nya, kita flexible ya mbak masuk kerja nya? maksud aku yang penting tidak ada kekosongan shift jadi boleh tukar hari jika ada yang berhalangan atau ada keperluan "
" Iya dong di buat flexible saja karena keperluan mendadak itu tidak akan bisa kita hindari "
" Terimakasih ya bu bos, anda adalah bos yang luar biasa " Rina dan Violet tertawa bersama.
" Nanti siang ada teman aku bawa kakak sepupu nya mau pesan souvenir dan hantaran Rin, jadi siapkan katalog nya ya "
" Siap mbak Vio, aku keluar mbak mau print kontrak kerja Meta dan Dini "
" Iya " Violet sudah mulai fokus mengerjakan apa yang sudah dia pegang.
Tiba-tiba Violet ingat pesanan dari Deasy yang akan diambil hari ini, berdiri menuju rak kecil yang berjejer barang pesanan yang sudah siap ambil lengkap dengan nota nya.
" Kenapa aku buat bros ini sangat cantik ya " Violet tersenyum melihat box perhiasan warna tosca yang khusus dia siapkan untuk sepaket kado buat mama Deasy, box itu tidak hanya berisi bros yang diinginkan oleh Deasy tapi ada juga gelang dan cincin yang desain nya terlihat begitu spesial.
" Pasti Deasy akan suka dengan yang aku buat ini dan semoga mama kamu juga suka dengan hadiah ini " gumam nya dalam hati saat membayangkan wajah Deasy yang kegirangan.
Diletakkan kembali box itu kemudian Violet kembali melanjutkan bekerja. Hampir dua jam Violet duduk di meja produksi ditemani alunan musik dan lagu-lagu yang dia putar, sesekali dia pun ikut menyanyi untuk mengusir lelah dan jenuh.
" Bu di depan ada kak Cia ingin bertemu "
" Oh iya, suruh tunggu sebentar ya Din, aku mau membereskan ini dulu kurang sedikit lagi "
__ADS_1
" Baik bu " Dini keluar dari gudang
" Din " Mendengar diri nya di panggil Dini menghentikan langkah nya.
" Iya bu, ada yang bisa saya bantu? "
" Din, mulai sekarang jangan panggil bu lagi ya, panggil mbak saja seperti Rina, kita di sini adalah keluarga jadi tidak perlu resmi begitu dengan aku, yang penting attitude nya di jaga ya " seulas senyum muncul di bibir Violet.
" Baik, terimakasih bu hehehe, nanti akan saya biasakan " Violet mengangguk dan Dini pun keluar dari gudang.
Beberapa saat kemudian Violet pun keluar menemui Cia dan sepupu nya, di sofa mereka terlihat sudah sibuk melihat katalog bros dan juga hantaran.
" Cia " sapa Violet.
" Apa, jangan ganggu aku masih fokus memilih " jawab Cia tanpa mengalihkan pandangan.
" Hahaha, kamu itu ya " Violet tertawa menanggapi kelakuan teman sekelas nya itu.
" Kakak pilih yang buat souvenir nya saja, aku yang pilih buat kebaya keluarga "
" Yang jadi pengantin siapa yang milih siapa " sindir kakak sepupu Cia sambil tertawa juga.
" Eh jadi mengabaikan owner nya, perkenalkan mbak Violet nama aku Nindi " mengulurkan tangan menyalami Violet.
" Salam kenal ya kak Nindi "
" Sebenar nya aku sudah ada pilihan dari soft file yang mbak Violet kirimkan, tapi lihat katalog asli nya aku jadi bingung lagi hehehe "
" Lho kenapa bingung, soft file yang saya kirim isi nya sama lho mbak Nindi "
" Iya tapi saat lihat di katalog langsung seperti ini jadi heran kok bisa ya cantik dan bagus begini "
" Nah ini model yang aku pilih, tapi apa bisa aku minta model seperti ini tapi warna nya mix jadi tidak hanya satu warna saja " Nindi menunjuk model bros yang ada di katalog.
" Boleh banget dong, malah aku tuh senang kalau ada pesanan dengan warna mix jadi aku buat nya nanti itu tidak bosen dan tidak memilah batu dan manik-manik yang sama "
" Begitu ya, syukurlah kalau bisa, soal nya aku pingin nya tamu yang dapat souvenir nanti tidak seperti orang kembaran, jadi berwarna warni, aku pesan 500 biji ya mbak Violet deadline tiga bulan lagi bisa kan diambil? "
" Waw 500 biji ya, Alhamdulillah pasti saya usahakan mbak Nindi, doakan saya sehat ya jadi bisa menyelesaikan pesanan dengan tepat waktu " Violet sangat senang dapat pesanan sebanyak itu untuk souvenir biasa nya paling banyak jika pesanan untuk hajatan hanya 300 biji.
" Aamiin, semoga sehat selalu ya, oh iya untuk harga nya sesuai yang tertera di katalog kan? "
" Betul mbak harga sesuai katalog "
" Kalau begitu aku lunasi sekarang ya mbak Vio, aku transfer tapi sebentar menunggu sekalian adik saya yang lagi sibuk pilih bros buat seragam kebaya " Nindi melirik dan menahan senyum melihat ke arah Cia dan di susul tawa dari Violet.
" Hem, kak seperti nya ini bagus ya, pilih warna yang natural saja bagaimana? " Nindi menunjuk bros dengan batu cabochon.
" Aku ikut saja Ci "
" Ya sudah yang ini saja, simple tapi terlihat elegant " menunjukkan katalog ke Violet.
" Berarti yang untuk souvenir pesan 500 biji yang bros untuk kebaya 25 biji, tolong di total ya mbak Violet "
" Baik, Rin tolong buatkan nota nya ya " dan Rina pun bergegas mengambil nota dan menuju ke sofa.
" Ah gelang ini kenapa bagus sekali sih, terdengar suara Cia yang sudah berdiri di depan etalase bros "
__ADS_1
" Lunas ya kak, tapi ini masih nota sementara ya kak Nindi, nanti nota print akan kami sertakan saat pesanan di ambil "
Bersamaan dengan itu pintu toko kembali terbuka dan muncul sosok lelaki yang kini sudah sangat Violet kenal. Dewa mengedarkan pandangan ke seluruh toko dan saat mengetahui posisi Violet dia langsung melambaikan tangan.
" Kak Dewa, sebentar ya kak silahkan duduk dulu " Violet langsung berdiri menyambut Dewa sedangkan Nindi yang tau ada customer akan menemui Violet segera ikut berdiri dan gabung bersama Cia.
" Aku kira yang ambil Deasy kak " sedikit tertegun karena yang ambil Dewa.
" Memang harus nya Deasy yang ambil tapi tiba-tiba dia telepon aku dan minta aku yang ambil, kata nya dia masih ada kegiatan di sekolah nya "
" Oh, sebentar ya aku ambilkan dulu barang nya " Violet berdiri dan menuju gudang.
" Ini kak silahkan di cek dulu "
" Wah pengemasan nya bagus sekali " belum membuka box nya Dewa sudah di buat suka.
" Sesuai budget yang di bayarkan kak "
" Ini bagus sekali, dan ini kenapa ada gelang dan cincin nya? " Dewa bingung karena dia dan Deasy tidak merasa memesan gelang dan cincin.
" Kak dengan budget kemarin aku sudah maksimalkan di bahan bros yang terbaik tapi masih ada sisa uang nya jadi aku buatkan gelang sama cincin, semoga berkenan ya kak "
" Sungguh luar biasa, ini satu paket yang sangat bagus, terimakasih ya pasti Deasy akan sangat senang, begitupun dengan mama, tapi yakin ini aku tidak menambah uang lagi dengan mendapatkan ini semua "
" Yakin dong kak, itu sudah lebih dari cukup " jawab Violet dengan rona wajah malu karena dari tadi mendapat pujian dari Dewa.
" Vio aku pulang dulu ya, terimakasih untuk semua nya " pamit Cia sambil melirik ke arah Dewa yang di mata Cia terlihat begitu tampan dan gagah.
" Ci seperti nya aku tidak asing dengan lelaki yang bersama Violet, apa dia teman kamu juga? " Saat sudah di dalam mobil Nindi penasaran.
" Aku tidak tau kak, baru pertama ini ketemu, ganteng ya kak hehehe " Cia menutup mulut nya langsung tertawa sedangkan Nindi hanya menggelengkan kepala.
" Kamu setiap hari ada di toko? " Dewa mencoba basa basi karena masih enggan untuk pergi dari hadapan Violet.
" Tidak kak, aku ke toko jika ada waktu luang saja karena aku juga masih kuliah "
" Hebat ya masih muda sudah punya usaha sendiri disambi kuliah lagi, sudah semester berapa? pasti ambil jurusan management bisnis "
" Hehehe kebetulan kuliah nya jauh dari ilmu bisnis kak, sudah mulai mengerjakan skripsi kak, dan aku ambil jurusan farmasi alhamdulillah ini menyelesaikan program profesi "
" Apa, jadi setelah ini apoteker? " Dewa kaget dengan kenyataan bahwa Violet adalah calon apoteker.
" Kenapa kak, kaget ya, tidak nyambung ya bisnis aku sama kuliah aku hehehe "
" Aku tidak habis pikir Vio "
" Yang ada di toko ini adalah hobi aku kak, dan aku memang ingin mengembangkan hobi dan impian aku, sedangkan sebagai apoteker adalah tuntutan resmi dari orang tua, jadi harus aku lakukan dengan imbang kak, eh kok aku jadi curhat " menunduk dan tersipu malu karena dengan mudahnya cerita ke Dewa.
" Kamu perempuan hebat aku salut, bolehkan aku memanggil nama kamu Vio "
" Biasa saja kak, aku juga seperti wanita kebanyakan, boleh kak asal jangan di panggil Siti karena itu bukan nama aku " Dewa dan Violet tertawa bersama.
" Vio kamu menyenangkan ya jika diajak ngobrol, apa boleh aku minta nomer HP kamu? maksud aku siapa tau Deasy atau mama aku mau pesan bros " Dewa kikuk sendiri dengan ucapan nya.
" Boleh tapi kan sudah ada nomer toko yang sudah di simpan Deasy kak " jawab Violet dengan polos nya.
" Aku mau nya berurusan langsung dengan owner nya bukan dengan nomer toko " Dewa berusaha menegaskan biar tidak ada lagi penolakan dari Violet.
__ADS_1
" Oh begitu ya, boleh silahkan di catat ya ini nomer HP aku " Violet menunjukkan nomer HP nya.