
❌🖇 typo ❌ 🖇
©Tragedy Of Love©
(Author pov)
Yerin berjalan beberapa langkah ke depan mendekati bahu Eunwoo, tapi langkah kakinya terhenti ketika teman baik hatinya, tidak mengindahkan pendekatan yang ia lakukan.
"Jangan pergi! aku ingin kamu menjadi sahabatku. Bukan berarti aku harus memusuhi mu, aku tidak bisa berdiri dan mencintai Taehyung tanpa nasihat dari mu," ucapan Yerin membuat lelaki manis itu tambah merasakan sakit hati
Eunwoo melirik kebelakang sekilas, air matanya tak terbendung mendengar dan melihat gadis yang ia cintai memilih orang lain.
"Aku membutuhkan dukungan mu!!"
Sudah cukup lama Eunwoo memendam perasaan cinta untuk Yerin, namun. Gadis yang ia cintai jatuh hati pada pria lain, "kamu tidak membutuhkan dukungan dariku. Jalan mu sudah benar, cinta mu itu harus kamu perjuangkan semoga kamu bahagia," pesan penutup dari Eunwoo sebelum dirinya benar-benar pergi meninggalkan gadis itu seorang diri di taman
Yerin berusaha mengejar kepergian Eunwoo, sayangnya ia malah terjatuh dan mendapat luka di lututnya karena kecerobohan yang menjadi kesialan nya.
"Eunwoo!" teriak Yerin, yang tidak rela di tinggalkan pergi di saat ia masih membutuhkan sosok teman terbaiknya
Eunwoo terus memandang ke depan, dia mengetahui bahwa Yerin terjatuh. Tapi dia memutuskan untuk diam dan tidak menghiraukan apapun tentang Yerin, bertekad menutup masa lalunya. mengenai cinta bertepuk sebelah tangan, yang tidak ingin dia kenang.
Apakah Eunwoo sudah menyerah, bukankah dia selalu nomor satu mendampingi Yerin. Apa karena cintanya di tolak, dia merubah sikapnya.
Kenangan indah berakhir dalam kepahitan, hubungan tali persahabatan terputus karena adanya jalinan asmara yang tidak memihak untuk bersama.
Tidak dapat di bicarakan atau di musyawarahkan untuk mencari jalan kemufakatan, demi bersatu nya pemikiran mengenai cinta dan pertemanan, menjalankan tujuan dalam impian yang sama.
Yerin berjalan zig-zag untuk mengurangi rasa sakit di lututnya, kakinya merasa kaku dan nyeri kalau di paksa jalan cepat.
🛣🛣 on city streets 🛣🛣
Ketika langkah kakinya menyeberang jalan, sebuah mobil hitam yang tidak menyala lampu sorot dikedua sisi badannya.
Mengabaikan keberadaan Yerin yang tengah dalam usaha berjalan cepat mencapai bahu jalanan, tanpa diperkirakan akan terjadi kecelakaan, ia tertabrak dengan waktu yang cepat singkat dan tidak dapat di jelaskan kronologi nya.
Seorang pengemudi yang di ketahui berjenis kelamin laki-laki, langsung keluar dari mobil untuk melihat keadaan korban yang dia tabrak.
"Yerin." laki-laki itu langsung memangku tubuh Yerin, membawanya masuk ke dalam mobil, di baringkan terlentang di jok belakang
Dia sangat tergesa-gesa menutup mobil, kemudian berlari dan membuka pintu depan. kepanikan membuatnya tidak sabaran, hingga dia mengemudi dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit terdekat.
__ADS_1
🏥 beautiful hospital of hope 🏥
Laki-laki itu menggengam erat telapak tangan kanan Yerin, tangan kanannya ia gunakan untuk mengelus rambut depan gadis itu.
Balutan di kepala gadis itu, juga bekas luka yang ia dapat saat terjatuh, sudah terbalut kain putih bertekstur serak-serak halus diwarnai obat betadine.
"Kenapa pertemuan kita selalu diawali dengan kecelakaan, aku ceroboh lagi, hingga menabrak mu untuk kedua kalinya. Yerin," Kata laki-laki itu, mengakui kesahannya
Kerinduan terpancar dari raut wajahnya, merindukan kehadiran Yerin di sisinya. Dia begitu gelisah dalam perasaan resah, kata-kata saja tidak cukup untuk membuatnya tenang.
Kesabaran laki-laki itu di uji dengan menanti dan menunggu kesadaran gadis itu pulih, hingga dia terjaga dari tidurnya.
Yerin membuka matanya secara perlahan, penglihatan yang tidak begitu jelas terlihat dalam gambaran yang ia lihat.
Bola Matanya melirik ke sekitar ruangan, lantas ia bergumam.
"Dimana aku?"
Suara parau yang keluar dari bibir Yerin, membuat Taehyung mendongak wajahnya yang daritadi tertunduk karena menahan rasa ngatuk.
"Yerin ... Yerin...." laki-laki itu langsung memusatkan perhatiannya pada Yerin
Yerin menoleh ke samping, mencoba tersenyum pada laki-laki itu.
Yerin menggeleng memberi isyarat kata tidak.
"Apa kamu baik-baik saja, selama aku tidak ada?"
Yerin menggelengkan kepala, bahwa ia tidak selalu sehat setiap harinya, karena ada banyak beban pikiran yang mempengaruhi kesehatan nya.
"Makan mu teratur atau...." ucapan laki-laki itu terhenti, ketikan hantaman tubuh Yerin memeluk erat tubuhnya
"Jangan bertanya itu sekarang, kenapa kamu tidak pernah datang menemuiku, Taehyung." air mata menguras energi Yerin, cucuran air bening nan asin membasahi wajah cantik nya
"Hanya kata maaf yang bisa aku katakan, maaf telah membuatmu khawatir dan tidak merasa tenang beberapa tahun ini," balas Taehyung, jawaban yang ia berikan mungkin tidak bisa menenangkan perasaan sedih gadisnya
"Katakan satu kalimat padaku, kalau kamu sangat merindukan kehadiran ku!"
"Apa itu keinginan atau permintaan?" Yerin mencoba menahan emosionalnya
"Keduanya adalah harapan ku,"
__ADS_1
Taehyung menghela napas sejenak, ia menyentuh rambut belakang Yerin lalu mengatakan.
"Kamu tidak tahu, setiap hari dimana pun aku tinggal. Bayangan wajahmu, selalu aku lihat. Entah bagaimana aku bisa menahan kerinduan ini, terlalu berbelit untuk mengatakan semuanya sekarang,"
"Terlalu berbelit? Kamu bahkan terlalu banyak bicara,"
"Satu hal yang harus kamu tahu, bahwa di dunia ini yang aku cintai adalah kamu. Tidak akan ada yang merubah cinta itu, meski aku tiada,"
"Taehyung, asal kamu tahu. Laki-laki yang selalu aku inginkan adalah kamu,"
Kata penghagat yang mereka ungkapkan satu sama lain, menyampaikan sebuah rasa rindu yang memanjakan keduanya dalam dunia cinta tak terbatas.
🏢 perumahan di gang sempit 🏢
Taehyung membawa Yerin ke sebuah alamat dimana gadis itu menunjukan tempat tinggal nya.
Laki-laki itu menanyakan apa yang terjadi pada gadisnya, kenapa dia bisa tinggal di rumah kecil yang hanya memuat satu kamar dan semua ruangan menjadi satu.
"Saat aku memutuskan untuk kerja, saat itulah aku keluar dari panti. Ibu menyarankan ku untuk kuliah dan tetap tinggal di sana. Tapi aku tidak mau menyusahkan beliau lagi, jadi aku harus mandiri." jawab Yerin sambil tersenyum manis
Taehyung menarik ujung hidung Yerin, dengan lembutnya ia pun memuji kemandirian nya.
"Gadis cantik juga baik hati, bagaimana aku tidak di sebut beruntung. Gadis ini telah menaklukan hati keras, Taehyung menjadi lemah, hanya karena lebur dengan ke beneran dan tujuan Yerin." Taehyung melepas tarikan jari tangannya terhadap hidung mancung Yerin
"Kamu terlalu memuji aku, nanti aku besar kepala gimana?" Yerin duduk di atas ranjang nya
"Jangan besar kepala itu tidak baik, lebih baik besar hati." Taehyung ikut bergabung bersama Yerin, mereka berdua saling melirik berlanjut ke tahap tatap menatap
Entah pemandangan sebagus apa yang membuat mereka betah dalam posisi saling berhadapan, ada sesuatu yang menarik apa sampai tidak bisa mereka alihkan.
Kebahagian atau kesenangan yang tengah terjadi di antara mereka, ya pasti hanya mereka yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tengah malam di saat mereka sudah terlelap tidur, tiba-tiba saja Taehyung terbangun dari mimpi indahnya.
Ia melirik ke sebelah kiri, di lihatnya Yerin yang menghadap ke arahnya.
Taehyung mengangkat tangan kanannya, lalu mengelus rambut depan Yerin menggerakan jari tangan dengan sentuhan pelan.
Menyelipkan rambut depannya, demi mendapat kesempurnaan pemandangan indah dan mempesona.
Kecantikan Yerin semakin jelas terlihat di matanya.
__ADS_1
"Yerin, jaga dirimu jika aku tidak ada di sisi mu. Aku belum sepenuhnya seperti dulu, yang selalu menjaga mu kemanapun. Menghalangi orang jahat di sekitarmu, yang berasal dari ulah ku. " Taehyung melingkar tangan kanannya, memeluk Yerin berusaha menutup kedua matanya, agar mengikuti kekasihnya ke alam mimpi
Bersambung............