Tragedi Cinta

Tragedi Cinta
ketulusan cintamu


__ADS_3

         


             ® Tragedy Of Love ®


Taehyung berlari keluar gedung sekolah, dia mengajak Yerin untuk cepat masuk ke dalam mobilnya.


Setelah Yerin mengikuti perintahnya, dia pun bergegas masuk dan menyalakan mesin mobil.


"Taehyung, aku sangat takut." Yerin memandangi Taehyung, dengan tatapan matanya yang terus bergulir tidak menentu


"Kau tenang saja Yerin, pakai sabuk pengaman, kita akan segera pergi." Taehyung memakaikan sabuk pengaman, ke tubuh Yerin


Setelah itu dia menancap gas, lalu mobil sport hitamnya pergi meninggalkan Sekolah.


Yerin selalu bertanya pada Taehyung dalam ketakutannya, kemana mereka akan pergi. Taehyung mencoba menenangkan perasaan Yerin, dengan kata-kata yang romantis. Tapi Yerin malah memarahinya, dia megatakan.


"Bukan saatnya untuk kita melakukan hal yang romantis, Taehyung. Aku serius, sekarang aku benar-benar takut mati!" Yerin pun menangis


"Mati! Siapa yang akan mati, kamu atau aku. Tenangkan dirimu, kamu bersamaku. Janganlah merasa waktumu sedikit, aku akan tetap bersamamu." Taehyung fokus menyetir


"Taehyung, apa kamu akan terus melindungiku, kamu harus berjanji padaku." Yerin semakin menjerit membuat suasana panas dalam mobil, tangisannya membuat jiwa Taehyung bergetar


Taehyung menghentikan mobilnya di tengah jalan, dia meminta Yerin untuk tetap diam di dalam mobil.


"Kamu mau kemana, jangan tinggalkan aku." Yerin menarik tangan Taehyung, saat akan pergi keluar dari mobil


"Jangan khawatir Yerin, aku akan menang melawan mereka." Taehyung melepaskan genggaman erat tangan Yerin


Taehyung dengan baiknya dia tersenyum pada Yerin, untuk membuat dia tenang.


Situasi semakin menegangkan, ketika Taehyung berbicara dengan para pengejar itu.


Yerin bersembunyi di balik jok mobil, memperhatikan Taehyung dari kejauhan.


"Aku akan pulang ke rumah malam ini, jadi jangan mengejarku lagi," ucap Taehyung dengan tegas


"Maaf kami harus segera membawa tuan muda pulang malam ini, jika tidak ... nyawa kami tidak berharga lagi!" jawab salah seorang pengawal


Taehyung membuang napas ke samping, lalu mengatakan.


"Sampaikan saja pada tuan besar, aku akan pulang dalam 30 menit. Biarkan aku mengantarkan gadis itu, jadi pergilah!" teriak Taehyung


"Baik tuan muda, kami akan menyampaikan pesan anda." pengawal itu pergi masuk ke dalam mobil, juga para pengawal yang lain


Taehyung segera berlari masuk mobil, dia mengatakan kalau situasi sudah aman. Ia kembali menyetir, mobilnya dan mulai fokus.


Taehyung tetap tersenyum walaupun dia sedang fokus menyetir mobil sport hitamnya, ia tidak ingin Yerin merasakan ketakutan.


Setelah sampai di panti asuhan, Taehyung memberitahu Yerin. Kalau dia akan pergi menjauh darinya, entah sampai kapan.


"Aku akan selalu menunggu kamu datang, jangan pernah lupakan aku." Yerin memeluk tubuh Taehyung


"Kamu tenang saja Yerin, aku tidak akan melupakanmu. Kamu harus tetap sekolah. meski aku tidak ada. Selalu tersenyum di wajahmu, walaupun kamu sedang bersedih." Taehyung melepaskan pelukkan Yerin


"Taehyung, ini bukanlah sebuah perpisahan yang mematikan bukan?" tanya Yerin, yang mulai khawatir


"Sudah, jangan banyak bicara lagi. Selamat malam, tidur yang nyenyak gadis kecilku yang manis." Taehyung membelai rambut Yerin sekejap, setelah itu dia menurunkan tangannya, sambil tersenyum


"Selamat malam pangeran khayalan, aku masuk, selamat tinggal." Yerin terpaksa pergi masuk ke dalam panti, karena perintah Taehyung


Berat perasaan Yerin, untuk pergi dari hadapan Taehyung. Sebenarnya dia ingin menangis sebelum kata perpisahan di ucapkan, tapi ia tidak punya banyak pilihan yang bisa membuat ia bertahan dalam keadaan.


Setelah melihat Yerin masuk ke dalam panti, Taehyung masuk ke mobilnya.


Skip>>>>>>>>>>>


Taehyung sedang duduk bersama kedua orangtuanya, mereka memulai pembicaraan awal.


Taehyung merasa sangat tertekan, ketika dia akan di tunangan dengan seorang gadis. Ia memberontak pada keputusan kedua orangtuanya, yang hanya mementingkan repustasi mereka, tanpa ingin membahagiakan dirinya.

__ADS_1


Taehyung pergi meninggalkan ruang tamu, pergi menuju kamarnya.


"Taehyung, jika kamu tidak mau melakukan pertunangan itu. Gadis yang bersamamu tadi pagi, akan mati. Malam ini juga!" ancam Papahnya, yang semakin menekan perasaan anaknya


"Papah!" teriak Taehyung, sambil berbalik melihat wajah Ayahnya


"Kau mau apa, sudah cepat pergi! kemana saja yang kau mau. Tapi ingat satu hal Taehyung, jasad gadis yang kau cintai itu, akan hanyut di sungai." tuan Kim pergi dari ruang tamu menuju keluar rumah


Taehyung segera berlari ke hadapan Ayahnya, ia berlutut di depan kaki Ayahnya memohon, untuk tidak melakukan hal pada gadis yang dia sukai.


"Kau sangat mencintainya, Kim Taehyung. Kenapa kelakuanmu, sama dengan kakakmu. Kalian berdua memang menyusahkan keluarga saja, mencintai gadis murahan dan tidak bermoral." Ayahnya pergi meninggalkan Taehyung sendiri, yang duduk terpaku


"Apa yang harus aku lakukan, untuk melindungimu ... Yerin." Taehyung menunduk memikirkan sebuah cara, yang harus segera ia temukan



Malam hari yang sangat menyakitkan bagi Taehyung, dia tidak bisa berbuat apa-apa atas kehendak Ayahnya.


Berulang kali dia mencoba berpikir dan berpikir, untuk mendapatkan sebuah ide yang lebih baik, menjauhkan Yerin dari marabahaya.


Dia tidak bisa tertidur, tetap terjaga dengan beban pikiran yang berat.


Dia memainkan ponselnya, untuk menelpon Yerin. Tapi niatnya dia urungkan, atau Ayahnya akan tahu. jika dia sedang menghubungi Yerin, dia meletakkan kembali ponselnya di atas laci.


Pagi harinya di Sekolah, Yerin tengah mengerjakan PR. Dia ketiduran semalam, sampai-sampai lupa mengerjakan tugas mata pelajaran.


Taehyung berjalan masuk ke dalam kelas 12A, kemudian menutup pintu kelas rapat-rapat.


"Selamat pagi." ucap Taehyung sembari berjalan ke bangku Yerin


Yerin tidak menjawab sapaan pagi Taehyung, dia tetap fokus pada teknik menulisnya di buku catatan.


"Masih adakah pekerjaan murid, setelah dia menyelesaikan semua ujian dengan baik. Hm ... Guru selalu membuat sulit, muridnya." Taehyung duduk di bangku kosong, samping Yerin


"Pekerjaan terakhir dari Guru, sebelum aku keluar dari Sekolah." sahut Yerin, sambil membuka lembar kertas halaman buku tulisnya


"Taehyung, aku menakutkan sesuatu, jika aku pergi ke sana." Yerin menarik bukunya dari tangan Taehyung


"Jangan takut pada sesuatu Yerin, itu akan mencelakakan dirimu sendiri." Taehyung membelai rambut Yerin, yang tergerai sangat indah menurutnya


"Apa kami tidak mempunyai rasa takut Taehyung, hah ... Laki-laki kebanyakan menyukai tantangan juga mempunyai keberanian yang tinggi, sedangkan wanita dia hanya memiliki rasa kasih sayang, yang bisa dia berikan untuk cintanya,"


"Yerin, kamu sangat pandai dalam berkata-kata. Aku tidak bisa melepasmu kalau begitu,"


"Melepasku itu mudah Taehyung, yang paling susah melupakan dirimu bagiku,"


"Kalau begitu jangan pernah melupakanku, karena aku pasti akan menjadi suamimu, Yerin,"


"Kamu percaya diri sekali, bagaimana kalau takdir berkata lain,"


"Takdir ... Kita di takdir kan untuk saling mencintai, di satukan dalam sebuah hubungan, untuk selamanya,"


Yerin pun tertawa bahagia, membuat Taehyung mengatakan sesuatu.



"Yerin ... Hari ulang tahunku sebentar lagi...." tiba-tiba ucapan Taehyung di potong Yerin


"Aku tahu, tanggal ulang tahunmu,"


"Lalu, apa kau sudah menyiapkan kado untukku?"


"Tidak akan pernah Taehyung, kadoku lebih buruk dari rasa sedihmu,"


"Kado yang besar ataupun kecil ... sama saja bagiku, mau termahal atau termurah itu yang berharga bagiku, asalkan dia tulus memberikanku sebuah kado, yang telah dia persiapkan untukku,"


"Kamu baik sekali Taehyung, mau menerima apapun yang kamu anggap baik untukmu,"


"Aku harus segera pulang, Yerin." Taehyung berdiri dari tempat duduknya

__ADS_1


"Kamu mau kemana, Taehyung." sontak Yerin meraih tangan kiri Taehyung, lalu mengengamnya


"Aku harus pulang ke rumah, untuk memberikan surat kelulusan ku pada orang tuaku." Taehyung melepaskan genggaman Yerin dengan perlahan


"Apa!" Yerin sangat terkejut mendengar jawaban Taehyung, ia tidak percaya Taehyung mendapat surat kelulusan begitu cepat


"Aku adalah seorang laki-laki yang sangat tampan di sekolah, siapa saja rela memberikan tempat antri pertama untukku. Itu penjelasanku, jadi. Yerin ... berusaha yang keras untuk mendapat surat kelulusan, aku pergi." Taehyung berjalan ke arah pintu, kemudian berjalan keluar kelas


"Aku harap kamu menjaga dirimu, entah kenapa beberapa hari ini kecemasanku ... selalu membuat keresahan dalam diriku." Yerin memandangi pintu yang terbuka sangat lebar, setelah kepergian Taehyung


Tak berapa lama pandangannya di buat terpesona kembali, dengan datangnya seseorang yang berjalan masuk ke dalam kelas sambil tersenyum manis.


Dia memberi Yerin sebuah wings mata tatapan indahnya, membuat Yerin tersenyum malu untuk membalas perlakuan nya.



"Yerin, aku melupakan satu peringatan untukmu." Taehyung berjalan ke depan bangku Yerin


"Apa itu?" tanya Yerin dengan rasa penasaran yang tinggi


"Hm...." Taehyung mulai tersenyum manis yang tidak bisa Yerin lupakan



"Ayoo katakan secepat mungkin," Yerin semakin penasaran


"Jangan lupa pakai jaketmu, di luar sangat dingin. Cuaca tidak menentu, angin berhembus di mana-mana juga cukup kencang, itu bisa membuatmu flu," sungut-sungut V


"Apa hanya itu yang kau katakan padaku, Taehyung." Yerin menggelengkan kepalanya, dia sangat kecewa mendengar penjelasan Taehyung


"Ya ... hanya itu untuk saat ini, aku harus segera pergi!" Taehyung berlari dari hadapan Yerin, ada yang sedang menunggunya di luar Sekolah


"Datang tak terduga, pulang tak pernah lupa. Aku sangat bahagia." Yerin merapikan semua alat tulisnya, kemudian memasukan semua barang ke dalam tas


Ia beranjak pergi dari kelas menuju ruang kepsek.


Sesaat setelah sampai di sana, Yerin melongo tidak percaya dengan antrian yang masih sangat panjang.


Dia tidak bisa lagi berkata-kata sampai ia menelan salivanya sendiri, lalu ia berbaris di belakang tubuh seorang siswa.


3 jam kemudian, kini giliran Yerin mendapatkan sebuah surat kelulusan, dalam amplop panjang berwarna putih tanpa goresan tinta sedikitpun.


Yerin duduk di kursi panjang dekat pintu keluar, ia sedang fokus dan teliti membaca secara detail tulisan, yang ada di sebuah kertas putih.


Dia tidak percaya dengan nilai-nilai yang ia dapat, dari ujian akhir Sekolah.


Ia gembira tidak karuan merayakan keberhasilan nya, tiba-tiba perasaan bahagianya berubah menjadi kesedihan. Tak kala mengingat seorang Kim Taehyung, yang tidak ada do sampingnya lagi untuk memberi ucapan selamat


"Sowon dan Umji, mereka juga lupa padaku." Yerin menunduk sambil memandang surat kelulusan nya


"Mau ikut denganku." ucap seseorang yang tiba-tiba sudah duduk di samping Yerin


Yerin langsung menoleh ke samping, dia langsung membulatkan kedua matanya karena terkejut.


"Cha Eunwoo," ucap Yerin


Eunwoo pun tersenyum sambil berdiri, Yerin mengikuti apa yang di lakukan laki-laki tersebut tanpa sadar.


"Ayoo kita pergi dari sini, aku sudah lama menunggumu. Aku merasa takut, jika satpam Sekolahmu ... menangkapku." Eunwoo meraih tangan kanan Yerin, lalu mengengamnya


"Kemana kita akan pergi?" tanya Yerin sambil menyamakan langkah kakinya, dengan pergerakan langkah kaki Eunwoo


"Ke suatu tempat ... di mana hanya ada kebahagian juga canda tawa di dalamnya," jawab Eunwoo


Yerin hanya pasrah dan tersenyum, saat dia akan di bawa teman baiknya pergi ke suatu tempat.


Dia percaya sepenuhnya pada Eunwoo, pasti yang di maksud adalah tempat yang menyenangkan baginya. Lagipula Yerin berpikir akan lebih baik ikut, daripada diam saja dengan beban pikiran yang membelenggu dirinya. Karena memikirkan Taehyung, yang pergi entah kapan kembali.


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2