
® Tragedy Of Love ®
Eunwoo lalu membantu Yerin, untuk bangun.
Skip>>>>>>
Yerin dan Eunwoo sedang mengucapkan salam perpisahan, karena sudah malam Eunwoo berpamitan untuk segera pulang pada Yerin.
"Terimakasih Eunwoo, kamu telah sangat membantuku membersihkan semua halaman rumah sehingga sangat bersih," Yerin tersenyum ramah pada Eunwoo
"Sama-sama Yerin, aku harus segera pulang." Eunwoo tersenyum, sangat menggoda pada Yerin
di saat itulah, mobil Taehyung masuk ke halaman rumah. Dia sangat terkejut melihat Yerin, sedang berbicara dengan seorang pria. Taehyung membunyikan klakson mobilnya, lalu menyalakan lampu mobilnya sehingga menyoroti mereka berdua.
Yerin menghalangi pandangan matanya dengan tangan kanannya, karena cahaya mobil V sangat menyilaukan mata nya.
Taehyung pun mematikan mesin mobilnya, lalu bergegas keluar mobil. Dia pun berlari ke arah Yerin dan Eunwoo.
Terjadilah kontak cinta segitiga di antara mereka, Taehyung menatap Eunwoo dengan tatapan mata yang sangat menandakan tidak menyukai kehadiran Eunwoo yang berada di sisi Yerin.
Yerin yang melihat tatapan mata Taehyung terhadap Eunwoo pun, mulai mengatakan sesuatu padanya.
"Taehyung, jangan menatapnya dengan tatapan seperti itu. Itu tidak sopan, kamu harus minta maaf sekaligus mengucapkan terimakasih padanya!" ucap Yerin
"Apa aku yang salah, dan mengapa aku harus mengucapkan rasa terimakasih padanya." Taehyung mengalihkan tatapan matanya ke arah Yerin
"Karena kamu tidak sopan menatap tamu dengan tatapan yang tidak enak dilihat, kamu harus mengucapkan rasa terimakasih pada Eunwoo. Karena dia telah membantu ku, membersihkan halaman rumah mu," jawab Yerin
"kau benar-benar laki-laki yang tahu caranya mengambil hati seorang wanita, aku berterimakasih pada mu. Karena kamu telah menjaga Yerin dan membantunya membersihkan halaman rumah ku," ucap Taehyung pada Eunwoo
"soal menjaga Yerin, itu adalah kewajiban ku. Aku terima rasa terimakasih mu, pada ku," jawab Eunwoo
"Jadi, kapan kau pulang, mau aku antar sampai ke rumah mu!" ujar V
"V, kau tidak sopan lagi!" Yerin memperingati V
Taehyung hanya menghela nafasnya saja, tanpa menjawab ucapan Yerin.
"Tidak usah kau usir, aku akan segera pergi dari sini." lalu Eunwoo menghampiri Yerin
"Jaga dirimu baik-baik, dari laki-laki kurang ajar seperti dia. Aku mengharapkan kamu sempatlah pulang ke panti, 2 hari lagi," ujar Eunwoo
"Itukan, hari ...," ucapan Yerin di cegat Eunwoo
"Jangan berbicara, kalau kamu sudah mengerti." Eunwoo tersenyum, lalu membelai rambut Yerin
Melihat kejadian itu, Taehyung tidak tinggal diam. Dia langsung menghampiri Eunwoo, dan memukul wajahnya. Yerin sangat terkejut dengan sikap Taehyung, Yerin sontak menampar wajah Taehyung.
"Kenapa kau malah menampar wajah ku." Taehyung menyentuh pipi kirinya, yang di tampar Yerin
"Itu untuk membalas pukulan mu, pada Eunwoo. Kenapa kamu memukul nya, apa salah dia padamu?" tanya Yerin dengan nafas terengah-engah
"Karena dia telah telah menyentuh rambut mu," jawab Taehyung
"Kenapa, apa dia tidak boleh memperlakukan ku dengan baik. Mengapa kamu melarangnya?" tanya Yerin dengan mata berkaca-kaca
"Aku tidak menyukai itu, aku tidak suka laki-laki lain menyentuh mu," jawab Taehyung kembali
Yerin menghela nafas panjang
"Aku menghukum mu, karena telah memukul sahabat ku." setelah mengatakan itu, Yerin berjalan menghampiri Eunwoo
"Apa kamu baik-baik saja?" Yerin berdiri di hadapan Eunwoo
"Iya, aku baik-baik saja." Eunwoo menyentuh bibirnya yang terluka
"Bibir mu berdarah, aku akan mengobati luka mu." Yerin menyentuh bibir Eunwoo
"Jangan." Eunwoo memegang tangan Yerin
"Sudah malam, masuklah. Aku akan pulang." Eunwoo menurunkan tangan Yerin, ke bawah dan melepaskannya
"Tidur yang nyenyak, sampai jumpa." Eunwoo pergi berjalan ke arah gerbang
"Eunwoo ...,!" teriak Yerin
Saat Eunwoo akan keluar pintu gerbang, dia melihat ke arah Yerin dan tersenyum.
"Aku pasti akan kesana ...,!" teriak Yerin kembali
Eunwoo hanya menganguk, lalu pergi keluar dari gerbang. Pintu gerbang tertutup kembali, Yerin langsung masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan Taehyung.
Taehyung memalingkan wajahnya, dia lalu menelan ludahnya sendiri. Setelah itu, dia pergi naik ke mobilnya. Mobil Taehyung pun melaju ke arah garasi, setelah itu Taehyung keluar dari mobil dan menutup pintu garasi.
"Apa aku keterlaluan padanya, apa aku harus minta maaf." Taehyung masuk ke dalam rumah, lalu mengunci pintu.
Dia berjalan ke arah dapur, dia tidak melihat makanan yang tersaji di meja makan.
"Apa, dia tidak memasak makanan untukku. Hah,, padahal aku sedang lapar." Taehyung berjalan ke arah tangga
"Apa dia benar-benar marah padaku." Taehyung berjalan menaiki tangga
"Yerin!" teriak Taehyung, yang kini dia berada di depan pintu kamar Yerin
Namun Yerin, tidak merespon panggilan Taehyung. Berkali-kali Taehyung memanggil namanya, dia tidak keluar juga dari kamarnya.
"Yerin, apa kamu tega padaku. Aku belum makan dari tadi sianh, kenapa kamu tidak memasak untuk ku. Apa kamu marah padaku, karena aku memukul teman mu. Aku minta maaf karena itu, kumohon memasaklah untukku, jika tidak. Aku tidak bisa tidur, dengan perut kosong," ujar Taehyung
Lagi dan lagi, Yerin tidak menjawab ucapan Taehyung ataupun menemui nya. Saat Taehyung mulai pasrah dan kelelahan, Yerin membuka pintu kamarnya.
"Taehyung!" ucap Yerin
__ADS_1
Taehyung langsung menghampiri Yerin
"Aku menghukum mu, jika kamu mau aku memaafkanmu. Minta maaf lah pada Eunwoo, aku tidak akan membuat mu dalam kesusahan lagi," jelas Yerin
"Hah." Taehyung mulai bernafas lega
"Buka lemari makanan, aku sudah memasak untuk mu. Selagi masih hangat kamu cepat makan ya, jangan lupa setelah itu minum susunya. Aku tidak mau, kamu tidak nyenyak dalam tidur mu," ujar Yerin
"Apa kamu tidak akan menemani ku makan, aku sangat kesepian!" pinta Taehyung
"Kesepian mu adalah hukuman dariku, sampai kamu belum meminta maaf. Kamu terus kesepian tanpa aku, walau aku selalu ada bersama mu." setelah mengatakan itu, Yerin langsung menutup pintu dan mengunci pintunya
"Maafkan aku Taehyung, aku begini agar kamu mengerti. Jika suatu saat nanti, apa kamu akan mengerti tentang perasaan mu sendiri." Yerin yang bersandar di pintu
"Jadi, aku kesepian sekarang. Mau bagaimana lagi, aku harus menghadapi situasi seperti ini juga kelak." Taehyung pergi berjalan menuruni tangga
"12 hari lagi, aku akan pergi dari rumah mu. Apa kamu akan terus mempertahankan kehadiran ku, mengapa aku jadi menangis. Hiks,, hiks,, hiks,, ." air mata Yerin tak terbendung lagi
Yerin perlahan melangkah kakinya, berjalan ke arah tempat tidur.
"Kenapa aku belum bisa membuat mu jatuh cinta padaku, apa mendapatkan cintamu jauh lebih sulit dari pada menggapai bintang. Harapan selalu ada di dalam hati kecilku, mengapa kenyataannya berbeda dari yang aku impikan. Terbentang luas keinginan ku, untuk bisa bersama dengan mu. aku yang menunggu mu, tetapi kamu yang terlambat," batin Yerin dengan menahan rasa sedih di hatinya
Cinta terkadang jauh lebih sulit dari air yang mengalir dalam satu jalan. Cinta tidak bisa kita arahkan, kemana tujuan dari Cinta itu. Cinta terkadang merindukan, seseorang yang di inginkan. Menahan kerinduan dengan Cinta, membawa beban yang besar. Kita tidak bisa menghilangkan Cinta yang sudah tertanam di jiwa, mencoba untuk mencabut Cinta itu harus sampai ke akarnya.
Skip>>>>>>>
Pagi harinya, pukul. 07:45 menit. Taehyung, mencari keberadaan Yerin di sekolah. namun dia tidak menemukan keberadaannya, dia mencari ke kelas 12B.
"Tas." Taehyung melihat Tas Yerin
"Orangnya, dimana?" Taehyung mulai bertanya-tanya dimana Yerin berada
Dia mencoba bertanya pada teman sekelas Yerin, namun tidak ada yang tahu dia pergi kemana.
"Kamu benar-benar menghukum ku, sampai kapan kamu akan lari dari ku." Taehyung berlari ke ruang kelas yang lain
Di ruang kelas yang tidak terpakai, Yerin tengah duduk di lantai dengan merangkul kedua lututnya, dia tidak bisa pergi kemanapun. Sebelum bel masuk berbunyi, dia menunggu mata pelajaran di mulai.
"Aku rasa, Taehyung tidak akan kesini," ucap Yerin sambil bersandar di tembok
Tiba-tiba sesorang masuk dengan nafas terengah-engah, dia melihat Yerin yang sedang duduk di pojokan.
"Jadi kamu disini." Taehyung menghampiri Yerin
Yerin langsung berdiri, saat Taehyung berjalan ke arahnya.
"Aku kira kamu tidak akan menemukan ku, karena tempat ini tidak mungkin kamu datangi," ucap Yerin
"Hah,, apa kamu kira aku akan mencari mu kemana. Bukankah tempat ini, tempat yang aku sarankan untuk kita berdua berbicara. Sekarang sudahlah hukuman mu itu, perasaan ku sangat tidak tenang. Jika kita belum baikkan, aku akan meminta maaf pada teman mu di hadapan mu," ucap Taehyung dengan sangat serius
"Apa kamu yakin, kamu tidak akan berkelahi lagi bukan, dengan nya?" tanya Yerin
"Kamu terlalu manis Taehyung." Yerin menyambut jari kelingking Taehyung dengan menyatukan jari kelingking nya
"Aku sudah berjanji padamu, jika aku bertemu dengannya. Aku akan minta maaf, padanya." Taehyung pun tersenyum manis pada Yerin
"Aku menantikan itu, Kim Taehyung." Yerin membalas senyuman Taehyung dengan senyuman bahagia di wajahnya
Bel masuk pun berbunyi, Taehyung dan Yerin saling melepaskan jari kelingking mereka masing-masing.
"Bel sudah berbunyi, kita harus segera masuk kelas!" ucap Yerin
Taehyung hanya menganguk, mereka pun keluar dari kelas itu bersama-sama.
Pelajaran pun dimulai, Yerin mulai senyam-senyum sendiri. Sowon yang memperhatikan tingkah laku Yerin, berbicara pada Umji.
"Yerin, dia kenapa. Akhir-akhir ini, sikapnya mulai berbeda dari seperti biasanya," bisik Sowon pada Umji
"Aku juga tidak tahu, semenjak dia ada masalah dengan si Taehyung itu. Dia menjadi sering tersenyum tidak jelas di kelas, sampai-sampai dia melupakan kita," bisik Umji pada Sowon
"Kita akan bertanya padanya, setelah pelajaran usai," ucap Sowon
"Sip." Umji menunjukan ibu jarinya pada Sowon
Sowon pun menganguk, mereka berdua pun kembali fokus pada tugas yang sedang mereka kerjakan.
Jam istirahat pun berbunyi, semua siswa mulai keluar dari kelas mereka masing-masing. Saat sedang makan di kantin, Sowon pun bertanya pada Yerin.
"Yerin, kenapa sekarang ada yang berubah ya, dari sikap lo kepada kita?" tanya Sowon
Yerin pun menunduk kepalanya, sembari menghela nafas panjang.
"Maafkan aku, benar apa yang kamu katakan padaku, Sowon. Aku merasakan sikap ku mulai berubah, aku juga tidak tahu menagapa aku jadi seperti ini." Yerin pun mulai meneteskan air matanya
"Yerin, kenapa kamu jadi menangis. Gue ngak mau buat lo menangis, maafkan gue." Sowon memeluk Yerin dengan erat
"Aku merasa, jika aku terlalu banyak berubah. Hiks,, hiks,, hiks,, ." Yerin menangis di peluk kan Sowon
"Kenapa dia jadi menangis, besok adalah hari ulang tahunnya. Apa rencana kami akan gagal, jika dia terus bersedih seperti ini," batin Umji
Kesedihan Yerin berubah menjadi kegalauan nya, saat Taehyung datang bersama Irene dan duduk bersama di meja kantin. Lagi-lagi keromantisan yang ditunjukkan Irene terhadap Taehyung membuat Yerin sangat cemburu, tatapan mata Yerin menjadi kabur tubuhnya menjadi lemas tak berdaya.
"Aku tahu dia hanya teman mu, mengapa aku merasa sangat sakit hati. Apalah daya ku, memandang mu pun, aku tidak berhak," batin Yerin
Setelah selesai makan bersama teman-teman nya di kantin, Yerin pergi berjalan sendirian menyusuri koridor sekolah. Dia memikirkan banyak hal, dan bertanya-tanya mengapa semuanya harus terjadi padanya.
Jika saja aku bisa memilih siapa yang akan aku cintai, tentunya aku tidak akan memilih kamu. Karena kamu tidak peduli padaku, apa gunanya aku yang selalu ada di dekat mu. Jika kehadiran ku, tidak membuat mu merasa bahagia.
"Ah,, apa yang aku pikirkan, kenapa aku jadi lemah seperti ini. Cintanya memang tidak mudah, sulit membuat dia jatuh cinta pada gadis seperti ku," gerutu Yerin
"Apa yang tidak mudah," ucap seorang Siswa yang berdiri di hadapan Yerin
__ADS_1
"Kamu hanya tinggal menunggu sebentar lagi, memang kapan datang nya cinta itu kita tidak mengetahuinya. Setidaknya aku mulai menyukai mu," ucapan terakhir seorang Siswa itu terngiang-ngiang di telinga Yerin
Yerin tidak berhenti terus mengedipkan kedua matanya, Siswa itu menghampiri Yerin.
"Pulang sekolah nanti, pulang lah duluan. Jangan lupa masak makanan yang enak untukku, ya!" pinta Siswa itu
"Kamu mau kemana, apa kamu akan pulang terlambat?" tanya Yerin
"Hm,, aku harus pergi ke suatu tempat lagi. Ingat pesan ku ya, jika teman mu itu ke rumah kita. Suruh dia menunggu kepulangan ku, aku akan minta maaf padanya," ujar Siswa itu
"Taehyung," ucap Yerin dengan suara pelan
Bel masuk pun berbunyi, memecahkan keheningan pembicaraan mereka berdua.
"Waktu sudah habis, saat bersama mu. Waktu begitu cepat berlalu, ayoo kita ke kelas bersama!" ajak Taehyung
"Tidak, bagaimana nanti siswa lain melihat," Yerin menolak ajakan Taehyung
"Aku tanggung resikonya." Taehyung pun mengengam tangan Yerin
Yerin memandangi Taehyung sejenak, lalu melepaskan genggaman tangan Taehyung.
"Jangan di genggam, kita jalan seperti teman saja." Yerin berjalan mendahului Taehyung
"Bukan kah, dia suka hal yang romantis." Taehyung mengikuti Yerin dari belakang namun karena Yerin berjalan dengan langkah pelan, Taehyung pun berhasil berjalan di samping Yerin.
"Aku akan melakukan hal yang romantis namun sangat manis, padamu." Taehyung pun mengelus rambut belakang Yerin dengan lembut,

membuat Yerin melihat ke arahnya
"Kenapa kamu lakukan itu, aku melarang mu melakukan hal yang romantis padaku." Yerin menghentikan langkah kakinya
"Kenapa, bukan nya kamu selalu ingin di perlakukan romantis." Taehyung menatap kedua bola mata Yerin
"Karena status hubungan kita masih tergantung, tidak jelas. Apa kita hanya berteman tapi mesra, atau kita sahabat-an yang saling mempedulikan?" pertanyaan Yerin, membuat Taehyung sedikit kebingungan

"Kita ke kelas saja." Taehyung berjalan mendahului Yerin, untuk menghindar dari pertanyaan
"ya sudah, mau gimana lagi." Yerin mengikuti langkah kaki Taehyung dari belakang
Taehyung masuk ke kelas 12A, sedangkan Yerin masuk ke kelas 12B. Pelajaran pun di mulai, sekitar 2,5 jam belajar, pelajaran berakhir. Yerin sedang memasukan buku-buku ke dalam tas, Sowon dan Umji berpamitan terlebih dahulu pada Yerin untuk segera pulang.
"Kenapa kalian jadi cepat pulang sekarang, apa kita tidak akan bicara sesuatu atau membahas sesuatu dulu," ucap Yerin
"Tidak Yerin, kami harus mengerjakan tugas bersama," jawab Sowon
"Tapi kenapa aku tidak di ajak, apa kalian ingin mengajak ku?" Yerin mengendong tas nya
"Bukan begitu Yerin, akhir-akhir ini kami memang mengerjakan tugas bersama. Kami juga tahu, kamu selalu sibuk tidak ada waktu." alasan Umji pada Yerin
"Iya juga sih, aku pun merasa begitu," jawab Yerin
"Kami pulang ya, jaga diri mu baik-baik," ucap Sowon
Kemudian Umji dan Sowon pergi meninggalkan Yerin sendirian di kelas.
"Aku mau pulang namun, pasti aku merasa kesepian. Apalagi, Taehyung tidak pulang bersama ku." Yerin beranjak dari bangku, dan berjalan keluar kelas
Saat Yerin sedang berjalan di jalan raya, seseorang memanggil namanya. Yerin langsung melihat ke seberang jalan, dia melihat seorang laki-laki berseragam sekolah tapi berbeda dengan seragam sekolah yang dia kenakan. Laki-laki itu menyebrangi jalan dan menghampiri Yerin.
"Hah," suara nafas yang terengah-engah terdengar jelas dari laki-laki itu
"Apa kamu habis pulang sekolah, mengapa kamu tidak pulang kerumah?" tanya Yerin
"Entah mengapa aku ingin menemui mu, aku merasa kamu akan menjauh dari ku," jawab laki-laki itu
"Eunwoo, kamu di tunggu Taehyung di rumah. Maukah kamu pergi ke rumah itu lagi, bersama ku!" pinta Yerin
"Mengapa tidak, jika kamu yang memintanya." jawab Eunwoo dengan senyuman di wajah nya
"Baiklah kalau begitu, ayoo." Yerin menarik tangan Eunwoo dan berjalan bersamanya menuju rumah Taehyung
Sementara itu, Taehyung sedang bersama Irene di sebuah mall mereka sedang makan bersama. Taehyung telah selesai makan, dia lalu bertanya tentang sesuatu pada Irene.
"Irene, biasanya saat kamu ulang tahun. Hadiah apa yang paling kamu sukai?" tanya Taehyung
"Apa ya, di hari ulang tahun banyak orang memberiku banyak hadiah. Tapi ada satu hadiah yang paling aku sukai, yaitu hadiah dari mu," jawab Irene
"Hadiah ku, aku benar-benar lupa hadiah ku apa." ucap Taehyung, sambil menyentuh kepala belakangnya
"Taehyung, jangan pernah lupa begitu, kamu memberi ku sepatu yang sangat aku sukai!" Irene mengigatkan Taehyung
"Sejujurnya, itu Ibuku yang memilihkannya untuk mu. Maafkan aku!" ucap Taehyung
"Tidak apa-apa, aku mengerti tentang kamu Taehyung," jawab Irene
"Hadiah apa yang paling berharga ya, dia menyukai sesuatu yang bisa dia jaga. Tapi aku tidak tahu, apa itu," ujar Taehyung
"Apa maksud mu, hadiah paling berharga. Apa kamu akan memberi seseorang hadiah?" pertanyaan Irene, membuat Taehyung menjadi diam
"Taehyung, siapa yang menginginkan itu dari mu?" lagi-lagi pertanyaan Irene tidak di gubris Taehyung
"Taehyung!" Irene memanggil Taehyung dengan nada sedikit keras
Apa yang akan di jawab Taehyung, apa dia bisa mengatakan yang sejujurnya pada Irene?
Bersambung
__ADS_1