
©Tragedy Of Love©
(Author pov)
Taehyung di temukan para pengawal rumahnya, saat langkah kakinya baru menginjak lantai minimarket.
Dia dikepung disegala arah tak ada celah untuk melarikan dirinya, kemudian pemaksaan pun terjadi. Dia kehilangan alam sadarnya, ketika sebuah benda tumpul menghantam kepala belakang nya, saat dia mencoba melawan salah satu penyerang di depannya.
~Kim's family palace~

Taehyung tersadar dari ingatan kelamnya, ketika ia menerima beberapa tepukan diwajahnya.
Perlahan gerak bola matanya melirik sekitar ruangan, terlihat penampakan jelas gadis cantik sedang memberikan senyuman.
"Ohh... tidak." Taehyung menggelengkan kepalanya beberapa kali, guna mempercepat kesadaran pulih kembali
Gadis itu terus memperhatikan Taehyung, wajah cantiknya berseri-seri seperti tengah menikmati kebahagiaan.
"Irene?" Taehyung berhasil memulihkan kondisi nya, ia terheran-heran memikirkan bagaimana gadis itu bisa muncul dihadapan nya
Mengingat jadwal padat gadis itu di negara Swiss, secara mendadak Ayah nya menyuruhnya untuk segera duduk di sebelah gadis itu, Taehyung tidak menolak permintaan itu.
Dia menghormati gadis yang ia kenal, berjalan mendekati ke arah sofa. Ia pun duduk di sebelahnya, tanpa rasa canggung ataupun menaruh kecurigaan.
"Taehyung, Ayah akan menjelaskan hal penting padamu. Setelah pendidikan mu berakhir, tujuan Ayah sekarang menikahkan kamu dengan Irene. Rencana pertunangan kalian akan segera di umumkan," kata Ayahnya membuat Taehyung berpikir sejenak, mencerna baik perkataan yang barusan dia dengar
"Pah, jadi ... Irene adalah tunanganku... Gadis yang papah bilang akan menjadi pendamping hidupku," Taehyung terkesiap setelah mengetahui siapa gadis pilihan Ayahnya
"Ingat janjimu padaku, Taehyung. Kau tidak akan menghianatiku lagi!" Ayahnya mencoba memberi peringatan pada nya, mengingat janji sang Ayah sudah ditepati
"Sudah jangan banyak bicara, cepat ganti pakaianmu! pergilah bersama Irene ke toko perhiasan... carilah cincin yang sesuai untuk kalian." Ayahnya bergegas pergi dari ruang tamu setelah memberikan sebuah perintah, Taehyung mendengus kesal sambil berjalan ke arah kamarnya
"Apa Taehyung, tidak suka padaku," batin Irene, ia menjadi sedih dengan sikap dingin Taehyung padanya
Pertama kali nya, Taehyung mengabaikan kehadirannya. Walau sempat ia mendapat perilaku manis sahabatnya itu, tapi mengapa berubah sangat cepat Taehyung tak banyak memperhatikan dirinya lagi.
^^^^^^°°°°°°°°^^^°°°°°°°°^^^^
~ gold shop ~
Taehyung menemani Irene yang sibuk mencari cincin, didalam deretan kotak yang di suguhkan oleh para penjaga toko.
"Taehyung, coba kamu yang pilih. Kamu suka yang mana?" Irene meminta pendapat Taehyung, karena ia kebingungan memilih cincin yang bagus untuknya
Taehyung menyerahkan pilihan itu pada Irene, ia mengaku tidak bisa memilih cincin yang bagus katanya semua cincin yang ia lihat terihat sangat menarik untuk dibeli.
"Kenapa kamu berpikir begitu?"
"Karena penjual membutuhkan pembeli," jawab singkat Taehyung
Irene mencoba untuk tidak kecewa mendengar perkataan Taehyung, ia pun memilih cincin pertunangan nya.

Setelah menjatuhkan pilihan cincinnya, mereka pergi ke tempat percetakan, Irene pun disibukkan dengan lembaran undangan di dalam sebuah album.
Sementara Taehyung, ia sibuk melamunkan Yerin. bahkan membayangkan gadis kecilnya berada di sisinya, bercanda mengajak ia tertawa bersama.
__ADS_1
Tak berapa lama Irene menegur Taehyung yang terlihat mematung tanpa bersuara, laki-laki itu terperangah mendengar suara panggilan Irene.
Ia langsung menatap Irene untuk menyembunyikan ketidakkonsistenan nya, "Apa kamu senang dengan pilihan ku?" Irene tersipu malu, ketika memberi sebuah pertanyaan pada Taehyung, ia segera menutup setengah wajahnya mengunakan buku album yang tengah ia pegang.
Taehyung telihat kebingungan menjawab pertanyaan yang di lontarkan Irene, ia takut membalas ucapan yang salah.
Tak berapa lama Irene menunjukan sebuah cincin, yang sudah ia pilih pada Taehyung.
Taehyung menatap sekilas lalu menundukkan kepala, ia pun mengangguk setelah itu.
"Ingat Taehyung, kita akan segera bertunangan!" Irene menunjuk hidung Taehyung, yang semakin hari semakin meninggi bentuknya
Taehyung mendongakkan wajah tampannya, mengalihkan perhatiannya lagi pada gadis pilihan Ayahnya.
"Apapun yang kamu pilih, aku setuju saja. Jadi, jangan tanyakan apapun padaku!" ujar Taehyung mengalah pada keadaan yang mendesak dirinya
"Baiklah," Irene kembali sibuk dengan buku album itu, dia mencari-cari undangan yang bagus dan mewah untuk di sebarkan.
Taehyung menganalisa karakter Irene, apakah sudah takdirnya ia akan menghabiskan seluruh waktunya, dengan gadis pilihan ayahnya dan bukan pilihan hatinya.
"Irene," panggil Taehyung, membuat si pemilik nama memalingkan wajah ke melihat ke tempat nya
"senyum mu sangat memikat... wajahmu semakin cantik, sejak terakhir kita bertemu...." ucapan yang keluar dari bibir Taehyung, Irene terkagum-kagum mendengar nya seakan pria itu tengah merayu dirinya
"Tapi mengapa aku tidak tertarik sama sekali padamu, aku malah ingin kamu bahagia dengan orang lain," Senyum kebahagiaan Irene langsung surut, saat Taehyung membalikkan perkataan manisnya
"Apa yang kamu katakan sebenarnya?" Irene menjatuhkan album di tangan kanannya, merasa perkataan Taehyung sudah menusuk hatinya hingga menyisakan goresan
"Aku tidak ingin menyakiti perasaanmu, tapi aku juga tidak bisa mencintaimu. Cinta ku sudah bersandar pada pemilik hatiku, Yerin," batin Taehyung mulai berkata-kata bersatu dengan hati kecilnya
Mendapatkan kebisuan Taehyung yang tidak lagi mengeluarkan ucapan, Irene menegur calon tunangannya itu.
"Aku melamun, itu tidak benar." Taehyung menggaruk kepala belakangnya, situasi yang ia alami semakin memburuk
"Ingin sekali aku berlari dari kenyataan ini, bahwa aku tidak tidak ingin hidup dalam kekuasaan kedua orang tuaku," gumam Taehyung, membelakangi Irene
Gadis masih belum mengerti, apa yang membuat Taehyung kehilangan kefokus-annya.
.
×××××××~××××××××××
.
Semenjak hari itu, Taehyung terperangkap dalam jebakan Ayahnya. Ia tidak bisa keluar dari rumah bertingkat dua itu, satu langkah pun tidak pernah ia injakan.
Ia hanya bisa keluar dari kamar terkadang duduk di balkon untuk merenung, atau sekadar berjalan-jalan di sekitar halaman rumah yang terdapat sepetak tanah dijadikan taman.
Saat rasa bosan melanda, ia mencoba untuk bersiasat kabur lewat pintu belakang, tapi jalan kabur yang ia inginkan nihil.
Para penjaga juga sering berujar posisi dan bertugas sangat ketat selama 24 jam.
Ia mengikuti perjalanan langkah kakinya yang menuntunnya sampai ke kola renang, ia memperhatikan air jernih yang menampakan bayangan dirinya.
Yerin dan Yerin, gadis kecilnya terus menghantui pikirannya. Ia tidak bisa tenang, ataupun melupakan sosok yang kini ia rindukan.
Perilaku bodoh akhirnya ia lakukan, ia berniat bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya ke dalam kolam.
Berusaha menahan napasnya, ia malah mendapat bayangan tentang gadis pujaan hatinya.
__ADS_1
Dalam memori ingatan itu, ia melihat Yerin tengah membaca surat darinya. tubuh Taehyung tidak terkendali, ingatan yang menyakiti itu. Membuatnya tidak bisa menahan emosi, ia pun melihat kembali wajah cantik Yerin yang memberikan tanda cinta dari bentukan kedua tangannya, membentuk sebuah hati.
Lagi dan lagi, bayangan kelebat gadis itu terlihat tersenyum pada Taehyung.
Apakah fantasi yang dialaminya nyata juga benar adanya, gambaran itu di akhiri dengan tertutup nya kedua mata Yerin, di tengah hujan. Taehyung langsung menaikkan kepalanya ke atas permukaan dan membuka matanya sangat lebar.
Dia ingin bertahan hidup, demi cintanya pada Yerin.
Taehyung bangkit dari keterpuruk-an nya, ia berjalan lagi ke tepi untuk bernapas lega.
.
.・゜-: ✧ :- -: ✧ :-゜・.
.
Di sebuah taman, Yerin tengah menunggu seseorang datang, karena janji temu yang sudah ia sepakati.
Mendengarkan lagu untuk menemaninya, agar ia tidak merasa bosan.
Eunwoo adalah teman yang sedang di tunggu Yerin. Laki-laki itu melihat ke tempat gadis yang ia sukai dengan senyum jenaka, Yerin tengah terduduk tenang, sesekali mengayukan kepalanya ke kiri atau ke kanan.
Ia mempersiapkan dirinya lalu melangkah perlahan mendekati tempat itu, lalu ia pun duduk di sebelah Yerin.
"Aku lama ya?" Eunwoo menoleh ke samping, dia menatap Yerin dengan serius
Yerin tidak mendengarkan pertanyaan Eunwoo, karena telinganya sedang ia sumbat dengan earphone yang menyalakan musik kencang0.
Eunwoo menyentuh bahu Yerin, gadis itu berbalik sesuai pergelangan tangan yang mengarahkannya pada wajah si pemberi tepukan tersebut.
"Hey ... Eunwoo." Yerin segera melepas kedua earphone yang terpasang, di kedua sisi daun telinganya
"Yerin, sudah lama kita saling berteman bukan?"
Yerin mengangguk dan mengatakan 'iya'.
"Persahabatan di antara kita, bisakah memikiki perasaan istimewa yang lebih dari rasa sayang?" Eunwoo menatap penuh berlian bola mata Yerin, gadis itu sampai tidak bisa berkutik lagi
"Apa kamu mau menjadi pacarku..."
Deggg!! Yerin merasa terpanah jantung nya, karena ia begitu syok mendapat pertanyaan yang tidak pernah terpikir akan terucap dari bibir Eunwoo.
"Aku mencintaimu dari dulu Yerin, kedatanganku kali ini ... ingin membawamu pergi, kita akan meninggalkan negara ini. Lalu ... kita hidup bersama, melalui hari-hari yang menyenangkan hanya berdua," ungkapan perasan cinta Eunwoo di tolak Yerin, gadis itu menggeleng tidak setuju dengan pertanyaan, sekaligus pemberontakan hati kecil nya
"Maaf Eunwoo, untuk yang kedua kalinya aku akan menolak perasaan cintamu. Aku bukan gadis baik ... apalagi di bilang pantas untuk kamu jadikan pendamping hidup," Penolakan dari Yerin, masih Eunwoo anggap belum terlalu jelas permasalahannya
Yerin bersiap mengungkapkan apa yang menjadi alasannya sampai sekarang, kenapa belum ia tentukan pilihan hatinya.
"Karena aku mencintai Taehyung, walau sekarang aku dia tidak tahu ada dimana. Tapi aku yakin! Dia akan kembali mencariku ... dan memenuhi janjinya padaku," jawaban Yerin, membuat Eunwoo merasakan sakit hati lebih parah dari yang dulu pernah ia rasakan
"Kalau begitu, maafkan aku." Eunwoo beranjak dari kursi panjang itu, ia berjalan pergi menjauhi jarak dekatnya dengan Yerin
"Eunwoo tunggu!" teriak Yerin mengejar kepergian sahabat baiknya
Eunwoo akhirnya berhenti, ia tidak ingin Yerin berusaha mengejarnya untuk kembali merasakan sakit.
Ia berbicara pada Yerin dengan membelakanginya, mencoba menahan ototnya yang keram karena tekanan batin yang tertahan.
Apa yang akan di katakan Yerin pada Eunwoo, akankah Yerin berubah pikiran. Story part berikutnya...........
__ADS_1