
Suasana menegangkan tengah dirasakan Chriatin sekarang, melihat seringai menyeramkan Robert. Jelas membuat Christin merinding tapi ia harus menutupi hal ini ,meskipun ia tau Robert sudah melihatnya ketakutan tadi.
"Turutin permintaan gue dan sebagai imbalannya, gue gak akan nyelakain lo sekarang" Robert mencengkram dagu Christin dan menatapnya intens.
"Apa permintaannya?"
"Balik jadi Christin yang dulu buka topeng yang lo gunain sekarang" Tutur Robert, ia meminta ini karna sudah muak dengan Christin yang sekarang menggangu pikirannya.
Mendengar permintaan Robert, Christin menyeringai. Sangat lucu dimana dirinya baru memulai permainan dan Robert sudah terusik.
"Sayangnya gue gak mau" Ujar Christin dengan nada main-main, sengaja untuk memancing emosi Robert.
"Jangan buat gue semakin marah Christin, itu gak baik buat keberlangsungan hidup lo" Tutur Robert dengan suara rendah kemudian menampilkan seringai menyeramkan.
Melihat seringai Robert, Christin tau tanda bahaya untuknya sudah mulai nampak. Christin mulai mencari rencana dan menyusun dengan otak geniusnya.
"Apa masalah lo dengan perubahan gue?"
"Gue muak ngelihat tingkah lo yang sekarang" Jawab Robert dengan tajam lengkap dengan pandangan menusuk.
"Bukannya tingkah gue yang sekarang ada yang nguntungin buat lo?" Tanya Christin sambil meneliti ekspresi Robert.
"Untung dari segi mananya? yang ada lo semakin ngerugiin gue" Heran Robert karna dengan tingkah Christin yang sekarang sangat hobi untuk menginjak harga dirinya.
"Ada tuh, contohnya gue udah gak ngejar lo kayak orang gak waras lagi" Jawab Christin dengan ekspresi malas.
"Oh, tingkah lo yang kayak ****** itu" Ucap Robert lengkap disertai pandangan meremehkan.
Christin yang mendengar tentu saja emosi tapi dia harus memanfaatkan hal ini, oke lihat apa yang akan ia lakukan.
"****** ya" Ujar Christin sambil mendekat ke Robert.
"Gue tunjukin gimana tingkah ****** gue sekarang"
Christin mengalungkan tangannya dileher Robert dan menatap Robert dengan tatapan mengoda.
Robert yang diperlakukan Christin mendadak seperti ini tentu shock, ia tadi hanya mengertak Christin tapi kenapa malah respon Christin seperti ini.
Belum selesai dari keterkejutannya, ini malah semakin ditambah dengan Christin yang mendekat ke bibirnya dan mencium dirinya disertai dengan *******.
Robert tentu terbawa suasana dengan permainan Christin, Ia membalas Ciuman Christin dan mengalungkan tangannya ke pinggang ramping Christin.
Bunyi kecipak ciuman mereka di Rooftop semakin memanaskan suasana diantara mereka, padahal Rooftop ini sudah diberi atap.
Ciuman mereka sangat liar saling mengigit bibir masing-masing, membelit lidah satu sama lain dan mengabsen gigi satu sama lain.
Berkali-kali mereka memiringkan kepala menganti posisi ciuman.
Christin yang melihat Robert mulai terbawa suasana dengan semakin ganasnya ciuman ini dan Robert yang semakin merapatkan jarak tubuh dengannya, jangan lupakan tangan Robert yang mengelus pinggangnya.
Christin mulai melancarkan aksinya dengan mengelus dada bidang Robert, lalu turun ke bagian bawah Robert tepat dibagain paha yang terdapat sakunya. Tangan bagian kiri ia eluskan ke paha Robert dan tangan kanannya ia masukan ke saku Robert untuk mengambil kunci Rooftop di sana.
Dan yap, ia mendapatkannya. Tanpa basa basi Christin menginjak kaki Robert dengan sepatu boots miliknya, tak lupa menendang kejantanan Robert. Lalu ia langsung berlari pergi diiringi teriakan mengelegar Robert.
"CHRISTIN TUNGGU PEMBALASAN GUE" Teriak Robert ketika melihat Christin membuka pintu Rooftop lalu berlari pergi.
"Aish, bisa-bisanya gue ketipu sama Christin" Ujar Robert setelah itu ia tersenyum misterius.
........................
Christin terus berlari, setelah sampai di kelasnya Ia mengintip di jendela untuk memastikan keadaan ada atau tidak guru di dalam.
Setelah dilihat gak ada, Christin langsung membuka pintu kelas dan berjalan menuju ke bangkunya untuk duduk.
Christin lalu meletakan tasnya di meja, setelah itu menidurkan kepalanya sambil menetralkan nafas yang ngos-ngosan habis berlari.
Diandara yang melihat Christin kelelahan seperti habis berlari, langsung mengambil air mineral punya dirinya untuk diberikan pada Christin.
"Chris" Panggil Diandra dengan tangannya yang menepuk pundak Christin.
__ADS_1
Christin yang dipanggil pun mengangkat kepalanya lalu menatap Diandra.
"Iya Din, kenapa?" Tanya Christin dengan senyuman manis.
"In-Ini Air buat lo, kayaknya lo kecapekan " Ucap Diandra gugup dengan muka memerah karna disenyumin Christin.
"Oh iya makasih Din" Christin mengambil air dari Diandra lalu langsung meminumnya. Setelah selesai, ia menyerahkan kembali pada Diandra.
"Chris lo telat ya abis dihukum, makannya lo kecapekan gini?" Tanya Diandara sambil mengambil air dibotol yang diulurkan Christin.
"Iya gue habis bersihin halaman belakang"
"Eh Chris, bibir lo kenapa sedikit bengkak ya? meskipun gak terlalu kentara kalau gak diperhatikan baik-baik" Tutur Diandra sambil melihat bibir Christin.
"Oh itu, gue waktu bangun tidur masih ngantuk dan jalan dengan mata terpejam. Jadi gue nabrak pintu kamar mandi, gak begitu keras sih" Balas Christin dengan senyum tipis.
"Masih sakit gak Chris sekarang?"
"Awalnya sakit tapi sekarang udah membaik"
"Hati-Hati ya Chris, kalau masih ngantuk diem aja diranjang dulu. Entar kalau udah gak ngantuk baru mandi"
"Iya Din, ada tugas gak tadi?"
"Gak ada kok Chris cuma nyatet aja, nih catetanya Chris" Diandra lalu menyerahkan Catatan miliknya pada Christin.
"Makasih Diandra" Ucap Christin sambil mencubit pipi Diandra.
"iy-iya" Balas Diandra dengan wajah yang memerah.
Melihat Diandra yang malu Christin pun tertawa.
¤¤¤¤¤¤¤
Christin dan Diandra makan di kantin karna bel istirahat sudah berbunyi, waktunya untuk mengisi perut mereka sama seperti murid yang lain.
Christin yang memesan steak dan jus jeruk memakannya dengan elegan, sehingga ditatap dengan kagum oleh para murid yang lain.
Kantin lalu ramai disertai sorakan kagum dari kaum hawa karna Geng Phoenix memasuki kantin dengan sang protagonis wanita Raina.
Robert memimpin jalan di depan, pandangan Robert mengarah ke Christin yang memakan steak dengan elegan dan tenang disana bak putri bangsawan.
Terlihat sangat sempurna yang ada pada diri Christin sekarang, andai Christin dari dulu seperti ini. Mungkin Robert akan menerima Christin karna Christin tidak bersifat menjengkelkan.
Mendengar sorakan di kantin semakin meriuh, Christin lalu mengakhiri makan.
Ia mengambil minum kemudian meneguknya dengan tenang dan elegan. Setelah selesai, ia menaruh gelasnya dan mengambil tissu untuk melap bibirnya yang tidak kotor sama sekali.
Meletakan tissu, setelah itu Christin melihat ke depan. Dimana Robert berjalan sambil menatapnya.
Sebuah ide terlintas dibenak Christin lalu ia mulai merealisasikannya. Mengulurkan kakinya keluar meja dan melihat Robert yang berjalan semakin dekat, Christin menyeringai sekilas.
Robert melanjutkan langkahnya tapi tiba-tiba ia tersandung kaki seseorang, Ia lantas langsung menyeimbangkan tubuhnya yang akan jatuh. Untung ia mempunyai refleks yang bagus, jika tidak ia akan menanggung malu karna terjatuh di lantai dihadapan banyak orang.
Geng Phoenix dan Murid di Kantin yang melihat Robert akan jatuh karna kakinya dijegal Christin hanya terdiam tidak berani bersuara, mereka memfokuskan pandangan pada Robert yang menatap tajam Christin.
"Christin" Gumam Robert rendah terdengar mengerikan.
Semua murid menenguk ludah takut tapi yang punya nama hanya menatap Robert santai.
"Why?" Tanya Christin dengan nada main-main.
"Christin kamu gak boleh gitu, entar kalau Robert jatuh gimana?" Raina bertanya dengan ekspersi sedih.
"Ya kelihatan kalau dia jatuh, kan jatuhnya disini" Jawab Christin dengan senyum manis.
Mendengar jawaban Christin semua orang menatapnya tidak percaya, berani sekali Christin sekarang mengusik Robert. Sungguh gila fikir mereka.
"Apa masalah lo Chris?" Tanya Robert dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Gak ada, cuma lagi iseng aja"
Geng Phoenix yang mendengarnya, sungguh mengapresiasi keberanian Christin sekarang. Tinggal menunggu apa yang terjadi padanya.
Robert yang mendengar jawaban Christin langsung emosi, ia mengambil gelas jus Christin lalu langsung membanting ke lantai.
Pranggg
"Aaakhhh" Teriak murid perempuan dikantin heboh sedangkan murid laki-laki memasang raut muka terkejut.
Dino dan Rafaell mengelus dada kaget sedangkan Michaell dan Jakson menatap datar saja.
Raina berteriak juga, tidak menyangka Christin berani memancing emosi Robert untuk kesekian kalinya.
Diandra menatap Christin khawatir, takut terjadi apa-apa pada temannya.
"Gak sekalian piring gue dibanting?" Tanya Christin lalu setelah itu berdiri dihadapan Robert.
Robert yang mendengar pertanyaan Christin semakin tersulut emosi, ia lalu mencengkram dagu Christin.
"Lepasin cengkraman lo didagu gue"
"Why? rencananya gue mau ngeremukin dagu lo sekarang"
"Berani bikin fisik gue lecet, gue gak akan tinggal diam" Ujar Christin memperingati Robert.
Mendengar perkataan Christin membuat Robert semakin tertarik. Robert kemudian semakin mengikis jarak tubuhnya dengan Chrustin, sehingga yang menjadi penghalang hanya hidung mancung mereka.
Dengan posisi seperti ini, membuat Robert semakin jelas melihat bibir Christin yang mengingatkannya tentang kejadian di Rooftop tadi.
"Segininya lo cari perhatian gue, gak usah sok ngancem gue kalau nyatanya lo masih ngemis cinta gue"
"Gue emang masih cari perhatian lo Robert"
"See, lo gak sepenuhnya berubah" Ujar Robert dengan senyum menatap Christin.
Seisi kantin yang mendengarnya kaget, mereka duga Christin sudah move on ternyata tidak. Penuturan Christin di dengar juga oleh Samuel ketos tengil kalau kata Christin.
Sementara Geng Phoenix membelalakan mata tidak percaya, jadi selama ini Christin masih belum move on dari Robert? padahal prilaku Christin sudah sangat berubah ternyata hatinya tidak.
Raina yang mendengar mengepalkan tangan emosi jika Christin masih mencintai Robert, jelas ia kalah jauh karna saingannya Christin yang sekarang sangat menakjubkan. Mungkin mudah untuk Christin sekarang membuat Robert jatuh cinta.
"Perhatian penuh untuk membuat rencana supaya gue bisa nyulut amarah lo kayak sekarang, plus hampir gue parmalukan di depan umum" Tutur Christin sambil menyeringai dengan bibir merah cherrynya.
Robert yang mendengar itu malah salah fokus ketika melihat bibir cherry Christin yang membuatnya hilang akal pagi tadi.
Seisi orang yang ada di kantin mendengarnya sontak membelalakan mata mereka, jadi tadi mereka dipermainkan Christin dengan pura-pura masih mencintai Robert begitu?
oh, lebih tepatnya Robert yang dipermainkan Christin.
Robert melepaskan cengkraman di dagu Christin lalu menatap Christin yang dibalas tatapan datar Christin.
Robert mengambil minuman di meja untuk menumpahkannya di baju seragam Christin tapi itu terhenti karna Christin menahan gelas yang ditangan Robert.
Lalu mereka memperebutkan gelas itu, Robert yang mendorong gelas itu ke arah Christin dan Christin yang mendorong gelas itu ke arah Robert.
Tapi memang dasarnya Christin yang genius, ia menginjak kaki Robert sehingga Robert kehilangan fokus. Ia kemudian langsung merebut gelas itu dan menyiramkannya ke wajah Robert.
Byurrrr
"Itu balasan karna lo udah nyengkram dagu gue" Ujar Christin sambil menyeringai puas.
Robert mengelap wajahnya sambil tersenyum mengerikan ke arah Christin.
Raina menutup mulutnya menatap Christin tidak percaya.
Michaell dan Jakson menatap Christin dengan pandangan takjub.
Dino dan Rafaell yang mengangga tidak percaya dengan plot twist ini.
__ADS_1
Samuel sang Ketos tengil keselek mie karna ia menonton tadi dengan makan mie.
Seisi kantin riuh, yang sedang makan keselek, yang sedang minum ada yang menyembur ada yang mengangga sampai minumnya balik lagi ke gelas, yang sedang fokus menonton menggeleng takjub dengan prilaku savage Christin tidak ada duanya.