
® Tragedy Of Love ®
Taehyung menurunkan tubuh Yerin di belakang kursi meja makan, dia menyuruh Yerin untuk segera duduk. Yerin tanpa bertanya ataupun penolakan, dia menuruti apa yang Taehyung perintahkan padanya. Taehyung dengan sangat baik melayani Yerin, dia mengambilkan nasi dan juga lauk pauk yang telah tersaji untuknya. Taehyung juga mandiri, dia mengambil sendiri apa yang mau dia makan tanpa mengatakan keluh dan kesah.
Yerin menjadi sangat kagum pada sosok Kim Taehyung yang sedang terjadi di hari ini, seperti ada sebuah keajaiban langka dalam kehidupan nya. Dia berpikir yang lain lagi yaitu sebuah mimpi, bisa di layani oleh orang yang sangat dia cintai.
"Makanlah, jangan memikirkan apapun. Aku ingatkan padamu, jangan melakukan kegiatan bersih-bersih di rumah ku. Jangan melanggar perintah ku, aku khawatir kamu akan sangat kelelahan dengan kondisimu saat ini!" pesan panjang Taehyung, dia menginginkan Yerin untuk segera sembuh
"Kamu terlalu mengkhawatirkan ku, aku baik-baik saja. Kenapa kamu melarangku, semua itu adalah tugasku. Karena telah tinggal di rumah mu, aku akan melanggar perintah mu," ujar Yerin
"Berani kamu melanggar perintahku, aku tidak akan segan-segan melanggar batasan yang telah aku buat diantara kita!" ancam nya
"Batasan, sejak kapan kita punya batasan." Yerin yang pura-pura lupa
"Hah,, jangan pura-pura tidak tahu, kau sengaja memancing ku untuk mengatakannya, iya kan." Taehyung pun memulai makan nya
"Iya,, iya. Aku memang sengaja mengetes mu, kamu memang susah di bodohi." Yerin pun mulai menikmati makannya
"Karena itulah jadi lah pintar, agar kamu tidak bisa di manfaatkan," ucap Taehyung
Yerin hanya tersenyum manis membalas ucapan dari Taehyung.
Setelah selesai sarapan Yerin mengantarkan Taehyung sampai depan rumah, Taehyung mengambil tasnya dari tangan Yerin lalu memakainya.
"Jangan ke mana-mana, diamlah di rumah. Lakukan sebuah kegiatan misalnya menonton tv, main game, atau juga browsing di internet," ujar Taehyung
"Itumah sikap mu, aku tidak seperti itu," balas Yerin
"Jadilah seperti ku, kau pasti akan berubah. Sudah aku mau berangkat, jaga dirimu baik-baik. Pulang nanti, aku akan membawa sepatu baru untuk mu. Ingatlah pesan ku yang tadi, jangan sampai kamu langgar." Taehyung membelai rambut Yerin, yang terurai begitu saja
"Aku pergi." dengan senyuman di wajahnya, Taehyung pun pergi masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya
Yerin pun masuk ke dalam rumah, setelah mobil sport hitam milik Taehyung pergi meninggalkan rumah.
Di dalam perjalanan Taehyung terus memikirkan keadaan Yerin dan juga pikiran semalam, semuanya tercampur aduk di dalam benaknya. Jika di keluarkan mungkin akan menjadi sebuah masalah, yang tidak ada selesainya.
30 menit perjalanan dan berada dalam mobil, akhirnya mobil Taehyung sampai di sekolah. Dia lantas turun dari mobilnya, dan berjalan masuk ke gedung sekolahnya.
Seperti biasa dia selalu di pandangi juga di bicarakan oleh Siswa/Siswi di sekolahnya, dengan langkah kaki yang normal dia lewatkan tanpa menoleh pada Siswa/Siswi yang menggunjing nya ataupun memuji penampilan dan ketampanannya.
Dia masuk ke kelasnya dan duduk di bangkunya dengan tenang, tak lama ia pun mulai memikirkan sesuatu.

Seorang Siswi datang menghampirinya dan duduk bersamanya.
"Pagi-pagi sudah melamun saja nih, awas! Nanti kamu kemasukan setan," goda seseorang itu
Taehyung langsung melihat ke sampingnya dan mengatakan.
"Pagi sekali sudah mengganggu, apalagi nanti siang," balas Taehyung
"Kau bisa saja Taehyung, apa kamu sudah sarapan?" tanya seseorang itu
"Aku sudah sarapan, Irene. Aku diam seperti ini, karena memikirkan sesuatu," jawabnya
"Kamu memang selalu diam jika tidak ada yang bicara padamu, tapi aku penasaran dengan apa yang kamu pikirkan itu?" tanya Irene
"Ada dua hadiah yang aku pikirkan," jawab singkatnya
"Hadiah, kenapa harus memikirkan sebuah hadiah. Hadiah itu diberikan bukan untuk di pikirkan. Kau aneh sekali, tapi memang kamu aneh," canda Irene
"Dari kemarin-kemarin kamu memikirkan tentang hadiah, jadi apa kamu sudah mendapatkan hadiah yang mau kamu berikan itu pada seseorang?" tanya Irene kembali
"Sudah ku berikan, tapi ada sesuatu lagi yang aku pikirkan. Setelah memberinya hadiah, ada hadiah lain yang aku pertanyakan," jawab Taehyung
"Apa yang kamu pertanyakan itu, apa jawaban dari seseorang itu atau hal yang lain?" tanya Irene dengan rasa penasaran tinggi
"Perbedaan diantara kami berdua, menurutnya hadiahku, sangat berharga baginya juga bisa di jaga. Di sisi lain, hadiah yang di berikan temannya justru itu yang menurutku paling berharga juga bisa di jaga. Tapi dia mengatakan jika maksudnya adalah cinta ku, yang dia inginkan dari hadiah ku itu," jawaban panjang Taehyung yang jujur pada Irene
"Aku tidak bisa membantu mu, soal itu. Karena hanya kamu yang bisa menemukan jawabannya, mungkin petunjuk dari ku bisa membantu mu," ujar Irene
"Apa itu?" Taehyung sangat serius
"Dari ucapan mu tadi, mungkin jika kamu pikirkan akan menjadi sebuah jawaban," jawab Irene
"Terimakasih telah memberi ku petunjuk, sekarang otak ku seperti bercahaya," ucap Taehyung
"Hm,, tidak usah berterimakasih pada ku, aku mengatakan itu asal-asalan saja." Irene tersenyum pada Taehyung
"Kamu cantik jika tersenyum seperti itu, jaga senyum mu jangan sampai menghilang dari wajah mu." Taehyung membalikkan tubuhnya, lalu mengeluarkan buku mata pelajaran dan mulai mengerjakan sesuatu
"Taehyung andai kamu tahu, kita akan menjadi semakin dekat beberapa bulan lagi," batin Irene
Jam pelajaran pun di mulai Taehyung mulai memfokuskan pikirannya, mendengarkan ucapan Guru sedangkan Yerin. Dia melanggar perintah dari Taehyung, dia tetap melakukan kegiatan bersih-bersih rumah dan mencuci pakaian.
Ketika Yerin sedang menjemur pakaian seseorang memperhatikan nya dari depan pintu gerbang rumah, Yerin sesekali melihat seseorang itu.
Saat dia akan menegur seseorang itu, dia menghilang begitu saja dari pandangan matanya.
"Dia kemana?" Yerin menjadi kebingungan
Dia pun masuk ke dalam rumah, dengan rasa takut dan segera mengunci pintu.
Beralih ke sekolah, setelah lama belajar. Pelajaran berakhir dalam waktu 2,5 jam, Taehyung yang baru keluar kelas bersama Irene langsung di serang 2 Siswi dan bertanya padanya dimana Yerin. Karena tidak mau Irene tahu masalah ini, Taehyung menyuruhnya untuk pergi dahulu ke kantin.
"Baiklah, aku tunggu kamu di kantin." Irene pun pergi
"Jadi dimana lo sembunyikan Yerin, apa dia tidak ke rumah lo semalam?" tanya Sowon dengan suara sedikit keras
__ADS_1
"Tenanglah kalian berdua, Yerin baik-baik saja. Dia berada di rumah ku, dia sedang istirahat," jawab Taehyung
"Apa, di rumah mu. Apa kau sudah gila, orang tua mu itu tidak akan membiarkan Yerin tinggal dengan tenang. Aku tahu sikap orang tua mu, jika dia tahu Yerin itu ...," ucapan Umji di cegat Taehyung
"Aku tahu, dia tidak tinggal di rumah orang tua ku. Tapi tinggal di tempat dimana, orang tua ku tidak akan menemukan keberadaan ku ataupun dirinya." jelas Taehyung, kemudian dia pergi meninggalkan Sowon dan Umji
"Aku tidak akan percaya padanya," ucap Umji
"Benar, pulang sekolah nanti. Kita harus mengikuti dia," ujar Sowon
Sowon dan Umji pun berjalan ke arah yang sama seperti Taehyung yaitu ke kantin.
Di rumah Taehyung saat Yerin sedang menonton tv, tiba-tiba bel rumah berbunyi. Ia beranjak dari sofa pergi ke depan pintu dengan langkah pelan-pelan, saat dia membuka pintu. Dia terlihat sangat ketakutan, terhadap seseorang yang berdiri di hadapannya.
"Siapa kamu, mau apa kamu kesini?" tanya Yerin sambil merem
"Tidak usah takut padaku, aku membawa pesan untuk pemilik rumah ini. Apa dia ada di dalam, atau dia sedang tidak berada di rumah nya. Karena aku mengawasi rumah ini dari tadi, hanya kau saja yang keluar dan beraktivitas?" tanya seseorang itu
Yerin perlahan membuka matanya dan mengatakan Taehyung tidak ada di rumah, dia sedang sekolah.
"Kalau begitu aku akan menunggu kedatangannya, disini." seseorang itu duduk di kursi yang telah tersedia di depan rumah
"Kenapa tidak tunggu di dalam saja, dari pada di luar itu terkesan tidak baik, karena aku memperlakukan tamu Taehyung dengan tidak hormat," ujar Yerin
"Aku tidak mau masuk ke dalam, di dalam tidak ada siapa-siapa bukan," seseorang itu menolak niat baik Yerin
"Kau harus masuk ke dalam, biar aku yang menunggu di luar. Aku tidak mau Taehyung melihat kelakuan buruk ku padamu, jika dia melihat mu ada di luar menunggu nya pulang!" Yerin memaksa seseorang itu untuk bertamu di dalam rumah
"Sudah ku bilang, aku tidak mau masuk ke dalam rumah!" seseorang itu berdiri dan mengatakan ucapan itu dengan marah
"Maafkan aku, aku hanya ingin berniat baik pada semua tamu yang datang ke rumah Taehyung." Yerin menundukan kepala ke bawah

"Jika kamu ingin berniat baik padaku, buatkan aku minuman es teh manis." seseorang itu duduk kembali dengan tenang
"Baiklah, terimakasih telah meminta sesuatu." Yerin masuk ke dalam rumah
"Gadis yang aneh, rasanya aku pernah melihat dia, saat Taehyung membawa gadis itu, untuk mencari kakaknya," ujar seseorang itu
Tak lama Yerin membawa nampan berisi segelas teh manis dingin juga cemilan dan menyimpannya di meja, saat Yerin akan masuk ke dalam rumah seseorang itu memerintahkan Yerin untuk duduk bersamanya.
Dengan perasaan sangat takut juga gemetar Yerin pun duduk di kursi dekat meja, seseorang itupun minum. Setelah dia minum, dia baru mulai berbicara dengan Yerin.
"Jangan takut padaku, aku orang baik bukan orang jahat." seseorang itu bersandar di tembok
"Siapa nama mu?" tanya Yerin dengan terbata-bata
"Kau gemetar bertanya padaku, rileks saja. Aku orangnya santai, tidak berbuat arogan. Nama ku adalah Suga, aku teman dari kakaknya Taehyung," jawaban Suga membuat Yerin terkejut
"Kakaknya, jadi Taehyung punya kakak." ucap Yerin dengan terkejut
"Apa gadis itu adalah istri dari kakak Taehyung?" tanya Yerin dengan penasaran
"Bukan dia adalah kekasih nya, namun. Kakaknya membiarkan dia untuk terbunuh oleh Ayahnya sendiri," jawaban Suga membuat Yerin menelan ludahnya sendiri
Melihat raut wajah Yerin, Suga pun tersenyum.
"Apa kau takut, kau akan bernasib sama dengan kekasih kakaknya. Kau tenang saja, mungkin takdir memihak mu." ujar Suga, dia kembali bersandar di tembok
"Ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak sekolah juga. Apa kamu sudah selesai bersekolah, atau kamu sedang malas untuk pergi ke sekolah?" tanya Suga
"Taehyung tidak mengizinkan ku, untuk pergi ke sekolah. Dia menyuruhku untuk diam di rumah, dan beristirahat," jawab Yerin
"Tapi yang kau lakukan malah bekerja di rumah nya, dia benar-benar beda memperlakukan mu. Apa dia pernah mengatakan cinta padamu?" tanya Suga
"Tidak, dia hanya bilang tunggulah dia jatuh cinta padaku," jawab Yerin
"Aneh sekali, dia benar-benar berbeda dari kakaknya. Namun, kelakuannya sama seperti kakaknya." Suga tersenyum seringai
"Aku tidak heran pada kehadiran seorang gadis yang tinggal di rumah ini, karena pasti mereka adalah kekasih pemilik rumah ini. Jika kamu mengatakan itu padaku, perasaan Taehyung sedang berada dalam keputusasaan dan juga rasa penasaran. Itu hadiah dariku untuk mu, aku harap kamu mengerti ucapan ku," jelas Suga
Yerin pun menggelengkan kepalanya.
"Artinya dia mencintai mu, tapi dia tidak bisa menemukan cara untuk melindungimu," ucap Suga
"Melindungi ku, apa maksudnya?" tanya Yerin
"Kenapa kau selalu bertanya, temukan jawabannya sendiri." Suga mulai menikmati cemilan yang di sajikan
"Apa maksud dari perkataannya, apa aku akan celaka sama seperti gadis itu," batin Yerin
Sesekali Yerin melihat ke arah Suga dan tersenyum sambil menganguk.
Suga merasakan ngantuk, dia akhirnya tertidur. Melihat Suga yang tertidur Yerin mengunakan kesempatan ini untuk membereskan meja, dia pun membawa nampan ke dalam.
Yerin menyimpan nampan itu ke wastafel, lalu mengambil selimut dari kamarnya. Setelah itu dia berjalan keluar rumah dan menyelimuti Suga, Yerin pun masuk ke dalam rumah.
Sekitar pukul 13:47 Taehyung melihat jam tangannya, dia terjebak lampu merah. Saat dia melihat kaca mobil yang berada di atas kepanya, dia melihat mobil sedan berwarna biru berada di belakang mobilnya.
"Jadi, kalian tidak percaya padaku, baiklah. Ikuti aku, kalau kalian bisa," gumam Taehyung
Saat lampu hijau menyala Taehyung langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tapi mobil sedan biru itu masih mengejar mobilnya. Saat Taehyung melihat rambu lalu lintas, 1 detik lagi akan terjadi lampu merah. Dengan kecepatan sangat tinggi, mobil sport hitam miliknya berhasil lolos dari lampu merah yang sedang menyala.
Taehyung pun tersenyum seringai setelah lolos dari kejaran mobil sedan biru itu, dia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang kembali.
Sesampainya di rumah, dia langsung memasukan mobil ke garasi yang sudah terbuka. Setelah itu dia menutup pintu garasi kembali, ketika dia berjalan melewati Suga. Dia tidak menyadari Suga yang sedang tidur dengan posisi duduk, namun. Saat dia akan membuka pintu, mata kirinya melihat sesuatu penampakkan.
Dia pun berbalik ke samping, dan melihat Suga yang tengah tertidur dengan lelap.
__ADS_1
"Jadi, ini adalah penampakkan yang sekilas di lihat mataku." Taehyung duduk di kursi dekat meja
"Akhirnya kau datang juga." Taehyung membangunkan Suga
Suga langsung melihat ke arah Taehyung dengan tatapan seperti ingin membunuhnya.
"Jangan menatap ku seperti itu, tatapan cukup menakutkan mata ku," ujar Taehyung
Suga melihat selimut di tubuhnya, dia pun bertanya selimut ini milik siapa.
"Itu pasti Yerin, sudah kau pakai saja," jawab Taehyung
Yerin keluar dari rumah, karena dia mendengar suara mobil Taehyung tadi.
"Taehyung." Yerin tersenyum melihat Taehyung yang sedang duduk bersama Suga
"Yerin, apa kamu baik-baik saja?" tanya Taehyung
"Aku baik-baik saja, aku akan membuatkan minuman dingin untuk mu." saat Yerin akan masuk ke dalam rumah Taehyung, memegang lengannya
"Jangan masuk, aku tidak haus. Tinggal lah disini, temani aku!" pinta Taehyung
Yerin pun menganguk, dan berdiri di samping Taehyung.
"Kau meminta perlindungan dari seorang gadis, aku tidak bisa menduga itu," ucap Suga
"Wajahmu terlalu menakutkan bagi ku, jika ada Yerin di samping ku. Ketakutan ku akan menghilang," ucap Taehyung
"Gombal aja kau, namanya Yerin. Ouh, nama mu cantik sekali," ujar Suga
"Kau, jangan membahas Yerin. Cepat katakan padaku, apa yang membuat mu kesini!" pinta Taehyung pada Suga
"Aku bertemu dengan kakak mu, saat aku sedang bekerja," ucap Suga
Raut wajah Taehyung berubah sampai-sampai dia melepaskan tangan Yerin, dia terlihat sangat bahagia.
"Dimana kau bertemu dengannya?" tanya Taehyung dengan penuh harapan
"Di bandara, saat aku sedang mengepel lantai, dia menghampiri ku. Dia bertanya tentang keadaan mu padaku, setelah itu dia memberikan sebuah surat. Dia mengatakan dia baik-baik saja, pertemuan kami tidak sampai 5 menit. Kakak mu di jemput dua pria dewasa berbadan kekar, dia berpesan padaku untuk memberikan suratnya padamu." Suga mengeluarkan sebuah amplop berwarna putih pada Taehyung
Taehyung memandangi amplop tersebut.
"Kapan kejadian itu?" tanya Taehyung, dia menggengam amplop itu
"Sekitar dua minggu yang lalu, aku berusaha pergi kesini dari sejak pertemuan itu, untuk bertemu dengan mu. Tapi pengawal Ayah mu, selalu mengikuti ke mana pun aku pergi. Aku baru bisa datang kesini, setelah aku berhasil mengecoh pengawal itu," jelas Suga
"Pasti kakak tidak punya banyak waktu saat itu, dia memberikan ini padamu tanpa diketahui penjaganya," ujar Taehyung
"Bersabarlah, kau akan segera menemukannya. Aku harus segera pulang, jaga dirimu juga kekasih mu itu." Suga pun berdiri
"Sebelum kau pergi, apa pekerjaan mu sekarang?" tanya Taehyung sambil melihat ke arah Suga
"Aku seorang office boys, di sana. Itu pekerjaan rahasiaku, tentu saja kau tidak akan percaya mengapa aku bekerja disana menjadi office boys," jawab Suga
Saat Suga melihat ke arah Yerin, dia pun bertanya.
"Apa kaki mu, terluka?" tanya Suga, sambil memandangi kaki Yerin yang terbalut kain
"Tentu saja, kakinya sedang terluka. Apa kau tidak melihat balutan kain itu, di kedua kakinya," jawab Taehyung
"Ah,, pantas aku memperhatikan sedang menyapu, mengepel, menjemur pakaian. Kau berjalan dengan zig-zag dan sangat hati-hati. Kau gadis yang sangat kuat, mampu bekerja tanpa peduli pada kondisi mu." Suga pun tersenyum
Taehyung langsung menatap Yerin, Yerin pun menunduk ke bawah.
"Ya,, sudah jaga dirimu dan juga jaga gadis itu baik-baik, ancaman bencana bisa saja datang pada kalian." setelah mengatakan itu, Suga berjalan ke arah pintu gerbang
Setelah melihat Suga pergi dari rumahnya, Taehyung masuk ke dalam rumah denga perasaan sangat kesal.
Yerin menutup pintu, Taehyung menyuruhnya untuk mengunci pintunya. Yerin pun mengunci pintu, dia melihat Taehyung sedang menatapnya. Yerin berjalan dengan perlahan melewati Taehyung, namun. Tangannya, di pegang Taehyung.
"Kamu tidak menuruti perkataan ku, aku sudah mengatakan akibat dari melanggar perintah ku, bukan. " Taehyung menunjukan senyum evilnya, membuat Yerin ketakutan
"Aku mohon tersenyumlah yang manis padaku, senyum yang kamu tunjukan sekarang, senyum itu sangat menakutkan bagi ku." Yerin menutupi wajahnya, dengan kedua tangannya
"Karena aku sedang bahagia, aku tidak akan menghukum mu. Tadinya aku, akan melanggar batasan yang aku buat untuk jarak antara kita berdua. Tapi ya sudahlah, ada kabar yang baik datang padaku." Taehyung meninggalkan Yerin dalam keadaan menutup matanya
Yerin perlahan menurunkan tangannya, dari wajahnya.
Yerin berjalan ke arah tangga, sementara Taehyung. Dia menyimpan tasnya sembarangan, dia pun duduk di sofa kamarnya.
Dia membuka amplop itu, dia pun mulai membaca isi surat itu.
~ Kim Taehyung adikku
Aku sangat merindukan mu, bagaimana kabar mu? Aku berharap kamu tidak berada dalam pengawasan, V. Jangan mencariku dimana pun. Karena aku tidak ada dimana tempat mu sekarang berada, aku jauh dari jangkauan mu.
Aku mendengar sekarang kamu tinggal di rumah persembunyian, jaga rumah itu jangan sampai Papah tahu keberadaan rumah kita. Jika sekarang kamu sedang menyukai seorang gadis, atau bahkan mencintainya. Jagalah gadis itu, jangan sampai papah tahu tentang gadis itu. Menjadi pintarlah dan sangat kuat, sehingga kamu dapat menghindari kejadian yang kakak my alami ini. Aku sangat bodoh dan begitu lemah, tidak bisa mempertahankan keberadaan dia disisi ku. Sampai akhirnya papah menemukan dia, dan aku tidak bisa kejadian sangat pahit itu.
V, sekarang kamu sudah dewasa. Maafkan kakak, yang tidak bisa melihat mu tumbuh menjadi sangat dewasa dan berwibawa. Kakak hanya bisa memandangi poto mu saja, aku kakak yang tidak pantas kamu sebut kakak.
Jangan mengikuti apa yang papah inginkan dari mu, kau harus mampu menghindari ucapannya.
Sampai berjumpa V, tetaplah tersenyum untukku.
Kakak mu, Kim Namjoon ~
"Surat mu, sangat aku inginkan kak." Taehyung memandangi surat dari kakaknya
Bersambung.........
__ADS_1
Maaf jika kata-kata banyak typo, Gaje, kurang dan tidak paham. Sekian terimakasih.