
Siska mengantar Ayu dan Anggita sampai ke depan rumahnya. Hujan sudah tak begitu deras dibandingkan tadi saat mereka baru datang,
Bersamaan dengan itu, sebuah mobil tampak pula memasuki halaman rumah, mobil yang jelas tak asing untuk Siska,
Ayu pun kembali berpamitan dan cepat mengajak Anggita untuk pergi karena hari sudah sore, acara di rumah sang kakak akan dimulai setelah Maghrib dan itu tinggal sebentar lagi,
Anggita bersalaman dengan Siska, lalu menyampaikan pesan jika nanti kue nya akan ia ambil sendiri di tanggal empat belas karena untuk kejutan pacarnya di malam tanggal lima belasnya,
Siska tentu saja menyanggupi, karena baginya, permintaan semacam itu dari pelanggan adalah sesuatu yang wajar dan tidak terlalu memberatkan,
Anggita berjalan ke arah mobilnya Ayu, menyusul temannya itu untuk masuk ke dalam mobil,
Bersamaan dengan itu, Candra, suami Siska turun dari mobilnya sendiri, laki-laki muda itu berjalan menuju sang isteri yang kini masih berdiri di teras rumah sambil mengawasi mobil Ayu yang mulai pelahan meninggalkan pelataran rumahnya,
"Siapa?"
Tanya Candra pada Siska, matanya ikut menatap mobil Ayu yang menjauh,
"Adiknya Bu Sofi,"
Jawab Siska,
"Oh,"
Candra tampak mengangguk, lalu berjalan masuk ke dalam rumah,
Siska kemudian menyusul masuk mengikuti sang suami,
"Mau mandi dulu atau mau dibuatkan teh dulu?"
Tanya Siska dari belakang Candra,
Tampak Candra yang kini berjalan menuju kamar tampak menggeleng,
"Tidak usah bikin teh, aku hanya pulang untuk mandi dan ganti baju, ada acara dengan teman-teman di kantor,"
Jawab Candra saat sudah masuk kamar, tangannya tampak sambil meletakkan tas kerjanya di atas meja dekat pintu kamar,
"Acara apa?"
Tanya Siska agak kurang senang mendengar lagi-lagi Candra ada acara di luar rumah yang ia tak pernah diajak serta,
"Acara laki-laki, kamu tidak akan suka,"
Sahut Candra yang kini terlihat melepaskan kancing kemejanya satu demi satu,
"Acara laki-laki?"
Gumam Siska menatap suaminya dengan tatapan menyelidik,
Seolah tak mau mata mereka saling bertemu dalam waktu yang lama, Candra cepat berbalik sambil melepas semua kemejanya,
Membuat Siska hanya mampu menikmati punggung sang suami saja,
Sudah cukup lama mereka tak pernah berhubungan badan, dan kini, saat Siska mulai merasa kesepian, ia mendapati sang suami seperti tak semangat,
__ADS_1
"Aku mungkin akan pulang agak larut, tidak usah menunggu pulang, nanti kamu sakit,"
Kata Candra yang lantas berjalan menuju kamar mandi,
"Tidak ingin mengajakku mandi bersama?"
Tanya Siska,
Candra menoleh ke arah isterinya, agak heran Siska yang selama ini begitu datar tiba-tiba bertanya demikian,
"Aku..."
Siska berjalan mendekat, meski sebetulnya sebagai perempuan ia merasa ini adalah hal gila, sesuatu yang terkesan begitu murahan meskipun di depan suami sendiri,
Tapi...
"Baiklah, jika kau mau, kemarilah,"
Jawab Candra yang lantas mengulurkan tangannya untuk kemudian meraih tangan Siska dan menariknya ke dalam kamar mandi.
...****************...
"Selamat sore pemirsa, kasus ditemukannya satu kerangka di halaman belakang sebuah rumah tua kini satu demi satu mulai mendekati titik terang,"
Pembawa berita terdengar mengawali pemberitaannya,
Berita yang masih sama, tentang kasus penemuan kerangka yang diduga kuat jika sosok itu adalah seorang perempuan,
Dari hasil kepolisian menyampaikan jika kerangka tersebut besar kemungkinan adalah seorang asisten rumah tangga yang sekitar tahun 1977 sempat dikabarkan menghilang secara tiba-tiba oleh majikannya,
Kemungkinan jika perempuan itu melarikan diri karena tak betah atau juga memang bermasalah dengan yayasan yang menyalurkannya,
Dari penelusuran wartawan TV yang kini tengah menayangkan beritanya, saat ditelusuri kantor yayasan yang menyalurkan tenaga kerja sosok perempuan tersebut juga telah lama tutup,
Bisa jadi karena kasus hilangnya salah satu orang yang disalurkan itu, atau juga mungkin oleh hal lainnya,
"Carilah, aku di sini,"
Kata Nenek yang kini duduk di kursi goyang sambil menonton berita di TV,
"Ya, saya ingat dulu di situ terakhir kali ditempati pasangan suami isteri, tapi saya lupa namanya,"
Seorang narasumber yang wajahnya tampak diblur terdengar menjelaskan,
Dari suaranya, jelas itu suara nenek-nenek juga yang mungkin seusia dengan Nenek,
"Apa anda mengenal baik keluarga yang terakhir tinggal di sana?"
Tanya si wartawan,
"Tidak begitu kenal, hanya tegur sapa biasa saja, tapi saya rasa mereka orang yang baik, terutama isterinya, ia orang yang ramah,"
Kata si narasumber seolah mengenang,
"Ibu sendiri kan rumahnya cukup dekat, apa tidak ada firasat atau apa dengan rumah ini Bu?"
__ADS_1
Tanya si wartawan,
"Oh, tidak ya, semua hanya merasa terganggu karena kosong lama saja, tidak lebih,"
Jawab narasumber,
Nenek terkekeh-kekeh, seolah hal itu lucu macam melihat acara lawakan jaman masih ada almarhum Olga,
Sementara itu, di dalam kamar, Siska dan sang suami tampak masih sibuk melepaskan keinginan satu sama lain, dari kamar mandi berpindah ke tempat tidur lalu berpindah lagi, mereka rasanya begitu menikmati sesuatu yang telah lama hilang dalam rumah tangga mereka beberapa waktu terakhir,
Hingga...
Candra mengecup kening istrinya, saat semuanya akhirnya bisa mencapai puncak masing-masing,
Siska matanya berkaca-kaca, menatap suaminya dengan sepenuh hatinya,
Candra, adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhir untuk Siska, tak pernah ada satupun nama laki-laki lain yang pernah mengisi hatinya, dan Siska pun tak menginginkan ada lagi nama lain selain Candra,
Bagi Siska, janji setianya pada Candra adalah sudah menjadi hal yang mutlak, dan harapannya tentu Candra pun akan begitu juga,
"Aku mau mandi lagi,"
Kata Candra sembari melilitkan handuk di pinggang,
Siska mengangguk pelan, tubuhnya bersembunyi di balik seprei tempat tidur yang acak-acakan,
"Mas akan tetap pergi?"
Tanya Siska,
Candra menatap istrinya sembari tersenyum,
"Tidak, aku akan makan masakan istriku saja untuk makan malam, lalu tidur nyenyak,"
Sahut Candra, membuat Siska tentu saja bahagia mendengarnya,
Siska turun dari tempat tidur, sambil masih dengan sprei yang menggulung tubuhnya,
"Aku juga akan mandi lalu akan masak dengan cepat."
Kata Siska,
"Ya, baiklah, tapi nanti buatkan kopi dulu, biar aku bisa menunggu masakan matang sambil ngopi dan menyelesaikan pekerjaanku,,"
Pinta Candra,
"Ya, aku akan buatkan, kebetulan tadi ada pesanan brownies masih ada bahan untuk satu loyang kecil, jadi ku buat saja sekalian,"
"Hmm ide bagus untuk teman minum kopi sore ini,"
Kata Candra tersenyum lalu merangkul Siska masuk ke dalam kamar mandi lagi,
Nenek sendiri di ruang TV masih terkekeh-kekeh, menonton berita penemuan kerangka perempuan yang diduga adalah, Intan.
...****************...
__ADS_1