Tragedi

Tragedi
29. Menuai Apa Yang Ditanam


__ADS_3

Nenek Maryati dijemput pihak kepolisian untuk kemudian dibawa ke kantor polisi, dengan disaksikan ratusan pasang mata dan juga kamera para wartawan, Nenek Maryati dengan tenang berjalan menuju mobil polisi,


"Aku tak bersalah, aku hanya melakukan sesuatu yang alam juga pasti akan melakukan itu pada mereka yang berbuat salah,"


Kata Nenek Maryati pada semua orang yang ia lewati,


Tampak sebagian dari mereka ada yang merinding melihat sosok Nenek Maryati yang sangat santai setelah membunuh seseorang,


Sementara sebagian yang lain justeru merasa apa yang dilakukan Nenek Maryati adalah sesuatu yang sangat wajar dan bahkan mereka yang kebanyakan perempuan bersuami merasa ingin mendukung apa yang dilakukan Nenek Maryati,


"Kerangka itu, aku juga yang membunuhnya, kalian tahu, kerangka yang ditemukan di rumah tua itu, dia juga perempuan yang pantas dihabisi, dia menjual murah tubuhnya untuk menggoda suamiku..."


Kata Nenek Maryati pada semua orang saat akan masuk ke dalam mobil polisi,


Sementara itu, Siska di dalam Rumah Sakit menangis histeris karena mendapati kenyataan yang begitu mengerikan,


Suaminya yang berselingkuh mati kecelakaan dan selingkuhannya dibunuh oleh Neneknya, semua terjadi dalam satu hari,


Sungguh pastinya satu pukulan yang sangat berat bagi Siska mendapati kenyataan sepahit ini.


...****************...


SEKILAT INFO,

__ADS_1


"Pemirsa, telah terjadi pembunuhan sadis di sebuah Rumah Sakit milik pemerintah daerah yang dilakukan oleh seorang Nenek. Pelaku yang ditangkap petugas keamanan Rumah Sakit tanpa perlawanan dijemput oleh pihak kepolisian dan akan melalui berbagai pemeriksaan, dari kesaksian orang-orang di tempat kejadian perkara, peristiwa tragis tersebut terjadi di dalam kamar perawatan korban yang semalam baru saja dilarikan dari sebuah apartemen yang masih satu kawasan dengan Rumah Sakit tersebut, korban yang saat dilarikan sudah dalam keadaan kritis karena baru saja melakukan percobaan bunuh diri tampaknya baru melewati masa kritisnya saat akhirnya dibunuh secara brutal oleh pelaku."


Orang-orang di banyak tempat melihat berita di TV sampai tercengang,


Orang-orang di warkop, orang-orang yang mengantri di salon, orang-orang yang mengantri di Bank, orang-orang yang ada di rumah-rumah mereka,


"Perempuan seperti mereka memang sudah seharusnya dibunuh, bahkan alam pasti juga akan mengganggap aku melakukan hal yang benar, hahahaha... hahahaha..."


Gambar Nenek Maryati saat baru keluar dari Rumah Sakit dengan penjagaan ketat polisi direkam dan ditayangkan di berita TV,


"Intan, kerangka mayat itu, dia juga aku yang membunuh, dia juga perempuan penggoda suami orang, sudah sepantasnya dia aku bunuh, sudah sepantasnya dia aku membunuhnya, hahahahahaha... hahahaha..."


Nenek Maryati tertawa sama sekali tak memperlihatkan kepanikan di depan banyak kamera wartawan, dan juga di depan polisi,


Nenek Maryati menyeringai,


"Menusuknya dengan pisau dapur, dan menghantamnya dengan palu besar hingga wajah cantiknya hancur,"


Kata Nenek Maryati tepat di depan kamera wartawan,


Orang-orang yang melihat berita bergidik,


"Jelas dia psikopat, dia benar-benar psikopat,"

__ADS_1


Banyak laki-laki bicara heboh,


"Hmm baguslah ada Nenek yang tegas begitu, biar tahu rasa itu perempuan yang suka gatel dengan suami orang,"


Crek crek!


Seorang Ibu mengiris wortel di atas talenan dengan semangat sambil menonton berita,


Dan dalam sekejap berita tentang Nenek psikopat bernama Maryati pun memenuhi seluruh berita TV Nasional, pun juga di berita media cetak, online bahkan para yutuber berlomba menjadi wartawan dadakan.


Pembasmi perempuan perusak rumah tangga, judul itupun memenuhi banyak berita online, menarik banyak emak-emak garis keras membaca dengan semangat.


Sebuah fenomena yang entah harus dikatakan apa, karena dilain sisi yang dilakukan Nenek Maryati adalah sebuah kekejaman, namun di sisi lain sang korban pun melakukan kekejaman dengan cara yang lain.


Ya kejam, karena menghancurkan sesuatu yang sudah dibangun atas nama Tuhan.


Meskipun apa yang dilakukan oleh Nenek Maryati tetap adalah sebuah tindakan melanggar hukum, dan tak bisa dibenarkan, namun untuk banyak perempuan yang mengalami hal yang sama dengan Nenek Maryati, yang pastinya sulit mencari pembelaan secara hukum, mereka pastinya mampu memaklumi apa yang telah dilakukan sang Nenek.


"Aku membenci mereka yang menjadikan kecantikan mereka murah, jika memang cantik, carilah yang masih sendirian, jangan mencuri yang sudah milik orang lain, jika tak bisa mencari sendiri, berarti dia kalah dengan perempuan yang tak cantik tapi bisa mendapatkan laki-laki lajang."


...SELESAI...


Note : Ambil pesan pentingnya gaes membaca novel ini. Hehehe...

__ADS_1


__ADS_2