Tragedi Cinta

Tragedi Cinta
jangan terlambat datang


__ADS_3

® Tragedy Of Love ®


"Hah." Taehyung langsung tersadar dari lamunannya


"Apa kamu dari tadi melamun, sehingga semua pertanyaan ku, tidak kamu jawab?" tanya Irene


"Maafkan aku, banyak yang sedang aku pikirkan," jawab Taehyung


"Jadi, apa kamu memikirkan tentang hadiah, yang mau kamu berikan pada seseorang itu?" tanya Irene


"Iya, dia benar-benar berbeda darimu," jawab Taehyung


"Apa dia seorang gadis, atau seorang laki-laki?" tanya Irene, dengan sangat penasaran


"Dia seorang gadis," jawab singkat Taehyung


"Hm,, aku mengerti sekarang, mengapa kamu tidak bilang dari tadi Taehyung. Tunggu disini sebentar saja, aku akan membayar tagihan makanannya." Irene pun langsung pergi ke kasir


Taehyung pun berdiri, dia menunggu Irene datang padanya. Tak lama dia melihat Irene sedang berjalan menghampiri nya, Taehyung tersenyum ramah dengan kedatangan nya.



"Taehyung, aku tahu kamu memang sangat polos. Tidak tahu apa-apa, tapi setidaknya kamu harus bertanya sesuatu padaku. Jika itu menyangkut tentang seorang gadis, aku akan mengajak mu membeli sesuatu." Irene menarik tangan Taehyung, keluar dari cafe


Irene pun mengajak Taehyung untuk berbelanja seperti biasa namun, yang berbeda adalah Taehyung yang sibuk sendiri memilih hadiah yang pantas untuk Yerin.


Saat Taehyung memperhatikan sebuah gaun yang di pajang, dia tersenyum.


"Apa dia akan menyukai gaun ini, tapi dia tidak seperti gadis lain yang menyukai gaun mewah," ucap nya


"Itu sangat bagus sekali, apa kamu akan memilih gaun ini, Taehyung." Irene melihat Taehyung


"Tidak, dia tidak menyukai hadiah seperti ini," jawab Taehyung


"Lalu apa yang dia sukai, apa dia menyukai kalung atau cincin. Itu adalah hadiah yang sangat berharga, dan juga bisa di jaga," ujar Irene


"Belum saatnya memberikan dia hadiah itu, aku belum menemukan itu darinya," ucapan Taehyung, yang tidak di mengerti Irene


"Sulit juga, menemukan hadiah untuk gadis itu. Aku akan membayar dulu, jika ada yang kamu sukai, kamu boleh mengambilnya." Irene pergi meninggalkan Taehyung


Taehyung terus diam, memikirkan hadiah yang harus dia berikan pada Yerin.


Lalu Irene menepuk pundak Taehyung, dan mengajaknya pulang. Saat sedang berjalan di sekitar mall, ponsel Irene berbunyi.


"Ibu." Irene memandangi layar ponselnya


"Sebentar ya, aku harus mengangkat telpon dari Ibuku," ucap Irene


"Iya," jawab Taehyung


Irene pun pergi dari keramaian mencari tempat, yang sedikit sepi untuk menerima telpon dari Ibunya.


Taehyung berjalan ke depan toko boneka, dia berdiri di depan kaca toko itu. Dia melirik-lirik beberapa boneka yang tertata rapi, di sebuah lemari terbuka.


Ia tersenyum bahagia, melihat deretan boneka itu.


"Dia pasti menyukai itu, apa aku harus membelinya." saat Taehyung akan masuk ke dalam toko itu, Irene memanggil namanya


"Taehyung." Irene berlari ke arah Taehyung


Taehyung hanya tersenyum, Irene pun berpamitan pulang padanya untuk segera pulang.


"Apa kamu yakin akan pulang sendiri?" tanya Taehyung


"Iya, kamu pokus saja mencari hadiah nya. Maaf aku tidak bisa membantu mu, mencarikan hadiah itu," jawab Irene


"Hm,, baiklah. Hati-hati di jalan, sampaikan salam ku pada orang tua mu!" pesan Taehyung, lalu dia tersenyum manis


"Senyum mu berarti untuk ku, Taehyung," batin Irene


"Iya, sampai nanti." Irene pergi meninggalkan Taehyung


Setelah Irene pergi jauh, Taehyung pun masuk ke dalam toko. Dia mulai kebingungan mencari boneka, yang cocok untuk Yerin dan pasti nya Yerin menyukainya.


Dari deretan boneka yang terbaris rapih di lemari, Taehyung mulai merasakan ke galauan akibat terlalu banyak boneka yang dia lihat.



Mata Taehyung berhenti melirik boneka lain, dia terkesima dengan satu boneka yang berada di pojokan lemari.


Hati nya tergerak untuk mengambil boneka teddy bear berwarna brown itu.


Saat dia memandangi boneka tersebut, kata-kata Yerin pun mulai tergiang di telinga Taehyung.


"Aku ingin sesuatu yang berharga, dan bisa aku jaga," kata-kata inilah yang mulai tergiang di telinga Taehyung, sesudah memegang boneka itu.


Dia pun berjalan ke arah kasir, untuk membeli boneka itu. Setelah selesai membayar, Taehyung berjalan ke toko kue untuk mencari kue ulang tahun untuk Yerin.


Taehyung berbincang-bincang dengan pedagang kue tarr, dia memesan kue tarr itu untuk besoknya. Pedagang itupun menyangupi nya, lalu Taehyung memberi alamat rumah nya.


"Dekorasi terserah mau bagaimana, karena aku tidak tahu, yang terpenting tulisan di kue itu, harus sesuai dengan apa yang aku katakan tadi," ucap Taehyung dengan bingung


"Kami mengerti, kami akan berusaha membuatnya seperti apa yang anda inginkan," jawab pemilik toko kue itu


"Baiklah, uangnya di bayar di muka atau di akhir?" tanya Taehyung


"Setengah nya saja, setengah nya lagi saat pesanan sampai di rumah anda," jawab pemilik toko


"Ah,, baiklah." Taehyung mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu memberikan uang itu pada pemilik toko


"Terimakasih, sudah memesan kue kami," ucap penjaga toko


"Sama-sama." Taehyung pun keluar dari toko


Dia berjalan keluar mall, dengan membawa bingkisan yang cukup besar.


Skip>>>>>>


Sesampai nya di depan rumah, Taehyung menekan bel.


Ding,, Dong,,


Suara bel rumah memecahkan keheningan pembicaraan antara Eunwoo dan Yerin.


"Aku rasa itu, Taehyung." Yerin beranjak dari sofa, berjalan ke arah pintu


Taehyung terus menekan bel

__ADS_1


Ding,, Dong,,


"Berisik sekali dia." Yerin membuka pintu, terlihat Taehyung berada di hadapannya dengan membawa sebuah bingkisan cukup besar


"Taehyung, apa yang kamu bawa?" tanya Yerin


"Bukan apa-apa, teman mu ada disini kan." Taehyung berjalan masuk ke dalam rumah


"Tentu, dia menunggu mu pulang." Yerin menutup pintu, setelah itu dia mengikuti langkah kaki Taehyung


Sesampainya di ruang tamu, Taehyung duduk di sofa diikuti Yerin yang duduk di samping Eunwoo.


"Yerin, jangan duduk di dekatnya. Pindahlah ke sofa yang kosong, supaya adil!" pinta Taehyung


Yerin pun berpindah ke sofa yang kosong.


"Jadi, apa yang kamu mau bicarakan dengan ku?" tanya Eunwoo, pada Taehyung


"Aku menyesal telah memukul mu, jadi. Aku minta maaf, atas perbuatan kemarin. Ini adalah permintaan Yerin, agar dia tidak marah lagi padaku," jawab Taehyung


"Apa hanya karena Yerin, kau minta maaf. Bukan dari hati kecil mu, ingin minta maaf padaku," ujar Eunwoo


"Bukan, aku akan menuruti setiap permintaan Yerin jika aku sanggup melakukan itu. Karena sangat berharga bagiku, aku tak ingin dia membenci ku, ataupun marah padaku," jelas Taehyung


Yerin merasa tersentuh perasaannya, saat Taehyung mengatakan itu.


"Tidak aku sangka, kau berbicara seperti itu. Apa kau menyukai Yerin, atau kau malah mencintainya?" tanya Eunwoo kembali


"Belum, aku hanya baru menyukainya saja. Mungkin suatu saat nanti, aku akan sangat mencintainya," jawab Taehyung


"Kapan itu akan terjadi, kau tidak tahu bukan. Cinta tidak bisa kita paksakan, cinta hadir dalam perasaan yang begitu tiba-tiba. Apa kamu yakin bisa mencintainya, aku rasa kamu tidak akan mampu jatuh cinta padanya," Eunwoo membalas ucapan Taehyung, dengan kata-kata yang tidak bisa Taehyung jawab


Taehyung hanya terdiam, dia tidak bisa membalas ucapan Eunwoo.


"Temukan segera jawaban itu, aku sangat penasaran dengan jawaban mu. Aku menerima permintaan maaf dari mu, lain kali. Minta maaf harus tulus dari hati mu, tanpa permintaan dan paksaan." Eunwoo pun berdiri


"Yerin, jangan lupa tentang apa yang tadi kita bahas. Sampai jumpa, jangan sampai telat datang." setelah mengatakan itu, Eunwoo pergi meninggalkan ruang tamu tanpa memandang wajah Taehyung


Yerin beranjak dari sofa, pergi untuk mengantar Eunwoo sampai depan rumah.


Taehyung memalingkan wajahnya, lalu menelan air ludahnya sendiri.


"Apa aku akan menemukan jawabannya," gumam Taehyung


Terdengar suara pintu tertutup, seorang gadis berjalan memasuki ruang tamu.


"Taehyung, apa kamu sudah makan. Aku sudah memasak untuk mu, ayoo kita makan bersama!" ajak Yerin


"Kamu sudah makan bukan, dengan teman mu itu. Jangan pedulikan aku, aku sudah makan." Taehyung beranjak dari sofa berjalan ke arah tangga


"Aku belum makan, aku menunggu kamu pulang. Aku sengaja tidak makan, agar bisa makan berdua dengan mu." Yerin pun menunduk


Langkah kaki Taehyung terhenti di depan tangga, dia pun berbalik dan berjalan ke arah Yerin.


Yerin menangis mendengar jawaban Taehyung yang sangat menyakiti perasaannya.


"Jangan menangis." lalu Tangan kanan Taehyung membelai rambut Yerin


"Apa kamu marah padaku, sehingga kamu tidak mau makan dengan ku, hiks,, hiks,, hiks,, ?" tanya Yerin


Yerin pun mengangkat wajahnya, dia tersenyum memandangi belakang tubuh Taehyung yang sudah jauh dari pandangan matanya.



"Aku akan melakukan yang terbaik untuk mu." Yerin menghapus air matanya, dia pun berjalan ke dapur


Yerin sibuk mempersiapkan makan malam berdua untuk dirinya juga untuk orang yang sangat dia cintai.


Setelah semua makanan tersaji di meja makan, Yerin pun bernafas dengan lega. Dia duduk di salah satu kursi di meja makan, sambil tersenyum manis menunggu kedatangan Taehyung.


Tak berapa lama, Taehyung datang dan duduk di hadapan Yerin. Dia mulai membuka piring yang tertutup di hadapan nya, dan mengambil nasi juga tak dia lupa dengan menu masakan Yerin.


Taehyung mulai menikmati makan, Yerin sangat bahagia bisa merasakan makanan untuk Taehyung. Walau setiap hari, dia selalu memasak untuk nya. Namun, ada yang berbeda dengan masakan yang kali ini. Masakan kali ini, Yerin benar-benar membuatnya sangat spesial.


Rasanya pun berbeda, itu ucapan Taehyung. Sesaat dia sudah makan beberapa suap masakan Yerin, perasaannya sangat berbunga-bunga saat ini.


"Apa kamu membuat ini, dengan cinta?" tanya Taehyung


"Kamu sudah tahu jawabannya, kenapa masih bertanya," jawab Yerin dengan malu-malu


"Setidaknya aku mempunyai pertanyaan untuk masakan mu, kali ini." Taehyung kembali menikmati makannya


Yerin makan dengan senyum-senyum sendiri, dia tidak bisa mengendalikan perasaan bahagianya saat ini.


Acara makan pun selesai kurang dari 30 menit, Yerin mulai mencuci piring. Setelah melakukan kegiatan bersih-bersih, Yerin membuatkan susu untuk Taehyung.


Yerin berjalan menaiki tangga sambil membawa baki, lalu berjalan ke arah kamar Taehyung.


Tok,, tok,, tok,,


Yerin mengetuk pintu, tak lama Taehyung membuka pintu kamarnya.


"Minumlah susunya, selagi hangat." Yerin menyodorkan baki ke tubuh Taehyung


Taehyung mengambil segelas susu yang di buat Yerin untuknya. Ia pun meminum susu itu sampai habis, setelah minum dia meletakan kembali gelas itu di atas baki.


"Apa kamu juga sudah minum susu?" tanya Taehyung


"Tentu saja, sebelum aku membuatkan susu untuk mu, aku sudah terlebih dahulu meminum susu." setelah menjawab pertanyaan Taehyung, Yerin pun pergi ke berjalan ke arah tangga


"Aku,, tidak bisa membiarkan mu pergi sekarang." Taehyung masuk kembali ke dalam kamarnya, dan menutup pintu kamar


Saat Yerin kembali dari dapur, dia melihat pintu kamar Taehyung yang sudah tertutup kembali.


"Dia jadi cepat tidur sekarang, biasanya dia selalu mengatakan kata-kata romantis padaku." dengan wajah sedihnya, Yerin masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu


Malam hari mereka lewatkan tanpa kata dan perlakuan romantis, yang selalu mereka lakukan setiap malam. Malam ini, yang Yerin rasakan sangat berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Terkesan diam dan banyak ke canggung-an, di antara mereka berdua.


Pagi harinya, mereka sedang sarapan berdua. Yerin ingin memberitahu Taehyung, jika hari ini adalah hari ulang tahunnya. Namun, dia tidak mau memberi beban pada Taehyung. Karena Taehyung pasti memikirkan, apa yang harus ia lakukan di hari ulang tahunnya.


Lagi dan lagi, mereka berdua berdua menjadi sangat pendiam tanpa pembicaraan.


Sarapan pun selesai, Yerin mencuci semua piring dan peralatan masak yang telah ia gunakan. Taehyung dia menunggu Yerin selesai membersihkan semua nya, tak berapa lama Yerin pun menghampiri Taehyung di ruang tamu.


"Ayoo kita ke sekolah." Taehyung beranjak dari tempat duduknya, pergi berjalan ke luar rumah


"Mungkin dia sedang banyak masalah, dari semalam dia pulang. dia kelihatan begitu, tidak semangat." Yerin berjalan mengikuti Taehyung

__ADS_1


Skip>>>>>>


Pelajaran di mulai, Yerin berusaha untuk fokus memperhatikan Guru yang sedang menerangkan mata pelajaran. Taehyung sedang mengerjakan tugas, yang berikan Guru.


Sampai bel istirahat berbunyi mereka berdua tidak saling bertemu, walaupun Taehyung sedang tidak sibuk. Dia memilih untuk diam di kelas, sedangkan Yerin dia sedang makan siang bersama Sowon dan Umji.


Yerin merasakan kesepian tanpa ada Taehyung di kantin, walaupun suasana kantin sangat ramai. Tapi tidak meramaikan suasana hatinya, dia merindukan wajah tampan Taehyung yang selalu terlihat di depan matanya.


"Kenapa di hari ulang tahun ku, tidak ada yang bisa membuatku tersenyum. Aku merasa kesedihan saja, yang menerpa perasaan ku," batin Yerin


Tak berapa lama bel masuk pun berbunyi, semua siswa-siswi mulai memasuki kelas.


Di kelas 12 A, Irene bertanya pada Taehyung. Mengapa dia tidak mau pergi ke kantin, Taehyung menghela nafasnya.


"Aku merasa akan mengacaukan suasana saja, mereka selalu membicarakan ku." Taehyung terlihat begitu lemas


"Taehyung, apa kamu sudah sarapan tadi pagi?" tanya Irene, dia melihat wajah Taehyung yang kelihatan begitu pucat


"Sudah, aku tidak apa-apa," jawab Taehyung


Guru pun masuk ke dalam kelas, kegiatan belajar mengajar pun di mulai.


2,5 jam waktu belajar serasa cepat berakhir, di parkiran mobil. kini Taehyung sedang bersama Yerin untuk pulang. Namun, saat akan masuk ke dalam mobil. Yerin melihat, SinB dan Eunha sedang berjalan ke arahnya.


Yerin sangat bahagia melihat kedatangan mereka berdua, SinB dan Eunha memeluk tubuh Yerin. Sudah lama mereka tidak melakukan kegiatan ini, setelah berpelukan mereka pun tertawa bersama.


"Yerin, ayoo kita panti!" ajakan SinB membuat Yerin kebingungan


"Hari ini adalah ulang tahun mu, Ibu merindukan mu. Bisakan kamu pulang, hanya sebentar saja," ujar Eunha


Yerin melihat ke arah Taehyung, memberi pertanyaan lewat isyarat ekspresi wajahnya juga kedipan matanya. Taehyung pun menganguk, sambil tersenyum tertutup.


Sinb dan Eunha pun sangat bahagia, karena Yerin mengatakan akan ikut mereka.


"Kalian masuklah ke dalam mobil, aku akan mengantarkan kalian ke panti!" pinta Taehyung


"Wah,, benarkah. Apa kami juga boleh menaiki mobil keren itu, bersama Yerin?" tanya SinB dengan perasaan sangat bahagia


"Tentu saja, masuklah." Taehyung masuk ke dalam mobil


"Yerin, dia tampan juga sangat baik ya." Eunha pun masuk ke mobil lewat pintu belakang diikuti SinB


Yerin langsung masuk ke dalam mobil, setelah melihat SinB dan Eunha masuk. Dia duduk di samping Taehyung, kemudian mobil sport hitam Taehyung meninggalkan sekolah.


Saat dalam perjalanan, SinB dan Eunha banyak bertanya ini itu pada Taehyung. Taehyung dengan baiknya, menjawab satu persatu pertanyaan yang mereka lontarkan padanya, Yerin merasa tidak enak dengan hal itu pada Taehyung.


Yerin melihat raut wajah Taehyung, tapi dia tidak menemukan masalah yang di tunjukan dengan keadaan ini.


Perjalanan pun berakhir, mereka telah sampai di depan panti. Saat Yerin akan keluar dari mobil, Taehyung menggengam tangannya. Sehingga Yerin menatap wajah tampannya.


"Setelah acaranya selesai, aku mohon padamu cepatlah pulang. Jangan menginap di panti, aku merasa kesepian. jangan kecewakan aku, aku menunggu mu di rumah!" permintaan Taehyung pada Yerin, dia berharap Yerin mau menerima permintaan nya


"Jika itu yang kamu mau, aku akan pulang." Yerin menunjukan senyum terbuka


"Aku sangat bahagia, dan bernafas sangat lega sekarang," ujar nya


"Hm,, jangan makan sembarangan. Aku sudah memasak untuk mu, kamu tinggal menghangatkan nya di microwave. Terimakasih telah mengantarkan ku, juga saudara ku," ucap Yerin


"Sama-sama," jawab Taehyung


"Hati-hati juga di jalan ya, fokus pada stir mobil mu." berat rasanya Yerin melepaskan genggaman tangan Taehyung, perlahan Yerin membuka jari jemari Taehyung yang mengengam tangannya


Setelah terlepas, Yerin melambaikan tangan nya pada Taehyung dan mengucapkan selamat tinggal padanya.


Yerin keluar dari mobil, lalu menutup pintu mobil. Setelah itu dia tersenyum, Taehyung yang melihat senyum Yerin dari dalam mobil. Dia merasa tidak bisa melepas Yerin pergi, walau di rumahnya sendiri.


Tidak mau berlarut dalam kesedihan perpisahannya bersama Yerin, Taehyung langsung menancap gas mobilnya. Mobil meninggalkan panti, Yerin berjalan masuk dengan raut wajah yang sedih.


Saat dia berjalan ke ruang tamu, kedatangannya di sambut dengan meriah oleh semua penghuni panti dan juga teman sekolahnya yang tak lain adalah Sowon dan Umji.


Wajah sedih Yerin berubah menjadi wajah keceriaan. Dia merasakan kebahagian di hari ulang tahunnya, dia tidak menyangka mereka semuanya menyiapkan hadiah yang sangat spesial untuk nya.


"Woah,, Sowon, Umji. Kalian juga ikut dalam pesta disini," ucap Yerin dengan sangat bahagia


"Yerin." Umji memeluk Yerin


"Maafkan sikap kami, saat di sekolah ya. Memang sangat susah menyembunyikan sesuatu dari mu, tapi kami berhasil melakukan itu dengan sukses," ucap Umji, di pelukkan Yerin


"Terimakasih, aku kira kalian benar-benar marah padaku. Karena jarang mengajak ku, di kegiatan kalian," jawab Yerin


Umji melepas pelukkannya, giliran Sowon memeluk Yerin.


"Happy birthday my Friends, jangan menangis di hari bahagia," ujar Sowon


Yerin sangat terharu, dia pun menangis.


Sowon pun mengelus punggung Yerin untuk menenangkan perasaannya.


"Aku tidak menangis karena kesedihan, aku menangis karena bahagia," ucap Yerin


Sowon melepas pelukkannya, Yerin melihat Ibunya. Dia langsung memeluk Ibu yang sangat dia rindukan, sambil menangis tersedu-sedu dia mengucapkan rasa terimakasih nya.


"Ibu, terimakasih telah membesarkan Yerin, hingga menjadi seorang gadis cantik," ucap Yerin


"Jangan mengucapkan rasa terimakasih mu, pada Ibu. Ibu merawat mu, itu kasih sayang Ibu padamu. Tanpa kamu mengucapkan rasa terimakasih mu, pada Ibu. Ibu tetap akan menyanyangi mu, sampai kapan pun. Hal yang terindah yang Ibunya inginkan dari anaknya, adalah sebuah senyuman kebahagiaan putrinya," balas Ibunya


"Ibu sangat merindukan Yerin, aku jadi ingin menangis," ujar SinB


Yerin melepas pelukkan terhadap Ibunya, dan memandangi wajah Ibunya dengan senyuman manis di wajahnya.


"Yerin." seseorang datang tiba-tiba dari belakang Ibunya


Ibunya bergeser ke samping, sehingga Yerin bisa melihat seseorang itu dengan jelas.


Seseorang itu berjalan ke arah Yerin, sambil membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 17 yang masih menyala.


Raut wajah Yerin membuat senyuman kebahagian yang tidak dapat di jelaskan senyuman terindah itu.


Sedangkan Taehyung, dia sedang duduk di rumahnya dengan diam sambil memainkan ponselnya untuk menghibur kesediriannya.



Bersambung....


A/N


Maaf banyak typo, kejar target part. Tragedy Of Love nya. Makasih udah mau baca Ff gaje,kuker ini.

__ADS_1


__ADS_2