
*® Tragedy Of Love ®
Kini Taehyung dan Yerin sedang makan bersama di sebuah warung yang tadi mereka perhatikan, suasananya begitu sangat menyenangkan.
Taehyung dan Yerin bersenang-senang di sana, mereka saling menyuapi satu sama lain di sertai senyuman bahagia yang mereka tunjukan di wajah mereka.
Taehyung melihat jam tangannya, kemudian dia tersenyum semringah.
Yerin melilirik Taehyung, Taehyung mengedipkan satu matanya membuat Yerin tersenyum malu.
"Ayoo kita pulang, sudah hampir sore." Taehyung meraih tangan Yerin dan mengengam nya
"Gadis yang baik yang selalu aku jaga, kita harus segera pulang." Taehyung berjalan bersama Yerin
Mereka berjalan menyusuri jalan di atas rel kereta api, sesekali Yerin berjalan di atas rel dan tangannya dia angkat oleh tangan Taehyung.
Taehyung tersenyum sangat manis pada Yerin begitu juga Yerin, tersenyum sangat bahagia.
"Perpisahan kadang diakhiri kesedihan, tapi takkan aku biarkan perpisahan kita berdua menjadi kenangan yang sangat pahit di kehidupan kita," batin Taehyung
"Sekedar ucapan kata cinta yang bisa membuat hati berbunga-bunga, apa itu cukup untuk mengakhiri perpisahan ini. Kamu membuat kesan juga pengalaman yang bisa di artikan sebuah kenangan yang sangat indah yang tidak dapat ku lupakan," batin Yerin
Malam harinya sekitar pukul 20:21 di rumah tersembunyi Taehyung, Yerin sedang membereskan baju-baju nya dan memasukan baju itu ke dalam koper.
Taehyung memperhatikan Yerin di pintu masuk kamar, dia tidak ingin menghampiri Yerin terkesan hanya diam.
Yerin me-resleting kopernya dan mengangkatnya ke atas, ketika dia berbalik ke arah pintu. Dia melihat laki-laki yang sangat di cintainya, sedang menatap dirinya.
"Apa kamu sudah lama berdiri disana, atau baru saja datang?" Yerin berjalan menghampiri Taehyung sambil membawa kopernya
"Gadis ku akan menghilang dari rumahku, apa aku harus sedih." Taehyung membelai rambut Yerin
"Aku menginginkan perasaan sedih darimu, setelah aku pergi dari rumah ini," sahut Yerin
"Kalau begitu aku merindukan mu." Taehyung memeluk tubuh Yerin
"Kenapa kamu bilang rindu padaku, aku belum juga pergi darimu?" tanya Yerin
"Aku selalu merindukan mu, setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik. Jangan bertanya lagi, kenapa aku merindukanmu. Karena kamu yang selalu aku rindukan, tidak ada yang lain lagi." Taehyung melepaskan pelukkannya perlahan
"Ayoo kita pergi, ada yang menunggu kedatangan mu." Taehyung mengengam tangan Yerin dan berjalan pergi dari kamar
"Berat rasanya melangkah kaki ku pergi berjalan meninggalkan kamar dan berakhir di ujung pintu keluar, sepertinya aku di usir keluar dengan baik dan menjadi sangat sakit," batin Yerin
"Tidak mudah melepaskan mu begitu saja, penuh dengan kebimbangan dan rasa bingung yang terlalu memaksa pikiran. Jauh dari pandangan mataku, setiap bayangan mu perlahan menghilang seiring dengan langkah kaki yang membawamu keluar dari rumahku," batin Taehyung
Di dalam perjalanan Taehyung tidak henti-hentinya membuat lelucon dan cadaan Yerin tertawa sangat lepas ketika Taehyung memulai hal yang tidak pernah ia lakukan.
sampai-sampai tak terasa mobil sport hitam Taehyung sudah terparkir di depan halaman panti, mereka turun keluar dari mobil.
Taehyung dengan baik nya membawakan koper milik Yerin sampai ke dalam rumah panti, Taehyung bersalaman dengan Ibu Yerin dan tidak lupa mengucapakan rasa terimakasih nya pada Ibu panti. Karena telah mengizinkan dia, untuk membawa Yerin tinggal di rumahnya.
Eunha dan SinB semakin kagum dan terkesan dengan kepribadian seorang Kim Taehyung, apalagi Yerin dia tidak bisa berkata-kata lagi mengutarakan tentang Kim Taehyung.
Taehyung berpamitan untuk segera pulang, setelah berpamitan dia berjalan pergi keluar dari panti.
Yerin mengantarkan Taehyung sampai depan pintu rumah, matanya mulai berkaca-kaca menatap Taehyung yang berdiri di hadapannya segera akan pergi meninggalkan nya.
"Jangan menangis di hadapan ku!" ucap Taehyung
"Kenapa?" tanya Yerin yang berusaha mencoba untuk tidak menangis
"Tangisan mu adalah beban penyakitku yang harus ku jalani, menangislah setelah aku pergi," jelas Taehyung
"Aku tidak akan menangis kalau begitu." mata Yerin bergulir
"Jangan cemas akan keadaan ku, kecemasan mu beban pikiran ku, yang selalu membuatku pusing tentang dirimu," ujar Taehyung
"Aku tidak akan merasa cemas lagi padamu, aku tidak berbohong." Yerin tersenyum
"Senyum mu yang aku tunggu-tunggu dari tadi, selamat malam, sampai jumpa di sekolah. Aku mungkin akan terlambat ke sekolah dengan perut yang kelaparan, karena seseorang yang selalu membangunkan dan membuat sarapan untukku sosok nya sudah hilang." Taehyung tersenyum manis lalu mengedipkan kedua matanya
"Selamat juga Taehyung." Yerin merasa kehilangan
Taehyung berjalan masuk ke dalam mobilnya, tak berapa lama mesin mobil menyala. Kaca mobil yang tadinya tertutup pun terbuka, terlihat dari dalam mobil wajah tampan seorang Kim Taehyung dengan senyuman menawannya sedang memegang stir mobil.
Kurang dari 30 detik kaca mobil tertutup kembali, kemudian mobil sport hitam itu pergi meninggalkan panti.
Yerin masuk ke dalam rumah, dan menutup pintu. Dia berjalan ke arah kamar dengan persaan sedih sambil menangis, SinB dan Eunha membuka koper Yerin dan memasukan baju-baju nya ke dalam lemari.
Yerin hanya duduk di tempat tidur dan mulai menangis sangat keras, membuat kebisingan di dalam kamar.
Setelah selesai merapihkan baju Yerin, SinB duduk di samping Yerin begitu juga Eunha.
Mereka mulai bertanya-tanya mengapa Yerin menangis dan kenapa menangis nya di hadapan mereka bukan di depan mata yang bernama Kim Taehyung itu.
"Dia melarang ku untuk tidak menangis di depannya, dia menyuruhku menangis setelah dia pergi jauh dari pandangan mataku. Aku sangat merindukannya, dia mengatakan jika dia merindukan ku sebelum aku pergi dari rumahnya, itu yang membuatku menangis. Rasa rindu yang dimiliki untukku, itu sangat berharga bagiku walaupun bentuknya tak terlihat," jelas Yerin
"Aku mengerti perasaan mu, memang sangat susah melupakan semua perkataan seseorang yang sangat kita cintai. Tapi setidaknya, kamu sudah berusaha untuk menuruti apa yang dia katakan padamu," ujar Eunha
"Bener tuh, move on itu sangat susah. Kita seperti melawan arus di tengah ombak yang sangat besar yang siap untuk merengut nyawa kita," tambah SinB
"Kata-kata yang kalian katakan padaku, sangat dalam dan menyentuh." Yerin merangkul Eunha dan SinB
"Yerin," ucap Eunha dan SinB
Yerin hanya tersenyum bahagia, dan masih dalam tangisan nya.
1 jam kemudian, Taehyung sedang terdiam di kamarnya dan tidak bisa tidur.
Melamun itu yang tengah dia lakukan, pikirannya memikirkan banyak hal tentang kepergian Yerin.
Pagi harinya, Taehyung bangun terlambat dia segera pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Setelah 40 menit dia turun ke bawah untuk sarapan namun, di meja makannya hanya ada slai dan juga roti putih yang masih terbungkus rapih.
Dia berjalan ke arah kulkas dan mengambil sekotak susu lalu menuangkan susu itu ke dalam gelas, dia berjalan kembali menuju tempat duduk.
Dia mulai sarapan pagi dengan seadanya kembali, tanpa ada masakan yang sebulan belakangan ini dia makan.
Rasanya yang dia makan berubah, mungkin karena efek yang berbeda dari biasanya.
Walaupun tidak enak dia tetap mengunyah roti sampai habis untuk bertahan dari rasa laparnya nanti yang akan mulai mengerutu minta makan padanya.
Menyelesaikan sarapannya dengan cepat dan segera berangkat ke sekolah.
Sesampainya di halaman sekolah, Taehyung melakukan kegiatan nya seperti biasanya menjadi pusat perhatian di setiap langkah kakinya menuju ruang kelas.
Sementara Yerin dia berjalan mengendap-endap dari belakang Taehyung, dia tidak ingin Taehyung mengetahui jika dia mengikutinya.
Taehyung masuk ke dalam kelas 12A dan langsung duduk, Yerin menggentingkan langkah kakinya di depan pintu masuk kelas.
Yerin memandangi Taehyung yang tengah duduk terdiam, tak lama Taehyung memandangi Yerin balik.
Yerin tersenyum menawan pada Taehyung sambil melambaikan tangan, kemudian dia berjalan masuk ke ruangan sebelah yaitu kelas 12B.
Di dalam kelas 12B, Yerin mengerjakan sesuatu di dalam buku catatannya.
Taehyung masuk ke dalam kelas Yerin, dan mulai mengeluhkan sesuatu padanya.
"Seharusnya kamu minum susu sebelum tidur, agar kamu tidur dengan nyenyak semalam." jawab Yerin sambil fokus menulis sesuatu
"Katakan sesuatu padaku Yerin, aku ingin merengkam suara mu." Taehyung mengeluarkan ponsel dari sakunya
"Taehyung, kenapa harus di sekolah?" keluh Yerin
"Mau dimana lagi, di rumah ku." Taehyung tersenyum seringai
"Ah,, baiklah. Kamu ingin mendengarkan ucapan apa dari ku?" tanya Yerin pasrah
"Ucapan yang belum pernah kamu katakan padaku," jawab Taehyung
"Baiklah, sebentar jangan di rekam dulu!" pinta Yerin
"Tentu saja, cepatlah sebelum banyak orang," sahut Taehyung
Beberapa detik kemudian, Taehyung memulai Video rekamannya dari ponselnya dan Yerin menghela nafas panjang lalu mengatakan.
"Taehyung kamu adalah milikku, hanya milikku, dan kamu hanyalah milikku." Yerin pun tersenyum
Taehyung menyimpan video Yerin, dan mengatakan benarkah.
"Tentu saja itu masih di pertanyakan dan diragukan," jawab Yerin
"Kenapa seperti itu?" tanya Taehyung
"Karena kamu belum jatuh cinta padaku, sudahlah jangan kamu ganggu aku lagi, berikan waktu untukku belajar." Yerin mmenulis mata pelajaran kembali
"Kamu selalu mengatakan itu padaku Taehyung." Yerin memandangi belakang tubuh Taehyung yang mulai menghilang dari pandangan matanya
Bel masuk berbunyi semua murid sekolah mulai memasuki kelas, Guru masuk ke dalam kelas dan mulai memulai pembicaraan mengenai ujian kelulusan dan ujian yang lainnya yang akan di hadapi semua murid kelas 12.
Sebagian murid mulai ketakutan dan menjadi resah, sebagian murid perasaannya dalam keadaan siap mengahadapi ujian itu.
Setelah menyampaikan tanggal ujian yang akan di adakan seminggu lagi, Guru pun memulai kegiatan mengajarnya.
Jam istirahat pun di mulai, ketika Yerin keluar dari bangkunya seorang siswa menghampirinya dan memberikan dia sebuah surat.
"Terimakasih, ya." Yerin memegang surat itu
"Ya,, sama-sama." seorang siswa itu pergi dari kelas
Sowon dan Umji mengajak Yerin untuk pergi ke kantin.
"Aku nyusul aja ya." Yerin menolak ajakan temannya dengan senyuman manis di wajahnya
"Baiklah Yerin, gue akan menunggu kedatangan lo." Sowon dan Umji pergi meninggalkan Yerin sendiri di kelas
~ Seseorang yang membaca surat ini, temui aku di ruang kelas kosong di dekat perpustakaan. ~
"Kenapa kamu berada di kelas itu lagi." Yerin melipat sepucuk surat itu lagi, dia berjalan keluar kelas
Ketika Yerin sedang berjalan banyak siswa dan juga siswi yang ia temui menyapanya, membuat Yerin sangat heran. Karena tidak biasanya siswa ataupun siswi di sekolahnya selalu menyapa dirinya.
Yerin masuk ke dalam ruang kelas tersebut, dan memangil nama Taehyung.
Dia terus berjalan mencari keberadaan Taehyung, sampai suatu ketika kedua matanya ditutupi oleh tangan seseorang dari belakang.
"Apa kamu Taehyung." Yerin sangat terkejut dan menyentuh tangan seseorang yang menghalangi pandangan matanya
"Jangan di sentuh, tanganku terlalu halus untuk kamu raba." dia pun terkikik
"Taehyung, cepat lepaskan tangan mu dari pandangan ku. Aku tidak bisa melihat apa-apa, karena sangat gelap!" pinta Yerin
Taehyung perlahan membuka pandangan mata Yerin, Yerin langsung berbalik kebelakang.
"Hah." Yerin tambah terkejut karena jarak yang sangat dekat dengan wajah Taehyung
"Kita tidak bisa makan di kantin, aku takut kamu nanti akan di bully oleh para siswi yang tidak menyukai kita berduaan. Jadi aku memilih ruang kelas ini, yang nyaman untuk kita berdua." Taehyung menarik tangan Yerin dan menuntunnya untuk duduk di salah satu bangku
Setelah duduk Taehyung memberikan Yerin sebuah kotak makanan yang cukup besar, dia menyuruh Yerin untuk membukanya.
"Kenapa cuma satu?" Yerin membuka kotak makanan tersebut
"Satu aja kamu udah ngeluh, apalagi jika aku tidak kasih," jawab Taehyung
"Apa ini hanya untukku, lalu untuk mu mana?" tanya Yerin untuk kedua kalinya
__ADS_1
"Itu bukan hanya untuk mu jangan ke gr-an, itu untuk kita berdua. Kita harus membuat suasana ini cukup romantis bukan, walau di tempat dramatis," ujar nya
"Hm,, gimana ya. Kamu aja yang makan, aku tidak mau makan." Yerin mendorong kotak makan ke hadapan Taehyung
"Jangan menolak seperti itu, aku tidak menerima penolakan darimu. Aku mengajak mu kesini, hanya untuk bisa kamu suapin. Cepat beri aku makanannya dari suapan tangan mu!" pinta Taehyung
Yerin mengiris nasi dan menambahkan lauk pauk di atas nasi, lalu menyiapkannya pada Taehyung. Dia melahap suapan dari tangan Yerin dengan sangat lahap, sambil mengunyah sesekali dia tersenyum membuat Yerin tersipu malu.
"Kamu juga harus makan, apa aku yang harus menyuapi mu." Taehyung mengambil sendok dari tangan Yerin
"Tidak usah aku juga bisa sendiri." Yerin mengambil sendok nya kembali dari tangan Taehyung dan melahap makanan
"Kita pasti akan segera sangat sibuk karena sebentar lagi ujian demi ujian akan kita hadapi, apa kita masih sempat bertemu dan saling berbicara." Taehyung melahap suapan dari tangan Yerin
"Aku tidak tahu Taehyung, biasanya aku juga jarang berkomunikasi dengan teman-teman ku. Karena sibuk menghapal dan belajar di perpus, apalagi dengan kamu jarak kita pasti sangat renggang." Yerin menyuapi diri sendiri
"Setelah selesai ujian, apa yang harus kita hadapi lagi, untuk tetap bersama rintangan selalu datang menghadang kebahagian kita berdua. Sangat kecil kemungkinan untuk kita bisa selalu berpegangan tangan, berjalan, dan tertawa bersama." Taehyung mulai berpikir keras
"Sekeras apapun kita di pisahkan, jika kita memang di persatu kan dari sebuah takdir. Kita takkan goyah apalagi gundah menghadapi masalah yang ada yang selalu mengintai di kehidupan kita, aku dan kamu akan baik-baik saja, bahkan mampu melewati semua rintangan itu dengan senyuman bangga di wajah kita," balas Yerin
"Inilah alasanku untuk selalu mempertahankan dirimu, berada di sampingku. Karena kamu bisa membuatku, merasa damai dan tenang." Taehyung tersenyum menawan
"Tidak juga, kamu hanya tenang karena ketentraman pikiran dan hatimu yang mulai menyatu." Yerin membalas senyuman menawan Taehyung
Makanan pun habis Yerin menutup kotak makan itu, dan bertanya pada Taehyung darimana dia mendapatkan kotak makanan itu.
"Dari Irene, dia selalu memberiku bekal kotak makanan. Aku tidak visa menolak pemberiannya kali ini, biasanya aku menolaknya. Tapi karena aku membutuhkan nya, aku menerima makanan itu dengan senyuman di wajah ku," jawab Taehyung dengan sangat panjang
"Ouh." Yerin terlihat tidak begitu senang
"Apa cuma kata ouh saja, yang bisa kamu katakan setelah aku jawab." Taehyung merasa ada yang aneh
"Ya,, memang cuma itu, mau apalagi." Yerin mulai bosan
"Kemarilah, aku kan membisikkan sesuatu padamu!" Taehyung tersenyum seringai
"Apa?" Yerin mengeserkan tempat duduknya sehingga sangat dekat dengan Taehyung
Taehyung mulai mebisikan kata-kata di telinga Yerin, membuat dia terdiam dan tidak percaya.

"Bel masuk akan berbunyi dalam 3 menit, ayoo kita segera keluar." Taehyung berdiri sambil memegang kotak makanan itu
Yerin beranjak dari tempat duduk dan berjalan ke arah Taehyung, mereka berdua pergi dari ruang kelas tersebut.
Perasaan Yerin saat ini yang dia rasakan antara bahagia dan bimbang karena bisikan Taehyung tadi, dia tidak bisa memilih antara harus ikut dengannya atau belajar bersama Sowon dan Umji.
Taehyung mengantarkan Yerin sampai depan pintu kelas 12B, dia pada Yerin untuk memilih belajar denganya daripada dengan teman-teman nya.
"Saran mu masih aku pikirkan, terimakasih sudah mengantarkan ku." Yerin masuk ke dalam kelas
"Itu bukan saran tapi itu pilihan yang harus kamu pikirkan." Taehyung berjalan masuk ke dalam kelasnya
Bel pelajaran berbunyi, semua murid mulai berdatangan masuk ke dalam kelas dan duduk dengan tenang.
Kegiatan belajar mengajar pun di mulai di jam pelajaran ke dua setelah jam istirahat berakhir, Yerin merasa pusing dengan jawaban yang harus dia pilih.
Ketenaganganan mulai dia rasakan ketenangan mulai buyar membuat jadi satu dalam perasaan yang saat ini dia rasakan.
Sekitar 2 jam belajar pelajaran berakhir, Yerin meminta maaf pada Sowon dan Umji karena tidak dapat belajar bersama.
"Yah,, Yerin, padahal aku menginginkan waktu belajar bersama mu. Tapi jika kamu sedang tidak bisa hari ini, besok pun tidak apa-apa," jawab Umji
"Ya,, ngak papa Yerin, semoga hari ini tidak ada masalah." Sowon dan Umji pergi dari kelas
Yerin beranjak dari bangkunya dan berjalan keluar kelas menuju perpustakaan, saat Yerin masuk ke dalam perpus. Dia tidak melihat seorang Kim Taehyung berada di perpus, di dalam hanya ada penjaga perpus dan beberapa orang siswa dan siswi sedang belajar di meja yang sudah disiapkan.
Yerin berjalan ke arah rak buku dan mengambil beberapa buku besar dari rak tersebut, dia berjalan duduk ke bangku yang kosong dan mulai menulis salinan di buku catatan miliknya.
Yerin sering melihat ke arah pintu saat terdengar suara pintu terbuka berharap Taehyung yang masuk ke dalam perpustakaan.
Yerin menjadi tidak semangat tapi dia harus tetap optimis untuk mengharapkan kehadiran Taehyung disisinya.
Yerin sesekali melihat ke arah pojokan perpus, dia melihat seorang siswa yang sedang tidur membelakangi nya.
Satu jam sudah Yerin menunggu kedatangan Taehyung ke dalam perpustakaan namun, dia tidak kunjung datang. Saat Yerin mulai kelelahan, Taehyung tiba-tiba duduk di samping Yerin dan mengatakan perkataan aneh.
"Aku menunggu mu dari tadi sampai ketiduran di bangku sebelah sana." Taehyung menunjuk sebuah bangku yang berada di pojokan
"Jadi, yang tertidur itu kamu, aku kira siswa lain." Yerin sangat terkejut
"Ya,, kenapa kamu tidak check sendiri, agar tidak menjadi penasaran." Taehyung mengerakan halisnya
"Aku takut itu bukan kamu, dan akhirnya malu," jawab Yerin
"Malu itu bukan alasan untuk tidak memeriksa rasa penasaran mu itu, kamu harus mencoba sesuatu agar kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan," jelas Taehyung
Taehyung mengeluarkan alat tulis dari tasnya, dan mulai menyalin tulisan dari buku catatan Yerin.
Ketika dia sedang menulis tiba-tiba dia merasakan sesuatu dan bertanya pada Yerin.
"Kenapa jantung ku berdebar ya?" Taehyung menatap Yerin
"Hm,, mungkinkah kamu sedang jatuh cinta," jawab Yerin
"Jatuh cinta pada siapa." Taehyung kebingungan
"Kamu tidak peka, ya." Yerin menjadi cemberut

Bersambung*!!!!!
__ADS_1