
At Sma Garuda
Tepatnya di gudang belakang sekolah yang disulap oleh Geng Lion yang diketuai Richard menjadi markas yang nyaman.
Richard saat ini sedang terdiam, ia senang karna bisa semakin dekat dengan Christin.
Xander inti Lion, pria dingin dan kalem ini yang melihat Richard hanya terdiam melamun berinisiatif membuka pembicaraan.
"Lo kenapa Rich?" Tanya Xander sambil menatap heran Richard yang hanya bengong dari tadi.
Mendengar panggilan temannya, Richard segera tersadar dari lamunannya.
"Gapapa" Jawab Richard datar.
"WOY GAYS RADIT SUDAH DATANG, MANA TEPUK TANGANNYA" Teriak Radit bak sedang berada di hutan.
Anggota Lion yang melihat tingkah salah satu inti Lion ini menggeleng heran. Andai Radit tidak pintar menyusun setrategi ketika tawuran, mungkin mereka akan berfikir dua kali untuk mengakui Pria tengil ini sebagai Inti Lion.
William dan Rafka yang berada di sebelah kanan dan kiri Radit tanpa berperikemanusiaan memukul kepala Radit dari belakang.
Radit lalu melotot menatap mereka, tidak terima dianiyaya.
"Woy sat, gak usah mukul pala gue juga kali. Entar kalau gue tambah bodoh gimana?" Hardik Radit sambil menatap mereka sinis, sudah tau otaknya tidak encer malah dipukuli.
Mendengar perkataan Radit, William dan Rafka hanya memutar bola mata mereka malas.
"Gak gue pukul juga, lo semakin bodoh tiap hari" Caci William sambil tersenyum menyebalkan, suka ia kalau menghina orang tapi tidak suka jika ia sendiri dihina.
"Ngajak ge-" Belum selesai Radit bicara, William berlalu pergi ke sofa untuk duduk diikuti Rafka.
Radit yang melihat kepergian 2 teman laknatnya hanya bisa mengelus dada menahan emosi, lalu ia berjalan ikut duduk di sofa.
Richard dan Xander yang kedatangan 3 temannya di sofa hanya melihat dalam diam.
Richard lalu mengeluarkan ponselnya mengeklik Galeri, lalu melihat foto seorang perempuan di sana.
Perempuan itu adalah Christin.
Bagaimana Richard bisa memiliki foto Christin?
Ia mengambil diam-diam ketika Christin sedang meminum orange juice di Restoran saat sedang bersama dirinya.
Tanpa sadar, bibir Richard menyungingkan senyum.
4 Anggota Lion yang melihat Richard tersenyum, penasaran apa yang dilihat ketua mereka di Ponsel miliknya sampai bisa tersenyum seperti itu.
Tentu mereka merasa penasaran karna Richard tersenyum itu sangat langka, pria dingin ini hanya bisa menampilkan raut datar jarang sekali berekspresi.
__ADS_1
Radit yang notabenenya sosok kepo, ia langsung mendekati Richard dan mengintip Ponsel Richard.
Radit yang melihat di Ponsel Richard menampikan foto perempuan, sontak langsung mengganga kaget.
"Ya ampun bos, gue gak nyangka manusia dingin kek lo juga bisa jatuh cinta" Ujar Radit dramastis sambil menutup mulutnya dan mata yang melotot kaget, menatap tidak percaya ke arah Richard.
3 inti Lion dan Anggota Lion yang mendengar perkataan Radit sontak merasa kaget.
"Eh Dit, jangan ngadi-ngadi lo. Masa iya si bos yang kek orang kagak punya hati bisa jatuh cinta" Ujar Rafka dengan nada tidak slow.
Richard yang mendengar perkataan Rafka langsung menatap Rafka tajam penuh permusuhan.
Rafka yang ditatap Richard seperti itu badannya langsung merinding, ia lalu cengengesan tidak jelas sambil meminta maaf pada Richard.
Richard hanya menatap datar tingkah Rafka.
"Gue bener kali, lo tadi lihat foto perempuan kan Bos sambil senyum?" Tanya Radit dengan polosnya tidak tau situasi.
Xander langsung melototi Radit mengkode untuk tutup mulut.
"Iya, emang kenapa?"
Respon yang tidak terduga mereka dengar dari Richard.
"Gapapa kok bos" Ujar William, berusaha menutupi kekagetannya dengan terkekeh canggung.
Richard lalu menunjukan foto Christin di Ponselnya ke hadapan mereka.
Mereka langsung mengelilingi Ponsel Richard bak semut mengelilingi gula, kepalang penasaran perempuan seperti apa yang bisa membuat Bos mereka tertarik.
Berbagai macam ekspresi mereka tunjukan saat melihat foto itu. Ada yang kagum, terpesona, kaget sampai terdiam dengan tatapan kosong saking terkejutnya.
Yang berekspresi tatapan kosong karna terlalu terkejut hingga terdiam membisu adalah Xander, berbeda dengan temannya yang menggoda Richard atau memuji sosok perempuan itu.
William yang melihat Xander hanya terdiam membisu seperti orang linglung, lantas menepuk bahu Xander.
"Lo kenapa nder?" Tanya William dengan heran.
Xander langsung tersadar karna tepukan William, ia kemudian menoleh ke William dan menggelengkan kepala.
Xander dilema, haruskah ia mengatakan kepada Richard siapa sosok Christin itu sebenarnya ataukah tidak?
Jika ia mengatakan pada Richard maka dapat dipastikan Richard mungkin patah hati.
Kenapa ia bisa menyimpulkan seperti itu?
Karna ketika Richard melihat foto Christin ada binar bahagia di matanya, sampai Richard tersenyum hal yang sangat langka dia lakukan.
__ADS_1
Tapi jika ia tidak mengatakan pada Richard mungkin Richard sekarang bahagia tapi mungkin Richard nanti semakin sakit karna mengetahui fakta sebenarnya dari sosok Christin.
Xander lalu memutuskan untuk memberitahu Richard sekarang, tidak apa-apa jika Richard patah hati sekarang dibandingkan nanti ia semakin sakit. Karna rasa cinta Richard mungkin semakin dalam.
Xander lalu memandang Richard yang menampilkan wajah datar tapi ia tau Richard bahagia karna digoda temannya dilihat dari sorot matanya.
Tidak tega memang, ia menghapus kebahagian temannya ini. Tapi harus ia lakukan dibanding Richard semakin patah hati.
"Richard, ada yang mau gue omongin" Ujar Xander dengan perasaan was-was. Ia sedang berusaha memberanikan diri memberitahu Richard.
Mendengar perkataan Xander, Richard lalu mengalihkan atensi pada Xander.
"Ngomong aja"
"Apa benar perempuan di foto itu Christin Queennesha Smith?" Tanya Xander mengkonfirmasi.
"Iya, kenapa?" Tanya Richard dengan serius, ia akan selalu serius jika berhubungan dengan Christin.
"Lo belum cari tau tentang dia?" Xander berkata dengan hati-hati takut menyinggung.
Mendengar ucapan Xander, Richard mengernyitkan dahinya. Iya, ia belum mencari tahu tentang Christin karna malu memang mengakui ini.
Richard terlalu senang dengan pertemuan dirinya dengan Christin, ia selalu memikirkan Christin hampir di setiap saat. Jadi ia lupa mencari tahu tentang Christin.
"Belum"
"Richard, mungkin lo akan kaget dengan fakta yang gue kasih tau sekarang jadi persiapkan diri lo" Ucap Xander dengan serius.
"Katakan" Perintah Richard dengan tegas.
"Christin Queenesha Smith, dia adalah tunangan dari Alexander Roberto musuh bebuyutan lo"
Shock, semua yang mendengar perkataan Xander shock.
Iya, mereka tidak mengetahui siapa tunangan Robert itu karna belum diekspos ke media.
Keluarga konglomerat itu tidak memperbolehkan media mengekspos acara pertunangan Anak mereka, juga menutup status Christin dan Robert yang sudah bertunangan agar tidak ada yang mengetahui.
Kecuali Anak Sma Cipta Bangsa, itupun karna ulah Christin asli yang terlalu emosi akan kedekatan Raina dan Robert sehingga membocorkan hal ini. maka dari itu hanya anak Cipta Bangsa saja yang tau, itupun diancam tidak boleh menyerbarkan fakta ini.
Inti dan Anggota Lion semua langsung menolehkan kepala ke arah Richard yang seolah sedang kehilangan jiwanya.
Richard terpaku diam dengan pandangan kosong mengarah ke depan, disertai aura tidak mengenakan.
Saat itu juga Geng Lion tau bahwa permusuhan Richard dan Robert akan semakin membara, bak api yang tidak akan tau siapa dulu yang hangus terbakar di dalamnya.
Entah apa yang sekarang akan Richard lakukan tapi satu yang mereka tau, apapun nanti keputusan Richard mereka akan menerimanya.
__ADS_1
Entah itu Richard tetap memperjuangkan Christin atau berhenti sampai disini.