
Matahari bersinar terang di hari ini, memberikan kehangatan pada semua mahluk hidup di bumi.
Tapi sepertinya tidak untuk beberapa orang yang berada di ruangan ini.
Wajah mereka semuanya terlihat kusut dan lelah karena begadang semalaman. Tidak ada yang beranjak dari tempat mereka duduk dari malam hingga berganti pagi.
Mereka semua masih setia menunggu untuk memastikan Seyla akan baik baik saja, dan menunggu hingga dia sadar dari mimpi panjangnya. Dan benar saja, Reza" yang duduk di kursi di samping tempat tidur Seyla" mendapat pergerakan dari tangan Seyla yang dia genggam semalaman.
Perlahan tapi pasti, Seyla" mulai membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk di retinanya. menatap dan melihat sekeliling.
"Sayang...kamu sudah sadar.....?" menatap Seyla dengan perasaan yang sangat bahagia.
Mendengar "Reza" bicara pada Seyla," sontak semua berlari ke arah tempat tidur Seyla.
"Sayang...kamu sudah sadar nak....?." ucap mama Ratih sambil menciumi wajah putrinya itu.
Mereka semua sangat bahagia karna "Seyla sudah sadar, tapi mereka bingung karna "Seyla diam saja dan tidak merespon sama sekali.
Rizky berlari keluar dan memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan Seyla.
__ADS_1
Dokter pun mulai memeriksa "Seyla, dari tekanan darah, detak jantung dan mata untuk melihat keadaan nya.
"Nona Seyla, bagai mana perasaan anda ?" ucap dokter itu karna kondisi Seyla terlihat baik baik saja. Tekanan darah dan detak jantungnya terlihat sudah normal.
"Baik dok,,," jawab Seyla.
"Baiklah,,,kalau begitu."
"Bagaimana keadaan putri kami dokter ?." tanya pak Hendro.
"Putri bapak baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan hanya perlu menunggu masa pemulihan. " jelas dokter pada pak Hendro. mereka semua lega mendengar penjelasan dokter bahwa Seyla sekarang baik baik saja.
"Iya dok,,,terima kasih banyak.." ucap pak Hendro sambil menjabat tangan dokter tersebut.
Seyla menatap satu persatu wajah orang yang berdiri di sekelilingnya. Terasa asing tapi dekat baginya, terasa dekat tapi juga asing baginya. Dia bingung harus bagaimana bersikap.
Hati dan pikirannya terasa penuh, bagaimana tidak. Jiwa dan raga yang berbeda bersatu menjadi satu tapi tidak ada yang hilang. masa lalu dari pemilik jiwa dan raga bercampur menjadi satu. kini dia akan menjadi orang yang berbeda karna memiliki dua kenangan yang berbeda dalam satu tubuh dan satu jiwa yang telah menyatu sempurna.
"Seyla kamu sudah sadar nak,,,,?." suara bu Ratih menyadarkan Seyla dari lamunannya.
__ADS_1
"Su,,,sudah bu....eh...sudah ma..."jawab Seyla terbata karna dia saat masih menjadi "Sari tidak pernah memanggil ibunya dengan panggilan mama. tapi kini dia harus mulai belajar dengan panggilan baru kepada semua keluarganya. walau sulit dia akan terus berusaha karna janjinya pada sang pemilik tubuh.
"Apa ada yang sakit sayang,,,,?."
"Enggak ma,,,aku baik baik saja, mama gak usah kawatir ya..."
Semua menatap heran ke arah Seyla, karna tidak terlihat seperti biasanya. Seyla yang biasanya bawel, manja dan cerewet kini berubah menjadi pribadi yang lebih dewasa dan juga lebih sopan.
"Kenapa,,,,? kalian semua terlihat bingung, apa ada yang salah....?" Seyla bertanya karena kini dirinyalah yang jadi bingung melihat semua keluarganya menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Tidak nak,,tidak ada yang salah. Apa kamu lapar sayang...?" mama Ratih mencoba mencairkan suasana.
"Iya ma,,Seyla lapar."
"Baiklah,,biar mama suapi."
Seyla mengangguk tanda setuju. Setelah selesai makan dan minum obat "Seyla kembali istirahat. Dia ingin cepat sembuh dan kembali pulang, dia tidak betah berlama lama di rumah sakit.
Halo kakak jangan lupa like,comen dan vote ya.....
__ADS_1
Tekan favorit dan berikan ranting ⭐⭐⭐⭐⭐ makasih 😀😀😀