Tragedi Cinta

Tragedi Cinta
Rasa kasih sayang


__ADS_3

Tekan bintang kalau suka, kalau cinta tolong berikan komentar!!!!!


Jika ingin lebih meresapi, sembari mendengarkan musik Bts: sea dan cover Jungkook: 2U.


Di jamin dapet feel nya!!!!!!


                


             ® Tragedy Of Love ®


Malam itu, setelah kepergian Yerin secara aman. Taehyung menyerahkan dirinya, dia bertemu dengan Ayahnya, mereka satu mobil menuju rumah sakit dimana Jungkook di rawat.


Keheningan terjadi sepanjang perjalanan, kebisuan mengunci Taehyung dalam lamunan.


Sesampainya di rumah sakit, Ayahnya membayar biaya perawatan ke lobi kasir.


Taehyung pergi ke kamar Jungkook berada, tidak banyak yang ia ucapkan hanya panggilan nama yang ia sematkan.


"Jungkook," lirihan suara kecil penuh penyesalan, ia katakan


Matanya sakit melihat saudaranya terbaring lemas, bernapas di bantu tabung oksigen.


Lumuran darah terbalut kain putih yang masih membekas keluar, Taehyung semakin tidak berdaya untuk berdiri.


Ia duduk lemas di depan tubuh Jungkook, bulir-bulir air mata suci keluar jatuh dari matanya.


Ceklek....... pintu kamar terbuka, Kim Woobin berjalan masuk mendekati putranya.


"Dia masih hidup adalah keberuntungan mu, jika dia mati. Kau sudah tamat," ujar seorang Ayah pada putranya


"Aku akan memberi dia uang juga kebutuhan nya, agar kau terbebas dari rasa tanggung jawab besar itu. Tapi syaratnya kau harus pergi ke luar negri melanjutkan pendidikanmu...." perkataan yang tudak ada bedanya dengan ancaman, Ayahnya membuat Taehyung mendongak wajahnya pasrah


"Atau kau mau menikah dengan gadis yang sudah di tentukan Ayah, kau harus memilih sekarang. Tidak akan ada waktu atau hal lainnya!" pilihan sulit kembali di hadapkan pada Taehyung, kedua jalan buruk itu masih di pikir-pikir olehnya


Ayah yang berpikiran keras dan licik, sementara putranya berada dalam tekanan batin yang tidak dapat di hentikan.


Bergejolak api dalam dadanya, ingin memberi pelajaran lada sang Ayah, atas perbuatan yang semena-mena padanya.


"Gadis itu akan aku biarkan hidup, jika kau memilih salah satu dari pilihan yang aku ucapkan. Jangan keras kepala, kau menginginkan dia hidup bukan. Jadi lakukanlah, yang mana kau bisa!" Kim Woobin pergi dari belakang anaknya, dia keluar dari kamar pasien


"Papah tidak pernah tahu, sekarang aku lemah, menyerah begitu saja. Lain kali ... aku tidak akan menuruti permintaanmu," gumam Taehyung


Kemarin banyak pertemuan dan perpisahan di kejadian itu........


Pengorbanan kesetiaan di uji dalam sebuah lingkaran kehidupan, Taehyung menangis melihat semua kenangan nya bersama Yerin di bakar di depan matanya.



Ayahnya tidak peduli pada barang-barang berharga putranya, perasaan sadis nya telah menyelubungi hari nuraninya.


Tidak ada ampun bagi anaknya, Taehyung di kurung kembali di rumahnya.


Setelah dia tidak memberi jawaban apa yang di inginkan Ayahnya, setiap hari aktivitas nya di awasi para penjaga yang silih berganti, menemani ke sendirian nya.


Di hari ulang tahun kekasihnya, Yerin merayakan seorang diri. Hari kelahiran Kim Taehyung, hujan yang lebat di sertai angin kencang membuat ia duduk sambil bermain kembang api.



Taehyung merasakan kesepian, dia berdiri di luar menikmati angin dingin menerpa kulit lembabnya.


__ADS_1


Petir dan suara gemuruh yang menggelegar menjadi pertanda hatinya tengah rapuh, dia merindukan sosok gadis yang manis dalam hidupnya.


Merana dalam kesedihan yang mendalam, seperti di tinggalkan orang di sayang.


Gelisah dalam kekhawatiran, tidak menentu perasaan yang terus bimbang.


Meluap segala emosional, yang tertahan karena sebuah tekanan.


Pendirian yang di hancurkan, bekas debu yang terlupakan.


Ulang tahun Kim Taehyung, berlalu begitu saja tanpa kemeriahan.


Di hari berikutnya, awal musim hujan di mulai. Yerin pergi keluar panti, tidak ada yang mengetahui kemana ia pergi.


Menatap langit yang berawan hitam menurukan air hujan, suara keras berbunyi di atas kepalanya.



Bermodalkan sepayung putih, yang menutupi dirinya dari anugerah ilahi yang meneteskan bulir-bulir air dari gumpalan awan hitam.


Kegalauan berat di rasakan Yerin, cinta masih tertanam, sang pemilik menghilang di terjang badai.


Taehyung kembali melakukan kesalahan, ia mengurung diri di kamar mandi.



Menenggelamkan setengah tubuhnya, di bathub air dingin, yang mematikan urat nadinya.


Ingin merasakan kematian, tapi tidak dapat ia rasakan. Kedua bola mata, melihat ke depan, tatapan penuh kekosongan tidak ada gambaran.


Yerin menunduk di bawah air hujan, menutup kedua mata cantiknya, yang penuh kepahitan.



Ingatan yang terbayang-bayang masih menjadi ilusi dan haluan, tingkat kesadaran setengah mengingatkan.


Yerin membuka matanya kembali, menatap langit yang sedang ikut menangis, merasa prihatin akan kisah pasangan yang tidak di restui.



Taehyung seperti sedang dalam khayalan ia di temani Yerin, yang bermain air dengannya.


Taehyung memiringkan wajahnya, menatap dalam penuh kesal.



Saat sosok itu tiba-tiba menghilang dari penglihatan matanya.


"Kim Taehyung," batin Yerin menjerit kan nama kekasihnya, matanya tertutup kembali merasakan aliran hujan mengalir melewati payung yang ia pegang


Taehyung beranjak dari bathub, pakaian basah tidak ia hiraukan. Kedinginan ia rasakan, kehangatan menjauhi dirinya.


Berjalan sempoyongan menuju lemari pakaian, diadukan nya sebelah tubuhnya ke pinggir sebuah cermin.


Hentakan keras menimbulkan suara, rasa sakit ia rasakan.


Yerin berdiri kembali, ia mengeluarkan surat terkahir yang ia terima melalui seseorang yang ia tidak kenal.



Surat yang berarti membuat ia bahagia, membaca secara detail setiap kata-kata yang bermakna.

__ADS_1


~ Jangan lupakan tentang diriku! Kesanggupan yang aku terima darimu. Membuat api semangatku menyala, tiada kata yang lebih baik ... Aku ucapkan bagaimana kamu.


Tidak ada lukisan indah yang bisa membuat gambaran wajah cantikmu.


Kita dalam kekuasaan dan penderitaan, kita harus bertahan tanpa kemunduran.


Bisakah kamu mempercayaiku, aku akan kembali padamu.


Tunggulah aku! ~


Tidak kuasa menahan rasa sedihnya, Yerin menjatuhkan kertas putih bertuliskan cinta.


Sudah seminggu lebih sejak hujan datang, hari keberangkatan Taehyung segera di laksanakan.


Keputusan sudah di ambil nya, melanjutkan pendidikan di bawah perintah Ayahnya.


Semakin meradang hidupnya, kepergian tidak di sertai lontaran perpisahan.


Menjadi sebuah pisau yang menancap di jantungnya, ia pergi begitu saja tanpa Yerin ketahui kemana perginya.


Amerika negara adidaya, yang penuh kekuatan.


Di negara bagian ia tinggal, kanada tempatnya.


Ia duduk sendirian, di rumah yang sangat besar. Berjalan ke suatu tempat, mencari suasana yang tenang.


Ia duduk meratapi kerinduan, pada sang gadis pujaan.


Setelah berpindah nya panti asuhan, Yerin yang tengah menikmati musim hujan di bulan akhir, ia bediri di sebuah balkon lantai teratas.


Langkah demi langkah ia gerakan, menyusuri pagar pembatas kejatuhan.



Sebuah ikat rambut berbentuk sebuah boneka adalah kenangan yang masih ia jaga, ia menarik pengikat tali dari sebuah penyanggah kecil.


Taehyung melamun kan gadis baiknya, dalam ingatan sebuah bayangan.


Menjadikan film yang berputar di benak dan pikiran, ia melihat sesuatu yang tidak menyenangkan.


Yerin menatap boneka yang basah kuyup penuh dengan perhatian di sertai senyuman, momen yang indah kembali ia ingat.



Flash black>>>>>>>>>>


Dimana saat itu Yerin tengah memasak, ia menggerai rambut panjangnya begitu saja.


Peluh keringat membasahi pelipis wajahnya, seseorang datang menghampirinya.


"Kenapa tidak mengikat rambutmu?" Taehyung berdiri di samping Yerin


"Aku lupa meninggalkan ikat rambut di kamarku," jawab singkat dari Yerin


Taehyung mengeluarkan ikat rambut dari saku celana belakangnya, ia mengikat helai-helai rambut Yerin yang berserakan.


"Terimakasih,"


"Jaga ini untukku, boneka yang menempel pada ikat rambut ini sangat lucu seperti dirimu." Taehyung tersenyum ramah tapi sangat manis, di lihat dari samping


Flash Black Off<<<<<<<<<<<

__ADS_1


Bersambung.....................


__ADS_2