Transmigrasi Genius Girl

Transmigrasi Genius Girl
Bab 6 Protagonis Wanita


__ADS_3

Christin sudah sampai di toliet, ia berjalan ke arah kaca dan mencuci tangannya di sana.


Setelah selesai, ia menatap pantulan dirinya di cermin sambil membenarkan dasi seragam. Seketika muncul Raina Protagonis wanita, Christin menyeringai dalam hati.


"Christin" ucap Raina dengan sorot mata ketakutan.


Christin yang melihat keberadaan Raina, ia langsung membalikan badan dan menatap Raina dalam diam.


"Kamu gak bully aku?" Raina bertanya dengan raut kebingungan, tidak biasanya Christin hanya melihat dirinya. Karna dulu Christin tanpa babibu langsung membullynya.


"Buat apa?" Christin balik bertanya sambil memperhatikan Raina. Dia biasa saja, jika dibandingkan Christin sekarang tentu beda jauh. Christin menang di segala aspek.


Raina yang mendengar perkataan Christin dibuat kebingungan. Apa yang salah dengan Christin? Perubahan Christin sudah sangat merugikan dirinya karna dia kalah dari segala aspek.


Jika Christin sudah tidak mau membullynya lagi, Bagaimana ia bisa mencari perhatian Robert?


"Apa maksud kamu Christin, Aku hanya heran karna biasanya kamu langsung bully aku kalau nggak ada Robert" Raina menjawab dengan menundukkan kepala.


"Gue udah gk minat bully lo" Ujar Christin kemudian langsung melengang pergi.


"Kalau kamu gk minat, Aku yang akan bully diri aku sendiri supaya kamu jadi tersangkanya karna hanya ada kita berdua di sini" Tak berselang lama Raina membuka topeng aslinya.


Christin yang mendengar itu menghentikan langkah kakinya lalu membalikan badan.


Raina yang melihat Christin berhenti dan menatapnya, ia langsung melancarkan aksinya.


Raina merobek lengan seragamnya, menjambak rambutnya, menampar sebelah pipinya, mencakar kedua telapak tangannya dan berteriak menangis.


Raina menjatuhkan dirinya di lantai tepat dihadapan Christin.


"HIKS, HIKS, HIKS MAAFIN AKU CHRISTIN AARGH SAKIT" Teriak Raina sambil menangis meraung sampai mengeluarkan air mata sementara Christin hanya menatap datar.


Tak berlangsung lama pintu kamar mandi didobrak. Geng phoenix langsung masuk dan menolong Raina.


Robert langsung menghampiri Raina dan membantunya berdiri, sedangkan empat anggota inti berdiri di samping kanan kiri Christin.


"Lo keterlaluan Chris, ternyata sifat lo gak berubah sepenuhnya ya" Robert menatap Christin tajam.


Sementara yang ditatap hanya biasa saja drama sekali pikirnya.


"Gue ngomong sama lo Chris" Robert tidak habis pikir dengan Christin yang mengabaikannya.


"Gue gk bully cewek lo, Dia yang nyakitin dirinya sendiri" Christin menatap datar manusia di depannya yang sangat bego.


"Lo pikir gue percaya, lo yang dari dulu selalu bully Raina" Robert berujar dengan sinis.

__ADS_1


"Hiks, hiks, hiks Christin kamu jangan bohong tadi kamu yang udah bully aku" Ucap Raina dengan tangis menyedihkan.


Christin yang melihat mereka hanya tersenyum sinis, kalau begitu ia akan mulai mengambil perannya.


"Oh bully lo ya? oke deh gue kabulin" Christin melangkah maju menuju Raina lalu menampar pipi Raina.


PLAK


"Christin" Robert berteriak emosi.


Sementara empat anggota inti Phoenix kaget, tidak menyangka Christin nekat menampar Raina dihadapan Robert.


"Lo lihat baik-baik bekas tangan tamparan gue sama atau enggak di pipi sebelahnya" Ucap Christin sambil menatap Robert sinis.


Robert dan empat anggota inti Phoenix melihat bekas tangan tamparan Christin dengan bekas tamparan lain di pipi sebelah.


Beda sangat beda, itu bukan bekas tangan yang sama batin mereka


"Beda Chris itu sangat beda, itu bukan bekas tamparan tangan yang sama. Bekas tamparan tanganmu kecil sedangkan disebelahnya lebih besar" Dino berucap berdasarkan fakta.


"Tentu, akan kuperlihatkan lagi" Christin menyeringai melihat Robert dan Raina.


Christin mengambil tangan Raina dan menamparkannya di pipi Robert.


PLAK


Sementara Christin tersenyum manis melihat bekas tamparan tangan Raina di pipi Robert.


"Christin" Robert bergumam rendah mengerikan, ya orang yang mendengarnya akan merinding tapi bagi Christin itu biasa saja.


Sedangkan Raina menatap tidak percaya akan kelakuan Christin meskipun tidak dipungkiri ia merasa takut kedoknya terbongkar.


"Jangan emosi dulu, biarkan aku menjelaskannya dulu" Christin berujar santai seakan yang ia perbuat bukan hal besar.


"Kalian lihat kan bekas tamparan di pipi Robert bandingkan dengan bekas tamparan di pipi Raina yang ini" Tunjuk Christin di bekas tamparan yang lebih besar bukan bekas tamparan tangan dia.


"Sama kan" Christin bertanya sambil menatap empat anggota inti Phoenix menunggu jawaban.


"Sama" Dino dan Rafaell menjawab, sedangkan Jakson dan Michaell menganggukan kepalanya menyetujui.


"Jadi kalian tau kan kesimpulannya" Tanya Christin sambil menatap mereka semua yang hanya diam dan Raina yang sudah bergetar ketakutan.


"Raina yang menampar pipinya sendiri dan besar kemungkinan Raina yang menyakiti dirinya sendiri bukan Christin yang membullynya" Jakson menjawab sambil menatap Christin penuh arti.


Dino, Raffael, dan Michaell menggangukan kepalanya menyetujui.

__ADS_1


Robert juga setuju dengan ucapan Jakson.


Ia lalu menatap Raina datar.


Sedangkan Raina ia sudah bergetar ketakutan.


"Kau jenius Jakson" Christin mengedipkan sebelah matanya kepada Jakson. Jakson tersenyum tipis menatap Christin.


Christin berlalu pergi dari toilet untuk ke kantin, dirinya senang sekali bisa menghancurkan image baik protagonis wanita.


Sementara Geng Phoenix dan Raina masih di toilet.


"Ngapain lo fitnah Christin?" Tanya Dino pada Raina dengan nada mengintimidasi.


"Ak-Aku" Raina gugup, ia langsung diam karna tidak tau mau menjawab apa. Tidak mungkin juga ia jujur.


"Lo secara gak langsung udah nginjek harga diri gue dihadapan Christin" Robert menatap Raina tajam.


"Maaf Robert" Ucap Raina lirih, sambil menunduk tidak berani menatap Robert.


"Jangan mentang-mentang gue bersikap baik sama lo jadi lo ngelunjak, mikir kalau diri lo penting. Inget perjanjian kita lo bukan siapa-siapa" Robert berujar sinis.


Raina yang mendengarnya seolah ditampar kenyataan, ya ia dan Robert tidak ada hubungan apa-apa. Mereka dekat dihadapan semua orang hanya untuk membuat Christin cemburu dan sakit hati, sehingga Christin bisa berubah pikiran untuk membatalkan pertunangannya dengan Robert.


Timbal balik yang didapatkan Raina adalah ia diberi Robert uang 5 juta perbulan dan satu buah mobil, tentu dengan Robert yang melindunginya dari pembullyan Christin.


Semua murid di sekolah tidak berani menggangu Raina karna kedekatannya dengan Robert. Tentu diwarnai gosip miring jika mereka berpacaran, sehingga semua orang beranggapan begitu. Kecuali empat anggota inti Phoenix karna mereka tau semuanya.


"Maaf Robert, Aku janji gak akan ngelakuin hal itu lagi" Ucap Raina meyakinkan sambil menatap takut-takut Robert.


Robert tidak perduli, ia melengang pergi keluar toilet diikuti empat anggota inti.


Raina yang melihat kepergian mereka menatap sendu punggung Robert.


Ia mencintai Robert, tapi ia tau cintanya bertepuk sebelah tangan karna Robert tidak mencintainya.


Setelah Geng Phoenix hilang dari pandangan Raina menatap cermin toilet dengan marah.


"Christin Sialan" Ia berteriak sambil menatap dirinya tajam di cermin.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Sementara Christin, ia tidak jadi ke kantin.


Ia berada di taman sekarang. Sambil memandang cctv kecil yang tadi ia taruh di dasi sekolahnya.

__ADS_1


"Dasar bodoh" Gumam Christin sambil menatap tersenyum benda itu.


"Aduh, kupikir mereka semua cerdas. Ternyata ekspetasiku terlalu tinggi, lawanku terlalu lemah mudah dikalahkan" Christin memandang langit mendung yang sebentar lagi mungkin akan hujan, jadi ia memutuskan untuk ke kelasnya.


__ADS_2