
® Tragedy Of Love ®
"Sebelum meniup lilinnya, berdo'a lah dulu," ucap Seseorang itu
Yerin menutup kedua matanya, lalu mulai mengatakan sesuatu di dalam hatinya.
"Aku ingin Taehyung, baik-baik saja. Apa di impikan Taehyung, terwujud." setelah mengucapkan itu di dalam hatinya, Yerin membuka matanya perlahan dan meniup lilinnya
Semua pun bertepuk tangan dengan meriah namun, Yerin hanya diam saja tanpa menyentuh kue ulang tahun nya.
Eunwoo memangil namanya, sehingga Yerin memandangi nya.
"Apa kamu akan diam saja, tanpa mau membagi kue ulang tahun mu, ini?" tanya Eunwoo sambil tersenyum
"Yerin kamu pelit sekali, tudak mau berbagi," sindir SinB
"Ah,, bukan begitu SinB, aku tadi sedang memikirkan sesuatu saja. Aku akan memberikan nya pada kalian, jadi. Mohon bersabar ya." Yerin memotong kue ulang tahunnya, yang berada di atas tangan Eunwoo
Yerin memotong-motong kue sambil tersenyum di wajahnya, dia tidak mau ada yang tahu jika sebenarnya dia sedang berada dalam perasaan sedih.
Lalu Yerin memberikan potongan kue pertama pada Eunwoo, karena posisi Eunwoo lebih dekat dengan nya.
"Makanlah." lalu Yerin menyuapi Eunwoo
"Terimakasih." ucap Eunwoo sambil mengunyah
Yerin berjalan ke arah Ibunya sambil membawa sepotong kue ulang tahun, lalu menyuapi Ibunya. Ibunya pun memeluk Yerin dengan hangat, Yerin tersenyum bahagia berada di pelukkan Ibunya.
Setelah dia merasa cukup lama memeluk Ibunya, dia berjalan ke arah Eunwoo kembali berniat untuk menyuapi yang lain. Namun, karena mereka tidak sabaran. Mereka langsung menghampiri Yerin, dan mengelilingi nya juga Eunwoo.
"Jika kamu harus berjalan menyuapi kami satu persatu, kapan kami akan mendapatkan suapan dari mu," ujar Eunha
"Baiklah-baiklah, kalian benar-benar tidak sabaran. Mengantri lah, aku akan memberikan suapan yang sangat manis pada kalian!" ucap Yerin
Semuanya berebut posisi pertama dengan sigap Yerin mengatur barisan, sehingga semuanya mengantri dengan damai.
Setelah acara potong kue dan berbagi selesai. Yerin sempat melihat ponselnya, sebelum dia di panggil teman-teman nya. Dia melihat panggilan masuk dari Taehyung sebanyak 23 kali, saat Yerin akan menelpon balik. Eunha dan SinB menarik tangan nya, sehingga ponselnya di biarkan begitu saja di atas sofa.
Sampai malam pun tiba, Yerin belum juga pulang ke rumah. Taehyung terus melihat ke arah jarum jam yang terus berputar dan menunjukan pukul 10:09 malam.
"Apa sampai semalam ini pesta di panti nya, aku tidak tahu jika pesta ulang tahun yang sangat sederhana belum juga selesai." Taehyung merasakan kegelisahan terhadap keadaan Yerin
Perasaan Yerin tidak tenang, dia pun berpamitan pada Ibunya untuk segera pulang. Setelah mendapat persetujuan Ibunya, Yerin sangat bahagia. Namun langkah Yerin di hentikan seseorang, Yerin pun menatap orang itu yang berada di hadapannya.
"Sebelum kamu pulang, aku akan memberikan hadiah untuk mu." seseorang mengeluarkan sebuah kalung dari dalam kotak kecil
"Maukah kamu memakai kalung ini, terserah kamu mau anggap kalung ini tanda apa. Pertemanan kita, persahabatan ataupun hubungan spesial persaudaraan." seseorang itu, menunjukan kalung itu di depan mata Yerin
"Jika itu hadiah mu, untuk ku. Aku mau memakainya, pakaikan di leherku!" pinta Yerin
Seseorang itu berjalan ke arah belakang Yerin, lalu dia memasangkan kalung nya di leher Yerin.
Yerin menyentuh kalung itu, setelah kalung itu terpasang di leher Yerin. Eunwoo berjalan kembali ke hadapan Yerin, dan mengatakan dia sangat cantik.
"Aku sama seperti dulu, tidak ada yang berubah," jawab Yerin
"Terimakasih, Eunwoo. Hadiah mu sangat indah bagiku, tapi aku harus segera pulang. Walaupun itu bukan rumah ku, aku sudah berjanji padanya akan pulang. Menginaplah disini, temanilah Ibu!" pinta Yerin, dia berharap Eunwoo mau menuruti permintaan nya
"Baiklah, kalau itu mau mu. Aku akan menginap disini, sebelumnya aku akan mengatakan mu pulang," ujar Eunwoo
"Tidak, kamu harus disini. Aku akan baik-baik saja, karena aku kuat." Yerin tersenyum
"SinB, Eunha, saudari ku. Aku akan kembali pulang dalam satu minggu lagi. Aku harap kalian tidak memberantakkan tempat tidur ku, ya!" pesan Yerin
"Kami akan mengingat pesan mu, Yerin," jawab SinB
Eunha pun menganguk, mendengar jawaban saudarinya. Yerin menjadi sangat lega, dia melihat ke arah temannya.
"Sowon, Umji. Kalian juga harus menginap disini, sudah malam. Jangan pulang, aku mengkhawatirkan keadaan kalian," ujar Yerin
"Ya,, Yerin. Jaga dirimu baik-baik, jangan lupa menelpon kami!" pesan Umji
"Iya, Yerin. Umji benar, jangan sampai kamu kelelahan," tambah Sowon
Yerin pun menganguk, setelah merasa sangat cukup berpamitan. Dia pun berlari ke luar dari panti, sambil menangis dengan apa yang terjadi padanya seharian ini.
"Kalau boleh tahu, Yerin akan pulang ke rumah siapa?" tanya Sowon pada Ibu panti
"Dia merawat seorang remaja laki-laki yang sedang sakit, Ibu lupa dengan nama anak itu," jawab Ibu panti
"Kira-kira siapa, ya." Umji mencoba berpikir
"Yerin sering menyebutnya dengan panggilan Taehyung," mendengar ucapan Eunha, Sowon dan Umji pun langsung terkejut
"Si Kim Taehyung," ucap Sowon dan Umji
"Mungkin, aku tidak tahu nama aslinya," tambah Eunha
"Ouh, tidak," ucap bersamaan kembali
Yerin tidak bertemu dengan kendaraan umum yang melintas di sekitar jalan. Jalanan memang sangat sepi dan cukup menyeramkan bagi Yerin, karena dia belum pernah berjalan kaki sebelumnya.
Saat Yerin menambah kecepatan larinya, sepatu nya mendadak copot dan rusak di bagian alasnya.
"Ah,, sepatu bodoh, mengapa harus terjadi sekarang. Aku belum mengizinkan mu, untuk tidur selamanya." gerutu Yerin sambil memandangi sepatunya yang sudah rusak
"Apa kau lapar, sehingga kau membuka mulut mu sangat besar. Aku akan memberikan mu, makanan nanti saat di rumah Taehyung." Yerin melepas kedua sepatunya dan berlari tanpa alas kaki hanya memakai kaus kaki putih panjang sampai lutut
Yerin berusaha datang ke rumah Taehyung sebelum jam 12:00 malam, dia berlari sambil sesekali melirik jam tangan nya.
"Aku harus segera cepat sampai." dengan kekuatan penuh Yerin berlari kencang
Taehyung terus mondar-mandir di sekitar pintu rumah, terkadang ia melihat ke jendela. Berharap dia melihat Yerin pulang, tak sampai disitu. Tingkah laku Taehyung mulai menunjukan ke pusing-an nya, saat melihat jam sudah menunjukan pukul 11:14 malam.
"Yerin kamu dimana, kamu tidak melupakan ku, bukan. Kamu harus datang ke rumahku, aku menunggu mu," gumam Taehyung
Tiba-tiba bel berbunyi, Taehyung segera meneriaki sesrorang itu dari dalam rumah untuk segera masuk.
"Yerin, aku sudah menunggu mu." Taehyung berjalan ke arah meja di ruang tamu untuk mengambil kue tarr yang sudah dia pesan
__ADS_1
Seseorang itupun masuk dan menutup pintu.
"Aku pulang." seseorang itu berjalan perlahan ke arah ruang tamu
Saat Taehyung akan berjalan menghampiri seseorang itu.
Seseorang itu mengucapkan selamat malam pada Taehyung.
"Selamat malam Taehyung, kamu belum tidur," ucap nya
Awalnya Taehyung menyambut kedatangan seseorang itu dengan sangat bahagia. Namun, setelah Taehyung dekat dengannya dia langsung sangat marah padanya.
"Yerin, mengapa kamu pulang?" pertanyaan aneh Taehyung, membuat Yerin tidak mengerti
"Mengapa pulang dengan keadaan seperti ini." Taehyung menyimpan kue tarr itu di atas laci dan berjalan menghampiri Yerin
"Taehyung, maafkan aku pulang terlambat. Pestanya sangat meriah dan di penuhi banyak orang jadi ...," belum sempat Yerin menjelaskan pada Taehyung, dia sangat terkejut karena Taehyung langsung menyentuh kakinya
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Yerin dengan khawatir
Taehyung pun berdiri dan memandangi tangannya yang berdarah, dia pun menatap Yerin.
"Kamu pulang kesini dengan tergesa-gesa, apa kamu tidak merasakan sakit." Taehyung memegang pundak Yerin, dengan kedua tangannya
"Taehyung, ayoo kita rayakan ulang tahun ku saja. Sebentar lagi, waktunya akan habis. Jam 12:00 malam akan terlewat begitu saja!" ajak Yerin
"Kamu mempertaruhkan kaki mu, hanya untuk cepat datang ke rumah ku, dan merayakan ulang tahun mu dengan ku. Aku benar-benar kecewa padamu, mengapa kamu menyakiti dirimu sendiri, hanya untuk datang lebih cepat padaku." tanpa berpikir lagi Taehyung langsung memangku tubuh Yerin, dan membawanya ke ruang tamu
Taehyung pun menduduk-an Yerin di sofa, saat Taehyung akan pergi mengambil obat-obatan. Yerin memegang tangannya untuk tidak pergi, dia mengatakan kita harus merayakan ulang tahunnya.
"Tidak, aku tidak akan merayakan ulang tahun mu, dengan kondisi mu seperti ini. Luka mu adalah luka ku, aku tidak bisa melihat luka, di hari bahagia mu. Mungkin aku akan melewatkan perayaan ulang tahun mu, tapi yang lebih aku sesali adalah melewatkan waktu untuk mengobati luka mu." Taehyung langsung bergegas mengambil kotak P3k juga air hangat dalam baskom kecil dan segera mengobati Yerin
Perlahan Taehyung melepas kaus kaki putih panjang Yerin, dan membersihkan darah Yerin dengan air hangat.
"Tahan sakitnya, ini akan membantu mu." Taehyung meneteskan obat merah pada telapak kaki Yerin yang terluka
"Taehyung biarkan saja luka ku, aku akan menahan rasa sakitnya. Tapi aku tidak bisa melewatkan perayaan ulang tahun bersama mu, kamu pasti sangat berusaha dengan keras mempersiapkan segalanya. Aku tak ingin mengecewakan mu, dengan keadaan ku ini. Ayoo kita rayakan dulu ulang tahun ku, dan baru mengobati luka ku!" ujar Yerin
"Tidak Yerin, kau harus mematuhi apa yang aku katakan padamu. Kita bisa merayakan ulang tahun mu, di tahu depan. Aku masih sanggup untuk mempersiapkan segalanya kembali, tanpa ada halangan," balas Taehyung
"Taehyung, maafkan aku. Karena ke egoisan ku, kita tidak merayakan ulang tahun ku," batin Yerin
Setelah mengobati luka Yerin, Taehyung memperban satu persatu telapak kaki Yerin.
"Darimana kamu berjalan tanpa alas kaki, kamu benar-benar bodoh Yerin?" tanya Taehyung sambil membalutkan kain pada kaki Yerin
"Hah." Yerin menghela nafasnya
"Hanya pas depan komplek saja, sepatu ku copot dan terbagi menjadi dua bagian," jawab Yerin dengan berbohong
"Jangan bohong padaku, kau takkan mampu mengatakan yang sebenar nya, bukan. Aku mengerti kenapa kamu berbohong padaku, tapi aku tidak mudah untuk percaya dan mudah kamu bohongi, seperti itu." Taehyung menutup kotak P3K, lalu beranjak dari tempat sofa berjalan ke arah dapur sambil membawa baskom
"Aku hanya ingin merayakan ulang tahun bersama mu." Yerin pun menangis
Taehyung berdiri di depan laci dan melihat jam.
"Masih ada waktu ternyata, walau hanya 5 menit." Taehyung mengambil kue tarr dari laci, dan berjalan ke ruang tamu
Yerin pun semakin menangis, sedang berjalan ke arahnya sambil membawa kue tarr.
Taehyung duduk di samping Yerin, dia meminta Yerin untuk meminta sesuatu sebelum meniup lilinnya.
Yerin menutup kedua matanya, dan mulai mengucapkan keinginannya di dalam hatinya.

Setelah itu Yerin membuka kedua matanya dengan perlahan, lalu meniup lilin yang ada di kur tarr itu.
"Suapan untuk kue tarr ini, aku berikan padamu." Yerin menyuapi Taehyung
Taehyung menerima suapan dari tangan Yerin, lalu mengatakan.
"Tentu saja padaku, memangnya siapa lagi yang akan kau berikan. Kita hanya berdua disini, jadi potongan kue yang pertama untukku," ujar Taehyung
"Kamu ini tidak peka, bisa saja kan. Aku yang duluan makan, bukan kamu," balas Yerin
"Baiklah, jangan ada pertengkaran diantara malam ini. Kamu tunggu disini, aku akan mengambil sesuatu!" setelah mengatakan itu, Taehyung pergi ke kamarnya
Yerin yang melihat Taehyung sudah pergi dari ruang tamu memakan kue tarr itu dengan sangat lahap.
"Ini sangat enak sekali, Taehyung. Kamu pintar sekali memilih makanan, ini sangat manis, aku semakin menyukainya." ujar Yerin sambil mengunyah kue
Saat Yerin sedang menikmati kue tarr itu, Taehyung datang. Dia tersenyum melihat Yerin memakan kue tarr nya, Taehyung pun duduk.
"Happy birthday, Yerin." Taehyung mengedipkan matanya sambil memegang boneka di tangan kirinya

Yerin langsung menghentikan makannya, saat dia akan menyentuh boneka itu. Taehyung melarangnya, dia menyuruh Yerin untuk mencuci tangannya terlebih dahulu. Lalu Yerin menyimpan kue tarr itu di meja, dia beranjak dari tempat duduknya pergi ke dapur.
Taehyung terus senyum-senyum sendiri, dia ingin melihat dan mendengar ucapan Yerin. Saat boneka itu, berada di pelukkannya.
Taehyung langsung berdiri, dia melihat Yerin sedang berjalan ke arahnya. Dengan senyuman manis di wajahnya, dia menyambut kedatangan Yerin.
"Jadi, apa kamu mau memberikan itu padaku!" pinta Yerin
"Tentu saja." Taehyung memberikan boneka itu pada Yerin
"Woah, aku sangat menyukai boneka ini," ucap Yerin
"Tentu saja, aku tahu apa yang sesuai untuk mu," Taehyung membanggakan dirinya
"Aku akan menjaga nya baik-baik, kamu tenang saja. Terimakasih ya, hadiah mu sangat berharga untukku," tambah Yerin
Akhirnya Taehyung menemukan jawaban atas ucapan Yerin, yang dari dulu selalu dia pertanyakan.
"Jadi, perkataan mu yang dahulu itu, adalah hadiah dari ku?" tanya Taehyung, dengan perasaan bahagia bercampur rasa penasaran akan jawaban Yerin
"Ouh, perkataan ku, ya," ucap Yerin
__ADS_1
Taehyung pun menganguk
"Hm,, itu seperti sebuah teka-teki bukan. Sebenarnya maksud dari ucapan ku dahulu itu, aku menginginkan sesuatu yang berharga dan bisa aku jaga adalah cinta mu. Tapi kamu tidak mungkin memberikan cinta mu padaku, yang kamu hadiahkan untukku," jelas Yerin
"Aku sangat terkesan sekaligus terkejut, kamu menemukan jawaban nya Taehyung. Kamu memberiku hadiah yang lain, sebagai pengganti cinta mu, yaitu boneka ini." Yerin memandangi boneka teddy bear dari Taehyung
"Jadi, apa hadiah dari termasuk dalam ucapan mu?" tanya Taehyung kembali dengan wajah sangat serius
"Tentu, aku sudah mengatakannya tadi. Hadiah mu yang paling berharga untukku, dan bisa aku jaga," ucap Yerin
saat Yerin mengatakan itu, Taehyung melihat sebuah kalung di leher Yerin. Membuat dia bertanya-tanya, siapa yang memberikan kalung itu padanya.
"Apa ibunya yang memberikan kalung itu, apa aku harus menanyakannya," batin Taehyung
"Yerin, siapa yang memberikan kalung pada mu?" Taehyung memberikan dirinya untuk bertanya pada Yerin
"Eunwoo memberikan ini padaku, ini hadiah darinya," jawaban Yerin membuat Taehyung tercengang
Yerin yang melihat raut wajah Taehyung, dia pun bertanya padanya.
"Apa yang kamu pikirkan, tentang ku?" tanya Yerin
"Aku tidak menyangka dialah yang menemukan jawaban atas keinginan mu dari ku." Taehyung memalingkan wajahnya
"Taehyung, jangan berpikir seperti itu. Aku memberikan keinginan ku, hanya untuk mu, bukan untuk Eunwoo. Jika kamu tidak suka aku memakai kalung ini, aku akan melepaskan kalung ini untuk mu." ucap Yerin, dia terlihat sangat sedih mendengar ucapan Taehyung
"Jangan, itu akan menyakiti perasaannya. Bagaimana kamu akan menjawab pertanyaan nya nanti, jika dia menanyakan kemana kalung yang dia berikan padamu. Jangan membuat dirimu merasa bersalah padaku, aku sedang berusaha memahami perbedaan ku dengan teman mu itu." setelah mengatakan itu, Taehyung pergi begitu saja ke kamarnya tanpa peduli pada Yerin
"Taehyung," ucap Yerin dengan lemas
Kembali seperti malam kemarin sangat sunyi, pembicaraan hangat yang selalu mereka lakukan sebelum tidur tidak terjadi malam ini. Terasa sangat berat perasaan Yerin, tanpa berbicara dengan Taehyung sebelum dia tidur.
"Aku pasti tidak akan tidur nyenyak, karena tidak berbicara dengan mu." ucap Yerin sambil berjalan dengan pelan-pelan ke arah tangga
Taehyung terbaring di tempat tidurnya, sambil memikirkan sebuah perbedaan antara dirinya dengan teman Yerin itu.
"Apa yang berbeda dari kami, aku akui jika hadiahku berbeda dengan dia. Tapi mengapa perasaan ku selalu tidak tenang saat melihat kalung itu, apa yang sebenarnya yang ingin perasaan ku, tunjukan padaku." Taehyung mencoba menyatukan pikirannya dengan perasaannya
Taehyung pun berbalik menghadap ke samping, dan mengatakan kami adalah seorang lelaki apa yang berbeda dari kami. Dia pun membalikkan padanya, melihat ke atas langit kamarnya.
"Apa perbedaanya terletak dalam sesuatu yang terlihat mencolok, apa itu," ucap Taehyung
Di kamar sebelah yakni dimana Yerin berada, dia baru saja keluar dari kamar mandi. Dengan memakai baju piyama ke sayang-an nya, dia berjalan dengan hati-hati ke tempat tidur lalu berbaring dan berusaha untuk segera tidur.
Namun, perasaannya tidak tenang membuat dia bisa tidur.
"Aku sudah menduga ini, perasaan ku yang menghalagi untuk tidur," gerutu Yerin di tengah malam
Yerin dengan perasaan tidak tenang membuat dia tidak bisa tidur, Taehyung dengan pikiran tidak karuan memikirkan sesuatu yang tidak bisa dia temukan.
Tengah malam yang di lewatkan tanpa tidur dengan nyenyak seperti malam kemarin.
Pagi harinya Yerin telah selesai menyiapkan sarapan, dia berjalan dengan pelan dan sangat hati-hati. Kerena kakinya yang tidak bisa di paksakan untuk berjalan dengan normal, dia mencari Taehyung ke ruang Tv.
Dia melihat Taehyung yang sedang duduk terdiam,

dengan Tv yang sedang menyala tanpa dia hiraukan.
Yerin terdiam melihat Taehyung seperti itu,

cukup lama dia memandangi wajah Taehyung yang tidak berubah sejak kedatangan nya.
Yerin menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan. Setelah melakukan itu, Yerin memberanikan diri berbicara dengan Taehyung.
Ucapan Yerin membuyarkan lamunan Taehyung, dari apa yang sedang dia pikirkan.
"Sarapannya sudah siap," ucap Yerin
Taehyung beranjak dari tempat duduk, dan berjalan ke arah dapur. Yerin mengikuti langkah Taehyung, namun. Dia membelok ke arah tangga, saat akan masuk ke dapur.
Taehyung merasakan sesuatu lalu memberhentikan langkah kakinya, dan melihat kebelakang, dia tidak melihat Yerin.
Dia melihat ke samping, dan menemukan Yerin yang sedang berjalan pelan-pelan menaiki tangga.
"Yerin!" bentak nya
Yerin langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik kebelakang
Taehyung melangkah dengan cepat berjalan ke arah Yerin, dan memarahi nya.
"Kau mau kemana, bukannya sarapan dengan ku, kau malah kabur," ucap Taehyung dengan kesal
"Aku mau ke kamar untuk ganti baju, setelah itu aku sarapan dengan mu," jawab Yerin
"Tidak usah ganti baju, kau tidak akan sekolah hari ini. Aku tidak akan mengizinkan mu, untuk pergi ke sekolah!" larang Taehyung
"Kenapa aku tidak boleh ke sekolah, bagaimana dengan absensi nanti?" tanya Yerin
"Apa kau punya sepatu untuk di pakai ke sekolah, kau tidak punya bukan. Sepatu mu rusak, saat kau pulang kesini," ujar Taehyung
"Aku melupakan itu." Yerin pun menunduk
"Aku akan membelikan nya untuk mu, kau jangan khawatir. Sekarang ikutlah dengan ku, tanpa ada pemberontakan." Taehyung langsung memangku tubuh Yerin dan berjalan entah mau kemana
"Kau mau bawa aku kemana, aku bisa jalan sendiri?" tanya Yerin, yang berada di pangkuan Taehyung
"Kau ini masih saja munafik, dengan langkah kaki zig-zag seperti itu. Kau masih menyombongkan diri, bisa berjalan dengan normal," jawab Taehyung
"Perkataan mu dari semalam itu, menusuk sekali. Sampai sekarang pun ucapan kasar mu, masih saja tergiang dan terdengar di telingan ku," gerutu Yerin
Taehyung tidak menjawab ucapan Yerin, dia fokus dalam melangkahkan kakinya, Yerin tersenyum bahagia berada di pelukkan Taehyung.
Kemana Taehyung akan membawa Yerin, akankah Taehyung berhenti memikirkan apa yang sedang ia pikirkan dari semalam.
Bersambung.......
__ADS_1