
® Tragedy Of Love ©
Saat pulang sekolah, Yerin masih berbicara dengan kedua sahabatnya. membuat Taehyung harus menunggu Yerin, datang padanya.
" Yerin, ayoo kita main bersama. kita sudah lama bukan, tidak kumpul bareng!" ajakan Sowon membuat Yerin bingung
" aku tidak bisa, untuk sekarang ini. aku terlalu sibuk merawat seseorang yang sedang sakit, tapi dia tidak baik-baik saja. dia kelihatanya pura-pura sakit. " Yerin mulai kebingungan, di dalam pikirannya, dia memikirkan banyak hal tentang Taehyung.
" apa kamu tidak ingat, sebentar lagi kamu kan ...." perkataan Umji, dicegat Sowon
" tidak apa-apa, Yerin. kami mengerti, walau kami tidak tahu siapa yang lo rawat, hm,, kami duluan pulang ya." Sowon menarik tangan Umji
Ketika Sowon akan masuk ke dalam taksi, dia pun berbicara alasan kenapa dia memotong pembicaraan Umji.
" Umji, sorry gue memotong pembicaraan lo tadi. kita harus merahasiakan kejutan di hari ulang tahun Yerin, apa mau kejutan itu menjadi gagal!" Sowon mengingatkan Umji, tentang kejutan mereka di hari ulang tahun Yerin
" iya aku lupa, hampir saja aku mengatakannya." Umji pun tersenyum pada Sowon
" ayoo kita pulang, kita bicarakan di rumah saja," ujar Sowon
Umji dan Sowon pun masuk ke dalam taksi, taksi itu pun pergi dari sekolah.
Yerin berjalan ke arah Taehyung, yang sedang duduk di depan mobilnya. Taehyung menatap gadis yang ia pertahankan di dalam penjara rumah nya, dengan senyuman ramah namun nakal
" Taehyung, ayoo kita pulang!" ajak Yerin, dia melihat senyum di wajah Taehyung
" kita mau langsung pulang, atau jalan-jalan dulu?" Taehyung menawari Yerin pilihan
" pulang saja," jawab Yerin singkat
" masuk lah!" Taehyung pun masuk ke dalam mobilnya
Setelah Yerin berada di dalam mobil, Taehyung tersenyum pada Yerin. Dia pun menjalankan mesin mobil dan langsung menancap gas, mobil pun pergi meninggalkan sekolah
Skip>>>>>
Saat Yerin sedang memasak untuk makan siang, dia menerima telpon dari SinB.
" hallo, SinB! .... Tidak bisa. ... Aku tidak bisa pulang ke panti ... " Yerin masih berbicara di telpon
Taehyung berjalan diam-diam ke arah dapur, agar Yerin tidak mengetahui, jika dia sedang memperhatikannya sedang memasak
"Apa?iya aku lupa... " ucap Yerin
Langkah Taehyung terhenti, dia pun berdiam di dekat kulkas, setelah mendengar ucapan Yerin
"Tiga hari lagi, aku ulang tahun," Yerin berbicara lewat telpon
"Apa, ulang tahun," batin Taehyung
"Aku tidak tahu, ... Apa, aku bisa ijin pulang atau tidak ..." Yerin menjawab, pertanyaan SinB
"Jika saja, ...aku bisa ijin untuk pulang. ...aku akan lakukan" Yerin pun menjadi sedih
"Baiklah, aku akan mencobanya. ...sudah ya, ...nanti lagi kita bicaranya. ... Aku sedang memasak" Yerin menutup sambungan telpon, lalu memasukan ponselnya ke dalam saku celemek yang sedang ia pakai
"Dia akan segera ulang tahun, apa yang harus aku lakukan," gumam Taehyung
Saat Yerin berbalik, dia melihat Taehyung yang sedang berdiri di samping kulkas, membuat dia heran dan bertanya langsung pada Taehyung
"Sedang apa kamu disana?" tanya Yerin
"Berapa usia mu sekarang?" Taehyung malah balik bertanya
"Kenapa kamu menanyakan umurku, apa kamu tadi ....," ucapan Yerin langsung di potong Taehyung
"Aku haus, berikan aku segelas air," Taehyung mengalihkan pembicaraan
"Kau ini seperti anak kecil, apa-apa harus di ambilkan. Kapan kamu akan menjadi dewasa." Yerin mengambil gelas dari lemari peralatan makan, lalu berjalan ke arah Taehyung. Dia membuka kulkas, dan mengisi air gelas itu dengan air dingin
"Jadi, kamu ini haus." Yerin memberikan gelas itu pada Taehyung
Taehyung menerima gelas itu, dan meminumnya
Yerin berjalan kembali ke arah kompor untuk mengangkat masakan dan di tuangkan ke dalam wadah kecil
Taehyung duduk di meja makan dan memikirkan tentang hadiah, yang pantas untuk di berikan pada Yerin
"Hadiah apa yang pantas dan yang paling disukai dia," batin Taehyung
Yerin datang membawa mangkuk besar dan menyimpannya di meja makan, ia mengambilkan nasi untuk Taehyung
"Makanlah yang banyak, supaya kamu sehat." Yerin menyimpan piring berisi nasi di depan Taehyung
Taehyung melihat Yerin dan terus menatap nya, membuat Yerin bertanya padanya
"Ada apa, tidak seperti biasanya kamu melihat ku dengan tatapan mata seperti itu?" tanya Yerin
"Apa yang paling kamu sukai?" untuk yang kedua kalinya Taehyung malah balik bertanya
"Hm,, aku paling suka, kamu juga tahu sendiri kan," Yerin menjawab pertanyaan Taehyung, dengan perasaan malu-malu

Taehyung mencoba berpikir, apa yang Yerin sukai

"Apa kamu tidak tahu jawabannya?" Yerin mendesak Taehyung
Yerin mulai kesal terhadap Taehyung karena dia diam saja, dan tidak mengatakan apapun
"Aku menyukai mu, dari dulu. aku selalu mengatakan itu padamu, Taehyung," kata Yerin
"Ouh,, jadi kamu menyukai ku. Apa kamu ingin sesuatu dariku?" pertanyaan ketiga dari Taehyung
"Aku ingin cinta darimu," jawab Yerin dengan terus terang
"Aku pasti akan memberikannya, kamu tenang saja," jawab Taehyung
"Ya sudah, kalau begitu," Yerin berjalan ke kursi meja makan yang ada di hadapan Taehyung
Saat Yerin sedang menyantap makanan, dia di buat kaget dengan pertanyaan Taehyung yang menanyakan dia menyukai suatu barang atau tidak
"Apa." Yerin menjadi tersedak karena pertanyaan Taehyung, ia pun buru-buru minum setelah selesai minum dia baru mulai sedikit tenang
"Aish, maafkan aku," Taehyung meminta maaf pada Yerin
"Tidak apa-apa, makanlah saja." Yerin pun mulai fokus pada makannya
Skip>>>>>
Taehyung mondar-mandir terus-menerus di kamarnya, dia tidak bisa tidur.
"Uang ku semakin habis, bagaimana ini," ucap Taehyung
Tiba-tiba Yerin membuka pintu kamar Taehyung, membuat Taehyung sangat terkejut
"Kau," ucap Taehyung
__ADS_1
"Aku sudah mengira ini, jika kamu tidak minum susu, kamu akan susah tidur. Bolehkah aku masuk?" tanya Yerin
"Masuklah, dan tutup kembali pintunya!" jawab Taehyung
"Aku cuma sebentar disini," jawab Yerin sambil berjalan masuk, lalu menutup pintu
"Apa yang kamu inginkan di tahun ini?" Taehyung langsung bertanya
"Sesuatu yang berharga, yang bisa aku jaga," jawab Yerin, sambil memberikan Taehyung segelas susu
"Sudahlah cepat minum, aku akan segera tidur!" pinta Yerin
Taehyung pun meminum susunya sampai habis, setelah itu dia memberikan gelas kosong pada Yerin
Saat Yerin akan pergi Taehyung menarik tangannya dan menyuruhnya untuk duduk di kasur, Yerin pun duduk tanpa menolak nya
"Sepertinya dia akan serius berbicara padaku," batin Yerin
"Tidurlah, disini bersamaku!" pinta Taehyung
"Apa." wajah putih berubah menjadi merah, karena permintaan Taehyung padanya
"A ...pa ka ...mu sudah gila," ucap Yerin dengan gugup
"Aku memang sudah gila." Taehyung pun berbaring di kasurnya
"Tidak-tidak, aku akan pergi dari kamar ini." saat Yerin beranjak dari kasur, sesuatu terjadi padanya
Taehyung menarik tangan Yerin dengan kencang, sehingga tubuh Yerin terjatuh di tempat tidurnya
"Sekarang kamu yang berbaring di kasur ini." Taehyung pun berbaring kembali, dia menatap Yerin yang kini berada di sampingnya
"Untuk kedua kalinya, kamu melakukan ini padaku," kata Yerin
"Hm,, bernarkah, perilaku ku terlalu romantis ya, untuk mu," Taehyung sangat serius berbicara berdua dengan Yerin di kamarnya
Saat Taehyung mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan wajah Yerin, Yerin langsung menghalangi kedekatan wajah mereka berdua dengan gelas yang di pegang nya tadi
"Jangan ada penghalang diantara kita." Taehyung menurunkan tangan Yerin
"Wajah cantik mu, kembali lagi." Taehyung menyelipkan rambut Yerin ke belakang telinga nya
"Ah,, Taehyung. Ini sudah malam, kita harus segera tidur, jangan menggoda ku terus." Yerin pun bangun dari kasur
"Kau mau kemana?" tanya Taehyung
Yerin berbalik melihat ke arah Taehyung dan mengatakan
"Ke kamar, selamat malam." Yerin langsung berlari keluar kamar
"Ey,, kenapa kamu tidak menutup pintunya Yerin!" teriak Taehyung
"Aish gadis itu." Taehyung pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu lalu menutup pintu kamarnya
Di kamar sebelah, Yerin berusaha untuk tidur namun usahanya, gagal. Dia tidak bisa tidur, jantungnya terus berdetak sangat kencang
"Hah," ucap Yerin dengan nafas terengah-engah
"Aku semakin tidak mengerti, mengapa dia melakukan itu padaku. Jika dia tidak mencintaiku, kenapa dia memperlakukan ku seperti itu." Yerin merangkul guling, untuk menciba menenangkan perasaannya
"Tapi ada sesuatu hal yang menganggu pikiran ku. Apa yang terjadi padanya, mengapa dia bertanya hal-hal yang aneh padaku, tapi tidak aneh sih. Pertanyaan nya masuk akal, cuman dia bertanya hal itu untuk apa." Yerin berpikir keras tentang pertanyaan Taehyung, sambil melihat ke atas
sepanjang malam Yerin berusaha untuk tidur, namun pikirannya, selalu memikirkan pertanyaan Taehyung. Di sebelah kamarnya Taehyung juga tidak bisa tidur, karena dia sedang memikirkan hadiah yang paling berharga untuk Yerin. Malam yang begitu sunyi mereka lalui dengan berpikir
Skip>>>>>>
Pagi harinya Taehyung mencari keberadaan Yerin, dia terus memanggil nama Yerin. Dia sekarang sedang berada di dapur
Yerin pun keluar dari kamar mandi, Taehyung sontak kaget melihat Yerin membawa ember dan lap pel
"Yerin," panggil Taehyung
"Kamu sudah bangun, apa kamu sudah mandi?" tanya Yerin
"Belum, aku lapar," kata Taehyung
"Mandi dulu, baru sarapan!" Yerin melarang Taehyung untuk makan
"Iya, nanti setelah selesai sarapan, aku akan pergi mandi," kata Taehyung
Ekspresi Yerin pun berubah menjadi sedih, saat Taehyung mengatakan dia akan pergi. Dia menjadi diam dan melamun, Taehyung pun menepuk bahu Yerin
"Hey!" tangan kiri Taehyung menyentuh bahu Yerin
"Hm,, " Yerin memandangi wajah tampan Taehyung

"Jangan sedih seperti itu, aku tidak akan lama pergi jauh darimu." Taehyung menyentuh hidung Yerin dengan jari telunjuk tangan kanannya
"Aku akan pergi mandi dulu, kita sarapan bersama ya!" pintanya
"Hm,, baiklah." Yerin tersenyum pada Taehyung
Taehyung pun pergi naik tangga, Yerin melanjutkan kembali kegiatan bersih-besih rumah Taehyung
Skip>>>>>
Kini Taehyung dan Yerin sedang sarapan bersama di meja makan, mereka sangat menikmati hidangan makanan yang ada di depan mata. Setelah selesai makan, Taehyung pergi begitu saja, Yerin pun mencuci piring dan peralatan masak yang tadi dia gunakan.
"Aku merasa lelah," ucap Yerin
Yerin telah selesai mencuci piring, dia pun pergi berjalan ke arah pintu rumah. Saat dia akan membuka pintu, Taehyung memanggil namanya
"Taehyung." Yerin melihat Taehyung yang berjalan menghampiri nya
"Kamu rapih sekali, apa kamu mau pergi kencan?" tanya Yerin
"Apa kamu cemburu, jika aku akan kencan dengan seorang gadis?" lagi-lagi Taehyung malah balik bertanya
"Tidak, aku kan tidak berhak cemburu padamu," jawab Yerin
"Ya,, kamu harus cemburu lah," kata Taehyung
"Kenapa?" tanya Yerin
"Karena kamu akan menjadi istriku nanti, jadi persiapkan dirimu untuk menjadi istri terbaik dalam hidupku." Taehyung membelai rambut Yerin
"Taehyung sudahlah hentikan, kita masih anak SMA. Jangan memikirkan tentang pernikahan." Yerin menurunkan tangan Taehyung
"Kamu mau kemana, jangan mencoba untuk kabur dari rumah tanpa seijin dariku, nanti kamu dosa," ujar Taehyung
"Ya, kamu lah yang dosa, mengurung ku di rumah mu, tanpa ada ikatan apa-apa diantara kita," jawab Yerin
"Iyakah?" Taehyung mengangkat satu alisnya
"Ah,, sudahlah. Kalau kamu ingin pergi, pergilah. jangan pulang kemalaman, ya. Aku khawatir!" pesan Yerin pada Taehyung
"Iya,, gadis baik." Taehyung menyentuh hidung Yerin dengan jari telunjuk tangan kanannya
__ADS_1
"Aku akan menjawab pertanyaan mu." Yerin membuka pintu
"Pertanyaan yang mana?" ucap Taehyung sembari berjalan keluar
"Pertanyaan, aku mau pergi kemana," jawab Yerin sembari menutup pintu rumah
"Kalau begitu, jawablah pertanyaan ku?" Taehyung tersenyum ramah, siap mendengarkan jawaban Yerin
"Aku mau menyapu halaman rumah," ucap Yerin
"Jangan sampai kamu kecapean Yerin, nanti kamu sakit. aish,, kita terlalu banyak bicara. Aku pergi ya!" ucap Taehyung
"Iya," jawab Yerin
"Jaga rumah kita baik-baik, ini adalah rumah masa depan kita berdua." Taehyung tersenyum terbuka pada Yerin, membuat Yerin menjadi salting
"Taehyung, katanya mau pergi!" Yerin mengingatkan Taehyung
"Iya,, iya." Taehyung berjalan ke arah mobilnya, lalu dia masuk ke dalam mobil
Yerin pun melambaikan tangan pada Taehyung, mobil Taehyung pun pergi meninggalkan rumahnya dan Yerin mengambil sapu lidi, lalu mulai menyapu halaman rumah.
Saat Yerin sedang asyik menyapu di halaman rumah Taehyung, seseorang memasuki gerbang rumah lalu dia berjalan mendekati Yerin. dia memangil nama Yerin dan berjalan ke arahnya
"Yerin," panggil seseorang itu
Yerin pun berbalik, dia sontak terkejut dengan kedatangan seseorang ini
"Kamu," ucap Yerin dengan gemetar
"Kenapa kamu kesini." Yerin menjatuhkan sapu
Seseorang itu tersenyum pada Yerin, membuat Yerin ketakutan dengan senyumannya itu
Skip>>>>>
Di rumah orangtua Taehyung, dia sedang duduk bersama kedua orangtua nya di ruang tamu.
"Pah, Taehyung kesini untuk meminta uang!" pinta Taehyung
"Jadi, kamu akhirnya pulang setelah berminggu-minggu dan sekarang kamu kesini untuk meminta uang, apa itu tujuan mu?" tanya papah Taehyung
"Maafkan Taehyung, Taehyung kesini hanya meminta uang saja. Aku tidak akan tinggal disini," jawab Taehyung
"Tidak apa-apa, asal kau baik-baik saja. Berapa yang kamu butuhkan?" tanya papah
"Sepeti biasa, aku tidak akan meminta lebih dari itu," jawab Taehyung
"Ini kartu kredit." papah Taehyung menggeserkan kartu kredit dari meja ke hadapan Taehyung
"Ini adalah uang untuk biaya hidupmu." papahnya menyimpan amplop cokelat berisi uang cash di dekat kartu kredit itu
"Terimakasih, pah." Taehyung mengambil amplop juga kartu kredit itu
"Anak nakal, pulanglah 3 bulan lagi!" pinta papah
"Kenapa pah, ada apa?" tanya Taehyung, dengan penasaran
"Sesuatu yang akan merubah semuanya." papah Taehyung pergi dari ruang tamu setelah mengatakan itu
"Mah, apa yang papah inginkan dariku?" Taehyung bertanya pada mamahnya
"Tenangkan dirimu sayang, papah mu tidak merencanakan sesuatu yang jahat padamu," jawab mamahnya
Taehyung menghela nafasnya
"Aku akan mengambil bajuku." Taehyung beranjak dari tempat duduk, dan berjalan ke arah tangga
Scene beralih ke tempat lain, dimana Yerin sedang berada dalam ketakutan
"Aku mohon jangan dekati aku." Yerin menutup matanya
"Lagi-lagi sikap mu, menunjukan ketakutan saat melihatku Yerin," ujar seseorang itu
"Aku sangat terkejut, dengan kehadiran mu, itu yang membuatku takut." ucap Yerin
"Sekarang tenangkanlah dirimu, aku akan menunggumu untuk tenang kembali." seseorang itu, menatap Yerin dengan diamnya
Yerin perlahan menmbuka matanya dia mulai mengendalikan dirinya dengan mengatur pernafasan nya
"Apa kamu sudah tenang, sekarang?" tanya seseorang itu
"Iya, aku sudah tenang," jawab Yerin
"Aku mencarimu ke panti, tapi kamu tidak ada disana. Apa sekarang kamu tinggal disini?" tanya seseorang itu
"Tidak, aku disini sedang merawat seseorang. ouh iya, darimana kamu tahu aku ada disini?" Yerin bertanya
"Aku, mengikuti mu saat kamu pulang sekolah kemarin. Aku tidak berani menemui mu, karena laki-laki itu selalu bersama mu," jawab seseorang itu
"Kamu tidak perlu takut, dia sangat baik padaku. Eunwoo maafkan aku, waktu itu aku tidak benar-benar mengenali mu. Aku minta maaf," Yerin meminta maaf pada Eunwoo
"Tidak apa-apa, aku tahu kamu pasti terkejut melihatku, karena kita baru bertemu lagi setelah enam tahun lamanya." Eunwoo tersenyum ramah pada Yerin
"Yerin," panggil Eunwoo
"Iya." Yerin menatap kedua bola mata Eunwoo, dengan senyuman tertutup
"Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?" tanya Eunwoo
"Aku sedang menyapu halaman rumah, aku merasa ini sebagai balas budi ku pada pemilik rumah ini. Karena aku makan gratis disini, juga tidur disini dengan fasilitas yang terbaik," jawab Yerin
"Kapan kamu akan pulang?" tanya Eunwoo kembali
"Sekitar 2 minggu lagi, apa kamu sudah menemui Ibu?" Yerin mulai bertanya
"Belum, aku tidak berani menemuinya," jawab Eunwoo
"Temuilah Ibu, Ibu pasti senang melihat mu," ujar Yerin
"Iya. aku akan membantu mu, membersihkan semuanya, apa yang harus aku bantu?" Eunwoo menawarkan bantuan
"Tidak, usah. Kamu duduk saja." Yerin pun mengambil sapu lidi kembali
"Tetap saja, aku tidak bisa terus terdiam dan melihatmu bekerja. Aku tidak bisa melakukan itu." Eunwoo mengambil sapu lidi dari tangan Yerin
"Hm,, baiklah. aku akan mengerjakan yang lain." Yerin pergi mengambil gunting besar untuk memotong rumput
Yerin dan Eunwoo bekerjasama membersihkan halaman rumah Taehyung. Yerin memotong rumput, Eunwoo menyapu halaman. setelah menyelesaikan pekerjaan masing-masing, mereka menyiram tanaman bersama-sama. Senyuman terukir di wajah mereka, mereka merasakan kebahagiaan masa kecil yang tertunda
Skip>>>>>
Ketika Yerin sedang berjalan ke arah Eunwoo, dia tidak hati-hati dan tidsk memperhatikan jalan sekitar. sehingga dia tersandung pembatas jalan dan akhirnya terjatuh. Eunwoo langsung melepaskan selang air yang sedang dia gunakan, dan langsung berlari menghampiri Yerin
"Yerin, apa kamu baik-baik saja?" Eunwoo membungkuk di hadapan Yerin
Yerin melihat ke atas, dan menatap Eunwoo
"Hm,, " ucap Yerin
__ADS_1
Bersambung......