
Candra malam itu sama sekali tak bisa tidur, meskipun suasana begitu mendukung untuk istirahat karena hujan di luar sana kembali turun,
Tampak laki-laki muda berparas tampan itu duduk di kursi depan meja kerjanya di kamar, meja yang menghadap ke jendela kaca di mana dari sana juga ia bisa melihat ke arah halaman belakang,
Laptop di depannya terlihat menyala, namun tak ada satupun yang ia kerjakan selain melamun memikirkan setiap kalimat yang Nenek mertuanya katakan,
Entahlah...
Sebetulnya, selama ini Nenek juga sering melakukan hal yang tak wajar, tapi apa yang ia lakukan dan katakan padanya tadi jelas paling mengerikan, apalagi ia juga seperti benar-benar telah mengerti tentang sesuatu,
Dan...
Candra sejenak merasa kembali merinding, tatkala terbayang lagi di matanya, ketika Nenek menusuk chicken katsu sampai ujung pisaunya mengenai piring sambil mengatakan kalimat yang mengerikan,
"Perempuan syetan yang senang dengan suami orang lain harus dicincang,"
"Cincang sampai habis, agar mereka jera, agar yang lain tak ikut-ikutan,"
"Mata perempuan yang suka memandangi wajah suami perempuan lain, sebaiknya kita colok dengan garpu!"
__ADS_1
Candra yang terus terbayang ekspresi wajah Nenek mertuanya, dan juga bagaimana cara dia menusuk dengan pisau dan garpu seolah benar-benar mengenai wajah seseorang, membuat Candra pun menggeleng-gelengkan kepalanya berulangkali karena mulai merasa pusing,
Hingga...
Candra tiba-tiba teringat hp miliknya yang tengah ia Chas,
Cepat Candra pun segera beranjak dari depan meja kerjanya untuk menuju meja dekat kamar mandi di dalam kamarnya bersama Siska,
Ah yah, Siska, isterinya itu kini tampak tidur dengan pulas,
Mata Candra pun sejenak langsung berkaca-kaca saat ia menyempatkan diri menatap sedih Siska yang kini tidur sambil memeluk guling,
Siska, nyatanya perempuan itu memang tidak seperti perempuan lain yang banyak menuntut ini dan itu padanya, ia sama sekali tidak manja dan sangat mandiri sejak mereka masih pacaran,
Sungguh, untuk menjadi istri, Siska tentu sama sekali tidak ada kesalahan, yang bahkan ia bukan hanya merupakan istri idaman, namun juga seorang menantu yang akan disukai setiap mertua,
Tapi, sayangnya, memiliki istri yang seperti Siska, yang menjadikan rumah tangga rasanya selalu datar dan terlalu nyaman, membuat laki-laki seringkali ada saatnya merasa ada kejenuhan sebagaimana yang dirasakan Candra,
Ya, ia akui, beberapa waktu yang lalu, ia merasa ada satu masa terjebak dalam rasa jenuh menjalani rumah tangga yang terlalu datar dan sama sekali tak ada gejolak,
__ADS_1
Saat di mana ia merasa menjalani rumah tangga hanya sekedar menjalani rutinitas bersama tanpa ada satupun hal baru,
Hingga, di saat itu, Candra tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis di satu acara temannya, yang semula hanya kenal biasa, lalu jadi bertukar nomor lalu intens berkomunikasi dan semua terjadi seperti air mengalir saja,
Ya, tak ada rencana, semua terjadi begitu saja, semacam ada selingan baru di tengah rutinitas yang mulai menjenuhkan, namun akhirnya kini...
Boom!
Candra tersadar, jika apa yang ia jadikan selingan baru dalam rumah tangganya adalah bom waktu yang pada saatnya akan meledak,
Dan kini, bom itupun sudah siap meledak, yang pastinya bukan hanya akan menyakiti dirinya sendiri, namun juga orang-orang di sekitarnya, terutama istrinya,
Ya, Siska, isterinya, yang sejatinya tak tahu apa-apa, dan tak salah apa-apa, yang ia bahkan sampai tadi Neneknya mengancam Candra seolah ia benar-benar tahu sesuatu pun masih berusaha membela sang suami menunjukkan ia memang isteri yang benar-benar mempercayai suaminya,
Candra tanpa terasa meneteskan air mata, dadanya tiba-tiba kini terasa sesak, rasa bersalah itu membuncah dan membuatnya semakin terjebak dalam pusaran ketakutan akan kehilangan sosok Siska pada akhirnya,
Tapi...
"Aku hamil, aku hamil anakmu Mas,"
__ADS_1
Suara gadis itu, Anggita, seolah terngiang-ngiang terus sejak tadi, berselang-seling dengan kata-kata Nenek mertuanya, hingga membuat kepala Candra serasa akan pecah.
...****************...