
® Tragedy Of Love ®
Kemana perginya Yerin di bawa oleh Eunwoo, ke suatu tempat yang masih di rahasiakan laki-laki itu.
Sementara Taehyung, pulang ke rumah kedua orang tuanya. Ia sedang di hadapi dengan masalah besar, kepribadiannya juga nama keluarganya.
Tidak pernah ia pikirkan sebelumnya, waktu 3 bulan itu sudah berakhir. Ayahnya meminta ia untuk segera bertunagan dengan seorang gadis, dari keluarga terhormat dan terpandang.
"Pah ... Aku menolak rencana itu, tidakah kalian tidak adil padaku. Mengapa mengambil keputusan sepihak, dengan tidak memberitahuku terlebih dahulu," penolakan keras Taehyung tidak berarti apa-apa bagi Ayahnya, malah ia di ancam setelah menolak pertunangan itu
"Jika kau tidak mau ... Gadis itu akan segera mati! Kau tahu sendiri ... Bagaimana kerasnya hukuman dariku!" balas Ayahnya tidak peduli pada nyawa seseorang
"Di ancam pun tidak apa-apa, silahkan saja lakukan apapun. Papah tidak mengenal gadis itu sama sekali, jangan berpikir aku mudah di kalahkan,"
"Kau tidak pernah tahu, rencanaku anak kurang ajar. Gadis itu berada di panti asuhan, kau mencintai gadis rendahan seperti dia sangat memalukan sekali ... akan ku perlihatkan padamu, perkataanku bukan hanya sekedar gertakan semata, tapi musibah yang datang padanya secara mengenaskan." Ayah Taehyung menepuk kedua tangannya tak berapa lama para pengawal datang berjajar rapih di ruang tamu tersebut
"Bawa dia ... jangan pernah biarkan dia keluar dari kamar atau melangkah keluar dari rumah!" perintah Tuan besar, langsung di tanggapi dengan sigap oleh para penjaga itu
Mereka membawa paksa Taehyung, menarik kedua lengannya menjauhi Ayahnya.
"Mah ... bantu aku! Jangan biarkan Papah menyakiti dia!" teriakan Taehyung menahan dirinya, dari para pengawal sialan yang terus menarik tubuhnya membawa ia jauh dari jarak kedua orang tuanya
Seorang Ibu hanya bisa tertunduk diam, tidak bisa berbuat banyak. Ia patuh pada perintah suami, jika ia berani membantu anaknya, itu tidak akan pernah berhasil.
"Mamah!" teriak Taehyung di sela napas terbengkalai dengan rasa sesak, ia alami karena desakan juga tarikan kuat mendorong ia jauh dari ruangan itu
Terkurung dalam penjara kamar sendiri, bagaikan kutukan yang tidak pernah mati.
Taehyung terkunci dari dalam maupun luar, di jaga ketat keamanannya.
Seperti seorang tahanan tingkat tinggi kejahatan, hukuman mati yang ia rasakan.
"Yerin ... Semoga kamu baik-baik saja," gumam Taehyung lemas
Cukup lama Taehyung dalam kediaman yang membosankan, ia meyakinkan dirinya. Ia tidak bisa terus terdiam tanpa bertindak, mencari jalan keluar agar bisa menghampiri gadis kesayangannya.
Pura-pura berteriak minta tolong, meyakinkan semua orang kalau dia sedang mengalami rasa sakit.
Suara kunci mulai ia dengar, dengan hati-hati dan bersiap ia kerjakan.
Tak berapa lama pintu pun terbuka, ia segera berlari keluar dari kamar.
Sangat cepat.... Cepat.... Cepat....
Seperti sedang berlomba lari maraton 400 meter, langkah kaki Taehyung menuruni anak tangga dengan sangat awas dan begitu resah.
Memukul salah satu wajah para penjaga yang mencoba menghalangi pergerakannya, mendorong tubuh kekar berotot dari hadapannya.
Tidak peduli pada keadaan kedua kakinya, yang akan terluka saat dia melangkah tidak hati-hati.
Menendang pintu hingga terbuka lebar, mencari keberadaan mobilnya di parkiran.
Kejadian dramatis itu membuat ia menguras banyak tenaga, ia segera masuk ke dalam mobil dan menancap gas.
Mobil sport hitamnya keluar dari halaman rumah, kepergiannya tidak di biarkan begitu saja. Para pengawal berwajah seram, tetap mengikuti kegiatannya kemanapun.
Kejar mengejar terjadi di lintasan jalan raya yang cukup ramai, Taehyung yang jago mengemudi mampu menipu para pengejar dengan tipuan cantiknya.
Ia berhasil meloloskan diri pergi sejauh mungkin dari para pengawal sialan itu, ia segera memacukan mobilnya pergi ke panti asuhan untuk melindungi Yerin.
Sesampainya di sana, ia hanya bisa melihat Yerin dari depan pintu. Tanpa mau masuk ke dalam untuk menghampirinya, ia takut merusak suasana panti yang sedang ramai dan tenang.
Melihat Yerin tertawa bahagia membuat rasa takutnya perlahan hilang, mencoba memberanikan diri berjalan masuk, akan tetapi.

Langkahnya terpaksa berhenti, ketika ia melihat Eunwoo duduk di samping Yerin dan berbicara dengannya.
"Kamu terlihat begitu baik, mungkin aku terlalu mencemaskan mu ... sampai aku lupa ... di sisimu masih banyak orang lain yang ingin melindungi mu." Taehyung membalikan tubuhnya, sesekali ia menengok ke belakang untuk memastikan Yerin melihat keberadaanya, tapi tidaklah terjadi seperti apa yang ia harapkan
"Syukurlah." Taehyung memantapkan langkahnya pergi dari depan pintu panti

__ADS_1
Yerin merasakan keberadaan Taehyung, saat ia melirik ke sekitar ruangan sampai depan pintu, ia tidak mendapati sosok yang ia cari.
Tak berapa lama SinB berbisik ke telinga Yerin, memberitahu dia kalau tadi Taehyung datang.
Betapa bahagianya perasaan Yerin saat itu, ia segera melangkah pergi meninggalkan tempat duduknya ke luar panti mengejar Taehyung.
Yerin melihat seorang laki-laki di depannya, ia memanggil nama Taehyung.

"Taehyung!"
Namun, teriakannya tidak di gubris laki-laki itu. Memang laki-laki di depannya adalah Taehyung, tapi ia tetap berjalan ke depan perasaanya sedang dalam level buruk.

Taehyung yang terus berjalan sangat cepat dan Yerin yang berlari terlalu letih tapi tetap tersenyum, karena akan segera bertemu dengan laki-laki yang ia cintai.
Sampai suatu ketika Taehyung selesai menyeberang jalan, lampu merah terjadi. Memaksa langkah Yerin berhenti, waktu terasa lama walau hanya menunggu kurang dari 30 detik, untuk lampu hijau menyala kembali.
"Taehyung!" Teriak Yerin lirih, napas yang memburui detak jantungnya
Taehyung menoleh kebelakang berharap Yerin yang memanggilnya tadi, tidak ada seorang pun yang ia lihat melainkan mobil-mobil sedang melaju.

Laki-laki itu mendengus kesal dan marah, hanya karena mendengar suara yang memanggil namanya. bukan berarti suara itu adalah Yerin.
Ia berjalan kembali sambil memukul kaleng yang berada di sampingnya, meluapkan segala kekesalan pada dirinya.

Melihat kebelakang lagi dan menghentikan langkahnya, tetap sama saja tubuh cantik yang ia dambakan tidak menghampirinya.
"Aku terlalu naif." Sekarang Taehyung memutuskan tidak berbalik ke belakang lagi, atau peduli terhadap panggilan suara yang memanggil namanya

Saat lampu hijau menyala Yerin menyeberang jalan mencari keberadaan Taehyung, tapi tidak ada di penglihatan matanya.
"Dasar bodoh kau Yerin, berlari saja tidak bisa, sekarang kau kehilangan Taehyung,"
Perasaan bahagianya berubah menjadi kesedihan dalam hatinya, memukul-mukul kepalanya.
Ia mencari tempat duduk untuk beristirahat, melepaskan rasa pegal yang tengah di rasakan kakinya.
Yerin menyimpan Boneka di samping tubuhnya yang sendaritadi terus ia bawa.

"Aku kesal pada diriku sendiri, Taehyung ... Maafkan aku," dengus kesal Yerin
Ia memukul kepala teddy bear, hingga boneka itu jatuh ke samping. Mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu dimana saat itu, Taehyung mengucapkan selamat ulang tahun padanya, sambil memberikan sebuah boneka.
"Taehyung ... dimana kamu," gumam Yerin
Taehyung memacukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pergi ke suatu tempat.
Yerin berjalan mendekati pembatas jalan, melihat mobil-mobil yang lalu lalang melintas di depan matanya.
Berharap salah satu mobil yang tertangkap gambaran matanya, mobil sport hitam milik Kim Taehyung.
Penglihatan matanya cukup bagus mengenal dan mendetail setiap plat mobil, ataupun warna dari mobil itu sendiri.
Ia begitu syok di campur rasa bahagia, telah menemukan mobil Taehyung yang melintas di depannya.

Karena perasaan itu, mengakibatkan ia meninggalkan boneka pemberian laki-laki yang sangat ia cintai, begitu saja.
Berlari tanpa mau berhenti, mengejar laju mobil dengan kecepatan yang ia miliki. Keringat bercucuran membasahi kening menuruni pelipis, sampai ke tengah leher ia tak hiraukan sama sekali.
Tujuan dan kepastian menanti di depan, jawaban serta penjelasan ia utamakan.
__ADS_1
Taehyung .....gertakan nama di benaknya mulai merajai pikiran sempitnya, tak butuh waktu lama ia pun terjatuh.
Sampai luka yang memberhentikan perjuangan cintanya, ia merintih kesakitan di sertai darah keluar sedikit demi sedikit dari kedua lututnya.
Tak bisa berjalan jauh lagi, musnahlah harapan mengejar kekasih.
Yerin tertunduk menangis dalam penyelesaian, hatinya hancur secara sepihak karena kecelakaan kecil.
Kemanakah Taehyung pergi?
Dia baru saja keluar dari mobil, berjalan masuk ke dalam sebuah rumah tua tak berpenghuni.
Beda di luar lain lagi di dalam, kelihatannya dari luar sangat menyeramkan tapi ketika sudah masuk ke dalam, bagaikan sebuah tempat yang nyaman untuk di tinggali.
Katanya itu adalah tempat bagi para pelari kejahatan yang menginginkan kenikmatan dunia, ataupun bisa di sebut surga.
Taehyung bersenang-senang di sana, ia merasa lega dan bebas. Tertawa menghidupkan suasana jiwa yang tegang, dan merasakan ketenangan yang sejahtera.
Berbicara lepas mengungkapkan semua pemikiran dan beban, masalah tiba-tiba saja sirna lenyap tak berbekas.
"Aku bisa melewati cakrawala dunia, tanpa ada yang harus terluka," batin seorang Kim Taehyung
Malam harinya ia mendapatkan pesan dari Yerin, dia meminta Taehyung segera datang ke stasiun.
Taehyung segera ijin pamit pada semua rekan-rekannya, awalnya biasa saja tanggapan dari mereka. Tapi saat ia beranjak pergi dari pintu, langkahnya terhenti.
"Minggir!" Ucap Taehyung sedikit membentak
"Tidak bisa, kau harus memberikanku sesuatu dulu!" Pinta si pencegat jalan Taehyung
"Sudahlah ... Aku sedang terburu-buru," balas Taehyung kesal
"Berikan ku uang, baru kau bisa lewat." Dia pun tersenyum nakal, membuat Taehyung tidak bisa berkata dan memberikan lembaran uang padanya
"Terimakasih, V." Pencegat itu pun menggeser kan tubuhnya, membuka ruang jalan kepada Taehyung untuk keluar
"Jungkook, jangan di habiskan semua!" Pesan Taehyung sembari melewati dirinya
"Akan ku dengar, tapi tidak melaksanakannya," balas Jungkook asam
"Ckk ... Dasar licik." Taehyung segera pergi menuju tempat mobilnya berada
Malam hari terjadi Yerin duduk sendiri di bangku tunggu stasiun, menanti kehadiran seorang pria yang sangat spesial di hatinya.
Setia setiap jam berganti sampai ia ketiduran, sementara sang kekasih sedang dalam perjalanan.
Taehyung mengemudikan kendaraannya sangat cepat, supaya cepat sampai di tempat tujuan.
"Yerin ... Bertahanlah sebentar lagi," batinnya
Tidak pernah terpikir sebelumnya, kecelakaan menimpa dirinya. Tak kala seorang laki-laki berjaket hitam di tutupi belakang kepalanya, tertabrak oleh dirinya.

Kejadian itu sangat cepat tak bisa ia hindarkan, rem mendadak ia injakan.

Tapi sayangnya.... Kecelakaan itu terjadi di depan matanya, ia segera keluar dari mobil berjalan ke depan.
Syok berat saat melihat korban itu bercucuran darah, Taehyung terbujur kaku di depan tubuh itu.
Gerakan jemari tangannya ia usahakan menyentuh tubuh laki-laki itu, gemetaran ketakutan terjadi di dalam jantungnya.
Dosa besar telah menempel pada dirinya, rasa bersalah menuju ke arahnya.
Betapa sakitnya perasaanya ketika melihat wajah korban yang ia tabrak adalah temannya sendiri, Jungkook.
Adik kecil yang manis, ia selalu rindukan dan sayangi bagaikan saudara kandung sendiri.
Taehyung langsung berteriak minta tolong! Ia memangku kepala Jungkook, ke pangkuan pahanya.
"Tolong!" Teriakan keras di jalan raya yang sepi tidak ada orang yang berani memberi bantuan
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya.... Apakah Taehyung akan berada dalam bencana atau tetap dalam keadaan aman. Lalu bagaimana nasib Yerin, setelah menunggu lama kekasih hatinya. Tidak kunjung datang.
Bersambung...........