Tragedi Cinta

Tragedi Cinta
Ujian paling berat


__ADS_3

® Tragedy Of Love ®


"Bukanya aku tidak peka, aku hanya ingin mengetahui perasaan mu. Apa masih sama atau sudah berubah. Seiring berjalannya waktu, perasaan cepat berubah Yerin. Aku juga takut kamu tidak menyukaiku lagi. Sebenarnya aku berada dalam kebimbangan yang tidak bisa aku selesaikan, perasaan ku tercampur aduk antara cinta dan kekhawatiran," ujarnya


"Cinta dan kekhawatiran, apa maksud dari ucapan mu." Yerin terlihat sangat  syok


"Bisa dibilang aku mencintaimu, tapi aku khawatir tentang cintaku yang akan membunuh mu. Cintaku terlalu berbahaya untuk mu, karena akan ada pilihan sulit, aku harus memilih di saat cinta kita sedang dalam kebahagiaan. Penderitaan akan selalu menjadi rintangan yang tidak bisa aku hadapi, aku terlalu takut melihat kamu menangis dan memikirkan tentang keadaan ku," jelasnya


Pandangan Yerin terlihat berkaca-kaca, setelah mendengar perkataan Taehyung padanya.


Taehyung yang melihat raut wajah Yerin, dia mulai melontarkan sebuah pertanyaan.


"Ada apa dengan mu?" tanya Taehyung


Yerin menatap Taehyung, dengan tatapan mata yang mulai berlinang air mata.


"Lalu apa yang harus aku lakukan dengan cintaku ini, apa aku harus menyerah begitu saja tanpa ada perjuangan. Setidaknya aku melawan satu tantangan cinta dan ujian yang datang pada cintaku, tapi aku hanya diam saja." Yerin menunduk sambil menangis tersedu-sedu


Taehyung memeluk Yerin ke dalam pelukkannya, dan mulai mengatakan sesuatu untuk membuat perasaan Yerin menjadi lebih baik.


"Kamu sudah memenangkan perhatian dan juga kasih sayangku, yang selalu aku jaga untuk seorang gadis," ucap nya


"Aku menyimpan perasaan rindu juga cinta untukmu, aku akan mengatakan cinta padamu, jika waktunya sudah tepat. Sekarang aku hanya bisa mengatakan sayang padamu, tanpa bisa mengatakan perasaan cinta," tambah nya


"Mengapa cintamu, selalu sulit untuk aku dengar dari bibirmu, apa memang mengatakan sebuah perasaan cinta, jauh lebih sulit dibandingkan mengatakan perasaan benci," Yerin tidak bisa berhenti untuk menghentikan tangisannya


"Membenci itu adalah hal yang mudah untuk kita lakukan, tapi memiliki perasaan cinta yang tulus itu adalah hal yang sulit Yerin. Jangan salah paham tentang ucapanku padamu, aku masih tetap sama dalam perasaan yang dahulu, aku pernah mengatakannya padamu." Taehyung mengelus punggung Yerin dengan elusan lembut


Yerin melingkarkan kedua tanganya, di pinggang Taehyung sambil menangis di pundaknya.


9 jam setelah kejadian itu, kini Taehyung sedang berada di rumahnya, dia memandangi layar ponselnya.



Dia tersenyum setelah melihat video Yerin, yang dia rekam beberapa hari yang lalu saat di sekolah.


"Apa bisa aku melindungimu, dari kekejaman papah yang akan menyiksamu, Yerin. Aku sedang berusaha untuk mencari jalan yang terbaik, kamu mendapatkan cintaku, kamu tetap bahagia seperti ini." Taehyung terus memutar video tersebut tanpa henti, di ponselnya.


Sampai-sampai dia pun tertidur, di sofa.


Yerin sedang belajar sendirian, di saat teman sekamarnya tertidur dengan lelap.


Dia mengnulis, memahami dan mengingat apa yang dia pelajari.


Kadang-kadang pikirannya terganggu, karena ada bayangan senyuman tampan wajah Taehyung. Walaupun sekilas terlintas di benaknya, dia selalu merindukan kehadiran Taehyung di sampingnya.


Tapi Yerin hanya bisa pasrah pada keadaan, bahwa dirinya tidak pantas untuk bisa di cintai seorang Kim Taehyung.


Pagi harinya, di Sekolah. Taehyung terlambat datang ujian, dia pun segera duduk di bangkunya, Irene memberikan sepucuk kertas jawaban padanya. Namun, dia menolak kertas tersebut dan mengembalikan kertas itu pada Irene.


Irene terlihat sedih, Taehyung menolak bantuannya.


"Aku akan mulai fokus mengerjakan soal ujian ini, mari kita sama-sama fokus." Taehyung mulai membuka lembar kertas ujian dan membacanya


"Aku tahu, kamu memang tidak menyukai kecurangan. Tapi waktunya hanya tinggal 20 menit lagi, apa bisa kamu mengejarkan semua soal, dengan waktu yang terbatas itu." Irene melihat Taehyung yang sangat bekerja keras, dalam mengerjakan soal ujian ini


"Jangan perhatikan aku, cepat selesaikan ujianmu, Irene." ujar Taehyung, sambil menulis di kertas jawabannya


"Iya." Irene kembali mengerjakan soal ujian


Ting,, ting,, ting,,


Bel istirahat berbunyi, Yerin menunggu di depan pintu kelas 12A. Berharap Taehyung cepat keluar, namun.


Harapan besarnya telah mengecewakan hati kecilnya, Taehyung tidak kunjung juga keluar dari kelas.


Yerin berusaha menghubungi Taehyung dengan cara lain, agar dia mau berbicara dengannya.


Lagi dan lagi panggilan telpon darinya, tidak di angkat Taehyung.


Yerin berjalan pergi menyusul Sowon dan Umji ke kantin, dengan perasaan sedih. Dia sangat berat melangkahkan kakinya, perlahan-lahan dia berusaha untuk menegarkan keteguhan dalam jiwanya.


Rasa kecewa juga rindu, dia rasakan pada sosok laki-laki yang sangat ia cintai.


Semua Siswi di sekolahnya, mulai mengejeknya. Karena dekat dengan seorang Siswa, yang sangat berkarisma dan populer itu.


Dia di hujat, di caci, di hina, bahkan dia di bullly dengan kasar.


Ujian Sekolah sudah sangat memberatkan pikirannya, di tambah lagi dengan ujian cinta yang tiada henti terus menerpa goncangan perasaan cinta Yerin pada Taehyung.


           <<<<<<<   .......    >>>>>>>>


Satu minggu sudah berlalu, semenjak kejadian itu.


Usahanya masih tetap membara di jiwanya, untuk bertemu dengan Kim Taehyung.


Sejak ujian Sekolah, Taehyung seakan-akan menjauhinya.


Dia tidak lagi belajar dengan Taehyung, saat ujian Sekolah di mulai.


Sosok teman seperti Sowon dan Umji lah yang selalu datang padanya, untuk belajar bersama di perpustakaan.


Kini Yerin sedang berjalan menyusuri kelas demi kelas, dia tidak berani datang lagi ke kelas kosong itu.


Dia sangat takut, jika dia hanya di beri harapan palsu, seperti seminggu belakangan ini. Dia selalu datang ke sana untuk melihat Taehyung, namun. Dia tidak pernah ada di kelas tersebut, Yerin berjalan menaiki tangga, langkah kaki Yerin terhenti seketika, melihat seseorang yang berdiri tepat di hadapannya.



Dia tersenyum manis pada Yerin,



ia pun menangis tersedu-sedu. Karena melihat senyuman yang selama ini dia rindukan, dari seorang Kim Taehyung.


"Kenapa dia menangis, bukannya bahagia atau tidak memelukku, untuk melepas kerinduannya padaku." Taehyung berjalan dengan tergesa-gesa, menghampiri Yerin


"Kenapa kamu menghilang bagaikan angin, yang tidak bisa aku prediksi kapan angin itu akan datang kembali. Hiks,, hiks,, hiks,, ." air mata Yerin mulai membasahi permukaan wajahnya


"Gadis baikku, maafkan aku." Taehyung mengelus pucuk rambut Yerin dengan lembut


"Aku telah membuatmu cemas dan meninggalkan rasa kehilangan, yang begitu berat. Aku juga tidak sanggup menahan rasa rindu yang terus membara di jiwaku, untukmu. Tapi semua itu aku lakukan, agar kamu fokus pada ujian akhir yang sedang kita hadapi. Aku ingin kamu lulus dengan nilai terbaik, aku merindukanmu," ucapan penjelasan yang sangat panjang Taehyung pada Yerin


"Aku malah tidak fokus dalam belajar atau mengejarkan soal, itu karena aku selalu memikirkan kamu. Kamu terlalu hebat dalam bersembunyi dan menjauh dariku. Pandangan mataku, tidak juga menemukan mu, pencarianku hanya berakhir sia-sia, tanpa akhir yang bahagia, hanya karena ingin melihatmu." Yerin menatap Taehyung dengan tatapan penuh air mata

__ADS_1


"Kamu yang terlalu hebat untukku, Yerin. Karena kamu, aku tidak bisa bersembunyi lama-lama darimu. Aku terlalu merindukanmu sekarang, ikutlah denganku." Taehyung meraih tangan Yerin, lalu membawanya menuruni tangga dan pergi berjalan ke suatu tempat


Taehyung membawa Yerin ke kelas kosong itu lagi, Taehyung menghapus air mata di kedua pipi Yerin, dengan tangannya.


Dia meminta Yerin untuk tersenyum untuknya, namun. Yerin tidak bisa melakukan itu, akhirnya Taehyung memeluk tubuh Yerin kembali.


"Apa kamu sudah tenang sekarang, aku harap kamu tidak menangis lagi." Taehyung mengelus rambut Yerin


Dengan anggukan kecil yang Yerin berikan, dia mengerti sekarang. Yerin sudah sedikit lebih tenang, dari yang tadi.


Taehyung melepaskan pelukannya, dia meminta Yerin untuk menulis sesuatu tentang dirinya, di buku yang dia berikan.


"Lalu nanti ini untuk apa." Yerin mengangkat buku itu ke atas kepalanya


"Itu untukku, aku akan membaca setiap hari tulisan tanganmu, di buku itu. Cepatlah, aku akan duduk manis dan sedikit banyak bergerak agar kamu mengingat, apa saja tentang diriku yang tampan ini." Taehyung pun berjalan lalu duduk di kursi


"Taehyung," panggil Yerin



Taehyung hanya membalas panggilan Yerin, dengan senyuman di wajahnya.


Yerin mulai menulis sesuatu di buku kecil itu, dia berusaha mengingat tentang Taehyung.


Sesekali dia melihat ke arah Taehyung,



untuk lebih membuat dia terinspirasi, bagaimana membuat untaian kata-kata yang indah.


Walaupun sebenarnya, dia tidak pandai membuat ucapan indah dan berarti.


Taehyung tergerak untuk merapihkan rambut Yerin, yang sedikit menghalangi pergerakan tangan Yerin.


Dia ikut terentang di lantai bersama Yerin dan menyelipkan rambutnya ke belakang.


Yerin langsung menoleh ke samping dan tersenyum pada Taehyung.


"Terimakasih," ucap Yerin


"Sama-sama." Taehyung mengukir sebuah senyuman terindah untuk Yerin


Yerin kembali menulis tentang diri Taehyung, sebanyak mungkin di buku itu.


Pandangan mata Taehyung mulai kabur, dia terus mengucek-ucek matanya, agar tidak merasa ngantuk.


Namun, usahanya tetap saja gagal. Akhirnya dia tertidur dan terjatuh di lantai.


Dag,,


Mendengar suara tubuh yang terjatuh sangat keras di telinganya, Yerin langsung menoleh ke samping.


Dia sangat terkejut sekaligus khawatir pada keadaan tubuh Taehyung, dia takut Taehyung merasakan sakit di bagian tubuhnya, akibat terjatuh tadi.


"Lanjutkan menulisnya saja Yerin, agar aku cepat membaca tulisanmu itu." ucap Taehyung, dalam keadaan setengah sadar, dia pun tertidur kembali


"Sekali lagi aku melihat, wajah tampan yang mempesona itu, aku sangat merindukannya." Yerin melepas jaket yang sedang ia kenakan, dan menyelimutkan nya ke tubuh Taehyung


Setelah itu dia kembali menulis, di buku tersebut.


Sekitar 2,5 jam berlalu. Yerin telah selesai menulis semua baris dan lembar dalam buku tersebut, dengan tangan juga pemikirannya.


Jari jemarinya terasa kaku, apalagi seluruh tubuhnya merasakan sangat pegal.


Taehyung terbangun dari tidurnya, lalu menguap.


Yerin tersenyum bahagia, bisa melihat Taehyung bangun tidur kembali.


Taehyung bangun dan jaket Yerin terjatuh dari punggungnya, merasakan ada sesuatu yang terjatuh dari belakang tubuhnya. Dia langsung berbalik kebelakang, lalu dia mengambil jaket Yerin.


"Kenapa kamu melepas jaketmu, apa kamu tidak kedinginan." Taehyung menyodorkan jaket itu, ke depan mata Yerin


"Aku takut kamu kedinginan," jawab Yerin


"Aku lebih takut, jika kamu menggigil karena aku." Taehyung memakaikan jaket Yerin kembali, ke tubuhnya


"Mungkin, kita akan sedikit sulit bertemu sekarang. Jangan ke rumah itu lagi untuk mencariku, karena aku akan pulang ke rumahku yang sebenarnya." ujar nya dengan tersenyum manis pada Yerin


"Aku sangat senang, akhirnya kamu pulang. Kamu pasti akan tidur sangat nyenyak, karena telah berkumpul bersama Ayah dan Ibumu," ucap Yerin, dengan senyuman di wajahnya


"Aku pernah mengatakan padamu, jika tidak ada kamu, aku tidak bisa tidur ataupun bermimpi yang indah," ucap Taehyung


"Jadi, hari ini kita mau kemana?" Yerin memiringkan wajahnya, lalu tersenyum


"Kamu ke gr-an, Yerin. Aku tidak akan mengajakmu ke mana-mana, ataupun pergi bersamamu, aku sedang sibuk." Taehyung tersenyum, menggoda Yerin


"Hm,, aku kecewa." Yerin menatap sinis Taehyung


"Jangan memasang raut wajah seperti itu, aku semakin menyukaimu." Taehyung meraih tangan Yerin dan berjalan membawanya pergi dari kelas tersebut


"Bolehkah, aku bersandar di lenganmu?" Yerin menatap Taehyung


"Kenapa tidak, lagi pula sekarang hari bebas untuk semua murid kelas 12." Taehyung pun mengangguk


"Terimakasih." Yerin menggandeng lengan Taehyung, sembari bersandar di lengannya


Mereka berjalan melewati kelas demi kelas, semua murid memperhatikan langkah kaki mereka.


Ada yang teriak histeris, ada yang menatap sinis ke arah mereka.


Banyak yang tidak menyukai kedekatan Taehyung dan Yerin.


Taehyung membawa Yerin, pergi ke kantin untuk makan bersama.


Sambil menunggu makanan, Taehyung memulai pembicaraan.


"Yerin, kamu banyak terluka karena dekat denganku. Aku sangat bangga padamu, walaupun banyak murid yang menghinamu, kamu tetap diam dan tersenyum. Perlakuan kasar mereka padamu, tidak pernah kamu balas dengan kejahatan, melainkan kebaikan hatimu," ujar Taehyung


"Kamu terlalu berlebihan menilaiku, aku orang biasa saja, yang ingin melakukan kebaikan di hidupku," sahut Yerin


"Orang biasa bagi orang lain, tapi tidak bagiku. Kamu adalah hal yang paling membahagiakan, yang pernah aku dapat. Kamu sangat luar biasa di mataku, jadilah yang pertama dan terakhir untukku." Taehyung menggengam kedua tangan Yerin


"Maksudnya." Yerin membuka mulutnya, sedikit terbuka

__ADS_1


"Ya,, seperti itulah." Taehyung melepas genggamannya dan berbalik ke samping, dia tersipu malu


"Kamu memang polos Taehyung, hihihi,, ." Yerin tertawa kecil


Taehyung berbalik kembali, menatap Yerin.


Dia bertanya pada Yerin, mengapa dia sering membelai rambut Yerin.


"Hm,, memangnya kenapa?" Yerin malah balik bertanya


"Kenapa balik bertanya padaku, aku tidak tahu jawabannya. Kamu yang di beri pertanyaan, seharusnya kamu tahu jawabannya," balas Taehyung


"Mungkin karena rambutku, halus dan lembut," jawabnya


Makanan pun datang, mereka langsung mengalihkan padangan mereka ke arah makanan.


"Selamat makan." Yerin langsung melahap makanan yang telah dia tunggu-tunggu


Taehyung mengikuti Yerin, menikmati makanan.


25 menit kemudian, ketika mereka sedang berjalan menyusuri gedung sekolah.


Taehyung melihat dari kejauhan, body guard Papahnya.


"Mereka kenapa kesini, Yerin." Taehyung langsung bersembunyi di samping mading, melihat Yerin yang diam saja tidak ikut bersembunyi


Dia menarik tangan Yerin ke sampingnya, lalu memarahi Yerin.


"Kenapa kau tidak bersembunyi, apa kamu mau kita ketahuan, hah." Taehyung membuka matanya lebar-lebar, menatap Yerin


"Uh,, takut kenapa, apa harus aku bersembunyi juga," sahut nya


"Diamlah, di sini, aku akan mengintip sebentar." Taehyung memiringkan wajahnya, untuk melihat body guard itu


Karena rasa penasaran yang tinggi, Yerin mengikuti apa yang di lakukan Taehyung.


Dia sangat terkejut dengan pandangan matanya, yang melihat para pria dewasa berbadan kekar, berkaca mata hitam, berjalan ke arah mereka.


"Mereka siapa?" tanya Yerin


"Pengawal Papahku, mereka orang yang sangat menyusahkan," jawabnya


Yerin tersenyum di belakang Taehyung, karena melihat tingkah laku Taehyung yang sangat serius.



"Baru pertama kali, aku melihat ekspresi wajahmu yang seperti itu. Biasanya kamu selalu tersenyum, atau tidak memasang raut wajah yang sangat manis," ujar panjang Yerin


"Mereka kesini." Taehyung berbalik, dia sangat terkejut Yerin berada di hadapannya


Tap,, tap,, tap,,


Suara langkah kaki yang bersamaan, terdengar sangat keras.


Semakin ke sini, suara langkah kaki itu semakin jelas terdengar.


Taehyung menggelengkan kepalanya, dia membalikan tubuh Yerin dan mendorongnya ke tembok.


Yerin sangat terkejut dengan perilaku Taehyung padanya, di benaknya mulai berpikiran yang tidak-tidak.


Dia membayangkan Taehyung dan dirinya akan melakukan ciuman, atau hal yang lebih romantis dari itu.


Pikirannya mulai kacau, jantungnya semakin deg-degan tidak menentu.


"Jangan bergerak dan bersuara!" ucap Taehyung


Yerin pun langsung mengangguk, mendengar ucapan Taehyung.


Taehyung langsung mendekap tubuh Yerin, kejadian itu bersamaan dengan melintasnya para pengawal itu.


Dar,, seperti yang meletus tiba-tiba, itulah yang di rasakan Yerin.


Dia sangat kecewa dengan apa yang terjadi, apa yang di lakukan Taehyung padanya, di luar expectation nya.


"Hah," desah Yerin


Yerin ingin sekali membanting sesuatu, untuk meluapkan rasa kekecewaan yang menerpa dirinya.


"Maafkan aku." Taehyung melepas dekap-annya


"Aku kira, kamu akan melakukan hal yang sangat manis dan terkenang untukku." Yerin mendorong tubuh Taehyung


"Hal yang manis, tadi itu perlakuan langka dariku, bukan." Taehyung melihat raut wajah Yerin yang terlihat sangat kesal


"Langka dan tidak menyenangkan." Yetin menabrak tubuh Taehyung, lalu berjalan dengan langkah yang sangat cepat untuk menjauhi dirinya.


"Yerin, kamu mau kemana?" Taehyung berjalan mengikuti, langkah kaki Yerin


"Menjauhimu, jangan dekati aku ya." Yerin semakin mempercepat langkah kakinya


"Aku akan terus dekat denganmu." Taehyung berjalan lebih cepat sambil tersenyum


"Tuan muda," ucap salah satu pengawal yang melihat Taehyung


Taehyung berbalik ke belakang, dia melihat para pengawal itu mengejarnya.


"Pengawal busuk itu kembali." Taehyung langsung berlari mengejar Yerin


Dia meraih tangan Yerin, lalu berlari sambil menarik tangannya.


"Taehyung, kenapa kau mengejarku," gerutu Yerin


"Jika aku tidak mengejarmu, kau akan mati!" jawaban Taehyung, terdengar sangat pahit


"Apa, sekarang kita mau kemana?" Yerin mulai merasakan ketakutan dan mengengam erat tangan Taehyung, sambil berlari di sampingnya


"Kemana saja ke tempat yang aman, asalkan tidak ke neraka." Taehyung menambah kecepatan larinya, otomatis Yerin berlari mengikuti Taehyung


Bersambung!!!!


Maaf typo bertebaran, atau kata-kata yang kurang mengerti.


Terimakasih atas waktunya, membaca cerita Tragedy Of Love.

__ADS_1


__ADS_2