Tragedi

Tragedi
Rumah Duka


__ADS_3

Di sebuah rumah yang terlihat kecil, terdengar suara tangisan yang sangat memilukan. Rumah itu sudah di penuhi oleh para pelayat dan keluarga yang datang untuk ber bela sungkawa.


Rencana nya jenazah Sari akan di bawa pulang ke kampung halaman nya. Karena dua putranya juga tinggal di sana.


Terlihat sebuah mobil baru saja tiba di sana, begitu mobil itu terparkir keluarlah seorang pria paruh baya dari dalam mobil itu. Ternyata itu adalah pak Ridwan yang sengaja datang mewakili keluarga untuk meminta permohonan maaf dan menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan.


Pak Ridwan pun langsung masuk ke rumah itu dan menemui keluarga yang sedang ber duka cita.


"Maaf pak,,, kenalkan saya Ridwan,"kata pak Ridwan memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.


"Saya Boby,,,,dan kalo boleh tau ada perlu apa bapak datang ke rumah saya,saya sedang berduka cita pak."


"Begini pak, saya mewakili putra dan keluarga mau minta maaf,,,,, dan mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya istri bapak. Saya tau permintaan maaf tidak akan cukup, karna putra saya lah yang menyebabkan kecelakaan tersebut hingga istri bapak sampai meninggal. Tapi saya masih berharap pak boby mau memberi maaf kepada putra dan keluarga kami semua dan menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan."kata pak Ridwan panjang x lebar.

__ADS_1


"Saya akan maafkan pak,,,karna saya tau istri saya tidak akan suka kalau saya mengambil jalur hukum dan dia tidak akan bisa ber istirahat dengan tenang."kata pak Boby.


"Kalau begitu, saya mohon ijinkan saya yang mengurus pemakaman dan semua biayanya pak.Dan saya juga ingin ikut mengantar sampai ke kampung halaman dan mengikuti acara pemakaman istri bapak."kata pak Ridwan memelas.


"Baiklah pak,,,,saya tidak keberatan."ucap pak Boby.


Jam menunjukkan pukul 19.00 wib dan mobil ambulance sudah siap untuk berangkat ke tempat tujuan ya itu kampung halaman Pak Boby.


Pak Ridwan juga ikut ke kampung halaman pak Boby untuk mengikuti acara pemakaman Sari.


Di rumah sakit, setelah kepergian pak Ridwan tadi tidak begitu lama keluarlah dokter yang menangani operasi Seyla.


Pak Hendro langsung menghampiri dokter itu dengan perasaan yang kawatir,, takut mendengar kalau kabar buruklah yang akan dia terima.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi putri kami dokter?"kata pak Hendro.


"Tenanglah pak,,,putri bapak baik baik saja operasinya berhasil dan sudah melewati masa kritis."kata dokter tersebut.


"Terima kasih banyak dokter,,,karna telah menyelamatkan putri kami."kata pak Hendro menjabat tangan dokter tersebut karna dia sangat bahagia mendengar bahwa putrinya baik baik saja.


Reza sadar dan menatap sekelilingnya."Dimana aku?"mencoba mengingat sesuatu.


"Reza kamu sudah sadar nak?" mamanya sedikit berlari menghampirinya.Bukannya menjawab pertanyaan mamanya malah balik bertanya.


"Ma,,bagaimana keadaan Seyla? dia baik baik saja kan,, ma."tanya Reza dengan wajah yang sangat serius dan tidak sabar untuk mendapatkan jawaban dari sang mama.


"Tenang nak,,Seyla akan baik baik saja, operasi berhasil dan juga sudah melewati masa kritis tinggal menunggu siuman saja." kata mama mencoba menenangkan putranya karna dia tau Reza begitu terlihat kawatir dengan keadaan Seyla.

__ADS_1


Reza turun dari tempat tidurnya dan melangkah keluar, ingin memastikan sendiri keadaan Seyla.


Dia tidak akan bisa tenang sebelum melihat sendiri bagai mana keadaan kekasihnya itu.


__ADS_2