
Aku melaju dengan kecepatan tinggi, menggunakan kemampuan Shadow Move aku berhasil menyabetkan serangan belati ke dua monster tersebut. Butuh sedikit usaha esktra, tapi setidaknya aku berhasil mengalahkan keduanya.
“Kemapuan monsternya meningkat jauh dibandingkan di luar tadi,” gumamku. Memang aku berhasil mengalahkan Wicked Woody dan Crawler Cutree, tapi butuh lebih dari tiga tebasan untuk membunuh mereka. Andai tidak menggunakan Shadow Move, aku pasti tidak bisa mendekati keduanya tanpa terkena serangan.
“Manajemen mana sangat penting disini, kedepannya aku akan membutuhkan Shadow Move lebih sering dari ini.”
Belajar dari pengalaman, walau bar mana-ku sudah meningkat jauh, tetap saja penggunaan skill harus kuatur agar mana-ku tidak bocor. Kalau sampai berkurang drastis, pesan sistem Fatigue Level menyebalkan itu akan muncul.
Sesuai dugaanku, serangan dari dua monster tadi hanya pembuka. Tidak lama setelahnya, dari langit-langit terlihat Crawlet Cutree bermunculan. Jumlahnya ada dua puluh lebih, mereka merayap, menyebar ke setiap sisi dinding, beberapa turun melalui pilar-pilar di aula.
Lalu dari empat pintu di aula, keluar Wicked Woody dalam jumlah banyak. Berdasarkan kemampuan Super Sense-ku, ada sekitar empat puluh Wicked Woody yang memasuki aula. Jumlah mereka masih terus bertambah, telinga dan kulitku merasakan getaran yang masih tersisa di lorong-lorong pintu aula.
“Sial, banyak sekali.”
Aku menguatkan diri. Kedua tanganku menjulur ke depan sambil mengangkat belati. “Aku tidak boleh kalah dari mereka, sistem ini tidak akan menguji di luar batas kemampuanku, bukan?’
Itu hanya asumsiku. Entah apakah sistem ini peduli aku sudah mampu atau belum, tapi lebih baik aku tidak berpikir kalau sistem ini berniat memihakku. Bisa jadi, sistem ini sengaja memberikan musuh yang lebih sulit memang untuk menguji “layak atau tidak.”
Tunggu, mataku menangkap sesuatu yang berbeda dari kerumunan Wicked Woody. Ada lima monster yang mengenakan tudung dan jubah, wajahnya terlihat seperti pohon dengan rongga hitam dan mata hijau menyala. Tangan mereka menggenggam tongat kayu setinggi badan.
__ADS_1
Berdasarkan hasil pindai Clairvoyance, monster bertudung itu bernama Wizard of Woods. Namanya pun tertulis dengan huruf kuning. Bahkan aku sudah kewalahan menghadapi dua tipe monster setengah pohon ini, ditambah ada satu jenis baru lagi yang bergabung.
Monster-monster kayu penyihir itu merapal mantra dengan bahasa yang tidak kumengerti, seketika tumbuh batang-batang pohon berdaun lebat. Daun-daunnya berputar di udara, lalu memelesat dengan cepat ke arahku.
Aku menghindarinya secepat mungkin. Daun-daun itu tidak hanya menancap, tapi juga menghancurkan permukaan dinding tempatku bersandar tadi. Kekuatannya mengerikan.
Saat aku berada di udara, lima Crawler melompat ke arahku, bersamaan.
“Shadow Move!”
Aku mengaktifkan skill. Tubuhku hilang di telan kegelapan, tapi tiba-tiba lima penyihir itu menciptakan bola api dan bola petir, semuanya menembakiku dengan serangan elemen.
Aku berkelit dengan menjatuhkan tubuh ke bawah, tapi monster Wicked Woody sudah menghadangku. Mereka menghunuskan pedang-pedang kayu yang tumbuh dari tubuh mereka. Walau kayu, pedang itu memiliki kekuatan penghancur yang besar, tajam dan sangat gesit.
Aku terkena beberapa serangan dan mendapat luka yang cukup fatal. Bar HP-ku berkurang hampir setengah, dampak serangannya sangat besar bagi tubuhku. Andai tidak mengenakan armor yang tebal, mungkin aku sudah terkapar mati.
Aku mencoba lari dari kejaran Crawler Cutree dan Wicked Woody, sesekali, aku mengubah pola lari dan melompat ke udara menghindari serangan elemen dari Wizard of Woods.
“Aku tidak bisa menggunakan Shadow Move karena ada salah satu dari mereka yang bisa mendeteksiku, menyebalkan sekali!”
__ADS_1
Mencari posisi yang sedikit lega, aku mencoba memindai semua monster yang ada di aula. Salah satu dari mereka—tidak, mungkin ada monster jenis lain di ruangan ini yang tak kasat mata.
Benar saja, Clairvoyance-ku menangkap sebaris bar HP dan nama berwarna kuning melayang di udara, tapi wujud monsternya tidak sepenuhnya tampak. Di mata Clairvoyance, ia hanya seperti garis tipis yang samar, menyerupai hologram samar.
Oracle Grass nama monster itu. Dia sepertinya monster tipe debuff yang bisa mengacaukan skill orang lain. Aku harus membereskannya terlebih dulu.
“Shadow Move!”
Aku tahu skill ini tidak akan berefek banyak, walau pun tubuhku menghilang, Oracle Grass bisa mendeteksi keberadaanku dan memberitahu ke semua monster pohon itu. Namun, aku masih bisa memanfaatkan penambahan atribut status dari Shadow Move.
Langkahku lebih cept dari sebelumnya, tubuhku berhasil berkelit dari beberapa serangan, diikuti oleh hujaman balik dariku. Kedua belatiku berhasil membunuh beberapa Wicked Woody yang menyerang tadi.
Aku lompat melewati mereka dan tiba di depan Oracle Grass. Kedua belatiku dengan cepat menyayat-nyayat udara kosong di depan. Mata pisau membelah sesuatu di udara, darah berwarna biru muncrat dan wujud Oracle Grass muncul seketika. Ia mati tidak lama setelah itu.
“Berhasil,” gumamku disela napas yang tersengal.
Aku belum bisa lega. Setelah Oracle Grass mati, Crawler Cutree datang menyerang dari atas, di depanku, menyerang Wicked Woody. Dari ujung-ujung aula, Wizard of Woods melempariku dengan kristal-kristal es tajam.
Aku menarik napas dalam-dalam, mengalirkan semua kekuatan dan energi di kaki dan tangan. Super Sense-ku aktif dalam kondisi prima. Seluruh gerakan dan serangan mereka terproyeksi dengan baik di dalam pikiran. Aku bisa membaca semuanya, sekarang tinggal bergerak sesuai insting, lebih cepat dan membunuh mereka dalam sekejap.
__ADS_1