
Seyla telah di pindahkan keruangan VIP, tapi belum sadarkan diri, seluruh keluarga sudah berkumpul kecuali pak Ridwan yang masih berada di kampung halaman pak Boby suami dari Almarhumah Sari.
Rizky yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari Reza bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi.
Matanya memerah dengan tangan yang mengepal kuat dan sorot matanya yang begitu tajam menatap ke arah Reza seperti sudah siap menerkam.
Rizky pun mulai bertanya dengan suara yang bergetar menahan amarah karna tidak mau membuat keributan. Dia sadar betul bahwa mereka sedang berada di rumah sakit jadi dia harus setenang mungkin mengendalikan amarahnya.
"Reza, apa yang sebenarnya terjadi...? Bagaimana bisa kalian mengalami kecelakaan."
"Maaf mas Rizky, ini semua salahku. Aku yang membuat Seyla terbaring tidak berdaya seperti ini." Dari nada bicaranya jelas sekali dia sangat merasa bersalah atas apa yang menimpa kekasihnya itu.
"Jangan bertele tele jelaskan saja apa yang sudah terjadi." kata Rizky dengan emosi yang sudah memuncak tapi masih mencoba menahannya.
"Rizky,,,,tenanglah nak, semua bisa di bicarakan secara baik baik dan tidak melibatkan emosi."kata pak Hendro menepuk bahu putranya itu.
__ADS_1
"Sebenarnya telah terjadi kesalah pahaman antar aku dan Seyla, dan Seyla tiba tiba saja minta putus dariku. Saat dia akan pergi aku menahannya, karna aku takut akan terjadi sesuatu kalau dia berkendara dalam keadaan marah. Aku membawanya ke mobilku dan berniat mengantarkan dia pulang. Tapi di perjalanan tiba tiba dia membanting setir dan aku hilang kendali dan terjadilah kecelakaan itu."
Wajah Reza di tekuk, air matanya mengalir dengan derasnya mengingat kembali bayangan peristiwa itu.
"Kesalah pahaman apa yang kamu maksud itu, kamu tidak berselingkuh kan,,,,?"Rizky"
"Sudahlah nak,,biarkan mereka yang menyelesaikan masalah mereka, kita tidak usah ikut campur yang terpenting sekarang mereka berdua baik baik saja sekarang." tutur pak Hendro menengahi.
Hening,,semua berada dalam diam dan dengan pikiran masing masing.Akhirnya Reza buka suara dan memecah keheningan yang mencekam dari tadi.
"MA,,,,papa kemana....?."
"Pak Boby...siapa pak Boby ma,,,,?."
"Pak Boby adalah, suami dari almarhumah Sari wanita yang kamu tabrak itu.?" jelas mamanya.
__ADS_1
Seketika wajah Reza menjadi pucat pasi, tangannya gemetar, dan tubuhnya lunglai tak berdaya mendengar penuturan mamanya bahwa orang yang dia tabrak telah meninggal dunia. Reza tak menyangka dalam usianya yang masih muda dia telah membuat seseorang meninggal dunia walaupun bukan dengan sengaja, tapi tetap saja dia lah penyebab wanita tersebut meninggal dunia.
Mama Rita memeluk putranya dengan erat, mencoba menenangkan hati Reza" karna dia tau putranya itu kini sedang syok dan membutuhkan dukungan.
"Tenanglah nak,,semua akan baik baik saja. Ada mama di sini." ucap mama Rita mencoba menenangkan putranya.
"Bagai mana aku bisa tenang ma,,,aaaku...aku sudah membunuh seseorang maaa....aaaaakkhh......"Reza menangis sejadi jadinya.
"Tidak....nak...tidak.! kamu tidak membunuh siapa pun itu adalah kecelakaan. kamu harus tenang ya...sudah ada papa disana, dan kita tidak akan lepas tanggung jawab. setelah Seyla sembuh kita akan akan berkujung kesana bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan dengan mereka. jadi kamu jangan khawatir ya...."
"Baik lah ma,,,." ucap Reza yang sudah mulai tenang.
Tidak terasa malam semakin larut, tapi tidak satu pun dari mereka yang berniat meninggalkan ruangan tersebut. mungkin mereka berniat untuk begadang semalam suntuk dengan perut yang kosong. sepertinya tidak ada yang lapar ya....sama sepertiku dulu saat ayah di panggil oleh yang maha kuasa aku juga tidak merasa lapar satu harian tahan tidak makan. hiks...hiks...hiks....
Kok aku jadi curhat ya....😭😭😭😭
__ADS_1
Jangan lupa like comen dan vote ya.....
Kasih aku dukungan dengan ⭐⭐⭐⭐⭐ lima ya....😁😁😁