
® Tragedy Of Love ©
Pagi harinya Yerin terbangun dari tidurnya, ia baru sadar dari semalam ia tertidur di kursi panjang.
"Aku selamat, syukurlah." Yerin mengelus dadanya, ketika mengingat kejadian semalam
Dirinya hampir saja menjadi korban pemukulan sekelompok berandalan, karena ia pintar bersembunyi, ia terhindar dari masalah kekerasan, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan bangku itu.
Taehyung tidak datang ... kenapa dia tidak menepati janjinya. Dia juga bisa telepon aku, kalau dia tidak bisa hadir menemui ku, benar-benar jahat sekali gumam Yerin.
Yerin memesan tiket kereta, setelah lama menunggu akhirnya kereta tiba.
Segera berjalan masuk dan mencari tempat duduk, ia mendengus kesal dan marah.
Tapi ia tidak bisa menolak rasa rindu pada pangeran tampannya, ia juga berkeinginan keras ingin sekali bertemu dengannya.
Menghibur rasa galaunya dengan melukis sebuah love di jendela kereta, tapi hanya bertahan sebentar. Ketika rasa sebal terhadap laki-laki yang ia cintai datang, ia segera menghapus karakter love itu, yang telah ia ukir mengunakan perasaan cintanya.
Sementara Taehyung, dia sedang bersembunyi di gudang rumahnya.
Meratapi kesalahannya yang fatal, tidak bisa ia hilangkan bayangan ingatan kejadian tabrakan itu.
Ia mengangkat tangan yang gemetaran di lumuri darah, penyesalan sudah tidak artinya untuk di ucapkan.
Dia sendirian dan mengurung dirinya, perasaan bersalah yang menggunung. Membuat ia takut keluar untuk pergi, melangkahkan kaki bagaikan menginjak pecahan beling yang tajam.
Sementara Yerin sedang di Landa rasa cemas dan gelisah, ia baru saja mendapat kabar. Kalau Taehyung pergi dari rumahnya, perasaan siapa yang tidak tenang.
Jika kekasihnya itu pergi tanpa pamit padanya, ia juga khawatir tentang keadaan Taehyung.
Walau laki-laki itu sangat kuat menghadapi situasi apapun, tapi hati dan pikirannya sangatlah rapuh.
Yerin tengah duduk di sofa memainkan ponselnya, mencari keberadaan Taehyung dengan bertanya lewat chat grup atau media sosial lainya.
Tidak ada yang menjawab atau mengetahui keberadaannya, Yerin menyimpan ponselnya di samping tubuhnya.
"Kamu dimana?," Batin Yerin menjerit hebat, ketika rasa rindu telah mencapai batasnya
Ia menjadi sedih dan pemurung, ia berjalan ke arah kamar untuk pergi tidur.
Mengacuhkan setiap pertanyaan dari Eunha dan SinB, membiarkan mereka mempunyai perasaan marah padanya.
"Dia kenapa?" Tanya SinB heran
"Entah ... Mungkin karena kejadian semalam, dia jadi begitu. Tadi saja sarapan pagi dia tidak ikut, untung Ibu tidak memarahinya karena tidak pulang semalaman," sahut Eunha menjelaskan
"Kita biarkan dia seperti itu dulu, bentar lagi dia akan berubah menjadi gembira." SinB merangkul tangan Eunha, mereka berdua pergi dari pintu kamar
2 jam kemudian
Taehyung memutuskan untuk menelpon Yerin, berharap dia bisa menemani kesendirian nya.
Yerin terpisah dengan ponselnya, ketika itu ia di teriaki SinB.
"Yerin! Dimana kamu?" Teriak SinB memanggil saudarinya, ia memegang ponsel Yerin
"Iya ... Sebentar!" Balas teriak Yerin dari dapur
"Taehyung menelpon mu, atau reject saja panggilannya!" Teriak lagi SinB, memberitahu
"Taehyung," gumam Yerin berpikir
__ADS_1
Ia segera meninggalkan pekerjaan yang sedang ia lakukan, berlari ke arah ruang tamu dan mengambil ponselnya dari tangan SinB.
"Aku tidak ingin menjadi kambing di sini, aku biarkan kalian bicara berdua aku tidak akan menguping." SinB meninggalkan Yerin, ia tidak ingin menganggu kesenangan saudarinya
Yerin duduk tenang di sofa, mengambil napas dalam-dalam menghembuskan perlahan, ia siap menerima panggilan telpon dari Taehyung.
"Hallo ..., ....,"
"Yerin! ..., aku ingin melihatmu ..., ....,"
"Taehyung, ....,"
"Cepatlah ..., datang padaku, ..., Aku membutuhkan ..., mu! ....,"
"Baiklah ..., Tunggu aku! ..., ....,"
"Aku akan ..., menutup ..., Telponnya. ....,". Taehyung mematikan ponselnya, karena daya baterai nya hampir habis
"Aku akan menemuimu." Yerin beranjak dari sofa, pergi ke arah kamar mengambil tasnya
Taehyung melihat layar ponselnya, ia tidak bisa bertahan lebih lama, jika Yerin tidak datang dalam waktu yang cepat.
Dia mengirimkan pesan singkat pada Yerin, memberitahu keberadaanya ada dimana.
Tak berapa lama kemudian Yerin masuk ke rumah Taehyung, ia berjalan menuju tempat yang telah di beritahukan lewat pesan.
Berjalan menuju arah gudang, perasaan bahagia sempat ia rasakan. Jantungnya berdebar-debar, menandakan semakin dekat jaraknya dengan cinta sejatinya.
Yerin mengintip di kaca pintu, keadaan di dalam. Sayangnya bukan kejadian yang baik yang ia lihat, melainkan pemandangan yang buruk sedang terjadi di dalam.
Ia langsung berbalik membelakangi pintu, ia sangat syok dengan apa yang ia lihat.
Ia melihat Taehyung sedang membasahi tangannya yang penuh dengan darah, ia tidak kuasa menahan rasa khawatirnya pada keadaan Taehyung.
Brakkkk
Taehyung mengarahkan bola matanya yang sendaritadi melihat ke bawah, menatap ke arah sumber suara.
Di tatapnya gadis cantik yang sedang berdiri di depannya, jarak mereka cukup jauh. Namun, sirna cantik Yerin, mampu membuat Taehyung mengenali dirinya.
Yerin segera berlari menghampiri Taehyung, pertanyaan tergesa-gesa tidak beraturan di sertai tangisan langsung di lontarkan.
"Apa yang terjadi padamu, mengapa kamu tidak menghubungiku." Yerin memeluk erat tubuh Taehyung, tidak peduli noda merah pekat itu menempel di bajunya
Taehyung sama seperti Yerin, ia menangis sambil menceritakan kronologi kejadiannya.
"Aku tidak sengaja menabrak adik kecilku, entah kenapa dia berada di jalan itu. Padahal waktu itu...." Taehyung masih dalam trauma, ia berteriak-teriak tidak jelas
Yerin segera menenangkannya, tapi tidak berhasil melumpuhkan ingatan buruknya.
"Mengapa harus dia yang aku celakai, aku memang bodoh sekarang!"
"Jungkook!"
"Akkkhhhh...."
Kedua tangan Taehyung menyentuh kepalanya, rasa pusing hebat tengah di rasakan nya.
Cukup lama Yerin duduk terdiam di hadapan laki-laki itu, ia hanya bisa menyimak sambil menangis merasakan penderitaan yang tengah di alami kekasih hatinya.
Taehyung sadar dari keterpurukan yang menyakitkan, ia mendekat ke arah Yerin, menangkup kedua sisi wajahnya.
__ADS_1
"Yerin kamu harus berjanji padaku, kamu tidak akan meninggalkan ku!"
"Aku berjanji padamu, Taehyung," lirihan Yerin menjawab pertanyaan laki-laki itu
"Aku mencintaimu ... Benar-benar mencintaimu." Taehyung mengecup bibir mungil Yerin, kecupan itu berubah menjadi sebuah ciuman yang menghangatkan suhu tubuh keduanya
Dekapan juga desakan napas yang tersengal-sengal, tidak menjadi penghalang ciuman itu berakhir.
Mereka masih berciuman sampai lima menit, Taehyung melepas tautan bibirnya perlahan-lahan.
Tatapan masih melekat menatap sang pujaan hati, ia merasa lebih baik setelah bersama Yerin.
Yerin masih terkejut dengan kejadian ini, napasnya yang belum sempurna dalam batas kenormalan.
Ia masih mengatur jalurnya pernapasan, Taehyung mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.
"Apa kamu ingat Yerin, kamu ingin hadiah dariku di hari ulang tahunmu!" Taehyung mengepalkan tangan kanannya, menunjukannya pada Yerin
"Aku bersalah padamu, Tedy bear yang kamu berikan hilang, aku lupa membawanya. Tolong maafkan aku!" Yerin menundukkan kepalanya, tangannya membentuk permohonan maaf
"Aku akan membelikannya lagi suatu hari nanti dan tolonglah jaga ini untukku." Perlahan telapak tangan Taehyung terbuka, bersamaan dengan itu Yerin mendongak wajahnya
Sebuah cincin indah di atas telapak tangan Taehyung, membuat Yerin bertanya apa ini untuknya.
Taehyung mengangguk dan tersenyum, ia memakaikan cincin itu di jari manis Yerin.
"Kau adalah miliki sekarang, aku telah mencintaimu dan memberikanmu sebuah ikatan. Jangan melepaskan cincin ini dari jari manis mu, itu sama hal nya kamu melepaskan aku!" Pesan Taehyung
Yerin menggeleng lalu mengatakan tidak, Taehyung bahagia atas jawaban kekasih nyatanya.
"Sebenarnya aku tahu apa yang kamu inginkan waktu itu, tapi aku tidak mengerti tentang cinta. Jadi aku asal membelikan saja hadiah untukmu, tapi sekarang aku paham cincinlah yang kamu minta, aku juga jatuh cinta padamu." Taehyung merangkul punggung Yerin, mengelusnya lembut
"Kamu adalah pacarku sekaligus pendamping hidupku, setia lah padaku. Maka aku tidak akan pernah melepaskan mu pergi, jauh dariku," bisik Taehyung, membuat perasaan Yerin semakin berbunga-bunga
"Terimakasih sudah datang, aku bertambah baik sekarang," baiknya kembali
Kebersamaan mereka hanya sementara, tak kala Taehyung mendengar suara langkah yang berganda di telinganya.
Ia segera melepaskan pelukannya, berdiri dan berjalan ke arah jendela.
"Sial! Mereka berani mengikuti mu." Taehyung bergegas meraih telapak tangan Yerin, membawanya keluar dari gudang
"Taehyung kita mau kemana?" Tanya Yerin, berusaha menyamai langkah kakinya dengan langkah kaki Taehyung
"Kamu harus pergi dari sini, mereka terlalu berbahaya untukmu." Tangan Taehyung di hempaskan begitu saja oleh Yerin, gadis itu menolak pergi meninggalkannya
"Aku tidak mau pergi, aku ingin di sini bersamamu. Ayoo kita hadapi bersama-sama, kita pasti akan menang," ujar Yerin menahan rasa takut
"Tidak Yerin." Taehyung menggeleng
"Mereka akan membunuhmu, aku tidak mau itu terjadi. Aku mohon pergilah, ini demi keselamatan mu. Aku akan baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir padaku." Taehyung membelai rambut Yerin, memberikan rasa tenang agar gadis itu mau menurutinya
"Aku takut kamu terluka, walau aku harus mati asalkan kamu sehat, aku tidak apa-apa...."
"Kamu pikir aku akan hidup bahagia, nanti aku akan menikah dengan siapa kalau kamu tiada. Sudah gadis baik, kamu harus menuruti apa yang aku perintahkan, jika benar kamu mencintaiku, pergilah dari sini." Taehyung menurunkan tangannya, ia simpan di samping tubuhnya
Yerin terpaksa menyanggupi perintah itu, dengan berat langkah ia pergi meninggalkan Taehyung, demi keselamatannya sendiri.
Taehyung berlari ke arah yang berbeda demi mengelabui para pengawal sialan itu, ia menginginkan kepergian Yerin tidak ada yang menganggu langkahnya.
"Cepatlah pergi!" Batin Taehyung
__ADS_1
Bersambung................