
® Tragedy Of Love ®
~ Kim Taehyung adikku
Aku sangat merindukan mu, bagaimana kabar mu? Aku berharap kamu tidak berada dalam pengawasan, V. Jangan mencariku dimana pun. Karena aku tidak ada dimana tempat mu sekarang berada, aku jauh dari jangkauan mu.
Aku mendengar sekarang kamu tinggal di rumah persembunyian, jaga rumah itu jangan sampai Papah tahu keberadaan rumah kita. Jika sekarang kamu sedang menyukai seorang gadis, atau bahkan mencintainya. Jagalah gadis itu, jangan sampai papah tahu tentang gadis itu. Menjadi pintarlah dan sangat kuat, sehingga kamu dapat menghindari kejadian yang kakak my alami ini. Aku sangat bodoh dan begitu lemah, tidak bisa mempertahankan keberadaan dia disisi ku. Sampai akhirnya papah menemukan dia, dan aku tidak bisa kejadian sangat pahit itu.
V, sekarang kamu sudah dewasa. Maafkan kakak, yang tidak bisa melihat mu tumbuh menjadi sangat dewasa dan berwibawa. Kakak hanya bisa memandangi poto mu saja, aku kakak yang tidak pantas kamu sebut kakak.
Jangan mengikuti apa yang papah inginkan dari mu, kau harus mampu menghindari ucapannya.
Sampai berjumpa V, tetaplah tersenyum untukku.
Kakak mu, Kim Namjoon ~
"Surat mu, sangat aku inginkan kak." Taehyung memandangi surat dari kakaknya
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok,, tok,, tok,,
"Taehyung!" teriak seseorang di balik pintu
Taehyung menyimpan surat itu di atas sofa, dia pun beranjak pergi berjalan ke arah pintu.
Saat dia membuka pintu terlihat lah seorang gadis yang memakai pakaian Frock dan rambut hitam terurai panjang sebahu. Dia memandangi nya sambil tersenyum manis, seseorang itu pun mengajak Taehyung untuk segera keluar dari kamarnya.
"Hah, apa makanannya sudah kamu sajikan?" tanya nya
"Sudah, ayoo kita makan. Taehyung, kamu pasti lapar!" ajak seseorang itu
"Baiklah." Taehyung keluar dari kamar dan menutup pintu, namun. Ada kejadian saat dimana Taehyung berbalik setelah menutup pintu, gadis itu masih berada di hadapannya
Wajah mereka begitu sangat dekat sampai jarak mereka berdua hanya tinggal 2 cm.
"Di keadaan kita seperti ini, apa mungkin suatu kejadian romantis akan terjadi. Bagaimana menurut mu?" tanya Taehyung
Yerin merasakan deruh nafas Taehyung, dia semakin menjadi tertekan. Saat dia berjalan mundur kebelang untuk menjauh dari Taehyung, Taehyung menarik pinggang Yerin sehingga tubuh Yerin menabrak tubuh nya.
Jantung Yerin semakin berdebar tak menentu, Taehyung merasakan getaran tubuh Yerin.
"Woah,, kau bergetar. Apa yang sedang terjadi padamu, mengapa tubuhku tidak bergetar juga, itu aneh bukan." Taehyung mengangkat satu alisnya
"A,, ku mohon. Lepaskan tubuh ku!" ucap Yerin sambil menunduk
"Tentu saja, aku tidak akan melakukan sesuatu padamu." Taehyung melepaskan tangannya dari pinggang Yerin
"Ayoo kita makan, aku sudah menahan lapar berjam-jam." Taehyung menuruni anak tangga
"Aku pikir dia benar-benar ingin mencium bibir ku, ah,, aku salah sangka padanya. Dia seorang lelaki yang bisa menahan hawa nafsu nya, kapan dia akan melakukan itu," gerutu Yerin
Yerin pun berjalan mengikuti Taehyung, setelah mereka sampai di meja makan. Seperti biasa Yerin, selalu melayani Taehyung.
"Makan yang banyak Kim Taehyung." Yerin menyimpan nasi di piring Taehyung
"Apa tidak ada kata-kata lain selain itu, kau sering mengatakan itu padaku, aku bosan mendengarnya," protes Taehyung
"Apa ya, aku tidak pandai membuat rangkaian kata-kata indah dan bermakna." Yerin pergi ke tempat duduknya
"Mengapa tidak kamu saja mengatakan kata-kata berarti dan mengenai hati, itu sangat mengesankan bagi ku," ujar Yerin
"Aku tidak pandai juga pintar, membuat ucapan romantis." Taehyung mulai menikmati makannya
"Padahal setiap malam, dia selalu mengucapkan kata-kata romantis padaku. Mengapa dia bilang padaku, dia tidak pandai membuat kata-kata," batin Yerin
Keduanya mulai fokus menikmati makanan, setelah selesai Yerin pun mencuci semua piring yang telah di gunakan.
Saat sedang mencuci piring, tiba-tiba Taehyung memeluknya dari belakang dan mengatakan.
"Apa kita akan mengalami hal seperti ini nanti, 5 atau 6 tahun ke depan," ucap Taehyung di telinga Yerin
"Taehyung, apa yang sedang kau lakukan. Kelakuan mu, menganggu ku untuk bekerja lebih cepat. Sekarang pergerakan seluruh tubuh ku terbatas, karena pelukkan mu," keluh Yerin
"Biarkan aku berada dalam posisi ini, jangan meminta ku, untuk melepaskan pelukkan," balas Taehyung
"Baiklah, aku akan berusaha semampu ku untuk mempercepat pekerjaan ini." Yerin kembali fokus mencuci piring
Taehyung menyandarkan wajahnya di bahu Yerin, sehingga Yerin menjadi gugup.
"Gerakan tangan ku mulai kaku, apa aku bisa menyelesaikan ini," batin Yerin
Di saat Yerin berusaha menyelesaikan pekerjaannya, Taehyung merasakan ngantuk. Akhirnya dia tertidur di bahu Yerin, merasakan pelukkan Taehyung mulai sedikit merenggang. Yerin memanfaatkan kesempatan itu untuk segera mencuci semua piring, dia tidak menyadari jika Taehyung sudah tertidur.
Dia baru sadar Taehyung tertidur, saat dia bertanya padanya tidak jawaban.
"Taehyung apa kamu mendengar ku." Yerin melihat ke arah bahunya, yang disandari wajah Taehyung
Dia sangat terkesima dengan wajah tampan seorang Kim Taehyung yang tengah tertidur di bahunya, wajah tampannya masih sangat terlihat jelas walaupun dia sedang tertidur.
"Taehyung, sungguh beruntung wanita yang menjadi pendamping hidup mu. Dia akan selalu memandangi mu sepanjang malam, dan melihat wajah tampan di saat kamu tertidur," ucap Yerin
Tangan Taehyung terlepas dari tubuh Yerin, menandakan dia sudah tertidur dengan lelap. Deruhan nafas terengah-engah, membuat bulu kuduk Yerin berdiri.
"Apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa bertahan lama dengan posisi ini." tubuh Yerin mulai gemetar
Semakin lama getaran tubuh Yerin semakin kencang, membuat Taehyung terbangun dari tidurnya karena merasakan getaran aneh yang membangunkan nya.
"Yerin, mengapa tubuh mu menjadi sangat gemetar?" tanya Taehyung yang dalam keadaan setengah sadar
"Maafkan aku, Taehyung. Aku merasa pegal, bisakah kamu tidur di kamar mu!" pinta Yerin
Taehyung mengangkat wajahnya perlahan, dan berjalan mundur ke belakang sebanyak 3 langkah.
"Antarkan aku ke kamar, Yerin!" pinta Taehyung
"Kamu belum minum susu, aku akan mengambil kan nya untuk mu." Yerin berjalan ke arah kulkas dan mengambil dua gelas susu di atas kulkas itu
Yerin berjalan kembali menghampiri Taehyung, dan memberikan dia segelas susu.
Taehyung meminum susu itu sampai habis, begitu juga Yerin. Yerin mengbil gelas kosong dari tangan Taehyung dan menyimpan gelas itu di wastafel, setelah itu. Yerin menuntun Taehyung ke kamarnya, dengan langkah hati-hati keduanya menaiki tangga.
__ADS_1
Taehyung dengan keadaan setengah sadar, Yerin dengan kaki yang sedang terluka.
Akhirnya mereka sampai di kamar Taehyung, dia mulai berbaring di tempat tidurnya.
Kemudian Yerin menyelimuti dirinya, dan mengusap-usap kening Taehyung dengan lembut.
"Tidurlah Taehyung ku, semoga mimpi indah yang kamu mimpikan. hilangkan beban dari pikiran mu, Good night." Yerin mematikan lampu kamar Taehyung dan pergi berjalan dengan hati-hati dari kamar Taehyung
Yerin berjalan ke kamar dengan perasaan sangat bahagia sampai-sampai dia melupakan kesedihannya saat nanti dia akan pergi dari sini.
Kini Yerin sedang berbaring di tempat tidur, dia tidak berhenti untuk tersenyum.
"Malam yang begitu indah, aku merasa sesuatu akan terjadi padaku saat Taehyung bersikap seperti itu padaku. Namun, dugaan ku salah. Dia seorang laki-laki yang menjaga kehormatan seorang wanita, aku tidak tahu, apa aku harus bahagia atau sedih," gumam Yerin
Perlahan mata Yerin mulai menunjukan rasa lelah, akhirnya dia pun tertidur dengan lelap.
Pagi harinya Yerin tengah berkaca di depan cermin, sambil senyum-senyum tidak jelas dan terkadang terkikik sendiri. Entah apa yang sedang Yerin pikirkan, dia memandangi dirinya sendiri di cermin itu.
Taehyung masuk ke dalam kamar, membuat Yerin sangat terkejut.
"Taehyung, apa kamu menunggu ku?" Yerin menjadi salting
"Tentu saja, sarapan sendiri tidak enak walaupun hidangan makanan yang termewah dan terlezat," jawab Taehyung
"Ayoo kita sarapan." Yerin berjalan melewati Taehyung dengan gemetar
"Dalam kondisi seperti itu, dia memaksa untuk tetap pergi ke sekolah." Taehyung berjalan mengikuti Yerin
Yerin merasa tidak enak dengan langkah kakinya, yang membuat Taehyung berada di belakang nya.
Ia pun menghentikan langkah kakinya, dan berbalik ke belakang.
"Taehyung, kamu duluan saja. Aku akan menyusul mu, langkah kaki ku tidak seperti biasanya!" pinta Yerin
Taehyung menghela nafas panjang, lalu memangku tubuh Yerin dan membawanya ke arah dapur.
Setelah sampai di meja makan Taehyung menurunkan tubuh Yerin perlahan, dan menyuruhnya untuk duduk.
Seperti kemarin, Taehyung memperlakukan Yerin dengan sangat baik.
Yerin hanya bisa membalas perilaku Taehyung dengan senyum nya, dan juga ucapan terimakasih.
"Itu sudah cukup bagiku, makan lah." Taehyung duduk di tempat duduknya seperti biasa
Mereka mulai menikmati sarapan, setelah selesai mereka berangkat ke sekolah.
Di dalam perjalanan Yerin senyum-senyum sendiri tidak jelas dan terkadang dia terkikik, membuat Taehyung bertanya padanya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Taehyung, sambil fokus menyentir
"Aku hanya teringat tentang sesuatu saja, jika aku ceritakan kamu tidak akan mengerti," jawab Yerin
Taehyung tidak bertanya lagi, dia hanya bisa fokus dalam menyetir mobilnya.
"Jika aku beritahu, kamu pasti hanya akan diam saja sama dengan yang kamu lakukan sekarang," batin Yerin
Sesudah sampai di sekolah, mereka berjalan bersama menuju kelas.
Benar saja dugaan Yerin, saat di depan pintu kelas 12B. Ketika Taehyung sedang sedang berbicara dengan Yerin, mereka datang dan membawa Yerin masuk ke dalam kelas. Melihat kelakuan teman-teman Yerin yang membawa dia dengan paksa, Taehyung tidak tinggal diam. Dia memasuki kelas 12B untuk memperingatkan Sowon dan Umji, untuk tidak memaksakan Yerin terus berjalan.
"Apa masalah mu, hah. Jangan mentang-mentang Yerin itu baik padamu, dia harus selalu mengikuti apa perkataan mu," balas Umji
"Bukan seperti itu maksud ku, lihatlah kakinya. Dia sedang terluka, kalian membuat dia berjalan dengan tergesa-gesa itu membuat kakinya bertambah sakit. Jika kalian membenciku silahkan, tapi jangan sakiti Yerin. Kalau memang kalian teman baiknya, kalian pasti tahu, mengapa dia berjalan dengan pelan-pelan dan zig-zag seperti itu." setelah mengatakan itu, Taehyung pergi meninggalkan kelas 12B
Sowon dan Umji langsung meminta maaf pada Yerin.
"Tidak apa-apa, memang dia saja ucapannya yang terlalu kasar pada kalian." Yerin berjalan ke tempat duduknya
Sowon dan Umji merasa bersalah, mereka berulangkali minta maaf pada Yerin.
Yerin berusaha menghibur mereka agar kembali tersenyum dengan ceria, Sowon dan Umji pun memeluk Yerin dengan sangat bahagia.
Bel masuk berbunyi, pelajaran kembali di mulai. Setelah 2 jam belajar akhirnya mereka bisa istirahat, Yerin tidak ikut dengan Sowon dan Umji pergi ke kantin. Dia duduk termenung sendiri di bangkunya, menatap papan tulis yang polos tanpa tulisan karena sudah terhapus sebelum jam istirahat.
Tiba-tiba sesorang masuk ke dalam kelas dan menutup pintu. Seseorang itu berjalan ke arah Yerin dengan membawa nampan berisi 2 buah mangkuk bubur, juga 2 botol air mineral.
"Makanlah bersama ku, aku sudah membawa 2 paket lengkap untuk kita berdua." seseorang itu duduk di samping Yerin sambil menyimpan nampan nya
"Makanlah." sesorang itu memberikan Yerin semangkuk bubur dan sebotol air mineral di depan mata Yerin
"Seharusnya kamu tidak perlu bersusah payah seperti ini." Yerin mencicipi bubur itu
"Jangan mengeluh lalu kamu memakannya juga bukan, aku memperhatikan mu sebelum kamu pergi dari rumah ku," jawab seseorang itu
"Jadi kamu ingat aku akan pergi dari rumah mu, makanya kamu membuat hal manis untukku, sehingga membuatku terkesan padamu," ucap Yerin
"Bukan, aku hanya ingin membuat kenangan bersama mu, agar kamu selalu mengingat kebaikan ku." seseorang itu memakan bibirnya dengan lahap
"Jaga dirimu baik-baik ya, jangan telat makan. Jangan sering makan mie instan, sebelum tidur minumlah segelas susu agar kamu tidur dengan nyenyak!" pesan Yerin
"Iya baiklah, jaga dirimu juga. Aku bahkan lebih khawatir padamu, di bandingkan diriku sendiri," jawabnya
"Apa maksud mu?" Yerin menyimpan sendok makannya
"Jika kamu menjauh dariku, apa kamu masih sanggup menahan rindu mu padaku. Suatu saat nanti, aku akan mengalami masa sulit, kita tidak akan pernah bisa bertemu. Itu adalah ketakutan ku, saat pertama kali kamu masuk ke dalam rumah ku," jawab nya
"Mengapa kamu berbicara seperti itu padaku, aku tidak akan merindukan mu, walaupun ucapan ku sekarang berbohong," ujar Yerin
"Hah, kau ini, sudahlah cepat makan." Taehyung pokus pada makannya
"Aku kira kamu sengaja pura-pura lupa, agar aku tidak pulang. Tapi kamu mengingat kepulangan ku, aku pasti akan sangat merindukan mu, Taehyung," batin Yerin
Setelah selesai makan, Taehyung keluar dari kelas 12B sambil membawa nampan.
"Dia benar-benar baik padaku, tapi mengapa dia tidak mencintaiku," gumam Yerin
Bel masuk berbunyi, semua siswa dan siswi mulai memasuki kelas.
Yerin melihat ke arah jendela banyak siswa dan siswi yang lalu lalang berjalan dengan tergesa-gesa untuk segera masuk ke kelas mereka.
Yerin berharap, dia bisa melihat Taehyung melintas ke kelasnya sebelum pelajaran di mulai.
__ADS_1
Penantian dan harapan Yerin berakhir bahagia, dia melihat Taehyung berjalan melewati kelasnya dengan senyuman di wajahnya. Yerin sangat bahagia, dia memberikan senyuman juga kepada Taehyung.
Saat Taehyung di depan pintu kelas, tangannya membentuk sebuah hati.
Yerin sangat terkejut dengan apa yang Taehyung perlihatkan padanya, dia pun tersenyum manis kepada Yerin. Setelah itu dia menurunkan tangannya, dan masuk ke kelasnya.
"Apa maksudnya tadi, apa dia menyukai ku sekarang," perasaan Yerin menjadi sangat bahagia sekarang
Jantung Yerin menjadi dag-dig-dug, dia tidak bisa mengutarakan perasaan bahagianya sekarang. Di saat hari terakhir dia akan pergi dari rumah Taehyung, dia melupakan kesedihan nya.
Pelajaran pun di mulai, lama pelajaran berakhir dalam 2,5 jam. Bel pulang pun berbunyi, semua murid mulai meninggalkan kelas. Masih di kelas 12B, Yerin sedang merapihkan buku-buku nya dan memasukan peratan tulisnya ke dalam tas.
"Yerin, ayoo kita pulang bersama!" ajak Sowon
"Maaf Sowon, aku pulang bersama Taehyung. Besok kita bisa pulang bersama, bagaimana," tawar Yerin
"Hm,, kamu tidak bisa melupakannya, memang dia tampan dan tidak bisa di lupakan sih. Tapi kamu harus menjaga jarak dengannya, aku tak ingin kamu terluka Yerin," ujar Umji
"Aku mengerti apa maksud kalian, tapi aku tidak bisa melakukan itu. Aku semakin mencintainya, aku tidak bisa melupakannya," Yerin mengungkapkan perasaan nya
"Baiklah Yerin, itu semua keputusan lo. Kami berdua hanya bisa berdoa yang terbaik, kalau begitu kami pergi duluan Yerin." Sowon dan Umji pergi meninggalkan Yerin sendiri di kelas
Setelah mereka pergi seseorang berjalan masuk ke dalam kelas.
"Kalian kembali lagi." Yerin fokus membereskan bukunya yang dari tadi belum selesai
"Aku hanya sendiri," ucap seseorang itu menghampiri Yerin
Mendengar suara itu, Yerin langsung melihat ke arah seseorang itu.
"Aku mengira teman ku kembali lagi, suara langkah kaki mu terdengar sangat keras, sehingga aku berpikir itu adalah mereka." Yerin berjalan keluar dari tempat duduknya
"Ayoo kita jalan-jalan, aku ingin mengajak mu ke suatu tempat." seseorang itu mengengam tangan kanan Yerin
"Taehyung, kita akan kemana?" tanya Yerin
"Ikut saja dengan ku, baru kita akan berbicara serius." Taehyung membawa Yerin keluar dari kelas
Ketika sedang berjalan di koridor sekolah, mereka berdua menjadi pusat perhatian semua murid yang berlalu lalang melintas di sekitar koridor.
"Apa mereka pacaran," ucap salah satu murid yang memperhatikan mereka berdua
"Aku tidak tahu, apa gadis itu yang Taehyung pilih. Uh,, aku iri sekali," ujar seorang siswi di sampingnya
"Taehyung, semua murid memperhatikan kita," Yerin menutupi pandangan matanya dengan tangan kirinya
"Sudah jalan saja." Taehyung menyentuh kepalanya, sambil tersipu malu

Mereka tetap fokus untuk menuju tempat parkiran, setelah sampai Taehyung membukakan pintu mobil untuk Yerin.
"Terimakasih." Yerin masuk ke dalam mobil
Taehyung menutup pintu mobilnya, lalu segera berlari ke pintu depan yang lainnya. Dia pun masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin mobil, mobil sport hitam bergerak pergi meninggalkan sekolah.
Dalam perjalanan Yerin sering kali melihat ke arah Taehyung yang sedang fokus menyetir, sesekali dia tertunduk sambil tersenyum.
Perjalanan yang sangat lama menempuh hampir 40km, dari sekolah menuju tempat tersebut.
Setelah sampai Taehyung membangunkan Yerin, yang tertidur. Perlahan Yerin membuka matanya, kemudian dia tersenyum.
"Apa senyuman mu itu menandakan kebahagian mu sekarang?" tanya Taehyung
"Mungkin iya," jawab singkat Yerin
"Ya sudah, sekarang keluar lah dari mobil." Taehyung membuka pintu mobil, dia keluar dari mobil lalu menutup pintu mobil
Yerin perlahan menutup pintu dan berjalan ke arah Taehyung.
"Taehyung kita dimana?" tanya Yerin, dia berada di samping Taehyung
"Ini adalah tempat dimana kita bisa berdua, kami harus janji padaku. Jika kamu merindukan ku, datanglah ke tempat ini. Aku selalu menunggu mu, disini," ujar Taehyung
"Kenapa harus di tempat stasiun, apa tidak ada tempat lain lagi?" tanya Yerin
"Dulu aku dan kakak sering kesini, untuk melihat beragam macam kereta api. Aku sangat menyukainya, walau stasiun ini sudah tua. Tapi kenangan disini jauh lebih berharga,
hanya kamu wanita satu-satunya yang aku bawa kesini," jawab Taehyung
"Aku beruntung sekali, menjadi wanita pertama itu," ucap Yerin
"Mau aku tunjukan sebuah jalan yang indah!" Taehyung menawarkan sesuatu pada Yerin
"Mau." jawab Yerin sambil menganguk
Taehyung kembali mengengam tangan Yerin, dia menuntun Yerin ke sebuah tempat. Mereka berjalan menyusuri rel kereta api, Yerin sangat menikmati pemandangan sekitar.
Sesekali dia menghela nafas, lalu tersenyum.
"Taehyung, benar. Pasti tempat ini punya banyak kenangan, aku rasa, aku juga mendapat satu kenangan disini. Kenangan pertama berjalan bersama dengan Taehyung sambil berpegangan tangan, aku sangat mencintai mu Taehyung," batin Yerin
Taehyung melihat ke samping, dia tersenyum manis pada Yerin.
Taehyung berhenti di sebuah tempat tak jauh dari stasiun tersebut, Yerin melihat banyak orang yang sedang berpacaran.
"Mengapa banyak orang yang sedang berduaan." Yerin memainkan jarinya sambil menutup mata

"Woah, aku tidak menyangka akan seramai ini." Taehyung sangat terkesan melihat banyak orang di sekitar tempat itu
"Yerin, ayoo kita kesana!" ajak Taehyung
"Tidak mau, di sana ramai sekali," Yerin menolak ajakan Taehyung
"Sudah ikut saja." Taehyung dan Yerin berjalan ke suatu rumah terbuka
Apa yang akan terjadi selanjutnya di part. 14
Maaf banyak typo, perlu di gores lagi!!!!
__ADS_1